Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Kota Suma


__ADS_3

Selama Hampir dua jam keduanya terbang di udara, Ling Feng dan Hao Xiang pun telah melewati beberapa desa, dan masih belum menemukan sebuah kota, sampai pada salah satu desa, keduanya pun memutuskan untuk turun dulu terlebih dahulu, menanyakan arah letak kota terdekat. Setelah mendapatkan informasi kota terdekat, Ling Feng dan Hao Xiang pun langsung kembali terbang dan mengabaikan beberapa desa yang ia lalui kemudian, karena memang perjalanan mereka masihlah cukup jauh untuk sampai di sebuah kota terdekat.


>>>>>>______


Tidak terasa matahari yang awalnya malu-malu menjalankan tugas nya, kini sudah berada di atas kepala mereka. Hal itu menunjukkan waktu sudah memasuki tengah hari. Setelah terbang cukup lama, akhirnya Ling Feng dan Hao Xiang sudah dapat melihat kota terdekat yang mereka tuju. Keduanya pun lantas mempercepat terbang mereka dan baru turun sebelum beberapa puluh meter sebelum sampai di gerbang kota.


Antrian untuk masuk ke dalam gerbang tidak terlalu panjang, Ling Feng dan Hao Xiang pun masing-masing memberikan kartu identitas mereka kepada para penjaga gerbang. Tepat ketika para penjaga tersebut melihat kartu identitas Ling Feng dan Hao Xiang lantas berkata, “Kota Anyi? Apakah kalian berdua bukan orang dari Kekaisaran Wu?” Tanya penjaga tersebut kepada Ling Feng, karena memang diri nya tidak pernah mendengar ada nama kota tersebut di Kekaisaran Wu.


“Ya kami memang bukan orang Kekaisaran Wu, kami adalah pengembara yang berniat singgah ke kota ini.” Jawab Ling Feng yang dianggukki oleh penjaga tersebut.


“Biaya masuknya masing-masing dua koin emas.” Kata penjaga tersebut. Ling Feng pun mengeluarkan sejumlah koin emas yang di katakan oleh penjaga tersebut, sang penjaga pun mengembalikan kartu identitas Ling Feng dan Hao Xiang lalu mengijinkan keduanya masuk ke dalam kota.


Walaupun nama kota nya terbilang aneh, suasana kotanya terlihat seperti pada biasanya. Para warga yang berlalu lalang, para pedagang yang menjajakan barang jualan nya, dan ada juga para pengembara yang singgah ke kota, sama seperti Ling Feng dan Hao Xiang. “Jadi guru, kita akan mulai darimana?” Tanya Hao Xiang.


“Kita akan berpencar. Pergilah dengan Laohu ke arah utara kota, dan aku pergi ke selatan kota sebagai gantinya. Kita akan bertemu lagi, setelah dua jam kemudian. Untuk tempatnya aku akan memberitahukannya kepadamu.” Kata Ling Feng yang langsung di anggukki oleh Hao Xiang dan Ling Laohu.


“Siap guru. Kalau begitu aku dan kucing jadi-jadian ini pergi dahulu.” Kata Hao Xiang dan Ling Laohu, langsung menghilang dengan cepat dari tempat ia berpijak tadi. Ling Feng juga berbalik ke arah nya untuk mulai mencari informasi tentang ras iblis, walaupun kemungkinan nya sangat kecil, namun tidak ada salahnya untuk berusaha. Mungkin saja, ia akan menemukan suatu informasi yang menarik sebagai gantinya.


Tempat yang pertama kali terpikirkan oleh Ling Feng adalah sebuah kedai minum-minuman yang menyediakan makanan juga, karena bagi nya tempat seperti itu adalah tempat dimana berbagai macam informasi terkumpul. Setelah berjalan-jalan beberapa menit, Ling Feng memukan sebuah kedai yang terlihat cukup ramai pengunjung.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, dirinya langsung masuk ke dalam kedai tersebut.


Kringgg... Kringgg...


Kesan pertama Ling Feng ketika masuk ke dalam kedai tersebut tidaklah terlalu baik, pasal nya ketika ia masuk ke dalam kedai tersebut, semua pasang mata langsung tertuju kepada nya. Ling Feng sendiri tidak terlalu mempermasalahkan di tatap seperti itu mengingat dirinya mengenakan pakaian dan sebuah topeng yang tentunya terlihat cukup mencolok, dan pergi dengan langkah santai ke salah satu meja yang kosong.


Ketika ia datang, kedai tersebut benar-benar sangat sunyi. Akan tetapi, satu hal yang pasti dari kedai tersebut. Ling Feng dapat memastikan, bahwa suasana di kedai tersebut benar-benar sangat menjijikan. Dirinya duduk dengan menatap satu persatu dari sekian banyak orang yang menatapnya dengan raut wajah yang sama, yaitu acuh tak acuh.


Sampai seorang pelayan pria datang menghampirinya. “Mau pesan apa tuan?” Tanya pelayan pria tersebut kepada Ling Feng.


