
“Apakah kau sedang mengancam ku?” Ucap Ling Feng dengan nada acuh tak acuh menatap Chu Zhi dengan padangan tajam. Pada saat Ling Feng berkata seperti itu, udara dalam ruangan tersebut tiba-tiba mendadak berubah sesak. Para menteri yang berada di sana mendadak kesulitan bernafas kecuali, Han Lang dan putranya, karena secara tiba-tiba muncul sosok pria sepuh lainnya menghalangi aura penindasan Ling Feng.
Ling Feng sendiri tidak peduli dengan kehadiran sosok tersebut. Ia lalu kembali menarik aura penindasan nya lalu berbalik badan hendak pergi, namun sebelum dirinya pergi. Pemuda itu berkata, “Kau tidak perlu membawa sekte naga langit dalam permasalahkan kita, aku sendiri saja sudah cukup untuk meluluh lantakkan Kekaisaran ini rata dengan tanah.” Ucap Ling Feng lalu melangkah pergi dari sana.
Shaaatttttt
Crasshhhh
“Itu adalah sedikit pelajaran, karena kau telah menyinggung tuan muda.” Ucap Ren Hu sebelum pergi lalu melangkah pergi mengekor di belakang Ling Feng. Sontak para menteri pun melirik ke arah Chu Zhi, dan Chu Zhi pun melirik ke arah lengan kanannya yang merasa perih di sana. Pada saat itulah darah yang sangat deras keluar dari pergelangan tangan Chu Zhi membuat terkejut para menteri di sana.
>>>>>>_____
Han Lang hanya bisa menghela nafas panjang melihat kebodohan para menterinya. Ia lalu melirik ke arah pria sepuh yang masih berdiri di hadapan, hendak berkata sesuatu kepadanya, namun sebelum ia mulai berbicara, pria sepuh yang tidak lain adalah penjaga langsung dari kaisar, tiba-tiba berkata.
“Han Lang akan kukatakan ini dengan sungguh-sungguh sebagai orang tua yang telah lama mengarungi dunia kultivator. Pemuda itu, tidak bercanda dengan kata-katanya, ia mampu untuk mewujudkan apa yang ia katakan tadi.” Ucap Penjaga Kaisar itu seraya menoleh menatap kedua mata Han Lang dengan pandangan serius.
Degggghhhh... Deggghhhh...
Tepat ketika penjaga kaisar berkata seperti itu, seluruh orang yang berada di dalam ruangan pertemuan sontak menahan nafas, bahkan Chu Zhi sudah keringat dingin ketika mendengar hal itu. Semua orang yang berada di ruangan pertemuan membatin pertanyaan yang sama, “Sekuat apa pemuda ini sampai-sampai salah satu kultivator terkuat di Kekaisaran Han memberikan peringatan yang sangat serius.”
“Ya kalian semua yang berada di sini bebas memilih untuk percaya dengan kata-kata ku atau tidak, namun jikalau pemuda itu datang kembali dengan tekad yang sama, aku dan Kaisar Han sebelumnya pun tidak akan cukup untuk menahan pemuda tersebut meratakan Kekaisaran dengan tanah.” Ucap penjaga kaisar lalu pergi menghilang begitu saja menyisakan ruang pertemuan yang hening.
__ADS_1
Han Lang sendiri menyesal, karena tidak mengehentikan pertikaian diantara keduanya, niat awalnya memang hendak menguji Ling Feng, karena ia sudah mendengar banyak hal tentang pemuda tersebut dan ingin mengetahui nya langsung dengan kedua matanya langsung, namun secara tiba-tiba mendadak di luar kendalinya, dan ia pun terlambat untuk menghentikan pertikaan tersebut.
“Haihhhh... Memang benar ya, penyesalan itu datangnya selalu terakhir.” Gumam Han Lang menghela nafas panjang. Para menteri yang mendengarkan gumamman dari sang kaisar, hanya bisa terdiam membisu tanpa bisa menimpali apa yang di gumamkan oleh sang kaisar. Acara dimana seharusnya Pihak kekaisaran memberikan penghargaan kepada Ling Feng, berubah menjadi salah satu alasan Ling Feng membenci kekaisaran. Sungguh ironis sekali.
