Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Ling Feng VS Wali Kota Teratai Hitam


__ADS_3

“Teknik Darah Iblis: Perisai Mutlak.” Ucap Wali Kota menggunakan teknik, untuk menahan tebasan Ling Feng.


Swussshhhh.... Booommmm...


>>>>>>______


Serangan tebasan Ling Feng berhasil di tahan oleh Teknik Pertahanan sang Wali Kota. Ling Feng yang melihat teknik berpedangnya bisa di tahan, sedikit tertegun. Terlihat Wali Kota tersenyum mengejek dan berkata, “Kekeke percuma saja, sekuat apapun teknik berpedang mu itu. Tidak berarti apa-apa di hadapan perisai mutlakku.” Ucap Wali Kota dengan nada meremehkan.


Ling Feng tidak mengindahkan perkataan Wali Kota dan kembali melancarkan serangan tebasan lagi, dan hasilnya tetap sama. Kembali berhasil di tahan oleh teknik bertahan sang Wali Kota. “Sudah kubilang percuma saja, sampai ribuan kalipun kau mencobanya hasilnya tidak akan berubah. Teknik berpedang mu itu mustahil menghancurkan perisai mutlakku.” Ucap lagi sang Wali Kota.


Shringggg... Booommmm...!


“Jika masih tidak berhasil, aku tinggal mengulangnya saja sampai berhasil.” Ucap Ling Feng tanpa beban lalu mengangkat pedang nya dan melancarkan tebasan pedangnya lagi, tidak hanya sekali saja. Ling Feng melancarkan tebasan beruntun berupa horizontal, vertikal, dan memutar kepada sang Wali Kota.


Shringggg... Shringggg... Shringggg...


Booommmm... Booommmm...


“Kekeke bocah yang sangat keras kepala, mau mencoba berapa kalipun hasilnya akan tetap sama saja. Teknik bodoh mu itu tid...” Ucapan sang Wali Kota tiba-tiba terhenti, karena merasakan ada sesuatu yang salah dari teknik bertahan nya. Ia juga melirik ke arah tebasan beruntun Ling Feng, yang selalu mengincar titik yang sama dari teknik bertahan miliknya. Awalnya memang tidak terlalu terlihat, namun seiring Ling Feng melancarkan tebasan pedang ke arah tekniknya, retakan demi retakan mulai terlihat di titik yang di incar oleh Ling Feng tersebut.


“Bocah sia*an!” Teriak marah sang Wali Kota seraya meledakkan auranya. Ia pun langsung melesat kembali ke arah Ling Feng melancarkan serangan ke arahnya. Ling Feng juga tidak tinggal diam saja, ia langsung memosisikan pedangnya di depan, menahan serangan sang Wali Kota.


“Oioi... Ada apa ini? Padahal tadi kau bilang sangat percaya diri akan perisai apalah itu, kenapa kau malah menyerang sekarang?” Ucap Ling Feng dengan nada mengejek, membuat sang Wali Kota semakin marah ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng.

__ADS_1


“Diam kau bocah kepa*at!” Teriak lagi Wali Kota yang amarahnya sudah mencapai puncaknya. Ia pun menyerang Ling Feng dengan membabi buta. Tendangan demi tendangan, pukulan demi pukulan di lancarkan oleh sang Wali Kota kepada Ling Feng.


Bughhhkkk... Bughhhkkk...


Ctangggg... Ctangggg... Ctangggg...


Ling Feng di dalam hatinya sudah tersenyum mengejek, karena rencananya memancing kemarahan sang Wali Kota berhasil. Walaupun kekuatan dari sang Wali Kota sangat besar dan meluap-luap sekarang, namun sebagai gantinya emosi di dalam tubuhnya menjadi tidak stabil. Terlebih lagi dirinya masih belum sempurna menjadi iblis sepenuhnya, karena ia masih belum sempurna mengendalikan energi hitam tersebut.


“Mati! Mati! Matilah bocah!” Teriak marah sang Wali Kota melancarkan serangan membabi buta, namun semua serangan nya itu mudah di baca oleh Ling Feng dan ia menahan seluruh serangan tersebut tanpa kesulitan sedikit pun. Sampai sang Wali Kota pun semakin kesal, karena semua serangannya tidak ada yang mengenai Ling Feng sedikit pun.


Ling Feng tidak diam saja melihat itu, dan langsung memanfaatkan kesempatan yang ada. Setelah sekian lama bersikap pasif menahan serangan sang Wali Kota, Ling Feng langsung berubah agresif melancarkan tebasan demi tebasan ke arah Wali Kota, ketika melihat sebuah celah dari Wali Kota.


Shringggg... Shringggg... Shringggg...


Setelah memberikan luka tebasan kepada tubuh Wali Kota, Ling Feng langsung menendangnya sangat kencang sampai-sampai ia terpental sangat jauh dan menempel pada dinding ruang Jamuan dan terjatuh ke lantai. Darah merah gelap tidak berhenti-hentinya keluar dari luka akibat dari tebasan Ling Feng.


