
Temannya yang baru datang itu langsung menoleh menatap prajurit yang hampir di bunuh oleh anak laki-laki tadi dan berkata, “Kau telah gagal menjadi prajurit elit, semenjak kau meragukan keputusan yang di buat oleh pemimpin.” Ucap prajurit tersebut dengan nada acuh tak acuh dan langsung kembali menghilang dari sana.
Setelah mendengar hal itu, akhrinya sang prajurit pun tercerahkan dan menyadari kesalahannya. Walaupun perintah dari sang ajudan terdengar sangat arogan dan sangat acuh tak acuh, namun nyatanya saat ini ia berada di wilayah musuh, jadi tidak menutup kemungkinan musuh memanfaatkan berbagai macam cara, termasuk hati dan rasa iba manusia.
Setelah saat itu, sang prajurit pun tidak ragu kembali dan mulai melakukan tugasnya tanpa terkecuali. Walaupun beberapa kali ia menemukan kesulitan dalam menghadapi rasa iba nya, namun ia tetap berjuang sekuat tenaga untuk mengangkat pedangnya menebas rasa iba yang ia miliki untuk saat ini.
Pertarungan sengit pun sudah tidak terelakkan lagi diantara dua kubu. Para iblis yang menyamar pun memutuskan untuk melepaskan penyamaran mereka, guna bisa menggunakan qi iblis yang telah mereka segel.
Sementara itu di sisi yang lain, terlihat Lu Soon yang telah selesai melakukan penyiksaan. Darah yang berceceran di lantai dan dinding menambah kesan yang mencekam runagan tersebut. Pada saat itu terdengar suara ketukan yang cukup kencang, “Tuan Lu Soon ada kabar buruk! Kabar buruk!” Ucap anak buah Lu Soon dibalik pintu.
“Masuklah.” Ucap Lu Soon mengijinkan anak buahnya untuk masuk ke dalam ruangan. Ketika anak buahnya masuk ke dalam ruangan Lu Soon, sesaat perhatiannya terfokus dengan darah yang berceceran ke mana-mana. Namun detik kemudian ia menggelengkan kepalanya dan berkata dengan nada yang cukup panik, “Bahaya tuan Lu Soon. Tangan kanan wali kota beserta beberapa prajurit elit sedang berada di tempat ini. Bukan hanya itu saja, sepertinya mereka sudah mengetahui kita yang menyamar sebagai manusia.” Ucap anak buahnya menyampaikan kabar tersebut.
“Apa? Bagaimana bisa di saat seperti ini?! Bagaimana dengan pasukan iblis yang lain nya? Kenapa masih belum sampai juga di kota Cheng Du?” Tanya Lu Soon menunjukkan reaksi terkejut tentunya. “M-mengenai hal itu... Belum ada tanda-tanda mereka akan datang. Suasana kota masih tentram tanpa ada tanda-tanda pasukan iblis datang ke kota.” Jawab anak buahnya panjang lebar.
“Tidak mungkin. Lalu apakah kau sudah mencoba untuk menghubungi kakak Xong? Menanyakan mengenai hal itu?” Tanya Lu Soon. Kejadian saat ini benar-benar di luar sangat di luar dugaanya. Bukan hanya itu saja, ia benar-benar tidak menyangka bahwa akan di serang secara diam-diam. Ketika ia menyebarkan Qi iblisnya, pada saat itulah ia merasakan hawa keberadaan yang di maksud oleh anak buah tadi.
“Sial... Ada yang telah terjadi saat ini.” Gumam Lu Soon berdecak. Ia lalu melirik ke arah anak buahnya lagi dan berkata dengan nada sentakan kali ini, “Jadi, bagaimana dengan menghubungi kakak Xong?! Apakah ada kabar darinya!” Kata Lu Soon dengan nada tinggi.
__ADS_1
“M-mengenai hal itu... K-kita tidak bisa menggunakan kristal komunikasi. Seperti ada gangguan yang menghalangi kristal komunikasi.” Ucap anak buah Lu Soon dengan gugup.
Braaakkk
“Apa! Kenapa kau tidak memberitahukan mengenai masalah itu!” Kata Lu Soon seraya memukul meja sampai hancur terbelah menjadi dua. Ia lalu melirik ke arah jendela dan mendapati sebuah alasan mengapa anak buahnya tidak bisa menggunakan kristal komunikasi. “Cihhhh... Sebuah penghalang. Sepertinya rencana kita telah terendus oleh orang-orang wali kota, dan melakukan serangan balik di saat-saat terakhir.” Gumam Lu Soon sampai pada sebuah kesimpulan tersebut.
