Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Pertemuan


__ADS_3

“Adik hentikan sampai di situ saja.” Ucap pemuda kepada perempuan dari kubu Kekaisaran Wu. Hal itu pun berlaku juga di sisi Kekaisaran Han. “Ying’er sudah hentikan. Jika kau masih bersikeras, kita kembali saja ke penginapan.” Ucap pemuda tersebut menahan perempuan yang meronta-ronta meminta untuk di lepaskan. Setelah beberapa usaha, kedua kubu pun berhasil di pisahkan dan Kelompok dari Kekaisaran Wu pun pergi dari sana.


Ling Feng yang melihat itu pun bangkit dari tempat duduknya melangkah mendekati sepasang kakak beradik dari Kekaisaran Han itu dan bertanya kepada dua orang tersebut. “Apakah kalian berdua perwakilan dari Kekaisaran Han?” Ling Feng yang tiba-tiba bertanya membuat sepasang adik kakak tersebut menoleh kepadanya dengan pandangan yang bertanya-tanya.


“Ya kami berdua memang berasal dari Kekaisaran Han. Apakah Anda memperlukan sesuatu dari kami?” Ucap pemuda yang tidak lain adalah pangeran kedua dari Kekaisaran Han sekaligus bertanya balik kepada Ling Feng.


“Hahhh akhirnya keberuntungan memang berpihak kepadaku.” Ucap Ling Feng secara tiba-tiba membuat dua sosok muda mudi itu bingung tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh Ling Feng.


“Hahhh apa?” Ucap keduanya secara bersamaan.


>>>>>>_____


“Apa maksud mu? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” Tanya Pangeran Kedua Kekaisaran kepada Ling Feng dan di jawab oleh Ling Feng dengan gelengan kepala seraya tersenyum tipis dan berkata,


“Tidak. Kita tidak pernah bertemu sebelumnya kok.” Jawaban Ling Feng membuat Pangeran Kedua semakin bertambah bingung ketika mendengarnya. Ling Feng tidak mengatakan apapun selain tersenyum saja, ia lalu mengeluarkan sebuah plakat dari jubah pakaiannya dan memberikannya kepada Ling Feng.


Pangeran Kedua menatap Ling Feng dan plakat yang ia pegang secara bergantian, sampai kemudian ia pun menerima plakat tersebut. Berbeda dengan pangeran kedua, Han Ying yang berada di sisinya menatap wajah Ling Feng dengan tatapan sangat intens, ia sepertinya merasa familiar dengan wajah Ling Feng, namun tidak bisa mengingatnya dengan jelas. Sampai suara kakaknya mengalihkan pandangannya dari Ling Feng.


“I-ini... Plakat peserta turnamen empat benua perwakilan dari Kekaisaran Han.” Ucap pangeran kedua yang terkejut ketika melihatnya. Ia lalu melirik ke arah Ling Feng dan plakat tersebut secara bergantian dengan wajah yang tidak percaya, “Aku adalah murid sekte naga langit yang dikirim untuk memenuhi kursi kosong perwakilan. Namaku Feng.” Ucap Ling Feng memperkenalkan namanya saja, tidak dengan marganya. Barulah pada saat itu pangeran kedua menyadari pakaian yang Ling Feng gunakan adalah pakaian yang bermotif sama dengan pakaian yang digunakan oleh Bing Jiao.


“Feng?” Bukan pangeran kedua yang bereaksi melainkan Han Ying di sisinya. Tentunya itu membuat pangeran kedua dan Ling Feng melirik ke arahnya. Han Ying berjalan ke depan Ling Feng dan menatap wajahnya lebih intens. Ling Feng yang di tatap seperti itu hanya tersenyum tipis bersikap tenang di hadapan nya. Han Ying yang melihat Ling Feng tidak gugup sama sekali di hadapan nya, membuatnya semakin merasa curiga bahwa ia memang pernah bertemu dengan nya.


“Kau... Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” Tanya Han Ying kepada Ling Feng. Ling Feng menanggapi pertanyaan Han Ying dengan senyuman tipis dan berkata, “Entahlah... Siapa yang tahu tentang hal itu.” Ucap Ling Feng dengan senyum tipis penuh arti di baliknya. Mendengar Ling Feng tidak mau memberitahukan nya, membuat Han Ying semakin penasaran sekaligus merasa kesal juga.


