Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Hao Xiang VS Ye Jiho


__ADS_3

“Ya benar. Semua kultivator di sini sangat lemah, aku bosan selalu berhadapan yang lemah.” Kata Hao Xiang membalas tatapan Ye Jiho seraya tersenyum mengejek kepadanya. Mendengar hal itu, Ye Jiho tiba-tiba melompat tinggi, membuat semua pasang mata mengikuti nya. Ia mendarat dengan mulus tepat di hadapan Hao Xiang.


“Sepertinya ini memang sebuah takdir, karena kebetulan juga aku sedang bosan saat ini kekekeke...” Ujar Ye Jiho.


>>>>>>_______


“Baiklah para penonton semua, seperti yang kalian lihat saat ini, ada pertarungan duel antara raja Sambung Pendekar, Ye Jiho sang ahli tak terkalahkan melawan sang penantang, rokkie yang mengalahkan empat puluh penantang sekaligus. Karena satu dua hal, duel pertarungan kali ini akan diadakan dadakan, sesuai dengan permintaan dari sang rokkie dan hal itu di setujui oleh Raja Sambung Pendekar, Ye Jiho.” Ujar Yeng Gun memberikan kata-kata sambutan terlebih dahulu.


“Tanpa berlama-lama lagi, duel antara sang raja melawan sang penantang, dimulai sekarang!” Teriak Yeng Gun memberikan aba-aba langsung lompat dari arena pertandingan, dan sorak sorai meriah para penonton bergema ke seluruh penjuru bangunan Sambung Pendekar.


“Bocah... Kau memang kuat, karena bisa mengalahkan empat puluh orang sekaligus, tapi sayang kau tetap tidak akan bisa mengalahkan diriku ini.” Kata Ye Jiho dengan sombong nya seraya menyeringai.


“Entahhlah, siapa yang tahu aku bisa mengalahkan mu atau tidaknya kalau belum mencoba nya.” Kata Hao Xiang membalas seringai tersebut dengan senyuman angkuh nya.


“Kekeke... Benar-benar bocah yang menarik. Baiklah, baiklah, aku akui tekad mu itu. Kau boleh melancarkan dua serangan terlebih dahulu kepadaku. Aku tidak akan bergerak di sini sama sekali. Jadi serang saja, diriku dengan kekuatan penuhmu.” Kata Ye Jiho meremehkan Hao Xiang. Tentu alasan utama Ye Jiho meremehkan Hao Xiang adalah ranahnya yang berada jauh di atasnya.


“Hehhhh... Kalau begitu, aku harus mengucapkan terima kasih kepadamu, karena sudah berbaik hati kepadamu.” Ucap Hao Xiang seraya memasang kuda-kudanya, lalu maju melesat menyerang ke arah Ye Jiho, melancarkan serangan berupa tinju kepada dirinya.


Baaaammmm...


“Keras... Seperti aku baru saja menyerang sebongkah besi yang kokoh.” Batin Hao Xiang langsung mundur kembali ke belakang.


“Kekeke... Tinju mu tidak buruk, tapi sayang kulit tubuhku jauh lebih kuat dan keras, serangan mu tidak akan pernah mempan kepadaku. Kau sudah menggunakan kesempatan pertama mu, masih ada satu kesempatan lagi untuk menyerang ku.” Kata Ye Jiho seraya menyeringai lebar.


“Hehhhh menarik, aku jadi ingin tahu, apakah kau masih berani berkata seperti itu lagi nanti.” Ucap Hao Xiang tersenyum misterius membuat Ye Jiho merasakan ada sesuatu yang tidak beres dari senyuman misterius Hao Xiang.


Aura yang sangat kaut terpancar dari tubuh Hao Xiang membuat Ye Jiho membelalakkan kedua matanya lalu secara tiba-tiba tertawa keras membuat para penonton menjadi bingung ketika melihat dirinya yang malah tertawa seperti itu.


