Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Pergi Dari Desa


__ADS_3

“Sebelumnya aku minta maaf tuan muda, bukannya aku tidak ingin memberitahumu, namun aku tidak mempunyai hak untuk memberitahukannya kepadamu, karena suatu saat nanti, jika Anda menjadi lebih kuat lagi, pertanyaan demi pertanyaan Anda, semuanya akan terjawab. Sekali lagi aku minta maaf tuan muda.” Kata Ling Laohu dengan dengan berat hati.


>>>>>>______


“Begitu, kah... Aku mengerti maksud mu. Terima kasih Laohu.” Kata Ling Feng menghela nafas pendek, lalu mengucapkan terima kasih kepada Ling Laohu.


“Tidak tuan, tidak perlu berterima kasih, sebalik aku yang harus minta maaf, karena tidak bisa menjawab pertanyaan Anda. Bukan aku tidak ingin menjawab pertanyaan Anda, tapi... Tapi...” Kata Ling Laohu tidak bisa mengatakannya lebih lanjut dengan raut wajah rumit, merasa bersalah.


“Tidak perlu meminta maaf, aku juga mengerti, kau pasti punya alasan tersendiri akan hal itu, dan itu mungkin untuk kebaikan diriku juga. Jadi jangan meminta maaf.” Kata Ling Feng, yang membuat Ling Laohu tidak menimpali nya lebih jauh lagi, dan menganggukkan kepala nya mengerti. Ling Feng tidak bertanya lebih lanjut lagi menghargai Ling Laohu, walaupun Ling Laohu sudah bersumpah setia kepada nya, namun Ling Feng tidak ingin memaksa dirinya untuk menjawab pertanyaan nya, yang memang tidak dalam kuasa dirinya untuk menjawab. Walaupun tidak dapat di pungkiri, ia merasa sangat penasaran akan hal itu.


“Selain itu kamu juga bilang, bahwa semua jawaban atas pertanyaan itu akan terjawab selama aku menjadi kuat, kan. Jika memang itu masalah nya, maka aku akan berdiri di puncak, dan memuaskan rasa penasaran ini.” Kata Ling Feng, membuat Ling Laohu sempat tersentak, karena sekilas melihat sosok penting baginya dari Ling Feng. Merasa terus di tatap oleh Ling Laohu, Ling Feng pun memanggil namanya, namun ketika di panggil, kucing kecil itu tidak menyahuti panggilannya.


“Laohu?” Panggil Ling Feng, seraya melambai-lambaikan tangan nya di hadapan Ling Laohu, dan baru kucing kecil itu tersadar dari keterkejutan nya.


“Ahhh tuan muda... M-maaf, aku sempat melamun tadi.” Kata Ling Laohu.


“Apa yang kau lamunkan memangnya? Apakah itu tentang ucapan ku? Apa ada yang aneh dari ucapan ku tadi?” Tanya Ling Feng, dan langsung di balas gelengan kepala oleh Ling Laohu.


“Tidak tuan muda, jika itu Anda, aku sangat yakin, bahwa Anda mampu mewujudkan setiap yang Anda katakan.” Kata Ling Laohu, dan langsung di balas tawa kecil oleh Ling Feng. “Haihhhh... Kau ini ya, kukira apa yang sedang kau lamunkan itu.” Kata Ling Feng seraya tertawa kecil lalu menggeleng-gelengkan kepalanya, selang beberapa saat kemudian, Ling Feng menutup kedua matanya, memutuskan untuk beristirahat kali ini, menghilangkan beban pikiran yang ada di pikiran nya saat ini.

__ADS_1


>>>>>>______


Keesokan Harinya


Malam pun berlalu begitu saja tidak terasa, perlahan-lahan sang mentari mulai menunjukkan wujudnya yang masih terlihat malu-malu dari arah timur. Ling Feng bangun tidak lama kemudian diikuti dengan Ling Laohu, yang juga bangun tidak lama setelah Ling Feng. Sepuluh menit berlalu kiranya yang di butuhkan oleh Ling Feng membersihkan diri dan bersiap-siap.


Kali ini ia menggunakan pakaian hitam dengan motif bungai teratai berwarna putih di bagian kanan dadanya, lalu di balut dengan jubah hitam bermotif bunga yang sama, yaitu teratai, namun dengan warna merah gelap. Ia lantas keluar dari kamarnya, dan tepat ia keluar, sebuah pelayan laki-laki juga sudah bersiap-siap hendak mengetuk pintu kamar nya.


“Ah selamat pagi tuan. Mari saya antar, ke ruang makan terlebih dahulu, Tuan yang di sebelah kamar Anda sudah berada di sana sekarang.” Kata pelayan laki-laki tersebut dengan tutur kata yang sopan dan hati-hati.


