
"Siapa orang ini, kenapa aku tidak merasakan sama sekali kehadiran nya tadi." Batin salah satu pemuda disana. "Tapi, orang ini…" Ia membatin lagi menatap Ling Feng menyelidik.
"Berani-beraninya lalat seperti mu masih tidak pergi setelah tuan muda ini mengusir mu tadi." Ucap pemuda tersebut. Pemuda tersebut dikenal sebagai tuan muda dari kota Xiangyang ini.
Oleh karena itu, tidak ada yang berani melawannya, karena takut dengan kekuasaan yang dimiliki ayahnya. "Oii sampah…Kau masih tidak mendengar ku hahhhh!" Teriak putra walikota tersebut mulai marah, karena Ling Feng benar-benar mengabaikan dirinya.
Ling Feng mengabaikan semua perkataan yang di katakan putra walikota itu, ia lebih memilih sibuk dengan melahap makanan didepannya. Putra Walikota itu menggertakkan giginya melangkah ke sana dan…
Booooommmm
"Sepertinya kau sudah bosan hidup ya." Ucap putra walikota itu hendak menyerang Ling Feng, namun di tahan oleh pemuda yang menggoda pelayan. "Tuan muda Yuen tidak perlu repot-repot untuk turun tangan. Untuk bocah yang tidak sopan ini biar aku saja yang mengurus nya." Kata orang tersebut maju ke hadapan Ling Feng.
"Bocah sampah kau sudah siap dengan konsekuensinya kan menyinggung tuan muda Yuen kami." Kata orang tersebut dengan nada angkuh. Ling Feng hanya diam saja tidak menimpali Perkataan orang tersebut. Orang tersebut mengangkat sebelah alisnya mengumpulkan Qi di lengannya. "Jika ada orang berbicara itu, di jawab sampah sia*an!" Teriak orang tersebut menyerang Ling Feng.
Booooommmm
Asap tebal langsung menyebar kemana-mana. Orang yang menyerang Ling Feng membelalakkan matanya terkejut. "Bagaimana mungkin?!" Batin orang tersebut terkejut. Ling Feng menahan serangan tersebut dengan mudahnya, ia lalu bergumam, namun dapat di dengar jelas oleh semua orang yang di sana. "Kau ini berisik tau." Gumam Ling Feng acuh tak acuh mencengkram pelan kepalan tinju orang tersebut.
__ADS_1
Krakkkkkkkkkk
"Ahhhh tangan ku! tangan ku!" Teriak meronta-ronta orang yang menyerang Ling Feng kesakitan. Sontak Kelompok yang datang bersama nya terkejut mendengar teriakkan temannya dan teman nya yang lainnya mengibaskan tangannya menghilangkan asap tebal tersebut.
Semua orang disana membelalakkan matanya terkejut dan menatap ngeri. Bahkan Putra Walikota dan teman-teman nya sedikit bergetar melihat pemandangan Ling Feng yang terlihat jelas meremukkan kepalan tinju temannya.
"Aduh makanan ku terbuang sia-sia padahal, aku masih belum puas memakannya." Gumam Ling Feng menghela nafas pelan. Ia lalu melirik sekumpulan pemuda tersebut dan berucap tanpa beban, "Jadi…Bagaimana kau akan mengurus kerugian yang ku terima ini bocah-bocah manja?" Ucap Ling Feng pelan, namun dari setiap kata yang keluar dari mulut nya menekan mental Putra Walikota dan teman-teman nya.
"Kakak tolong aku kakak!" Teriak kesakitan orang yang diremukan jari-jari nya. Ling Feng melirik ke arah pemuda yang dipanggil oleh orang tersebut kakak. Orang yang dipanggil kakak dan juga mempunyai ranah tertinggi itu pun berkata, "Lepaskan adik junior ku sekarang, maka aku akan melepaskan mu dan tidak akan mempermasalahkan hal ini." Kata pemuda tersebut.
"Hehhhhh jika aku tidak ingin memangnya apa yang akan terjadi." Kata Ling Feng dengan nada menantang. "Maka jangan salahkan aku jika nyawamu sebagai gantinya." Balas pemuda tersebut dengan nada serius.
Kraaaaakkk
Crassssshhh
"Ahhhh! Tanganku! Tanganku hilang!" Teriak orang tersebut bahkan tanpa di sadari air matanya bercucuran saking merasakan sakitnya. Pemuda yang paling kuat pun seketika langsung meledakan aura kultivasi nya yang sudah berada di ranah bumi bintang 4. "Awalnya jika kau berniat melepaskan adik seperguruan ku, aku tidak akan memperpanjang hal ini." Kata pemuda tersebut. Bahkan nada bicara nya saja, terdengar seperti sedang menahan marah.
__ADS_1
Ling Feng hanya diam saja dan tersenyum menanggapi perkataan dari pemuda tersebut. Pemuda tersebut mengeluarkan pedang dari sarung pedang nya mengarahkan kepada Ling Feng. "Karena, kau ingin mati maka aku tidak akan segan lagi." Katanya lagi mengeluarkan tebasan pedang ke arah Ling Feng.
Shringgggggg
Swusssshhhh
"Harusnya kau merasa terhormat, karena bisa mati di tangan jenius seperti ku." Kata pemuda tersebut dengan nada angkuh.
"Hehhhhh merasa terhormat, kah…Kau cukup percaya diri juga ya bocah." Ucap Ling Feng yang sudah berpindah tepat disebelah pemuda tersebut.
Deggghhh
Deggghhh
"K-kau bagaimana mungkin?!" Ucap pemuda tersebut refleks menghunuskan pedangnya ke arah Ling Feng. "Haihhhh sepertinya kau ini harus dibungkam terlebih dahulu baru paham ya." Kata Ling Feng menghela nafas pendek. Menangkap tebasan pedang pemuda tersebut dengan dua jarinya tanpa kesulitan sama sekali.
"Baiklah kau sudah mengarahkan pedang mu kepada ku sebanyak dua kali, jadi bagaimana aku harus membalas mu perlakuan ramah mu kepadaku ya…" Kata Ling Feng dengan santai, namun nada penekanan disetiap katanya.
__ADS_1
\=> Bersambung