“Hahahaha pantas saja sekelompok sampah itu kalah dari mu, yang jelas-jelasnya ranah mereka di atas mu... Bajin*an kecil ini, ternyata kau menyembunyikan kekuatan mu ya.” Kata Ye Jiho ketika merasakan aura kuat terpancar dari Hao Xiang, dan peningkatan ranahnya pun juga tidak masuk akal, karena dirinya yang jelas-jelas berada di ranah Kaisar bintang lima, kini secara tiba-tiba melonjak langsung ke ranah Kaisar bintang sembilan. Melihat hal itu, Ye Jiho pun menyimpulkan, bahwa Hao Xiang menyembunyikan kekuatan nya yang sebenarnya.


“Ya walaupun kau menyembunyikan kekuatan mu, kau tetap tidak akan bisa melukai ku. Ranah mu masih berada di Tingkat Kaisar bintang sembilan. Kau tetap...” Ucapan Ye Jiho mendadak terhenti, karena secara tiba-tiba Hao Xiang sudah berada di depannya tanpa ia sadari sama sekali.

__ADS_1


“Teknik Perwujudan Elemen Api: Pedang Api Membara.” Ucap Hao Xiang yang sudah berada di depan Ye Jiho dalam sekejap lalu menghunuskan pedang apinya kepada Ye Jiho.


Swussshhhh.... Booaammmm...


Ledakan yang cukup besar cukup mengguncang arena pertandingan. Arena pertandingan yang awalnya penuh sorak sorai, kini mendadak hening dalam sekejap. Pandangan semua orang terfokus pada arena pertandingan yang di penuhi asap putih yang sangat tebal sekarang.


Sampai beberapa detik kemudian asap putih tebal itu pun mulai menghilang, memperlihatkan seorang pemuda dengan pedang api di tangannya telah menghancurkan tempat berpijak Ye Jiho awalnya. Untuk Ye Jiho sendiri sudah berpindah ke belakang seraya menatap serius ke arah Hao Xiang.


“Hehhhh... Perasaan kau bilang tidak akan bergerak sedikit pun tadi, tapi sekarang kenapa kau malah berpindah dari tempat mu berpijak, tuan ahli tak terkalahkan.” Kata Hao Xiang penuh penekanan kata di kalimat akhirnya seraya melemparkan senyum meremehkan kepada Ye Jiho.


“Kughhhkkk.... Bocah manusia ini... Kau sepertinya punya bakat membuat orang kesal dengan kata-kata mu yang menjengkelkan itu ya.” Kata Ye Jiho menggertakkan giginya mengepalkan tanganya kuat-kuat, karena secara tidak langsung Hao Xiang menghina dirinya.


Hao Xiang yang melihat Ye Jiho termakan provokasi nya, tersenyum puas. Tanpa pikir panjang dirinya pun kembali melesat ke arah Ye Jiho, dengan pedang api yang terbuat dari elemen apinya, ia bergerak cepat secara zig-zag.


Hao Xiang sekali lagi muncul di depan Ye Jiho dan menghunuskan pedangnya secara horizontal dengan sangat cepat, Ye Jiho juga tidak diam saja, ia pun mengeluarkan seni pertahanan nya kali ini, menahan tebasan pedang api Hao Xiang.


Swushhhhh... Ctaanggggg...?!


“Kekeke bocah, akan kubalas penghinaan mu yang tadi!” Teriak Ye Jiho mengambil kuda-kuda, dengan menggunakan lengan kanannya yang telah terkumpul oleh Qi, Ye Jiho melancarkan sebuah pukulan kepada Hao Xiang. Hao Xiang yang melihat itu, dengan refleks menarik pedangnya dan menggunakannya untuk menahan serangan tinju Ye Jiho.


Keduanya berusaha saling mendorong. Senyum lebar sama-sama tercetak di wajah Hao Xiang dan Ye Jiho.


“Kekeke bocah...! Kau memang benar-benar menarik hahaha...! Sudah sangat lama aku bertarung seintens ini. Jangan kalah dulu ya hahaha!” Teriak Ye Jiho seraya tertawa lepas, dan hal itu membuat wajahnya terlihat sangat mengerikan menurut para penonton.


