Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Ling Feng vs Dun Cao (2)


__ADS_3

Ling Feng menggunakan kedua pedangnya membentuk silang lalu menebaskan nya ke arah Dun Cao. Melihat tebasan pedang Ling Feng, Dun Cao tidak berniat untuk menahannya. Karena ia merasakan perasaan bahwa jika ia menahan tebasan tersebut akan berdampak buruk baginya.


"Dao pedang yang sangat kuat, dan lagi umurnya masih sangat muda. Pemuda ini, suatu saat akan menjadi ancaman bagi rencana ku jika tidak disingkirkan saat ini." Batin Dun Cao. Awalnya ia ingin menggunakan sesuatu, namun memilih untuk tidak menggunakan mengenal tentang efek yang akan ia terima.


Tidak memberi nafas, Ling Feng maju sekali lagi menerjang kali ini tidak tanggung-tanggung, ia menggunakan kecepatan tertingginya muncul dihadapan Dun Cao. Dun Cao yang melihat itu sudah tidak terkejut, daripada memilih untuk menghindarinya. Dun Cao memilih untuk menahannya untuk mengurangi efek serangannya. Alhasil Dun Cao tidak mundur dan sebaliknya Ling Feng lah yang terpental akibat serangannya.


" Kemampuan beradaptasi miliknya sangat mengerikan. Tua Bangka itu terlalu cepat menghafalnya. Aku rasa serangan kejutan tidak akan lagi berefek terhadapnya." Batin Ling Feng. Dun Cao yang melihat Ling Feng terdiam tidak menyia-nyiakan kesempatan.


"Kalau kau sudah selesai, maka giliran aku sekarang yang maju." Kata Dun Cao menyiapkan kuda-kuda lalu maju menerjang. Dun Cao maju menerjang dengan kecepatan tertinggi miliknya, namun hal itu masih bisa dilihat oleh Ling Feng. Ling Feng berniat menghindarinya, akan tetapi tiba-tiba terjadi sesuatu yang tidak terduga.


Tubuhnya tiba-tiba tidak bisa digerakkan sama sekali. Dun Cao menyeringai tanpa basa-basi ia langsung menyerang Ling Feng dengan tinjunya.


"Ughhkkk sial, apa-apaan ini." Batinnya sembari muntah darah akibat tinju Dun Cao.


Wushhhh


Booommmm


Ling Feng melesat terbang sangat cepat kebelakang sampai-sampai bangunan sekte yang berada dibelakangnya tersebut, hancur rubuh saat itu juga saking kuatnya tinju Dun Cao.

__ADS_1


"Tinjunya sangat kuat, jika aku tidak berkultivasi tubuh serta tulang ku bukan tulang serigala, aku takut saat ini tulang-tulang ku sudah hancur. Lalu apa-apaan tadi aku tidak bisa bergerak sama sekali." Gumam Ling Feng sembari bangkit. Baru saja dirinya bangkit, Dun Cao sudah muncul disampingnya sama sekali tidak memberikan jeda. Sekali lagi ia muncul dengan tinju mengarah ke wajah Ling Feng lebih tepatnya kearah pipi.


Ling Feng dapat melihat arah serangan itu, tapi lagi-lagi ia tiba-tiba tidak bisa mengontrol tubuhnya untuk menghindari serangan tersebut. Sekali lagi ia terkena pukulan telak terbang kembali keluar dari puing-puing bangunan tersebut.


"Sial ada yang aneh disini." Batinnya sembari menatap Puing-puing bangunan dan terlihat Dun Cao melesat kembali ke arahnya. Melihat itu Ling Feng langsung menggunakan elemen angin miliknya untuk berpindah tempat. Alhasil tinju Dun Cao hanya mengenai angin saja.


Ling Feng muncul kembali setelah berjarak beberapa meter dari Dun Cao. Dun Cao sendiri sudah tidak terkejut ketika melihat Ling Feng melakukan hal seperti itu. Ling Feng sendiri masih bingung bagaimana dirinya tidak bisa bergerak, namun ia pernah mendengar dari Long Tian bahwa ada seseorang yang bisa mengendalikan ruang dan waktu.


