
“Nak ini...” Ucap Ling San seraya melihat ke arah orang-orang yang tiba-tiba muncul tersebut dengan tatapan penasaran. Ling Feng yang menyadari itu pun lalu mulai memperkenalkan mereka semua tanpa terkecuali kepada Chang Jin, Ling San, dan para tetua lainnya.
>>>>>>______
“Mungkin para tetua sudah ada yang mengetahui salah satunya, tapi kali ini aku akan memperkenalkan nya lagi. Mereka semua adalah orang-orang ku dan kelima pemuda ini dan gadis yang ada di dalam pelukan ku saat ini, adalah adik angkatku.” Ucap Ling Feng lalu memperkenalkan orang-orangnya satu persatu.
Chang Jin dan para tetua yang lainnya tidak bisa menahan keterkejutan mereka ketika melihat orang-orang Ling Feng yang ternyata bukan orang-orang biasa. Terlebih lagi ketika mereka melihat Ling Xiao dan yang lainnya. Walaupun umur mereka semua tidak lebih dari lima belas tahun, ranah kultivasi mereka sudah berada di tingkat yang terlalu tinggi ketimbang pemuda dan pemudi seangkatan mereka.
Mereka juga memperhitungkan gadis yang berada di pelukan Ling Feng. Walaupun ranahnya tidak terlalu tinggi, tapi kekuatan jiwanya benar-benar sangat luar biasa melimpah ketimbang lima saudaranya. Bahkan kualitas murid sekte naga langit terbaik mereka pun tidak ada apa-apanya di hadapan adik-adik angkat Ling Feng.
Mereka semua pun diminta oleh Chang Jin untuk pindah tempat lainnya supaya bisa berbicara secara leluasa. Mendengar hal itu, Long Tian dan yang lainnya tidak ada yang menolak atapun keberatan. Mereka semua pun pindah ke tempat yang lebih luas untuk berbicara dan semacamnya.
Pada saat mereka sampai di aula pertemuan, pada saat itulah meraka saling berbicara dengan biasa. Awal-awalnya sempat canggung, namun setelah Long Tian meminta Chang Jin dan para tetua untuk berbicara biasa saja dengan mereka, barulah obrolan mereka semua mulai santai dan tidak canggung kembali.
Mereka terus berbicara di aula pertemuan sampai tidak terasa sudah hampir seharian mereka berbicara. Long Tian sendiri sudah asyik dengan arak yang telah di sediakan oleh Chang Jin. Lebih tepatnya Long Tian yang meminta Chang Jin menyiapkan untuknya.
“Baiklah kalau begitu kami pamit terlebih dahulu. Mari kita berkumpul lagi jika sudah waktunya dan terima kasih atas semua jamuannya.” Ucap To Mu seraya memanggul Long Tian yang sudah setengah sadar saat ini.
__ADS_1
Chang Jin dan para tetua tersenyum menganggukkan kepala mereka, walaupun sempat merasa ada maksud lain dari yang di katakan oleh To Mu. Seakan-akan dirinya berkata, bahwa memang mereka akan kembali berkumpul jika sudah waktunya. Setelah itu Long Tian, To Mu dan yang lainnya pun pamit dari sana kembali ke kota naga langit.
“Oh ya aku lupa.” Ucap Ling Feng tiba-tiba membuat Chang Jin dan para tetua refleks menoleh ke arahnya. Ling Feng pun mengeluarkan sembilan botol yang masing-masingnya berisi tiga buah pil. Melihat botol-botol yang berisi pil itu membuat para tetua menoleh ke arahnya seraya memasang raut wajah tanda tanya.
Ling Feng sendiri tersenyum tipis lalu berkata, “Ini adalah pil-pil yang kubuat sebelumnya sebelum melakukan latihan tertutup. Aku tidak sengaja membuat banyak sebelumnya, jadi untuk kakek, kakek patriak, dan para tetua saja.” Ucap Ling Feng seraya melemparkan sembilan botol pil itu kepada Chang Jin dan para tetua yang lainnya.
