
"K-kalau kau berani membunuhku Keluarga He pasti akan mengejar mu dan membunuh mu." Ucap He Gongsun tanpa berpikir panjang lagi. Long Tian yang mendengar itu masih tidak ada perubahan sama sekali dalam raut wajahnya. Ia hanya berkata, "Sekarang menggunakan latar belakang mu. Apa kau pikir aku takut dengan keluarga semut mu itu bocah…" Kata Long Tian sembari menguatkan cengkraman nya lagi. He Gongsun merasakan telapak tangannya diremas hanya bisa berteriak sekuat tenaga sakit sakitnya.
"Akhhhhhhhhhhhhhhh…! tidak…! Ampuni aku tuan…! aku bersalah…aku bersalah…!" Teriak He Gongsun yang sudah sangat putus asa. Long Tian sendiri hanya acuh tak acuh mendengar hal itu.
Setelah puas melakukan hal tersebut, Long Tian langsung mengumpulkan qi di lengan satunya lagi. He Gongsun yang melihat Long Tian melakukan sesuatu reflek gemetar dan berusaha memberontak sembari berkata, "K-kau apa yang ingin kau lakukan terhadap diriku?" Kata He Gongsun yang sudah ketakutan ½ mati. Long Tian yang mendengar itu hanya mengabaikan saja, lalu tanpa basa-basi ia langsung melesatkan pukulan tersebut tepat kearah dantian He Gongsun berada.
Mengetahui apa yang ingin dilakukan oleh Long Tian, He Gongsun semakin histeris dan…
Bughhkkkkkk
Tanpa basa-basi, Long Tian langsung melesatkan tinju tepat dimana dantian He Gongsun berada. Merasakan sesuatu hancur didalam tubuhnya, He Gongsun langsung muntah darah tepat saat Long Tian melesatkan tinjunya. Qing Xian yang melihat itu terkejut bukan main saat Long Tian dengan santainya menghancurkan dantian He Gongsun.
"K-kau berani melakukan hal seperti itu p-padaku Keluarga He p-pasti akan memburu mu." Ucap He Gongsun terbata-bata lalu tidak sadarkan diri. Long Tian yang mendengar itu hanya menatap dingin He Gongsun saja.
Tidak lama kemudian para penjaga rumah makan Bulan Matahari langsung bergegas naik ke lantai dua tepat setelah aura mencekam sudah hilang. Para pengunjung pun yang penasaran ada yang naik untuk melihat apa yang terjadi di lantai dua. Seketika saat itu juga lantai dua menjadi ramai disertai bisik-bisik para pengunjung disana.
Melihat Long Tian yang sudah selesai, Ling Feng langsung bangkit dari tempat diikuti oleh Long Tian dibelakang, kedua pemuda tersebut pergi menuju lantai bawah tidak mempedulikan pandangan sepasang mata yang menatap mereka berdua. Setelah menyelesaikan pembayaran kedua pemuda tersebut langsung pergi saat itu juga dari rumah makan Bulan Matahari.
Qing Xian sempat melihat sekilas kepergian kedua pemuda tersebut, ia tidak menyangka bahwa ada pemuda sekuat ini di generasinya. Qing Xian lantas bertanya kepada salah satu pengawal yang sedari awal selalu ada dilantai dua.
"Kedua pemuda tadi apakah hanya sekedar makan dan minum saja?" Tanya Qing Xian kepada salah satu pengawal. Pengawal yang mendapatkan pertanyaan tersebut sempat saling pandang dengan temannya, lalu teman pengawal tersebut langsung berkata, " Seingat saya tadi nona Qing. Ada salah satu dari pelayan kita yang sempat berbicara cukup lama dengan salah satu pemuda tersebut." Ucap pengawal satunya itu.
__ADS_1
Mendengar hal tersebut Qing Xian menganggukkan kepalanya lalu meminta kepada pengawal tersebut. "Bawa pelayan tersebut ke ruangan kuada yang ingin kutanyakan dengan dirinya saat ini." Ucap Qing Xian beranjak ingin pergi, namun seketika ingat dengan He Gongsun yang masih tidak sadarkan diri disana. Pengawal tersebut langsung mengangguk kepalanya bergegas turun untuk mencari pelayan tersebut.
"Oh iya, utus beberapa orang untuk mengantar orang ini kedepan pintu kediaman keluarga He. Lakukan hal ini secara diam-diam agar tidak menarik perhatian" Ucap Qing Xian sebelum benar-benar pergi dari sana. Pengawal tersebut menganggukkan kepalanya juga dan langsung pergi entah kemana untuk melakukan permintaan Qing Xian.
Kembali ke Ling Feng
"Kukira paman akan langsung membunuhnya." Ling Feng membuka topik pembicaraan. Long Tian yang mendengar itu hanya mendengus jengkel, namun tetap menjawabnya.