Melihat hal ini ia sedikit percaya bahwa orang-orang tersebut ada nyatanya. Namun, setelah ia pikir-pikir kembali. Ia tidak melihat tanda-tanda Dun Cao menggunakan kekuatan waktu. Jadi hanya dapat disimpulkan bahwa Dun Cao mempunyai artefak yang dapat bisa menghentikan waktu dalam jarak tertentu.


"Tua Bangka ini ternyata mempunyai benda seperti itu, hal ini menjadi lebih merepotkan." Batin Ling Feng. "Tua Bangka sepertinya kau mempunyai benda yang menarik. Sampai-sampai pukulan mu bisa mendarat telak di wajahku ini." Kata Dun Cao.


Ling Feng kali ini tidak bertindak gegabah untuk menyerang, ia berniat mencoba sesuatu untuk memperkirakan artefak yang memiliki kekuatan waktu.


Ling Feng menjadi lebih pasif walaupun pada ujungnya tidaklah mudah untuk memperkirakan hal tersebut dan berakhir terkena tinju miliknya. Dun Cao yang melihat tindakan aneh Ling Feng tidak memikirkan hal aneh itu, Ia sudah termakan oleh amarahnya mengetahui pembunuh adiknya berada didepannya.


Ling Feng tidak menyerah. Ia masih berusaha untuk memperkirakan jarak jangkauan artefak milik Dun Cao. "Hahahaha bocah bodoh! kau tidak akan bisa mengalahkan ku dengan adanya artefak waktuku. Terima saja kematian mu sebagai bentuk balas dendam adikku yang kau bunuh." Ucap Dun Cao tidak menurunkan niat membunuhnya sama sekali.


Ling Feng tidak menggubris perkataannya sama sekali. Ia memilih diam tidak menanggapi perkataan Dun Cao dan menganggapnya angin lalu. "Bocah yang keras kepala ya itu lebih baik, karena kematian yang mudah tidak akan membuat puas jiwa adikku." Ucap Dun Cao. Ia berlari dengan menggunakan kecepatan tertingginya mengitari Ling Feng.

__ADS_1


Ling Feng sendiri masih bisa melihat pergerakan Dun Cao, namun artefak waktu yang dimiliki oleh Dun membuat ia tidak bisa menyerang balik.


Pada saat itu, Ling Feng menutup kedua matanya. Menutup seluruh Indra miliknya. "Tenang, aku harus tenang. Perkirakan jaraknya, jangkauan luasnya, waktunya. Ingat itu baik-baik." Gumam Ling Feng. Dun Cao yang tidak bisa mendengar gumaman Ling Feng hanya berteriak saja, "Bocah mau sekalipun kau menggunakan trik apapun, hasilnya akan tetap sama. Kau tidak akan bisa menyentuh ku Baji*gan!" Teriak Dun Cao menyerang dari titik buta Ling Feng.


Pada saat jaraknya hampir satu meter, Ling Feng refleks mundur menghindari serangan Dun Cao. Lagi-lagi serangan Dun Cao meleset. Namun, serangan yang meleset kali ini membuat Dun Cao terkejut. Ling Feng menggumam sesuatu di telinga Dun Cao.


"Biarkan insting alam bawah sadar ku yang menggerakkannya lalu tebaslah." Gumam Ling Feng tepat ditelinga Dun Cao.


Shringgggggg


Crasssss


Ling Feng berhasil menebas, namun sayang tebasan itu tidak cukup membuat luka terhadap Dun Cao. Ia menggunakan pelindung sebagai gantinya, Oleh karena itu pelindung milik Dun Cao langsung rusak walaupun hanya sekedar tebasan pedang.


Tebasan pedang yang dimiliki oleh Ling Feng telah diperkuat oleh Dao pedang. Alhasil berbeda dengan tebasan pedang yang biasa.


"Kau bocah bren*sek bagaimana bisa kau lepas dari hukum waktu ku ?!" Kata Dun Cao dengan penekanan disetiap katanya. Ling Feng yang mendengar itu berkata.


"Pikir saja sendiri lagipula apa urusannya dengan mu." Ucap Ling Feng dengan nada mengejek. Dun Cao yang mendengar itu menggertakkan giginya sampai mengeluarkan darah saking marahnya

__ADS_1


>>>>> Bersambung


__ADS_2