“Kau! Jangan bercanda dengan ku. Cepat katakan tentang fakta bahwa apa kita pernah sebelumnya atau tidak.” Ucap Han Ying dengan lantang seraya mengacungkan jarinya menunjuk ke arah Ling Feng. Namun, beberapa detik kemudian, sebuah pukulan melancar mulus di kepala Han Ying.

__ADS_1


Baannngggg


Han Ying yang dipukul oleh kakaknya tanpa persiapan, langsung mengaduh kesakitan. “Aduh kakak... Apa yang kakak lakukan itu?! Sakit tahu!” Gerutu Han Ying seraya memegangi bagian kepalanya yang panas akibat di pukul oleh Pangeran kedua.


“Ada juga kau yang apa-apaan. Bertindak semena-mena dan angkuh itu adalah perilaku yang tidak baik. Pantas saja Putri dari Kekaisaran Wu mengejek mu mempunyai temperamental yang labil.” Kata pangeran kedua yang tidak mau kalah, memarahi Han Ying, karena menurutnya sudah bersikap keterlaluan dan tidak sopan.


"Maafkan atas ketidak sopanan adikku. Perkenalkan namaku Han Shen. Kedepannya kita akan menjadi rekan satu tim. Mohon bantuannya." Ucap pangeran kedua memperkenalkan dirinya seraya mengulurkan tangannya kepada Ling Feng. Ling Feng tersenyum tipis menyambut uluran tangan dari Han Shen.


Han Ying yang mendengar itu menatap tajam ke arah kakaknya itu, pangeran kedua pun juga tidak mau kalah, lalu pada saat mereka hendak adu mulut kembali Ling Feng dengan cepat menyurutkan mereka. “Sudahlah tidak perlu bertengkar lagi pangeran, putri.” Ucap Ling Feng yang membuat kedua orang tersebut yang awalnya hendak saling berdebat, namun keburu di cegah oleh Ling Feng.


“Hmphhhh” Keduanya serempak memalingkan wajahnya masing-masing ke arah yang berlawanan membuat Ling Feng menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal tidak habis pikir dengan situasi yang tidak terduga ini.


Sampai suara tiba-tiba yang memanggil nama mereka membuat keduanya menoleh serempak ke sumber suara.


“Ada apa Paman? Terlihat paman begitu tergesa-gesa dan gelisah?” Tanya Pangeran kedua yang bernama Hang Shan. “Kalian berdua bantu paman mencari seorang pemuda yang menggunakan pakaian Sekte Naga Langit sekarang juga. Jika kalian sudah menemukannya segera hubungi paman.” Ucap Tetua Han dengan cepat tidak memperhatikan Ling Feng yang berada di belakang Han Shen dan Han Ying.


“Nah Tetua Sang. Ayo kita mencarinya kembali, setidaknya masih ada beberapa jam lagi sebelumnya jam terakhir pendaftaran.” Ucap Tetua Han yang bersiap-siap untuk pergi, namun Tetua Sang tiba-tiba berkata, menghentikan gerakan kakinya.


“Tunggu dulu Tetua Han.” Ucap Tetua Sang.


“Menunggu apa lagi Tetua Sang? Waktu masih terus berjalan dan jika tidak di cari sekarang, yang ada nanti kita tidak akan tepat waktu untuk jam terakhirnya.” Timpal Tetua Han yang gelisah bersiap-siap untuk pergi lagi, namun secara tiba-tiba Tetua Sang langsung memegangi pergelangan tangan Tetua Han.


“Oleh karena itu, anda harus tenang dulu. Coba lihatlah sosok yang di belakang Putri Han Ying dan Pangaeran Han Shen.” Ucap Tetua Sang memegangi pergelengan tangan Tetua Han. Membuat Tetua Han mengikuti arah pandang dari Tetua Sang dan barulah ia sadar bahwa ada sosok pemuda di belakang dua keponakannya itu. Han So bahkan sedikit tidak menduganya, karena ia tidak merasakan hawa keberadaan ataupun aura dari sosok pemuda di belakang dua ponakannya itu.


