
Satu Jam Kemudian
"Anda akan langsung bergerak sekarang tuan muda?" Tanya Wali kota Bing yang diangguki oleh Ling Feng. Saat ini Wali kota Bing dan ajudannya berada di depan pintu mansion mengantar Ling Feng dan lainnya yang hendak pergi sekarang.
"Apakah anda tidak ingin beristirahat terlebih dahulu tuan muda? Pastinya anda telah melalui perjalanan yang terbilang panjang bukan? Aku akan mempersiapkan kamar anda sekarang, jika anda ingin beristirahat." Wali kota Bing menawarkan Ling Feng untuk beristirahat, akan tetapi Ling Feng menggelengkan kepalanya dan berkata, "Ku ucapkan terima kasih Wali kota Bing atas kebaikan mu, akan tetapi kali ini aku minta maaf, karena harus menolak tawaran mu." Ucap Ling Feng meminta maaf kepada wali kota Bing.
"Selain itu, dari informasi yang anda katakan tadi, ras iblis itu sudah melakukan pergerakan aneh selama satu minggu terakhir. Jika hipotesis ku benar, ras iblis ini sedang mengincar sesuatu di tempat tersebut dan sedang mengawasi daerah sekitar, karena daerah tersebut terbilang cukup ramai, kemungkinan besar kelompok mereka hendak melakukan pergerakan seminimal mungkin, tanpa menimbulkan kecurigaan sekitar." Jelas Ling Feng menyampaikan pemikirannya.
"Jika dipikir-pikir lagi memang benar apa yang di katakan tuan muda. Ah ya... Maaf tuan muda. Seharusnya ini menjadi tugas ku untuk menyelesaikan ras iblis di Kota Cheng Du, akan tetapi malah anda yang turun tangan langsung menyelesaikan nya." Kata Wali kota Bing meminta maaf, yang mana itu membuat Ling Feng bingung dengan wali kota Bing yang secara tiba-tiba meminta maaf.
"Jangan terlalu di pikirkan wali kota Bing. Lagi pula aku pun penasaran dengan apa yang diinginkan oleh iblis-iblis itu di sekitaran Kota Cheng Du. Mungkin saja itu sesuatu berbahaya yang akan membahayakan ras manusia. Setidaknya aku harus mengetahui hal tersebut itu apa." Ujar Ling Feng yang tidak terlalu mempermasalahkannya.
"Jika anda berkata seperti itu, maka saya tidak akan berkata banyak lagi, semoga tuan muda dan yang lainnya selalu dalam perlindungan dan bisa kembali dengan selamat. Jangan sungkan untuk meminta sesuatu kepada ku. Aku pasti akan langsung datang untuk membantu tuan muda semampu ku." Kata Wali kota Bing dengan tegas.
"Terima kasih wali kota Bing. Kalau begitu, aku pergi dulu. Oh ya satu lagi, tentang permintaan ku tadi kalau bisa lakukan hari ini." Ling Feng mengucapkan salam perpisahan singkat, seraya menggunakan tudung kepalanya diikuti oleh Ren Hu dan Pang Lang yang juga menundukkan kepalanya sejenak sebagai isyarat perpisahan lalu menggunakan tudung kepala masing-masing.
__ADS_1
Wali kota Bing menatap punggung, lalu tersenyum simpul. "Hati-hati di jalan tuan muda semoga anda selalu di beri keselamatan dari mara bahaya dan mengenai itu tenang saja, aku pasti akan lakukan hari ini." Gumam wali kota Bing melangkah masuk tepat setelah Ling Feng hilang dalam jarak pandangan nya.
...>>>>>____<<<<<...
"Jadi tuan muda kita akan pergi untuk menyelidiki ras iblis yang berada di sekitar kota Cheng Du ini." Kata Ren Hu yang di angguki oleh Ling Feng. "Seperti yang ku katakan tadi, bisa jadi ada sesuatu yang sangat penting atau berbahaya di kota ini sampai-sampai ras iblis rela berbaur secara alami dengan manusia di kota ini." Kata Ling Feng lalu menoleh ke belakang dan berkata, "Paman Lang aku ingin meminta tolong kepada mu untuk melakukan sekali lagi penyelidikan ke tempat yang dikatakan oleh wali kota Bing tadi." Ucap Ling Feng meminta tolong kepada Pang Lang.
