
“Apakah ini masih orang yang sama, yang baru saja menghajar orang sampai babak belur?” Batin semua orang yang ada di sana, melirik Ling Feng dengan keringat dingin mengalir di dahinya masing-masing.
>>>>>>______
“M-maafkan Tuan atas perkataan lantang ku, tapi aku rasa Anda lebih baik pergi dari sini sekarang juga.” Kata pelayan pria, seraya membersihkan sisa-sisa pecahan botol, yang ada di lantai.
“Apa maksud mu?” Ling Feng bertanya balik dengan singkat kepada pelayan pria tersebut tanpa menoleh kepadanya, dan kembali meminum arak baru yang ia pesan.
“Orang yang baru saja Anda buat babak belur adalah pemilik dari rumah dagang teratai biru. Besar kemungkinan dirinya tidak akan membiarkan Anda begitu saja, karena telah mempermalukan dirinya. Aku cukup yakin, bahwa ia akan datang kembali bersama dengan para pengawal yang ia bayar.” Kata pelayan menjelaskan tentang latar belakang dari pria besar yang baru saja Ling Feng buat babak belur. Pelayan tersebut juga mengatakan bahwa pengawal yang di bayar, bukanlah pengawal biasa, melainkan seorang ahli bela diri.
Pelayan tersebut berharap untuk Ling Feng pergi saja dari kedai, mengingat ahli yang di bawa pria besar itu mungkin lebih kuat dari nya dan jumlahnya mungkin tidak sedikit. Walaupun ia sudah melihat Ling Feng yang begitu kuat, namun dirinya berpikir tidak mungkin baginya untuk menghadapi beberapa ahli sekaligus.
Alih-alih respon merasa cemas atau pergi, Ling Feng malah mengajukan pertanyaan berupa dua buah kata, yang membuat pelayan pria tersebut terkejut ketika mendengar nya. “Berapa orang?” Tanya Ling Feng, yang membuat pelayan pria tersebut terkejut.
“Eh apa?” Ujar pelayan tersebut, yang tidak fokus dengan pertanyaan Ling Feng, kembali mengajukan pertanyaan kepadanya.
“Berapa orang yang akan ia bawa kemari?” Tanya Ling Feng.
“Mungkin sekitar empat atau lima dan masing-masing ranah diantaranya adalah ranah Kaisar dan ada juga yang berada di ranah bumi.” Jawab pelayan tersebut.
“Kalau begitu akan menunggunya.” Kata Ling Feng lalu kembali menuangkan araknya ke dalam gelas dan meminumnya dengan sekali teguk.
“Ehhhh... Aku tahu bahwa tuan adalah seorang ahli juga, namun jika menghadapi para ahli sekaligus, sekalipun Anda kuat, mustahil untuk Anda bisa menang.” Kata pelayan tersebut berusaha untuk membujuk Ling Feng. Namun, respon Ling Feng benar-benar sangat tenang sekali, layaknya seperti air sungai yang mengalir dengan tenang.
__ADS_1
“Ya kau lihat saja nantinya. Terlebih lagi, sudah terlambat untuk aku bisa pergi dari sini sepertinya.” Kata Ling Feng seraya menyesap araknya lagi membuat pelayan pria tersebut tidak mengerti dengan kalimat terakhir Ling Feng awalnya, namun beberapa saat kemudian pintu masuk kedai pun di buka cukup keras, membuat bel tanda masuk, terdengar sangat kencang.
Terihat sosok pria dengan dua buah pedang di punggungnya menyapu pandangan nya, dan baru berhenti ketika menatap Ling Feng. Pria tersebut melangkah dengan langkah lebar ke arah tempat duduk Ling Feng.
“Keluar sekarang juga. Aku tahu kau adalah orang bertopeng aneh yang di maksud oleh bos ku.” Kata pria tersebut yang tidak lain adalah pengawal dari pria besar yang Ling Feng buat babak belur.
“Arakku akan segera habis jadi tunggulah sebentar lagi.” Kata Ling Feng dengan raut wajah yang masih sama, tidak berubah sedikit pun. Mendengar hal itu, pengawal pria pun menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Ling Feng, namun dirinya tidak beranjak dari tempat ia berdiri, dan memilih untuk menunggu Ling Feng selesai dengan minuman araknya.
Sekelompok orang yang berada di kedai pun mulai saling berbisik-bisik membicarakan tentang Ling Feng tentunya, walaupun Ling Feng bisa mendengar apa yang mereka bisik-bisikkan itu, dirinya tetap acuh dan fokus pada arak yang ia pesan itu.
“Wah sepertinya ada tontonan menarik sebentar lagi.”
“Ya kau benar. Sudah lama tidak ada tontonan gratis, seperti ini. Sayang rasanya jika di lewatkan.”