“Ah begitu, kah... Kalau begitu antarkan aku ke sana.” Kata Ling Feng yang langsung mendapatkan anggukkan kepala oleh pelayan tersebut dan melangkah di depan Ling Feng, dan Ling Feng mengekor di belakang. Tidak butuh waktu lama bagi Ling Feng untuk sampai di ruang makan, terlihat di sana sudah ada Hao Xiang yang makan dengan lahap dan pemimpin desa di hadapan nya.


“Ah guru. Akhirnya kamu datang juga, coba rasakan daging beast bakar ini, rasanya lumayan enak, walaupun tidak seenak buatan guru.” Kata Hao Xiang yang baru saja selesai menelan daging.


“Selamat pagi juga pemimpin desa, terima kasih sudah repot-repot untuk menyiapkan semua ini untuk kami.” Kata Ling Feng.


“Ah tidak perlu berterima kasih tuan. Anda sudah menyelamatkan desa ini, jadi semua ini tidak ada apa-apanya di bandingkan usaha Anda, menyelamatkan desa ini.” Ucap pemimpin desa, seraya membawa Ling Feng duduk di tempat nya, seraya menuangkan minuman di gelas nya.


Ling Feng pun menganggukkan kepala nya pasrah, dan mulai duduk di samping Hao Xiang dan juga memakan apa yang di hidangkan di atas meja makan tersebut. Setelah selesai dengan ritual sarapan nya, Ling Feng, Hao Xiang, dan pemimpin desa pergi ke tempat kemarin. Tepat kedatangan mereka di sana, para warga desa sudah terlihat ramai dan menunggu kedatangan Ling Feng dan yang lain nya.

__ADS_1


Para warga desa itu sontak langsung di sambut dengan hormat oleh warga desa, Walaupun Ling Feng telah menjelaskan alasan ia membunuh monster adalah untuk dirinya sendiri juga, namun para warga desa tetap menganggap Ling Feng dan yang lain nya adalah sebagai penyelamat desa mereka. Terlihat sebuah kapal cukup besar nan megah telah berlabuh rapih di belakang para warga desa. Kapal tersebut adalah kapal yang telah di siapkan oleh pemimpin desa untuk mengantar Ling Feng ke sisi sungai.


“Aku harap tuan cukup puas dengan kapal yang tidak terlalu besar ini, dan tidak mengecewakan tuan.” Kata pemimpin desa.


“Terima kasih pemimpin desa, bahkan menurutku kapal besar ini terlalu berlebihan untuk dua orang dan seekor kucing kecil saja. Aku merasa sangat terhormat, bisa naik ke kapal megah ini.” Kata Ling Feng seraya menyatukan tinju nya, memberikan salam para kultivator, diikuti dengan Hao Xiang di belakang nya juga.


“Tuan-tuan, tidak perlu berterima kasih, karena hanya ini saja yang desa berikan kepada Anda. Tidak sebanding sama sekali, dengan jasa tuan-tuan yang telah menyelamatkan desa ini dari krisis.” Kata pemimpin desa.


“Kalau begitu aku akan menerimanya dengan senang hati.” Kata Ling Feng. Hao Xiang sendiri hendak beranjak naik ke atas kapal, namun tiba-tiba ia mendengar suara anak kecil memanggil-manggil namanya.


“Kakak Xiang! Kakak Xiang!” Ujar seorang anak kecil memanggil nama Hao Xiang, membuat sang empu yang hendak melangkah naik ke atas kapal sontak berhenti dan menoleh ke arah sumber suara. Terlihat sepasang kakak beradik yang kala itu pernah ia selamatkan.


“Ah kalian berdua. Kemana saja kemarin? Aku mencari-cari kalian loh? Kenapa kalian pergi begitu saja tanpa memberitahu ku terlebih dahulu?” Tanya Hao Xiang langsung menghampiri Kakak beradik Lin.


Mereka pun berbincang-bincang renyah, Hao Xiang yang awal nya hendak naik ke atas kapal pun, menjadi asyik berbincang-bincang dengan Kakak Beradik Lin, begitu juga dengan kakak beradik itu yang juga senang berbicara kepada Hao Xiang.


Sampai beberapa menit kemudian, waktu keberangkatan pun tiba. “Xiang’er ayo kita pergi. Sudah waktunya ini.” Kata Ling Feng menghampiri Hao Xiang yang masih terlihat asyik berbicara dengan kakak beradik Lin, terlihat kakak beradik itu pun merasa sedih, karena sudah waktu nya mereka berpisah.


Hao Xiang yang menyadari raut wajah sedih kakak beradik itu, langsung memberikan kata-kata penyemangat untuk kedua nya. Ling Feng yang melihat apa yang dilakukan oleh muridnya itu, sontak tersenyum dan membiarkan mereka sedikit waktu lagi untuk mengucapkan beberapa kata perpisahan lagi.

__ADS_1


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2