Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Pengikut Baru


__ADS_3

Cahaya semakin terang lalu perlahan-lahan mulai menghilang. Pada saat bayangan kedua orang tuanya meninggal semua padangan menjadi gelap.


Beberapa saat kemudian ia tersadar kembali membuka kedua matanya. Pertama kali yang ia lihat adalah langit cerah dengan warna biru serta warna-warna lainnya diatas.


"Kau sudah bangun." Ucap Long Tian menatap langit. Ling Feng yang mendengar itu sempat menoleh kepada Long Tian, namun menatap langit kembali lagi. "Ya aku sudah siuman paman, selain berapa lama aku tidak sadarkan diri." Ucap Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu menjawab tanpa beban.


"Cukup lama, kau tidak sadarkan diri beberapa jam dan ini sudah hampir tengah hari." Ucap Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu sedikit terkejut ketika mengetahuinya. Selama itu dirinya tidak sadar bahwa waktu yang ia lalui sangat lama, padahal yang ia rasakan di alam mimpi hanya sebentar saja.


"Sudahlah Feng'er tidak perlu direbutkan, ?daripada itu bagaimana perasaan mu." Tanya Long Tian. Ling Feng yang tidak tanya sepeerti itu tersenyum ketika mendengar hal itu.


"Lepaskan lah topeng mu dan jangan pernah melarikan diri lagi." Kata-kata yang kali ini terngiang dikepalanya. Ling Feng yang mengingat itu tersenyum manis dan berkata, "Ya mereka mengatakan beberapa hal dan cukup banyak melakukann beberapa hal."kata Ling Feng. Ia tersenyum terus menerus sampai saat ini.


Long Tian yang melihat perubahan Ling Feng dari yang dingin, acuh tak acuh. Kini berubah menjadi orang yang mempunyai kepribadian hangat dan murah senyum. Long Tian yang melihat itu tersenyum dan membatin, "Kau banyak berubah ya Feng'er atau bisa kusebut kau kembali ke pribadi yang telah lama kau sembunyikan." Batin Long Tian.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu aku ikut senang mendengarnya saat ini." Ucap Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu menoleh kepada Long Tian sebentar lalu bangkit dari posisi tiduran menghadap langit menjadi duduk. Long Tian menjadi ingat tentang-tentang tingkah bayangan ayah Ling Feng tadi sebelum Pemuda itu sadarkan diri.


"Kau sudah berada disini berarti kau sudah menghabisi seluruh orang Baji*an tua itu ya paman." Ucap Ling Feng senyuman tercetak diwajahnya. Long Tian yang mendengar itu sedikit terkejut, namun ia tak mempermasalahkan hal kecil seperti itu. "Feng'er mengatakan hal seperti itu dengan wajah tanpa beban dan tersenyum. Apakah ini benar-benar pribadinya yang dulu." Batin Long Tian.


"Tenang saja, aku tidak membiarkan satu orang pun Lolos yang berada disini, kecuali dia." Ucap Long Tian menunjuk Pria tua, namun tidak terlihat terlalu diumurnya sekarang. Pria itu adalah tetua sekte bayangan yang telah menyerah saat ini, orang itu bernama Pang Lang. Ling Feng yang melihat itu menatap tajam Pang Lang yang sedang bersujud.


"Kenapa paman tidak membunuhnya saja sekalian, tidak biasanya paman melewatkan satu musuh seperti ini. Jangan bilang paman punya rencana aneh kali ini. Sebaiknya jangan, lebih baik dibunuh sekarang daripada melakukan hal yang sangat merepotkan itu paman." Ucap Ling Feng mengatakan semua yang ada di pikirannya. Pang Lang yang mendengar itu menjadi berkeringat dingin dan bergetar hebat.


Long Tian yang mendengar itu berkata, "Aku tidak seperti itu Feng'er omong kosong apa itu memangnya, aku bukan orang seperti itu." Ucap Long Tian menyangkal. Ling Feng yang mendengar itu sedikit menjauh ketika Long Tian berkata seperti itu dan berkata, "Serius?! apakah paman tidak sadar tentang apa yang paman katakan saat ini. Bukankah itu kebiasaan paman melakukan hal-hal yang aneh." Ucap Ling Feng ambigu. Membuat Pang Lang tidak bisa tenang mendengarnya.


Ling Feng yang mendengar perkataan Long Tian berkata tanpa beban. "Baik, baik aku hanya bercanda saja. Jangan dimabil hati paman." Ucap Ling Feng dengan wajah polos tanpa dosa. Melihat tampang polos itu, ingin sekali rasanya memukul wajah itu.


"Kepribadian Ling Feng ini sangat aneh, kukira dia akan menjadi lebih lembut dan tenang. Tapi apa-apaan ini, seluruh perkataan yang ia ucapkan bisa membuat orang salah paham jika mendengarnya." Batin Long Tian tidak akan menyangka sama sekali bahwa pemuda didepannya ini, hanya akan bersikap seperti itu ketika didepannya saja.

__ADS_1


"Sudahlah abaikan hal kecil itu sekarang kita kembali ke pembahasannya. Bagaimana menurut mu apakah kau membawa orang ini, sejauh yang kurasakan dari orang ini ia tidak terlibat dengan iblis apapun, dan hanya seorang tetua sekte biasa." Jelas Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu lalu melirik ke arah Pang Lang yang bersujud dengan seluruh tubuhnya gemetar.


"Baiklah kita bawa dia, tingkatannya tidak terlalu tinggi, kita bisa membuat orang tua ini menjadi guru bagi anak-anak di dunia jiwa." Ucap Ling Feng tanpa berpikir panjang. Long Tian dan Pang Lang terkejut ketika Ling Feng setuju tanpa berpikir terlebih dahulu.


Ling Feng lantas bangkit lalu berjalan mendekati Pang Lang yang sedang bersujud dan berkata kembali, "Tapi sebelum itu aku ingin punya satu syarat." Ucap Ling Feng. Pang Lang yang mendengar itu masih bersujud, dan berkata. "Akan kulakukan semampu ku." Ucap Pang Lang.


Ling Feng yang mendengar itu berkata dengan nada serius. "Buka lautan jiwamu." Ucap Ling Feng dengan nada serius. Long Tian terdiam, ia mengetahui pasti Ling Feng akan melakukan hal itu untuk pencegahan. Pang Lang yang mendengar itu sangat terkejut, ketika mendengar hal itu ia ingin membantah, namun hal itu sama saja dengan bunuh diri.


"Sama saja seperti sebuah kontrak budak selamanya." Batin Pang Lang ia berpikir keras dari apakah menerimanya atau menolaknya. "Kau yang menentukan, namun asal kau tau saja. Selama kau mengikuti ku, kau akan mendapatkan hal yang kau tidak diduga dari apa yang kau bayangkan." Ucap Ling Feng dengan nada santai.


Pang Lang berpikir keras dan menghembuskan nafas sebentar lalu mengangkat kepalanya, "Aku menerima syarat itu." Ucap Pang Lang dengan sungguh-sungguh. Ling Feng yang mendengar itu tersenyum, lalu meletakkan tangannya di kepala Pang Lang dan langsung melakukannya.


Pang Lang merasakan sesuatu yang sangat penting bagi dirinya sudah terikat akan sesuatu.

__ADS_1


"Sudah selesai sekarang kau sudah boleh mengikuti ku." Ucap Ling Feng. Pang Lang yang mendengar itu langsung bertekuk lutut memberikan salam. "Salam kepada Tuan muda, bawahan ini sangat bersyukur atas kemurahan hati tuan muda." Ucap Pang Lang.


>>>>>> Bersambung


__ADS_2