
Setelah selesai Ling Feng lalu menuju ke permukaan tanah diatas. Terlihat Guan Long yang sudah terguncang mentalnya ketika melihat pertarungan Ling Feng tadi, atau lebihnya tepatnya ia tidak bisa membayangkan dengan apa yang akan dilakukan Ling Feng kepadanya nanti.
"Yoo tuan muda Guan Long yang terhormat kita bertemu kembali." Kata Ling Feng menyapa. Guan Long yang mendengar itu sudah bergetar seluruh tubuhnya melihat Ling Feng yang berjalan santai kepadanya. Ling Feng yang melihat raut wajah ketakutan dari Guan Long berkata. "Tenang saja tidak perlu panik seperti itu aku hanya…" Perkataan Ling Feng terhenti ketika Indra penciumannya mencium bau yang aneh.
Ling Feng lalu fokus kepada ************ Guan Long yang sudah basah kala itu. Ling Feng yang melihat itu hanya menghela nafas panjang dalam hatinya ia benar-benar ingin tertawa sekali, namun ia tahan saat ini.
"Akan ku abaikan itu. Jika kau memberitahukan semuanya kepada ku mungkin kau akan mendapatkan keringanan dariku." Kata Ling Feng serius mengabaikan bau aneh yang masuk Indra penciumannya. Guan Long yang mendengar itu sudah mengabaikan rasa sakit di bahunya, dirinya kali ini benar-benar sudah dikuasai rasa takut dari Ling Feng.
"Diam aku anggap kau setuju dengan persyaratan ku." Kata Ling Feng lagi. Guan Long hanya mengeratkan gigitannya bergetar bahkan dari giginya menimbulkan suara. Guan Long benar-benar ketakutan kepada Ling Feng.
"Apa yang kau inginkan dari keluarga Qing?" Tanya Ling Feng dengan mimik wajah berubah drastis menjadi sangat serius. Guan Long menjawab dengan suara bergetar. "A-aku tidak tau. Aku hanya di perintahkan oleh ayah ku untuk membawa Qing Xian ke kediaman keluarga Guan saja." Guan Long berkata dengan bergetar.
"Betulkah kau tidak mengetahui alasannya." Kata Ling Feng dengan penekanan disetiap katanya. Guan Long bergetar seluruh tubuhnya menganggukkan kepalanya dengan cepat. "A-aku berkata jujur. A-aku berani bersumpah bahwa benar-benar tidak mengetahui alasan ayah ku ingin membawa Qing Xian." Kata Guan Long dengan tubuh bergetar.
Ling Feng yang mendengar perkataan Guan Long, benar-benar jujur tidak berbohong. Walaupun Guan Long mengatakan hal itu dengan tubuh yang gemetar, Ling Feng tidak melihat sama sekali tanda-tanda bohong dari Guan Long.
"Kemungkinan besar Keluarga Guan menginginkan harta milik keluarga Qing ku." Kata seseorang yang tiba-tiba muncul sembari menggendong sebuah anak kecil dalam pelukannya. Ling Feng dan Guan Long mengalihkan pandangannya ke sumber suara. "Harta milik Keluarga mu?" Ulang Ling Feng. Sosok tersebut yang tidak lain adalah Qing Xian menganggukan kepalanya lalu mulai bercerita.
"Benar…Keluarga Qing ku mempunyai sejarah yang cukup panjang. Ibu ku pernah bercerita bahwa, Keluarga Qing dulunya bukan asli berdiri di Kota Anyi. Ibu ku bercerita dulunya Keluarga Qing ku itu berasal dari Kota Kekaisaran. Namun, karena suatu masalah Keluarga Qing ku di pindahkan ke Kota Anyi Atas dari keputusan Raja dari kekaisaran Wei kala itu."
__ADS_1
Ling Feng lantas bertanya. "Lalu masalah apa yang telah dialami keluarga mu sampai-sampai di asingkan dari kota kekaisaran?" Tanya Ling Feng penasaran. "Aku tidak tau secara detailnya yang pasti pada saat itu keluarga Qing ku pernah bersitegang dengan salah satu keluarga bangsawan dari kota kekaisaran itu juga." Jawab Qing Xian.
"Ku tebak keluarga itu adalah keluarga Guan." Kata Ling Feng mengetahui keluarga yang dimaksud oleh Qing Xian. Qing Xian menganggukkan kepalanya membenarkan. "Namun sayang, ibu ku tidak mengatakan permasalahan nya apa. Aku hanya sekedar mengetahui sampai titik tersebut saja. Ibu ku hanya berpesan untuk menjaga harta keluarga Qing nantinya dikala aku sudah dewasa." Kata Qing Xian. Ling Feng yang mendengar itu paham sedikit alasan mengapa Qing Xian diculik saat ini.