Detik kemudian ia pun merasakan sebuah hawa keberadaan yang mendekati ruangannya. “Jika sudah seperti ini... Maka tidak ada pilihan lain selain maju.” Batin Lu Soon lalu mengalihkan pandangan nya ke arah anak buahnya. “Dengarkan apa yang akan kukatakan saat ini dan simak baik-baik.” Ucap Lu Soon mengubah nada bicaranya menjadi sangat serius.
“Gedung yang ini, kah...” Gumam sang ajudan berdiri tepat di hadapan tempat yang ia rasa adalah tempat paling menjijikan diantara yang lainnya. Tanpa pikir panjang ia langsung melangkah masuk ke dalam gedung tersebut. Ketika ia memasuki gedung dua lantai itu, kesan pertama dari lantai pertama adalah hawa dingin malam yang masuk melalui dinding-dinding kayu yang telah lapuk di makan waktu.
“Tidak ada siapapun di lantai pertama.” Batin sang ajudan ketika menyebar kesadarannya. Ia lalu melirik ke tangga yang menuju ke lantai dua, hawa tidak menyenangkan nan menjijikan tercium dari arah lantai dua. Bahkan saking muaknya, sang ajudan sampai menggertakkan gigi geraham nya. “Sebanyak apa manusia yang telah iblis-iblis ini bunuh, sampai-sampai baunya semenjijikan ini.” Gumam sang ajudan menggertakkan giginya seraya mengepal kedua tangannya erat-erat. Nampak jelas urat-urat di pergelangan tangannya, menandakan ia benar-benar sangat marah.
“Tidak! Tidak! Siapapun Tolong! Tolong aku siapapun itu! Aku mohon!” Teriakan yang di duga adalah anak perempuan, karena suaranya yang cukup nyaring. Tanpa pikir panjang, sang ajudan langsung bergerak dalam sekali lompat sampai di lantai dua, ia juga langsung belari cepat menerobos pintu dari sumber teriakan yang ia dengar.
Shringggg
Shringggg
__ADS_1
Sang ajudan menarik pedangnya langsung menghancurkan pintu ruangan tersebut. Terlihatlah sebuah pemandangan, dimana sosok bertanduk dua yang tidak lain adalah iblis, sedang memegangi tubuh seorang anak perempuan yang terlihat berusaha untuk memberontak lepas dari cengkeraman nya.
“Iblis Kepa*at! Cepat lepaskan tangan mu dari anak itu sekarang juga!” Teriak sang ajudan dengan sangat lantang mengacungkan senjatanya ke arah iblis tersebut.
“Ahhhh...! Sakit! Sakit!” Sekali lagi anak perempuan tersebut berteriak dengan pilu. Iblis yang memegangi anak kecil itu itu menyeringai ke arah sang ajudan. “Kenapa aku harus melepaskan bocah yang enak di santap ini, Jika aku tidak mau, kau mau apa hahhh!” Ujar sang iblis balik menantang.
Akan tetapi, sang ajudan malah menunjukkan respon yang tidak terduga. “Kalau kau tidak mau melepaskan nya ya sudah. Aku juga tidak memaksa sih.” Ucap sang ajudan tanpa beban. Mendengar respon yang tidak terduga sama sekali, sang iblis dan anak perempuan itu menunjukkan raut wajah tidak percaya, karena reaksi dari sang ajudan.
“K-kau serius mengatakan hal itu?” Tanya sang iblis memastikan, dan langsung di balas anggukan cepat oleh sang ajudan. “Untuk apa aku berbohong... Terlebih lagi jika ingin menipuku, setidaknya pintarlah sedikit iblis-iblis bodoh.” Ujar sang ajudan seraya tersenyum mengejek. Mendengar hal itu, tentunya sang iblis terkejut.
“A-apa maksud mu.” Kata sang iblis.
“Kau masih bertanya apa, mengenai trik murahan seperti ini?! Ya jelas bagaimana mungkin seorang anak kecil mempunyai aroma semenjijikan itu. Jujur saja aroma menjijikan itu melebihi kau yang bertindak sebagai iblisnya tau.” Ucap sang ajudan dengan nada mengejeknya.
Hening sejenak ketika mendengar sang ajudan berkata seperti itu. Lalu aura yang sangat menakutkan pun terpancar dari tubuh anak perempuan itu diiringi dengan tubuhnya yang melayang-layang. “Tangan kanan wali kota memang bukan hanya sekedar nama saja. Benar-benar sangat logis dalam mengambil tindakan.” Ucap anak perempuan itu yang suaranya berubah menjadi mengerikan berbeda dengan yang tadi. Juga, wujud anak perempuan nya ikut berubah menjadi sosok iblis.
“Sayang sekali. Padahal tadinya aku ingin menghabisi mu dengan cara yang praktis dan tidak menyakitkan, namun tidak di sangka kau malah memilih cara yang berbanding terbalik.” Ujar iblis yang tadinya menyamar sebagai anak perempuan.
__ADS_1
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.