Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Identitas di Balik Sosok Misterius


__ADS_3

“Hohhh... Kasar sekali. Tidak kusangka kau begitu agresif ya. Padahal kukira kau itu anak baik-baik.” Ucap sosok tersebut yang tertuju kepada Ren Hu seraya terkekeh pelan. Ren Hu tidak menggubris nya dan mengeluarkan pedang dari sarungnya dan langsung melesat cepat ke arah sosok tersebut.


Shringggg


>>>>>>______


Sosok tersebut sontak mundur dua langkah ke belakang dan dengan mudah menahan tebasan pedang Ren Hu.


Ctanngggg


“Hehhhh... Untuk seukuran rubah, kau ternyata bisa menggunakan pedang dengan lihai ya.” Ucap sosok tersebut membuat Ren Hu yang mendengarnya membelalakkan kedua matanya terkejut, tidak menyangka sama sekali bahwa sosok misterius di depannya itu mengetahui identitas dari dirinya yang sebenarnya. Ren Hu sangat percaya diri dengan kemampuan penyamaran dirinya, dan sangat yakin bahwa tidak ada yang mengetahui identitas asli dirinya kecuali, Ling Feng dan pengikut-pengikut Ling Feng, akan tetapi saat ini dengan mudahnya, sosok misterius dapat mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya.


“Kau... Siapa kau sebenarnya. Bagaimana bisa kau mengetahui tentang diriku.” Ucap Ren Hu. Nada bicaranya berubah menjadi sangat serius dan menganggap bahwa sosok didepannya adalah orang yang berbahaya, ia bahkan tidak dapat merasakan aura yang keluar dari sosok di hadapannya saat ini, menandakan bahwa sosok misterius tersebut sangatlah kuat.


“Hanya orang yang kebetulan lewat saja. Tidak lebih, dan tidak kurang.” Ucap sosok tersebut tanpa beban seraya sedikit memiringkan kepalanya menatap Ren Hu. Walaupun Ren Hu tidak bisa melihat wajah dari sosok misterius tersebut, dirinya sangat yakin bahwa sosok tersebut sedang tersenyum kepadanya saat ini.


Ren Hu tanpa pikir panjang langsung mengambil jarak dari sosok tersebut, menurutnya menyerang secara membabi buta, hanya membuang-buang tenaga saja. Sosok tersebut pun tidak berniat untuk mengejarnya dan hanya diam saja, seperti sedang menunggu dirinya. “Kukira kau akan terus-terusan maju tanpa rencana, kau cukup peka juga ya.” Ucap sosok tersebut memuji Ren Hu.


“Menyerang sembarangan hanyalah buang-buang tenaga dan Qi saja, tidak lebih dari sekedar tindakan bodoh belaka.” Ucap Ren Hu. Sosok tersebut samar-samar menganggukkan kepalanya ketika mendengar ucapan Ren Hu.


“Hohhh... Kalau begitu, kau pasti sudah mengetahui jurang antara kau dan aku bukan. Lalu mengapa kau masih bersikap menantang ku, padahal kau tahu tidak akan bisa menang dari ku.” Ucap sosok tersebut dengan sangat percaya dirinya, membungkam Ren Hu yang tidak bisa menyangkal perkataan nya sama sekali.


“Kau mungkin kuat saat ini, akan tetapi berkembang dalam pertarungan itu, tidaklah mustahil.” Ucap Ren Hu mengambil sikap kuda-kuda berpedangnya kembali. Sosok tersebut cukup tersanjung dengan perkataan dari Ren Hu, ia meresponnya dengan senyuman tipis dan berkata, “Kalau begitu majulah, aku ingin melihat sejauh mana kau bisa berkembang.” Ucap sosok tersebut.

__ADS_1


Ren Hu sendiri tidak menyadarinya, entah karena alasan apa, ketika Ren Hu melihat sosok tersebut, dirinya menjadi teringat dengan sosok Long Tian yang melatihnya beberapa waktu yang lalu.


Ren Hu maju sekali lagi. Ia tidak menemukan sedikit pun celah dari sosok misterius tersebut, walaupun begitu Ren Hu tetap maju, “Kalau tidak ada celah, maka akan kubuat celah tersebut.” Pikirnya lalu mengeluarkan dua tebasan aura.


Shringggg


Shringggg


Sosok tersebut mengibaskan satu tebasan pedangnya, lalu menghindarinya yang satunya lagi. Tidak sampai di situ saja, Ren Hu juga sudah berada tidak jauh dari sosok tersebut, dirinya memperkecil jarak dan dengan cepat menghunuskan pedangnya secara horizontal kepada sosok tersebut dari sisi kanannya.


Shringggg


“Pengalihan yang bagus, tapi...” Ucap sosok tersebut yang langsung menahan hunusan pedang Ren Hu dengan gerakan yang mustahil. Bahkan Ren Hu yang melihat itu terkejut bukan main, karena secara logika mustahil bisa menahan tebasan pedang tersebut, namun sosok tersebut begitu mudahnya melakukan hal tersebut, seakan-akan sudah menjadi hal yang biasa baginya.