“Hehhh... Menarik, kalau begitu kita langsung saja.” Kata orang tersebut seraya mengeluarkan uang mereka, diikuti dengan semuanya. Tidak membutuhkan waktu yang lama, untuk uang-uang tersebut terkumpul.
>>>>>>______
“Baiklah aku sudah selesai minum, jadi ayo pergi.” Kata Ling Feng beranjak dari tempat duduknya, pengawal pria itu pun menganggukkan kepalanya berjalan di depan Ling Feng, namun hal itu tidak berlangsung lama, karena tepat hampir di depan pintu, secara tiba-tiba Ling Feng mengangkat satu kakinya dan menendang pantat pengawal pria tersebut hingga jatuh tersungkur dengan sangat menyedihkan. Hal yang dilakukan oleh Ling Feng, langsung mendapatkan beberapa teriakan antusias dari pelanggan kedai tersebut.
“Bersikaplah lebih sopan, jika kau memang ingin di hargai.” Kata Ling Feng lalu keluar dengan melangkahi tubuh pengawal pria tersebut. Tepat ketika ia di luar, terlihat seorang pria besar yang wajahnya telah babak belur, dan terlihat seperti ba*i. Pria tersebut tidak lain adalah pemimpin dari rumah dagang teratai biru.
Terlihat ada lima ahli bela diri berdiri tepat di belakang pria besar itu. Bukan hanya itu, saja bahkan jalan di depan kedai itu, sudah terlihat terisolasi, karena banyak para warga yang tiba-tiba tertarik untuk mengetahui apa yang telah terjadi saat ini.
__ADS_1
“Waktu ku tidak banyak, karena aku masih mempunyai beberapa hal yang harus di urus. Oleh karena itu, majulah sekaligus tidak perlu berlama-lama lagi.” Kata Ling Feng. Pria besar itu menggertakkan giginya lalu berteriak keras, “Habisi kepa*at itu! Bunuh jika memang perlu!” Teriak pria besar itu dan para ahli bela diri yang ia sewa pun mulai bergerak secara bersamaan kepada Ling Feng.
Ling Feng, menanggapi nya dengan senyum tipis, yang bahkan saking tipisnya senyuman itu. Tidak ada yang menyadari, bahwa Ling Feng sedang tersenyum saat ini. Ia bahkan melirik dengan santai ke belakang, dimana pelayan pria yang tadi sudah memperingatkan dirinya sedang berdiri menatap ke arahnya.
“Berani-beraninya kau teralihkan kepada hal yang lain ketika sedang menghadapi kami bocah! Terima seranganku ini!” Teriak salah satu pengawal, yang ranahnya sudah berada di tingkat Kaisar bintang delapan.
Pengawal ranah kaisar itu langsung melancarkan serangan berupa hunusan pedang ke arahnya, pedang tersebut telah di aliri oleh Qi penggunanya, sesaat sebelum ia menghunuskan pedang tersebut ke arah Ling Feng.
Shringggg...
Hunusan pedang itu tidak mengenai siapapun, hanya angin kosong saja. Sontak hal itu membuatnya terkejut. Pasalnya, ia sangat yakin sudah menghunuskan pedangnya ke arah yang benar, tapi apa yang terjadi saat ini adalah sebuah kenyataan, bahwa dirinya telah meleset.
“Kau menghunuskan pedang mu ke arah mana bodoh.” Kata Ling Feng yang membuat ahli tersebut membelalakkan kedua matanya, dan detak jantungnya bahkan sempat berhenti. Sekali gerak, Ling Feng langsung melayangkan sebuah tendangan yang cukup kuat mengenai telak tepat di bagian pipi pengawal ranah kaisar itu.
Pengawal pria itu langsung terpental cukup jauh, menembus kerumunan orang-orang dan baru berhenti setelah beberapa meter jauhnya. Orang-orang yang melihat itu, tidak bisa untuk tidak berkeringat dingin pasalnya, orang yang di buat terpental itu adalah seorang ahli ranah kaisar, dan kini terlihat begitu mudah di terbangkan oleh sosok pemuda tanpa aura sama sekali.
Ling Feng sendiri hanya menyeringai menanggapi hal itu, dan dirinya pun tidak berniat untuk berdiam menunggu saja dan mulai maju menerjang ke arah empat yang lainnya. “Jangan melamun ketika sedang dalam pertarungan, jika memang tidak ingin terbunuh.” Bisik Ling Feng ke salah satu pengawal yang lainnya dan langsung melayangkan sebuah pukulan yang sangat kuat mengenai telak di bagian perut pengawal tersebut. Tidak berhenti di sana saja, Ling Feng bahkan langsung menyerang dagu pengawal itu, dengan menggunakan dengkul kakinya.
Membuat satu pengawal lagi, langsung terbang ke udara dan mendarat di tanah setelah membuat kawah kecil dengan dirinya sebagai pusat kawah tersebut.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.
__ADS_1