Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Rencana Selanjutnya


__ADS_3

Oleh karena itu, sebelum dirinya benar-benar meninggalkan kota tersebut. Ling Feng mengatur pemimpin baru dan peraturan yang baru juga, guna mengelola kota tersebut menjadi lebih baik lagi daripada saat di pimpin wali kota sebelumnya.


>>>>>>______


“Guru apakah tidak apa membiarkan ketiga orang itu mengelola kota ini? Aku rasa jika guru ingin memiliki kota ini, semua pihak, baik itu para bangsawan di kota ini maupun warganya, tidak ada yang berani menolaknya.”


“Jangan bodoh. Niat aku datang kemari bukan untuk menguasai sebuah kota, aku awalnya hanya berniat untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan kembali, namun secara kebetulan ada seorang komandan iblis yang melakukan hal keji di kota ini, jadi ya guru mu ini tidak bisa melepaskan nya begitu saja.”


“Hohhhh begitu rupanya. Aku kira, guru tidak melakukannya, karena menurut guru hal tersebut sangat merepotkan.”


“Kamu tidak salah. Itu juga merupakan salah satu aku tidak ingin mengambil alih kota ini. Mau bagaimana pun kota ini masih berada di wilayah Kekaisaran Shu, pastinya bakal ada pihak kekaisaran yang akan datang ke kota ini untuk melakukan pemeriksaan, jika mereka mengetahui aku yang bukan orang kekaisaran menguasai kota mereka, entah masalah merepotkan apa yang akan datang.”


“Aku rasa itu akan mudah menyelesaikan nya guru. Kita tinggal hajar saja mereka yang berani menentangnya.”


“Haihhhh... Kau ini masih tidak berubah juga ya.” Gumam Ling Feng menghela nafas pendek seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Aku sudah berubah guru. Aku yang sekarang sudah lebih tinggi daripada yang sebelumnya.”


Kedua orang tersebut adalah Ling Feng dan Hao Xiang. Setelah insiden yang terjadi di kota tersebut, Hao Xiang yang memang sedang berada di daerah pinggiran Kekaisaran Shu, ketika mendengar kabar, bahwa gurunya datang ke sebuah kota yan berada di daerah pinggiran, langsung datang ke kota tempat Ling Feng berada.


Terlebih lagi, kota yang di datangi Ling Feng adalah kota yang memang ia jadikan target selanjutnya, karena sebelum Ling Feng datang ke sana, dirinya memang sudah berniat untuk datang ke kota tersebut menyelidiki rumor para anak-anak dan wanita yang hilang secara misterius.


“Ya kau memang benar. Aku rasa pertumbuhan mu tidak terhambatnya, selama jauh dari ku.” Kata Ling Feng seraya menepuk-nepuk puncak kepala Hao Xiang, terkekeh pelan.


“Tentu saja. Aku juga sudah bekerja keras meningkatkan kekuatan ku selain membunuh para ras iblis.” Kata Hao Xiang dengan bangga.


“Hehhhh... Begitu, kah...?” Ujar Ling Feng.


“Tentu saja benar guru. Iya, kan Laohu.” Kata Hao Xiang seraya melirik ke arah kucing kecil yang sedang tidur di atas kepalanya.


“Meonggg. Ya begitulah tuan muda. Bocah ini memang sudah cukup bekerja keras.” Kata kucing kecil yang bernama Ling Laohu dengan suara khasnya. Hao Xiang yang mendengar nada bicara Ling Laohu, sontak mengangkat kucing kecil tersebut dari atas kepalanya lalu berkata, “Oi, apa maksud mu cukup bekerja keras. Aku bukan hanya cukup, tapi sangat bekerja keras tahu.” Kata Hao Xiang yang tidak terima dengan nada bicara Ling Laohu yang, menurutnya meremehkan dirinya.

__ADS_1


“Aku hanya mengatakan apa adanya saja, terlebih lagi cukup dan sangat tidak ada bedanya bagimu. Meongg.” Kata Ling Laohu dengan nada apa adanya.


“Apa kau bilang kucing jadi-jadian.”


“Hentikan kalian berdua jangan bertengkar lagi.” Kata Ling Feng yang pada akhirnya melerai keduanya, karena jika ia tidak turun tangan langsung, keduanya benar-benar tidak akan berhenti.


“Hmmmphhhh...” Dengus keduanya bersamaan.


“Haihhhh... Dasar kalian berdua ini.” Gumam Ling Feng menghela nafas panjang, pasrah dengan tingkah keduanya.


>>>>>>______


Sementara itu di suatu tempat


Diperlihatkan sebuah tempat yang begitu gelap dan sangat minim penerangan. Tempat tersebut terlihat seperti aula pertemuan, dengan sebuah meja bundar berada di tengah-tengah ruangan. Bukan hanya itu saja, tiap-tiap kursi yang telah tersedia, telah duduk dengan rapih beberapa sosok di sana.


“Bagaimana sekarang Cai Shen, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?” Ujar sosok tersebut dengan nada tenang. Sosok tersebut adalah Li Tan yang bertanya kepada sosok yang duduk tepat di tengah-tengah diantara mereka, Cai Shen.