Namun, pada saat tinju tersebut hendak sampai kepadanya, suara pemuda tiba-tiba muncul menghentikan momentum sosok tersebut.


“Sudah cukup paman Mu.” Ucap sosok pemuda menghentikan gerakan tinju sosok tersebut. Sontak suara tersebut pun menyadarkan Ren Hu, karena terdengar familiar di telingannya dan sangat mengenal suara tersebut.


“Oh ayolah Feng’er... Setidaknya biarkan aku untuk melancarkan satu pukulan kepadanya.” Ucap sosok tersebut dengan nada masam.


“Tidak boleh. Jika itu hanya serangan biasa, mungkin akan kubiarkan, tapi jika Ren Hu terkena tinju mu itu, setidaknya ia akan mengalami luka yang cukup dalam.” Ucap pemuda yang tidak lain adalah Ling Feng yang tiba-tiba muncul, menghentikan tindakan keduanya.


“Eh. Mana mungkin aku sampai segitunya. Aku juga bisa menahan diri tahu.” Sangkal sosok tersebut. Mendengar hal itu Ling Feng pun kembali berkata, “Tindakan mu tidak sesuai dengan ucapanmu loh paman.” Kata Ling Feng.

__ADS_1


Ren Hu yang melihat kedua insan tersebut berbincang-bincang begitu akrab, hanya bisa terdiam mematung memikirkan tindakan sia-sianya. “Apa yang terjadi di sini? Siapa aku? Apa yang kulakukan?” Pikir Ren Hu seraya memasang wajah bingung.


“Eh... Jangan samakan paman dengan saudara Tian, orang itu mah memang otak otot dan suka bertarung, jadi wajar saja jika ia tidak bisa menahan dirinya, berbeda dengan ku. Tuh lihat. Ren Hu pun sampai kebingungan saat ini loh. Bukankah kau seharusnya menjelaskan situasinya saat ini kepada gadis ini?” Ucap sosok tersebut lalu mengalihkan pembicaraan ke arah Ren Hu.


“Ah Ren Hu maaf aku lupa akan hal itu. Biar kuperkenalkan kepada mu. Namanya adalah Paman To Mu. Ia adalah salah satu orang yang mengikuti ku juga.” Ucap Ling Feng memperkenalkan sosok yang ternyata adalah To Mu.


To Mu pun membuka tudung kepalanya memperlihatkan wajahnya yang masih terlihat segar tidak terlihat sedikitpun nampak kerutan di wajahnya, sama seperti saudaranya Long Tian. Ia tersenyum kepada Ren Hu yang menatapnya linglung dan berkata, “Namaku To Mu. Salah satu pengikut dari Feng’er dan juga saudara sumpah dari saudara Long Tian. Aku sudah mendengar mu dari Saudara Tian. Salam kenal gadis kecil.” Ucap To Mu memperkenalkan dirinya. Ren Hu hanya tersenyum canggung, menanggapi sapaan dari To Mu.


“S-salam kenal juga Senior Mu. Namaku Ren Hu orang yang mengikuti tuan muda Feng juga. Mohon kerja sama untuk kedepannya.” Kata Ren Hu juga memperkenalkan dirinya walaupun merasa canggung.


“Santai saja gadis kecil. Jangan sekaku itu berbicara dengan ku.” Ucap To Mu menepuk pelan pundak Ren Hu dan tersenyum tipis kepadanya. Ling Feng yang mendengar itu pun menimpalinya, “Bagaimana bisa ia bersikap biasa saja, setelah paman melakukan hal seperti itu. Jelas saja ia merasa canggung kepadamu.” Kata Ling Feng.


“Ayolah... Aku hanya bercanda saja tentang hal itu, ya lebih tepatnya sih, ingin mengetahui sendiri kekuatan dari gadis rubah ini.” Ucap To Mu. Ren Hu hanya tersenyum masam ketika mendengar alasan To Mu dan Ling Feng hanya mendengus kasar ketika mendengarnya.


“Jadi... Bagaiamana bisa kau berakhir di sini paman? Pada saat aku kembali ke Kota Anyi hanya ada Paman Lang dan anak-anak saja di sana. Paman Lang bilang kau menemani Qing Xian pergi keluar dari Kekaisara...” Ucapan Ling Feng tiba-tiba menggantung, dan mulai berpikir dengan keras, dan sepanjang yang ia pikirkan kesimpulannya tetap sama.


Sebelum Ling Feng selesai berpikir, To Mu sudah kembali berkata, “Ya begitulah... Aku menemani Qing Xian selaku peserta dari turnamen empat benua ini. Oh iya, bukan hanya Qing Xian saja, Lin kecil juga ikut dengannya. Kurasa kau sudah mendengar dari anak-anak yang lain nya, kan.” Ucap To Mu yang seketika membuat Ling Feng memasang raut wajah masam. Memikirkan kejadian yang akan terjadi ke depannya saja sudah tidak dapat ia bayangkan.


“Baiklah... Entah karena memang sudah takdirnya, keadaan sekarang ini tiba-tiba mendadak berubah jadi rumit sepertinya.” Ucap Ling Feng dengan raut wajah yang masam.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.

__ADS_1


__ADS_2