Perlahan-lahan Wali Kota itu pun berusaha untuk bangkit kembali walaupun sudah kesusahan. “Siapa sebenarnya dirinya? Sejak kapan Kekaisaran Wu ada pemuda sekuat in?!” Batin sang Wali Kota dengan tubuh yang tidak berhenti-hentinya bergetar. Ling Feng menatap acuh tak acuh dan melangkah dengan santai mendekat ke arah Wali Kota.


Semua orang yang masih sadar termasuk para penjaga, anak sang wali kota, Wu Nuan, dan Zhi Yan. Tidak bisa bereaksi sama sekali ketika melihat pertarungan yang levelnya sudah sangat berbeda jauh dengan mereka. Pandangan takjub dan ketakutan terlihat jelas dari masing-masing mata orang yang masih sadar itu.


Wali Kota memasang raut wajah ketakutan dan berusaha untuk mundur kebelakang, seraya menyeret tubuhnya ia mundur ke belakang seraya berteriak kepada Ling Feng.


“Jangan mendekat! Jangan mendekat sia*an!” Teriak sang Wali Kota dengan raut wajah ketakutan berusaha untuk mundur ke belakang menjauh dari Ling Feng. Ling Feng sendiri tidak menimpali perkataan sang Wali Kota, ia dengan sangat tenang melangkah seraya menyeret pedang hitam nya menimbulkan suara yang sangat nyaring. Jarak diantara keduanya pun hanya tinggal beberapa senti saja.

__ADS_1


Wu Nuan yang melihat itu merasakan ada sesuatu yang salah, karena ia merasakan energi gelap dari Wali Kota berkumpul di satu titik. Wu Nuan pun membelalakkan kedua mata nya terkejut, menyadari apa yang hendak di lakukan oleh sang Wali Kota.


“Saudara Feng! Cepat menghindar!” Teriak Wu Nuan sekencang-kencangnya memperingati Ling Feng. Sang Wali Kota yang awalnya memasang raut wajah seperti orang ketakutan, tiba-tiba langsung menyeringai lebar dan mengangkat satu tangannya ke depan, dimana ujung telapak tangannya itu sudah terkumpul energi hitam yang sangat besar.


“Matilah bocah!” Teriak sang Wali Kota melancarkan serangan berupa bola yang mengandung energi hitam yang telah ia kumpulkan. Bola energi itu melesat cepat ke arah wajah Ling Feng. Wali Kota yang melihat itu sudah sangat yakin, bahwa Ling Feng akan terkena serangannya mengingat jaraknya sangatlah dekat. Terlebih lagi ia juga tidak akan sempat mengeluarkan teknik bertahan.


“Hahahaha! Aku menang! Aku menang! Rasakan bocah! Itulah akibatnya jika kau berani menentang ku! Hahahaha!” Teriak bangga sang Wali Kota di dalam hatinya sangat yakin berhasil untuk membunuh Ling Feng, tetapi dalam seperkian detik itu hal yang sangat mustahil terjadi.


Shringggg... Booommmm... Booommmm...


Dalam seperkian detik itu Ling Feng mengangkat pedangnya dan membelah bola energi hitam itu menjadi dua bagian. “Apa?!” Teriak serempak semua orang yang melihat itu, karena apa yang dilakukan oleh Ling Feng benar-benar sangat mustahil.


Wali Kota yang awalnya sudah merasa sangat bangga, karena mengira sudah berhasil membunuh Ling Feng. Tidak bisa berkata apa-apa lagi selain terkejut, melihat Ling Feng melakukan hal yang benar-benar sangat mustahil.


Wali Kota menatap Ling Feng dengan pandangan kosong dan putus asa, dan itu di balas dengan tatapan acuh oleh Ling Feng. Detik kemudian ia pun menatap tajam ke arah Ling Feng dan berteriak kencang.


“Bagaimana mungkin! Bagaimana mungkin! Bagaimana mungkin kau melakukan hal itu! Dengan jarak sedekat itu! Dengan jarak sedekat itu, tidak mungkin bagimu untuk mengeluarkan teknik bertahan sekalipun! Tapi bagaimana bisa dirimu membelahnya!” Teriak marah sang wali kota yang sudah jatuh dalam keputusasaan. Ling Feng tidak berkata apapun, ia hanya diam saja dengan pandangan dingin yang sama.


“Aku tidak menerima ini! Aku tidak menerima ini! Ah bocah kepa*at! Aku tidak meneri-“ Teriakan sang Wali Kota terhenti, karena Ling Feng langsung membelah kepala Wali Kota dengan pedang nya.


“Berisik Iblis cacat. Kalau kau ingin berkomentar, tanyakan saja pada dirimu sendiri di neraka sana.” Ucap Ling Feng dengan nada dingin. Mengibaskan pedangnya, menghilangkan sisa-sisa darah sang Wali Kota.


>>>>>> Bersambung

__ADS_1


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2