“Ya, jika Cai Shen sudah berkata seperti itu, maka itu merupakan tindakan yang terbaik saat ini.” Ujar Li Tan mengedikan kedua bahunya.


“Menunggu lagi, kah... Ya selama pada akhirnya aku bisa membantai para manusia dan menikmati para wanita. Aku tidak keberatan sama sekali kekekeke.” Ujar Sa Dan lalu tertawa keras.


“Hoaaammm... Aku ikut saja, jadi jangan ganggu tidurku.” Ucap Bei Ger dengan nada setengah hati, yang berada di sisi Sa Dan.


“Oioioi... Bei Ger. Kau ini lemas sekali, setidaknya kau harus banyak bergerak. Banyak wanita dari ras manusia yang lezat di santap jika kau sering bergerak.” Ujar Sa Dan yang berada di sisi Bei Ger yang hendak menepuk pundak dari Bei Ger, namun langsung di tepis oleh Bei Ger lalu berkata, “Berisik Sa Dan. Aku tidak suka dengan dirimu yang terlalu bersemangat itu, melihatnya saja sudah membuatku sangat lelah.” Ujar Bei Ger seraya membuka sebelah matanya menatap tidak minat ke arah Sa Dan.


Braaakkkkk...!


Suara meja yang digebrak membuat semua orang yang berada di sana terfokus kepada sumber suara. Sosok yang melakukan itu adalah, Meng Disi yang sedari awal hanya diam saja menyimak, dalam pertemuan tersebut.


“Kau ini kenapa Meng Disi. Tidak berbicara sepatah kata apapun, namun tiba-tiba memukul meja dengan keras? Jika ada sesuatu yang ingin kau katakan, katakan saja.” Kata Sa Dan yang pertama kali berbicara.

__ADS_1


“Tidak ada. Aku hanya kesal saja dengan yang lemah, karena yang lemah ini, mau tidak mau rencana untuk membangkitkan tuan menjadi tertunda lebih lama lagi.” Kata Meng Disi dengan nada biasa, namun apa yang utarakan itu, jelas-jelas sedang menyindir Bie Xibo.


Bie Xibo yang saat ini masih berbentuk sebuah roh, hanya bisa terdiam tidak bisa membalas perkataan Meng Disi, pasalnya memang karena dirinyalah, rencana untuk membangkitkan raja mereka tertunda. Jadi, Bie Xibo memilih untuk diam, karena memang tidak bisa membalas apa yang di ucapkan oleh Meng Disi. Terlebih lagi, Meng Disi memang lebih kuat darinya.


“Padahal hanya melawan ras lemah seperti manusia, akan tetapi dirinya yang sekelas jendral sama seperti kita kalah melawan ras lemah itu. Sungguh menyedihkan.” Ujar Meng Disi terang-terangan menyindir Bie Xibo.


“Hentikan ucapan mu itu Meng Disi.” Ujar Cai Shen kepada Meng Disi.


“Hahhhh... Kau ini siapa, berani-beraninya memerintahkanku. Kau bukan tuan, jadi jangan bertingkah seolah-olah kau bisa memerintahkan ku.” Kata Meng Disi dengan sengit menimpali perkataan Cai Shen.


“Aku tidak memerintahkanmu. Aku meminta mu untuk berhenti. Kala itu situasinya memang tidak terduga. Bahkan jika kau yang berada di posisi Bie Xibo, aku tidak yakin kau akan bisa selamat.” Ucap Cai Shen dengan acuh tak acuh. Tepat setelah Cai Shen berkata seperti itu, hening sejenak sampai kemudian, aura yang sangat pekat dan tajam terpancar kuat dari Meng Disi.


Swusshhh... Booommmm...!


“Hahhhh.... Kau bicara apa Cai Shen tadi? Aku tidak mendengarnya dengan jelas. Coba katakan sekali lagi.” Kata Meng Disi dengan penekanan di setiap katanya.


“Aku berkata, bahwa kau sekalipun bisa saja mati, jika berada di posisi Bie Xibo.” Cai Shen mengulang perkataannya kembali dan...


Boooommmm...!


“Aku? Bisa saja mati ketika berhadapan dengan ras lemah itu? Sepertinya aku harus menghajar dirimu terlebih dahulu, sebelum aku membantai seluruh ras manusia yang ada di benua biru ini. Jangan kira, hanya karena tuan telah mengakui kekuatan mu, aku takut kepadamu kepa*at.” Kata Meng Disi dengan aura yang sangat kuat. Sementara itu, Cai Shen masih tidak bergeming sama sekali, ia masih duduk di tempatnya dengan tenang tanpa terganggu sedikit pun.


“Kepa*at kau Cai Shen!” Teriak Meng Disi yang telah mengumpulkan Qi Hitamnya, hendak menghempaskan seluruhnya kepada Cai Shen, namun aksi itu langsung di gagalkan oleh Bei Ger yang memang kebetulan berada di sebelahnya.


Swusshhh.... Kloooopppp...?!


“Bei Ger?! Apa yang kau lakukan?! Kenapa menghentikan seranganku?!” Kata Meng Disi dengan marah tentunya.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku

__ADS_1


__ADS_2