
"Tuan Mu ada apa ini? dan siapa yang orang tersebut?" Tanya Qing Xian kepada To Mu sembari menunjuk orang yang ia panggul di pundaknya. "Aku awalnya berniat untuk bertemu dengan mu, namun di jalan aku bertemu orang aneh ini. Ketika orang aneh ini bertemu dengan ku, ia langsung menyerang ku begitu saja." Kata To Mu sembari memberikan orang yang ia panggul kepada Qing Lao yang masih terdiam. Ia menatap orang tersebut membatin.
"Nasib orang ini sungguh sial ya. Sepertinya ia di siksa terlebih dahulu sebelum kemari." Batin Qing Lao menatap ngeri wajah orang tersebut yang terlihat pucat walaupun sudah menggunakan penutup wajah. Qing Xian melihat orang tersebut lalu mengalihkan pandangannya ke Qing Lao.
Qing Lao menganggukan kepalanya lalu menoleh kepada Lin kecil dan berkata. "Lin'er…Paman boleh pinjam hewan kecil yang ditemukan Lin'er tadi." Kata Qing Lao berkata dengan ramah. Lin kecil menoleh kepada Qing Xian terlebih dahulu. Melihat tatapan Lin kecil, Qing Xian tersenyum manis lalu menganggukkan kepalanya.
"Boleh paman." Kata Lin kecil sembari memberikan beast kecil itu kepada Qing Lao. Qing Lao menerima beast tersebut lalu mengepal nya tidak terlalu erat dan ia memejamkan matanya berkonsentrasi mengalirkan Qi nya kedalam beast kecil tersebut. Tidak berselang lama ia mengalihkan pandangannya ke Qing Xian.
Qing Lao menatap saudari perempuannya itu lalu menganggukkan kepalanya. Ia langsung menduduki orang tersebut terlebih dahulu lalu menekan beberapa titik di tubuhnya. "Baiklah sudah selesai. Orang ini tidak akan bisa bergerak bahkan jika ia ingin sekalipun." Kata Qing Lao. Qing Xian lalu menoleh kepada To Mu menundukkan kepalanya.
"Terima kasih sudah menangkap orang ini tuan mu." Kata Qing Xian menundukkan kepalanya berterima kasih. To Mu menggelengkan kepalanya. "Santai saja. Lagipula ia bertingkah aneh dan berpakaian aneh. Jadi aku rasa lebih baik membawanya kepada anda." Kata To Mu sembari memberikan tatapan penuh arti. Qing Xian yang melihat tatapan itu menganggukkan kepalanya dengan tegas.
__ADS_1
"Oh ya tuan Mu. Tadi anda bilang ingin bertemu dengan ku. Apa yang ingin anda bicarakan kepada saya memangnya?" Kata Qing Xian. To Mu pun berkata. "Aku kemari hanya ingin menjemput Lin'er." Kata To Mu sembari mengalihkan pandangannya ke Lin kecil dan berkata lagi. "Ayo kita kembali ke tempat kakak Xiao dan yang lainnya. Paman Lang tadi menghubungi Paman Mu untuk membawa Lin'er ke sana." Kata To Mu sembari mengusap-usap puncak kepala anak perempuan tersebut.
Wajah Lin kecil langsung berubah murung kala itu. Qing Xian yang melihat itu langsung mensejajarkan tingginya dengan Lin kecil. "Lin'er sayang…Jangan sedih ya…Kita kan bisa bertemu kembali nantinya Kakak janji ketika kita bertemu kembali, kita akan bermain sepuasnya." Kata Qing Xian tersenyum sembari mengangkat jari kelingkingnya.
Lin kecil yang melihat itu pun mengangkat kepalanya memandang wajah Qing Xian yang tersenyum. Melihat Qing Xian yang tersenyum, ia pun ikut tersenyum juga sembari mengangkat jari kelingkingnya yang kecil. "Janji ya kak." Kata Lin kecil. Qing Xian pun menautkan kelingkingnya ke kelingking Lin kecil berkata, "Iya sayang…Kakak Xian janji." Kata Qing Xian tersenyum manis. Lin kecil yang mendengar itu pun menganggukkan kepalanya.
To Mu pun langsung memangku Lin kecil dan keluar dari kamar Qing Lao. Qing Xian dan Qing Lao juga mengekori dibelakang To Mu. Sebelum pergi dari kediaman Qing, Lin kecil mengalihkan pandangannya kembali ke Qing Xian melambai-lambaikan tangannya. "Sampai jumpa lagi paman Lao! Kakak Xian! Lin'er pergi dulu." Kata Lin kecil berteriak sembari melambai-lambaikan tangannya.
"Baiklah anak kecil sudah pergi. Sekarang bagaimana kita mengurus orang itu supaya angkat bicara." Kata Qing Lao masuk kembali ke kamarnya diikuti oleh Qing Xian dibelakangnya.
Suatu Tempat
__ADS_1
Ruangan tersebut sangatlah gelap. Bahkan penerangan pun tidak ada sama sekali disana. Bahkan disana tidak dapat diketahui apakah ada seseorang atau tidak di dalamnya. Tiba-tiba pintu ruangan itu dibuka dari luar dan seseorang masuk kedalam ruangan tersebut lalu menutup pintunya kembali rapat-rapat.
"Bagaimana dengan situasinya." Suara tanpa wujud sama sekali. Orang yang tadi masuk kedalam ruangan tersebut pun menimpali perkataannya. "Sejauh ini sesuai rencana." Kata orang tersebut. Tidak ada komentar dari suara tanpa wujud itu sampai kemudian ia berkata, "Jangan lengah bahkan jika itu di detik-detik terakhir." Katanya.
Orang tersebut menganggukkan kepalanya lalu menundukkan kepalanya. Walaupun disana sangatlah gelap, ia tetap menundukkan kepalanya. "Kalau begitu aku pergi dulu. Ada orang kuat yang sedang berada di kediaman Qing berhati-hatilah." Kata suara tanpa wujud itu dan tidak lama setelah itu auranya sudah tidak dirasakan lagi.
Orang tersebut pun menganggukkan kepalanya menanggapi kepergian sosok tanpa wujud itu. Lalu ketika sosok tersebut pergi, ia menatap lurus dan berjalan menuju meja yang dimana ada sebuah gulungan disana.
"Qing Fei kita lihat seberapa lama kau bisa bertahan di posisi kepala keluarga." Gumam orang tersebut lalu meletakkan kembali gulungan itu di atas meja disana.
>>>>>>> Bersambung
__ADS_1