"Langsung membunuhnya? jangan bercanda aku ingin dia merasakan apa itu menjadi manusia biasa yang tidak berguna." Ucap Long Tian dengan nada jengkel. Long Tian jengkel, karena Ling Feng menghabiskan kendi arak yang terakhir dan tidak membaginya sama sekali kepada Long Tian.
"Lalu apa yang akan dilakukan jika ia tidak sesuai rencana mu?" Tanya Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu menjawab tanpa beban, "Membuatnya merasakan apa itu kekejaman sesungguhnya." Ucap Long Tian tanpa beban, namun raut wajahnya masih terlihat jengkel kepada Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya dan melihat wajah Long Tian langsung berkata.
"Bukan masalah kurang atau tidaknya Feng'er kau tidak tau apa itu menikmati yang sebenarnya.…" Ucap Long Tian kesal. Ling Feng yang mendengar itu hanya menghela nafas tidak mengerti dengan perkataan Long Tian.
"Ketika kita sedang menikmati makanan atau minuman, hal itu tidak terletak pada banyak dan sedikitnya saja. Melainkan juga disaat detik-detik makanan atau minuman tersebut akan habis…" Ucap Long Tian menjelaskan panjang lebar dan cara menjelaskan Long Tian tersebut cukup menarik perhatian banyak warga yang sedang berjalan-jalan disana.
Ling Feng yang mendengar hal tersebut dengan cepat menyanggah, "Iya sesukamu saja Paman dan berhenti menarik perhatian orang lain jika bukan saatnya." Ucap Ling Feng. Long Tian yang ingin menjelaskan tentang bagian-bagian terpenting tersebut semakin kesal kepada Ling Feng yang selalu memotong perkataannya pada saat bagian-bagian terpentingnya.
"Cihhhhh, Iblis kecil seperti mu mana tau kenikmatan disaat-saat terakhir." Cibir Long Tian kesal. Ling Feng yang mendengar itu hanya menghela nafas panjangnya tidak memperdulikan kelakuan Long Tian yang sifatnya kadang aneh.
Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menginap ditempat yang terlihat sederhana. Ya, lebih tepatnya Ling Feng yang memutuskan, Long Tian sendiri masih enggan mengatakan apapun semenjak kejadian di jalan tadi.
__ADS_1
Kring
"Selamat datang di penginapan kami kakak-kakak tampan…" Sambut seorang anak kecil perempuan yang ingin beranjak dewasa. Ling Feng yang pertama kali disapa, tersenyum kepada anak perempuan tersebut. Reaksi anak kecil tersebut langsung tersenyum lebar sembari berteriak-teriak kecil, "Ibu…Ibu…Kakak-kakak tampan ini tersenyum kepada ku lihatlah…" Teriak-teriak anak perempuan tersebut sembari berlari kedalam. Melihat reaksi anak kecil tersebut Ling Feng sekali lagi tersenyum.
Long Tian melihat senyum itu sempat terdiam. Biasanya Ling Feng hanya akan tersenyum mengejek, sinis, dan simpul itu pun tidak ada yang melihat. Lalu muncul kembali senyum baru. Senyum tanpa rasa paksaan sama sekali dan tulus. Terlebih lagi itu dipicu oleh seorang anak kecil.
Lalu tiba-tiba muncul wanita yang masih terlihat muda berjalan tergesa-gesa menghampiri Ling Feng dan Long Tian sembari berkata, "Maafkan sikap anak ku tadi tuan-tuan." Ucap wanita tersebut sembari sedikit menundukkan kepalanya.
Ling Feng yang mendengar itu hanya menjawab ala kadarnya, "Tidak apa-apa dia masih anak kecil wajar bila seperti itu." Ucap Ling Feng tidak mempermasalahkan. Wanita tersebut memberanikan diri menatap Ling Feng dan seketika ia sedikit tersipu melihat wajah Ling Feng yang diatas rata-rata.
Melihat wanita tersebut hanya diam saja menatapnya, Ling Feng merasa tidak nyaman lalu berkata menyadarkan wanita tersebut, "Apakah masih ada kamar yang tersisa disini?" Ucap Ling Feng menyadarkan wanita tersebut. Wanita tersebut seketika kembali ke dunianya dan langsung tergagap.
"Ah itu, k-kami masih punya banyak kamar kosong tuan-tuan…" Ucap Wanita tersebut sedikit gugup sekaligus merasa malu tadi. Ling Feng yang mendengar itu berkata kembali.
"Tolong dua kamar terbaik yang kalian miliki." Ucap Ling Feng sembari memberikan satu koin emas kepada wanita tersebut.
>>>>> Bersambung
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )
( Blizzardauthor)
__ADS_1