“Bawakan aku sebotol arak terbaik milik kalian.” Jawab Ling Feng.


“Mengerti tuan. Tolong tunggu sebentar.” Kata pelayan pria tersebut yang mencatat pesanan Ling Feng lalu pamit undur diri ke belakang. Ling Feng menyempatkan untuk sekali lagi mengamati, dan benar saja para orang-orang tersebut masih ada beberapa yang menatap dirinya.


Baru saja ia minum beberapa gelas arak, secara tiba-tiba botol arak yang ada di atas meja di ambil oleh sosok pria besar berotot, berwajah sangar. Tanpa berkata apa-apa, pria besar itu langsung meneguk habis arak yang Ling Feng pesan. Ling Feng sendiri hanya menatapnya dalam diam, tanpa berkata apa-apa.


“Hahahaha... Benar-benar sangat enak. Seperti yang di harapkan dari arak yang terbaik.” Kata pria besar tersebut seraya tertawa lepas. Ia lantas melirik ke arah Ling Feng yang masih diam saja dan kembali berkata, “Hei kau... Sepertinya kau bukan berasal dari kota ini ya Terlebih lagi, cara berpakaianmu itu cukup mewah. Bagaimana dengan mentraktir ku minum, sebagai gantinya senior ini akan memberitahu sesuatu yang ingin kau ketahui.” Ucap pria besar itu kepada Ling Feng.


Terlihat jelas, bahwa pria besar itu hanya sedang bercanda dengan Ling Feng, dan alasan ia berani mendekatinya dan berbicara tidak sopan seperti itu, karena ia tidak merasakan aura sedikit pun dari Ling Feng. Jadi pria besar itu berpikir bahwa Ling Feng adalah orang kaya tanpa aura. Oleh karena itu, Dirinya ingin memanfaatkan Ling Feng untuk di peras hartanya.

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan oleh pria besar itu, Ling Feng lantas langsung tertawa dan diikuti oleh pria besar itu yang juga tertawa, namun Ling Feng tidak tertawa begitu lama, ia malah mengulurkan tanganya kepada pria besar itu seraya berkata, “Araknya.” Kata Ling Feng yang membuat pria besar itu bingung, pasalnya botol tersebut sudah tidak ada arak lagi di dalamnya, walaupun begitu, pria besar itu tetap memberikan botol itu kepada Ling Feng.


Tepat di berikan, dalam gerakan yang sangat cepat, botol itu di rebut oleh Ling Feng dan menghantamkannya tepat, di bagian dahi dari pria besar itu sampai botolnya hancur berkeping-keping.


Prangggg...?!


“Akhhhhh...!” Teriak pria besar itu, merasakan perih tepat di bagian dahinya, Ling Feng tidak berhenti di sana saja. Setelah ia menghantamkan botol arak tepat di dahinya, ia lantas meraih rambut bagian belakang pria besar itu dan sekali lagi menghantamkannya dengan kuat ke meja tersebut, bahkan meja tersebut sampai hancur berkeping-keping oleh Ling Feng.


Baaammm... Kraaakkk...?!


Orang-orang yang awalnya, Ling Feng adalah orang biasa tanpa aura, kini pandangan itu langsung hilang dalam sekejap mata di gantikan dengan tatapan ngeri dan berkeringat, menatap Ling Feng yang dengan mudah menghajar seorang ahli ranah Kaisar.


Ling Feng sontak menarik kembali rambut bagian belakang pria tersebut menatap wajahnya yang sudah berubah menjadi merah dan darah yang mengalir di dahinya. Pria besar yang di tatap seperti itu menggertakkan giginya, dan Ling Feng sendiri hanya acuh tak acuh menatapnya. Sampai kemudian, Ling Feng pun kembali berkata kepada pria besar itu.


“Enyahlah dari hadapanku baji*gan.” Kata Ling Feng dengan penuh penekanan di setiap katanya seraya melempaskan cengkeraman rambut tepat di bagian kepala pria besar itu. Pria besar itu pun langsung buru-buru bangkit dan bergegas pergi dari kedai tersebut.


Orang-orang yang berada di sana, tidak bisa untuk tidak terkejut melihat itu. Ling Feng kembali duduk di tempatnya, sampai beberapa saat kemudian datang beberapa pelayan dan membawakan sebuah meja ke tempat Ling Feng. Namun, semua orang yang berada di sana merasa sangat aneh, karena cara bicara Ling Feng dengan para pelayan itu sangat berbeda dengan beberapa saat yang lalu, karena ketika ia meminta maaf dan memberikan kompensasi kepada pelayan tersebut, dirinya benar-benar terlihat seperti dua orang yang berbeda.


“Apakah ini masih orang yang sama, yang baru saja menghajar orang sampai babak belur?” Batin semua orang yang ada di sana, melirik Ling Feng dengan keringat dingin mengalir di dahinya masing-masing.

__ADS_1


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2