Pada saat ia melirik daripada wajah pemuda tersebut, Han So langsung memasang ekspresi terkejut, karena sangat familiar dengan pemuda tersebut walaupun sudah bertahun-tahun tidak bertemu dan secara refleks memanggil nama dari pemuda tersebut, “Feng...?! Sedang apa kau di sini?!” Kata Han So membuat Tetua Sang, Han Ying, dan Han Shen menatapnya dengan pandangan tidak menyangka, bahwa Han So mengenal pemuda tersebut.

__ADS_1


Ling Feng yang melihat wajah terkejut dari Han So terkekeh seraya tersenyum tipis, “Sudah lama ya Tetua Han. Anda nampaknya terlihat sehat-sehat saja sejak terakhir kali kita bertemu.” Ucap Ling Feng tersenyum simpul di wajahnya membuat tiga orang yang ada di sana penasaran dengan identitas Ling Feng yang sebenarnya, terutama Han Ying.


Han So yang terkejeut itu pun menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembali berkata, “Apa yang kau lakukan di sini?” Han So kembali bertanya. “Kalau kau bertanya seperti itu ya... Maka aku hanya bisa menjawab, karena aku juga berpartisipasi dengan turnamen empat benua ini.” Jawab Ling Feng tanpa beban, baru pada saat itulah pandangan Han So pun terarah pada Pakaian Ling Feng yang memang tertutup jubah panjang, namun dari luar masih bisa terlihat bahwa ia mengenakan pakaian dari sekte naga langit.


“K-kau jangan bilang... Pemuda yang dimaksud oleh ketua sekte itu adalah dirimu?!” Tanya Han So.


“Kalau Kakek Patriak bilang begitu kepadamu, maka memang seperti itu kejadiannya.” Jawab Ling Feng yang membuat Empat orang tersebut terkejut dengan cara Ling Feng memanggil ketua sekte dari sekte naga langit. Han Ying yang benar-benar sudah tidak bisa membendung rasa penasarannya itu pun, maju ke hadapan Ling Feng dan Han So.


“Paman apakah kau mengenal pemuda ini?” Tanya Han Ying yang langsung diangguki oleh Han So. “Aku mengenalnya. Kau pun juga pernah bertemu dengan pemuda ini sekali beberapa tahun yang lalu.” Jawab Han So.


“Kapan itu? Tepatnya dimana memangnya kita pernah bertemu?” Han Ying yang dengan cepat langsung kembali mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik.


“Ehhh... Memangnya kau tidak ingat ya. Pada saat itu kau masih berumur dua atau tiga belas tahun kalau tidak salah. Kau memaksa untuk ikut dengan paman kala itu, mengejar penyusup sekte bayangan.” Kata Han So. Han Ying yang mendengar itu menganggukkan kepalanya dengan serius, karena ia masih ingat dengan kejadian itu. Pada saat itu ia masih teringat jelas kekejaman sekte bayangan yang membumi hanguskan sebuah desa manusia biasa. Sampai ia pun melihat seorang anak laki-laki yang mulai beranjak remaja duduk di hadapan puluhan gundukan tanah.


“Tunggu, tunggu, seorang anak laki-laki?!” Batin Han Ying yang seketika sadar lalu melirik ke arah Han So dan mendapatkan anggukan kepalanya.


“Pada saat itu kita sampai di sebuah desa dekat dengan hutan terlarang. Dimana desa tersebut telah di bantai oleh para penyusup sekte bayangan itu. Disanalah kau pernah bertemu dengan Feng.” Kata Han So mengakhiri perkataannya.


Pada saat itulah ia ingat dengan nama Feng. Ia lalu melirik kembali ke arah Ling Feng yang tersenyum tipis kepadanya, sangat berbeda jauh dengan puluhan tahun yang lalu, dimana Ling Feng pada saat itu sangat acuh tak acuh dengan pandangan tajam sedingin es. Walaupun telah bertahun-tahun lamanya, fisiknya memang mengalami perubahan, apalagi Ling Feng yang saat ini memanjangkan rambutnya, yang membuatnya sepenuhnya berbeda.


“Sudah bertahun-tahun lamanya, kau masih menjadi gadis dengan semangat yang membara ya.” Ucap Ling Feng terkekeh melihat raut wajah terkejut Han Ying, yang menatap dirinya seolah-olah tidak percaya.


>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.

__ADS_1


__ADS_2