Tanpa bertanya-tanya, Pang Lang menganggukkan kepalanya lalu mengilang pergi melaksanakan tugas yang diberikan oleh Ling Feng. "Lalu bagaimana dengan tugas ku tuan muda?" Ren Hu yang berada di sebelah nya bertanya dengan sepasang mata menatap Ling Feng dengan penuh harap. Ling Feng meletakan satu tangannya di dagu berpikir sejenak, detik kemudian ia pun kembali membuka matanya, dan Ren Hu pun semakin berbinar ketika Ling Feng sudah selesai berpikir.
"Tugas mu hanya satu Ren Hu. Yaitu, jangan terlihat mencolok dalam sepanjang jalan nanti." Kata Ling Feng yang seketika membuat Ren Hu terkejut bukan main, bahkan saking terkejutnya ia sampai terdiam mematung dihadapan Ling Feng.
Namun reaksi yang keluar dari Ling Feng, benar-benar tidak terduga. “Terlalu mudah, kah... Ya siapa yang tahu kedepannya.” Kata Ling Feng seraya mengedikan kedua bahunya, melihat respon Ling Feng, Ren Hu langsung memasang raut wajah cemberut dan itu tentunya di sadari oleh Ling Feng.
“Ya ketika sudah sampai di sana, aku yakin moodnya akan kembali normal. Fakta ia sebagai seorang yang berjenis kelamin perempuan dan di tambah ia tidak pernah mengetahui dunia luar, jujur saja aku yakin ia tidak akan bisa menahan godaan rasa penasarannya.” Batin Ling Feng.
Dan benar saja, apa yang telah di pikirkan oleh Ling Feng saat ini benar-benar terjadi.
__ADS_1
“Tolong dua tusuk daging ini ya paman. Saus sambalnya juga jangan lupa yang banyak.” Ucap Ren Hu yang sudah berdiri di salah satu stand makanan cepat saji di sepanjang jalan.
“Baiklah nona cantik. Tolong tunggu sebentar ya.” Ucap penjual makanan cepat saji tersebut. Ren Hu menganggukan kepalanya dengan cepat, ketika mendengar ucapan penjual makanan tersebut.
“Haihhh... Sudah kuduga pasti akan jadi begini.” Gumam Ling Feng menghela nafas panjang. Walaupun saat ini Ren Hu menggunakan pakaian serba tertutup, namun suara lembut yang keluar dari mulutnya benar-benar menarik perhatian orang-orang sepanjang jalan. Apalagi di tambah dengan gelagat tubuhnya yang seperti anak kecil benar-benar sangat menarik perhatian, karena terlihat sangat lucu.
“Tuan muda, tuan muda, apakah kau tidak ingin daging bakar yang di tusuk ini? Terlihat sangat enak loh.” Ucap Ren Hu dengan nada riang dan penuh dengan semangat. Raut wajah kesal dan cemberut sebelumnya, benar-benar sudah hilang digantikan dengan senyuman yang tidak pernah luntur dan mata yang berbinar-binar di balik tudung kepalanya.
“Tidak perlu. Aku tidak terlalu lapar.” Jawab Ling Feng mengehela nafas pendek seraya membatin, “Haihhh... benar-benar sangat bertolak belakang dengan apa yang ia katakan.” Batin Ling Feng menggeleng-gelengkan kepalanya.
Pada akhirnya, Ren Hu hampir membeli seluruh makanan cepat saji yang berada di sepanjang jalannya, dengan wajah yang sangat puas, pakaian serba tertutupnya dan tingkahnya yang seperti anak kecil, benar-benar menarik perhatian di sepanjang jalan stand makanan.
>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.
__ADS_1