"Baiklah aku sedikit paham sekarang tentang permalasahan nya." Kata Ling Feng. Namun, yang menjadi penasaran adalah mengapa Kepala Keluarga Guan sangat menginginkan harta milik keluarga Qing. Itulah yang mengganjal saat ini. Pada saat ia sedang merenung tiba-tiba Guan Long berkata.
"A-aku sudah m-mengatakan semuanya. S-sekarang aku sudah boleh pergi, kan." Guan Long berkata gugup. Qing Xian yang mendengar itu hanya bisa menutup matanya saja karena sudah mengetahui apa yang akan terjadi sebentar lagi.
"Kau bilang apa? Memangnya sejak kapan kau akan bebas setelah memberitahu ku? dan juga kau sama sekali tidak memberikan informasi yang berguna kepada ku lalu meminta dibebaskan?" Kata Ling Feng dengan nada acuh tak acuh.
Guan Long sekali bergetar seluruh tubuhnya ditatap seperti itu oleh Ling Feng. Ia memberanikan diri untuk berbicara. "B-bu-bukankah k-kau sendiri yang bilang a-akan melepaskan ku." Guan Long berkata dengan mulut bergetar.
"Usaha yang sia-sia." Kata Ling Feng dalam sekejap mencengkram kuat lengan yang diarahkan Guan Long kepadanya.
Krakkkkkkkkkk
"Akhhhhhhhhhhhhhhh! Tangan ku! Tangan…" Teriakkan nya langsung terhenti karena Ling Feng meninju wajahnya.
Bughhkkkkkk
__ADS_1
"Jangan berisik bodoh. Kau tidak lihat ada anak kecil yang sedang tertidur disana." Kata Ling Feng meninju wajah Guan Long. Seketika Guan Long refleks langsung diam. Qing Xian yang melihat itu tidak menyangka bahwa Ling Feng dengan mudah menundukkan Guan Long yang terkenal akan sikap arogannya.
Qing Xian lantas baru sadar karena, tidak menyadari karena terlalu fokus terhadap Guan Long. Melihat dari bekas pertarungannya Qing Xian mempunyai dugaan, namun ia memilih untuk bertanya kepada Ling Feng. "Feng kedua pengawal itu pergi kemana?" Tanya Qing Xian. Ling Feng yang mendengar itu tanpa beban menjawabnya. "Sudah kubunuh tadi." Jawab Ling Feng tanpa beban.
Qing Xian yang mendengar itu sempat terkejut, namun ia mengendalikan keterkejutannya, karena pemuda didepannya ini memang tidak normal. "Baiklah harus aku apakan kau sekarang ya." Kata Ling Feng menancapkan pedang putihnya lalu bersikap seperti orang yang sedang berpikir.
Pada saat Ling Feng sedang berpikir, Indra penciuman nya menangkap bau yang aneh lagi. Bukan hanya Ling Feng saja, Qing Xian juga mencium bau tersebut. "Oh ayolah bukankah kau sudah keluar tadi, mengapa sekarang keluar lagi…" Keluh Ling Feng menutup Indra penciumannya begitu juga Qing Xian.
"Sudah dua kali?! Guan Long yang arogannya bukan main, dipermalukan seperti itu dua kali oleh Feng." Batin Qing Xian di satu sisi takjub di sisi lain ingin tertawa mengetahui itu.
"Tolong ampuni aku, Aku bersalah, aku menyesal karena telah bersikap kasar kepada anak mu dan telah memukul wajahnya." Kata Guan Long yang sudah pasrah meminta maaf sejadi-jadinya.
Ling Feng yang mendengar itu terdiam. Seketika menjadi hening sesaat. Qing Xian yang merasakan keheningan itu terdiam mengetahui bahwa Ling Feng saat ini sedang marah.
"Salah? Menyesal? meminta maaf? Setelah melakukan sikap arogan dan menjijikkan seperti itu kau meminta maaf?" Kata Ling Feng dengan wajah sedingin es.
Shringgggggg
"Akhhhhhhhhhhhhhhh…! Kaki ku! Kaki ku! Sakit! Maafkan aku! Aku bersalah! Tolong lepaskan aku!" Teriak Guan Long tidak karuan. Qing Xian dengan sigap menutup telinga Lin kecil takut anak tersebut bangun karena teriakan tersebut.
__ADS_1
"Maafkan aku…! Kughhhkk." Teriakan Guan Long terhenti karena Ling Feng mencengkram erat lehernya sehingga ia tidak bisa berteriak kembali. "Oii bocah bren*sek…Jika kau orang jahat? bersikaplah layaknya orang jahat, jangan malah sebaliknya." Bisik Ling Feng cukup keras sehingga dapat didengar.