“Persetan dengan hal itu, yang akan kalah itu adalah dirimu tuan muka menjijikkan.” Kata Hao Xiang yang menganggap nya berbeda dengan para penonton. Keduanya masih saling mendorong, membuat para penonton pun kembali bersorak sorai. Sampai Hao Xiang sengaja menurunkan kekuatan dorongnya, membuat Ye Jiho sedikit kehilangan keseimbangan, dan Hao Xiang pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung menghempaskan Ye Jiho kebelakang.


>>>>>>______


Bangku Penonton


Ling Feng yang melihat apa yang dilakukan oleh Hao Xiang, tiba-tiba terkekeh pelan seraya berkata, karena trik yang digunakan oleh Hao Xiang adalah trik miliknya. “Bocah nakal itu... Benar-benar sangat pandai meniru.” Gumam Ling Feng menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Saat Ling Feng sedang asyik memperhatikan Hao Xiang yang terus menerus menekan Ye Jiho, secara tiba-tiba Ling Laohu tiba-tiba melompat ke pundaknya. Menyadari keberadaan kucing kecil putih itu, Ling Feng pun berkata kepadanya, “Apa kau sudah meletakkan semuanya Laohu?” Tanya Ling Feng.


“Sudah tuan muda. Aku sudah meletakkan kertas jimat seluruhnya di penjuru Arena pertandingan.” Jawab Ling Laohu lalu berpindah di atas puncak kepala Ling Feng. Mendengar hal itu Ling Feng pun menganggukkan kepalanya.


“Kerja bagus Laohu.”


“Bukan sesuatu yang besar tuan muda. Jadi tidak perlu sungkan.”


>>>>>>______


Kembali ke Arena Pertandingan


Tempo serangan keduanya pun semakin cepat, Seiring berjalannya waktu. Sampai Ye Jiho merasakan ada sesuatu yang janggal darinya, karena sekuat apapun Qi seseorang, jika ranahnya tidak tinggi maka cepat atau lambat, normalnya mereka akan kehabisan Qi, akan tetapi saat ini Hao Xiang yang jelas-jelas ranahnya tidak lebih tinggi dari nya, terlihat masih baik-baik saja dengan nafas yang masih teratur.


Ye Jiho pun memutuskan untuk mengambil jarak terlebih dahulu mengamati gerakan bocah tersebut, namun tentunya Hao Xiang tidak membiarkan Ye Jiho untuk mengambil jarak darinya. Hao Xiang kembali melesat cepat ke arah Ye Jiho lalu berkata, “Jangan harap bisa lepas dari ku begitu mudah. Kau kira aku bakal diam saja, di saat kau hendak mengamati pergerakan ku.” Kata Hao Xiang lalu menghunuskan pedang apinya, menebaskan nya secara vertikal. Ye Jiho dengan sigap menggunakan teknik pertahanan nya.


“Kena kau.” Bisik Hao Xiang yang secara tiba-tiba sudah berada di belakang Ye Jiho membuat sang empu membelalakkan kedua nya matanya terkejut.


“Bocah Ten*ik...!” Ujar Ye Jiho dengan penuh penekanan di setiap katanya, buru-buru memutar tubuhnya ke belakang, namun terlambat.


“Teknik Perwujudan Elemen Api: Membakar Semuanya.” Ujar Hao Xiang menghunuskan pedang apinya dua kali.


Swussshhh... Swusshhh... Crasshhhh


"Bagaimana rasanya tuan ahli tak terkalahkan? Aku sarankan kepadamu untuk menyerah saja sekarang. Ya tapi, kalau kau masih bersikeras, aku juga tidak masalah sih." Kata Hao Xiang dengan nada mengejek.


"Bocah bren*sek...!!!" Teriak Ye Jiho sangat marah, karena provokasi yang Hao Xiang ucapkan.


Aura Qi yang terpancar darinya pun berubah, yang awalnya biasa saja, kini menjadi lebih gelap dan mencekam.


"Hohhhh... Akhirnya keluar juga." Kata Hao Xiang dengan tenang seraya terkekeh pelan.

__ADS_1


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2