
Sebelum pengguna tombak melewati dirinya, Hao Xiang bergeser dua langkah ke samping, dan sekali lagi menghunuskan pedangnya secara horizontal dengan sangat cepat.
Shringggggg...!!
>>>>>>______
“Oioioi... A-apa yang kulihat ini, nyata, kan?!” Ucap salah satu penonton dengan keringat dingin mengalir deras di dahinya, mengguncang-guncangkan bahu teman di sampingnya.
Teman dari orang tersebut pun memukul wajahnya cukup keras, sampai-sampai orang tersebut meringis kesakitan di bagian pipinya. “Heiiii... Itu sakit tahu! Kenapa kau malah memukul ku?!” Ujar orang tersebut berseru marah kepada temannya itu.
“Aku hanya membantu menyadarkan mu bodoh. Kau bilang, apakah ini nyata, bukan. Jika kau meringis sekarang, berarti apa yang kau lihat ini memanglah bukan sebuah mimpi.” Kata teman nya itu, membuat orang tersebut menggerutu tidak jelas, karena tidak bisa membalas perkataan nya itu.
“Satu orang pria, terlebih lagi masihlah seorang remaja, menang melawan empat puluh orang lebih. Jujur saja, jika tidak melihat nya secara langsung mungkin aku tidak akan pernah mempercayai orang yang menyampaikan berita seperti itu, tapi saat ini. Aku tidak bisa berkata-kata sama sekali.” Katanya lagi menggeleng-gelengkan kepalaya antara takjub dan tidak percaya. Bukan hanya tidak percaya, tapi memang semua penonton yang ada di sana semuanya berpikiran hal yang sama seperti diri nya.
“Jika seperti ini, bukankah seluruh tawaran menggiurkan tadi, tidak ada gunanya sama sekali, karena pada akhirnya empat puluh penantang itu kalah semuanya!!” Ujar salah satu penonton yang terkejut.
Saat ini di arena pertandingan, penantang yang awalnya berjumlah empat puluh lebih orang, kini hanya tersisa empat orang saja. Bahkan keempat orang tersebut sudah terlihat babak belur di buat oleh pemuda yang bahkan belum genap dua puluh tahun umurnya, Hao Xiang.
__ADS_1
Berbeda dengan Hao Xiang yang masih terlihat sehat-sehat saja, bahkan nafas dari remaja pria itu masih terdengar normal, kecuali seluruh pakaian nya kini sudah di lumuri oleh banyak darah para penantang.
“Persetan dengan hadiahnya yang menggiurkan. Bahkan untuk sekedar meninggalkan goresan pada tubuhnya saja benar-benar sangat sulit, sekalipun jumlah kami lebih unggul. Bocah ini, ia benar-benar perwujudan dari sosok monster yang sesungguh nya, terlebih seringainya itu. Seringai seperti itu tidak mungkin di miliki oleh bocah remaja belasan tahun, kecuali sudah mengalami ribuan kali pertarungan hidup dan mati. Mana mungkin kami semua bisa menang melawan dirinya.” Batin dari salah satu empat orang yang masih bertahan.
“Apakah kalian tidak ingin maju lagi? Ayo majulah, sekantung penuh koin emas sedang menunggu kalian loh.” Kata Hao Xiang dengan nada mengejek. Setelah berkata seperti itu, salah satu dari keempat yang tersisa pun menyarungkan pedangnya dengan cepat dan berteriak lantang. “Aku menyerah!” Teriak salah satu dari keempat orang yang masih bertahan.
Melihat salah satu dari mereka ada yang menyerah, ketiganya pun saling pandang dan ikut juga menyarungkan pedangnya masing-masing lalu berteriak hal yang sama. “Kami juga menyerah!” Teriak ketiga orang penantang itu serempak.
“P-pemenangnya adalah sang rookie!” Teriak wasit yang langsung di sambut teriakan-teriakan riuh para penonton yang melihat pertandingan tersebut. Walaupun ada beberapa penoton yang kini jatuh miskin, di satu sisi mereka juga terhibur dengan pertarungan menarik yang di sajikan oleh Hao Xiang melawan empat puluh penantang tadi.
“Cihhhh menyedihkan, padahal aku kira empat orang yang tersisa itu akan berusaha lebih keras lagi, eh ternyata malah menyerah. Mungkin jika kalian sedikit lebih berusaha, kalian bisa memberikan luka kepadaku, ya walaupun hanya goresan kecil saja paling.” Ucap Hao Xiang yang tentunya dapat di dengar oleh seluruh penonton dan para penantang di sana.