Ketika mereka membuka penutup botolnya, semua orang yang ada di sana di buat terkejut. “P-pil ini...” Batin semua orang yang ada di sana menatap ke arah Ling Feng dengan perasaan campur aduk.
“Nak kami benar-benar sudah mendapatkan banyak manfaat darimu. Bahkan saking banyaknya, aku benar-benar merasa malu dan tidak tahu harus berkata apa saat ini.” Ucap Chang Jin dengan wajah yang sedih dan kedua matanya sudah berkaca-kaca. Para tetua yang lainnya pun merasakan hal yang sama, mereka semua memperoleh banyak manfaat dari Ling Feng, mulai dari kultivasi dan pencerahan mereka yang awalnya sangat lambat untuk maju, sejak datangnya Ling Feng ke sekte mereka seakan berkah yang luar biasa, karena mereka berkembang sangat pesat setelah mendapatkan nasihat dari pemuda tersebut.
“Tidak perlu merasa sungkan kakek patriak. Bukankah kita semua adalah keluarga.” Timpal Ling Feng yang membuat semua orang yang ada di sana pun tersenyum lebar lalu tertawa.
“Mereka semua benar-benar bersemangat untuk berkultivasi.” Ucap Chang Jin seraya menggeleng-geleng kan kepalanya melihat para tetua yang langsung buru-buruk kembali ke kediaman mereka untuk melakukan pelatihan tertutup.
“Oh ya nak, kamu diminta oleh leluhur untuk pergi ke tanah leluhur. Beliau kata ada yang ingin di bicarakan kepadamu sebentar.” Ucap Ling San kepada Ling Feng.
“Sejak kapan leluhur mencariku kek?” Tanya Ling Feng.
__ADS_1
“Kalau tidak salah sudah dari seminggu yang lalu. Leluhur datang ketika dirimu sedang melakukan pelatihan tertutup. Beliau berpesan kepadamu untuk datang ke tanah leluhur jika sudah selesai melakukan pelatihan tertutup.” Jelas Ling San.
Mendengar hal itu, Ling Feng pun menganggukkan kepalanya lalu berkata, “Aku mengerti kek. Kalau begitu aku pergi dulu, kakek, kakek patriak.” Ucap Ling Feng lalu menghilang dari sana. Keduanya sempat kaget ketika melihat Ling Feng yang tiba-tiba menghilang begitu saja, sampai beberapa saat kemudian keduanya kembali tenang mengingat sudah tidak aneh lagi jika itu dirinya.
>>>>>>______
Tempat Tanah Leluhur
Ling Feng sudah sampai di tanah leluhur ia pun langsung melesat ke arah gunung kecil tempat leluhur-leluhurnya berada. Ketika dirinya sampai, ia dapat melihat ada tiga orang sosok yang tengah duduk di pekarangan halaman seraya menikmati secangkir teh di atas meja.
Ling Feng pun melesat turun di dekat ketiga orang tersebut yang tidak lain adalah para leluhur sekte nya. “Salam leluhur. Ling Feng datang menghadap.” Ucap pemuda tersebut memberi salam kepada tiga orang tersebut.
"Tidak perlu sungkan nak. Nah, kemarilah duduk terlebih dahulu.” Ucap Chang Tao mengajak Ling Feng untuk duduk di sebelahnya. Ling Feng menganggukkan kepalanya lalu ikut duduk juga di sebelah Chang Tao dan tepat di depannya Chang Xin dan Chang Yu.
Pada saat itu, Chang Yu pun mengeluarkan sebuah gulungan kertas dan langsung ia berikan kepada Ling Feng. Ling Feng menerima gulungan tersebut seraya menatap balik ke arah Chang Yu dengan wajah bertanya-tanya.
Leluhur wanita itu pun tersenyum manis dan lantas berkata, “Itu adalah tulisan yang telah aku rangkum dan simpulkan tentang tempat yang bernama ‘Ujung Benua’. Cobalah lihat terlebih dahulu.” Ucap Chang Yu yang dianggukki oleh Ling Feng.
__ADS_1
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.