Wasit pun datang mendekati Hao Xiang seraya memberikan hasil taruhan atas pertandingan mereka kepada Hao Xiang, akan tetapi pemuda itu hanya mengambil dua koin emas saja dari tumpukan koin emas yang ia dapatkan. Tentunya sang wasit bingung akan hal yang ia lakukan itu dan hendak bertanya kepadanya, namun belum sempat bertanya pemuda itu sudah berkata kepadanya. “Berikan sisanya kepada empat puluh penantang itu, rawat luka mereka semua.” Kata Hao Xiang. Wasit yang mendengar itu pun menganggukkan kepalanya mengerti, walaupun ia terkejut, karena Hao Xiang tiba-tiba memberikan seluruh koin emas itu kepadanya.
Wasit itu pun mulai melaksanakan permintaan Hao Xiang, merawat para penantang yang terluka parah dan memberikan sejumlah koin emas kepada penantang yang hanya mengalami luka ringan.
“Jika tidak ingin, kenapa tidak berikan kepada guru saja hasil taruhan yang kamu dapatkan Xiang’er.” Suara Lin Feng tiba-tiba muncul di kepalanya.
__ADS_1
“Oh ayolah guru, aku yakin kamu pasti sudah untung besar sejak dua pertandingan tadi. Jadi, karena aku sudah membuat mu kaya guru, setengah dari taruhan yang kamu dapatkan itu untuk ku ya. Terlebih lagi aku tidak ingin mengambil tumpukan koin itu, aku memberikan kepada mereka, karena mereka telah bekerja keras mengerahkan seluruh kemampuan mereka menghadapi dan aku menghargai kerja keras mereka itu.” Balas Hao Xiang seraya terkekeh pelan.
“Untung atau tidaknya itu kita bahas nanti saja, guru baru saja mendapatkan informasi menarik, jadi guru ingin kamu melakukan sesuatu.” Kata Ling Feng mengalihkan pembicaraan.
“Cihhhh... Mengalihkan pembicaraan.” Sunggut Hao Xiang.
“Oi bocah nakal, aku dapat mendengar apa yang kau katakan tahu. Jangan sampai aku turun ke sana dan membuat mu babak belur juga sama seperti keempat puluh penantang di sana.” Ucap Ling Feng mengubah nada bicaranya menjadi sedikit serius.
“A-ah... Ahahaha... A-aku hanya bercanda saja kok guru, sungguh hanya bercanda saja hehehehe. Nah, apa yang ingin guru bicarakan denganku, aku akan mendengarkannya semua.” Hao Xiang yang langsung kalap, dan mengalihkan pembicaraan tersebut.
“Dasar bocal nakal, dengarkan apa yang guru katakan sekarang, aku akan meringkasnya.” Kata Ling Feng mulai menjelaskan informasi yang ia dapatkan dari ketiga penonton tadi Mulai dari Ye Jiho, Ahli tak terkalahkan di Sambung Pendekar. Lalu rumor tentang orang-orang menghilang setelah bertarung dengannya. Hao Xiang menganggukkan kepalanya samar-samar, ketika mendengarkan informasi yang diceritakan oleh Ling Feng kepadanya.
Lima menit pun berlalu sejak Hao Xiang dan Ling Feng berbicara melalui transmisi suara. “Jadi begitulah ceritanya. Saat ini orang terkuat di Sambung Pendekar, bernama Ye Jiho mungkin sudah mendengar tentang dirimu yang bertarung dengan empat puluh penantang sekaligus. Oleh karena itu, bertarunglah dengannya. Ada kemungkinan besar, bahwa Ye Jiho ini adalah seorang iblis yang sedang menyamar sebagai manusia. Alasan mengapa para penantang itu mati, mungkin saja sudah mati di makan oleh iblis tersebut setelah ia dibuat setengah mati olehnya. Oleh karena itu, tidak banyak yang curiga kepadanya.” Jelas Ling Feng menyampaikan asumsinya.
“Baiklah guru. Kali ini, aku tidak membiarkan dirinya lolos seperti yang tadi.” Ucap Hao Xiang menganggukkan kepalanya lalu melangkah mendekati wasit yang baru saja selesai memberikan seluruh koin emas kepada para penantang.
“Aku ingin bertarung dengan orang yang terkuat di Sambung Pendekar ini, jadi katakan kepadaku. Bagaimana caranya aku bisa bertarung dengan dirinya?” Ujar Hao Xiang dengan suara yang lantang, membuat semua orang yang ada di sana, entah sudah kesekian berapa kalinya di buat terkejut oleh Hao Xiang.
__ADS_1
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.