Sementara Itu di Sisi Ling Feng
Ling Feng dan Ren Hu telah keluar dari istana kekaisaran. Ren Hu menatap punggung Ling Feng dengan pandangan khawatir, karena ia baru melihat lagi raut wajah tanpa emosi milik Ling Feng. Dirinya penuh melihat raut wajah itu sebelumnya, ketika ia masih menetap di Hutan terlarang Kekaisaran Wei, namun tatapan yang Ling Feng tujukan tadi, lebih dingin daripada yang ia pernah lihat, bahkan ia merasakan bulu kunduknya berdiri, ketika melihat tatapan Ling Feng yang menurutnya sangat menakutkan.
“T-tuan muda... Apakah Anda ingin saya melakukan sesuatu kepada kekaisaran? Jika iya, aku dengan senang hati menggantikan Anda untul melampiaskan rasa kesal Anda kepada pihak kekaisaran.” Ucap Ren Hu sedikit gugup awalnya, namun ia menghela nafas pendek lalu mengatakan seluruh kalimatnya dengan predikat ketiga tegasan baik.
“Eh kenapa kau bertanya seperti itu?” Ujar Ling Feng balik bertanya. “H-habisnya mereka berani-beraninya telah menyinggung tuan muda. Hanya karena mereka lebih tua, mereka bersikap begitu angkuh terhadap Anda, apalagi orang tua yang bernama Chu apalah itu, mengingat nama marganya saja, sudah membuat ku kesal.” Kata Ren Hu menunjukkan ekspresi kesal, walaupun wajahnya tertutup dengan cadar saat ini, namun hal itulah yang membuatnya terlihat lucu.
“Sudahlah Ren Hu. Kau tidak perlu bertindak sampai seperti itu, biarkan saja.” Ucap LIng Feng terkekeh pelan membuat Ren Hu pun langsung membelalakkan kedua matanya terkejut. “E-eh. Sungguh akan dibiarkan begitu saja tuan muda? Biarkan saja aku turun tangan kali ini dan menghabisi para orang tua sia*an itu.” Ucap Ren Hu dan sekali lagi mendapatkan respon gelengan kepala dari Ling Feng.
“Tergantung situasi yang di ambil oleh pihak kekaisaran nanti.” Ucap Ling Feng lalu kembali melanjutkan langkahnya. Ren Hu yang mengerti maksud dari situasi yang dimaksud oleh Ling Feng pun menganggukan kepalanya.
Walaupun ia tidak berencana untuk melihat-lihat, namun jalan yang ia ambil untuk menuju gerbang kota itu memang kebetulan harus melewati sebuah pasar. Alhasil Ling Feng mau tidak mau masuk ke dalam pasar tersebut dan sekedar untuk melihat mencoba keberuntungan nya di pasar tersebut. Kedua pasang matanya melirik ke kanan dan kiri, dimana para pedagang menjajakan dagangan mereka masing-masing.
Ling Feng terus melangkah maju seraya sesekali melirik ke kanan dan kirinya, namun seiring langkahnya ia masih belum menemukan apapun yang menarik perhatiannya. Sampai ketika ia hampir tiba di penghujung pasar, ada satu kios yang barangnya menarik perhatian Ling Feng. Tanpa pikir panjang Ling Feng pun mendekati kios pedagang tersebut yang terlihat sangat sepi ketimbang kios-kios lainnya.
Sontak pedagang yang melihat Ling Feng, langsung menunjukkan wajah sumringah, dengan tanggap langsung memperlakukan Ling Feng bak kaisar. “Silahkan di lihat-lihat tuan muda... Aku menjual berbagai macam benda ajaib dan bahan-bahan spiritual. Silahkan di lihat-lihat terlebih dahulu.” Ucap pedagang tersebut ramah luar biasa.
__ADS_1
Ling Feng mengabaikan pedagang tersebut lalu mulai menelusuri dan memperhatikan satu persatu benda yang dijajakan. Sampai ia berhenti di sebuah batu hitam legam yang tidak mecolok di antara benda-benda yang di jajakan di sana. Instingnya berkata untuk mengambil batu hitam tersebut. Seraya memasang wajah acuh tak acuh ia pun berkata, “Berapa batu hitam ini?” Tanya Ling Feng.
“Oh batu hitam itu ya. Tidak mahal kok tuan muda. Hanya tiga keping koin emas saja.” Ucap pedagang tersebut. Pedagang itu sendiri tidak mengetahui batu apa itu sebenarnya, namun ketika ia menemukan batu hitam tersebut, ia sempat merasakan qi yang samar-samar keluar dari dalamnya, oleh karena itu ia pun memutuskan untuk menjualnya.
“Tiga keping emas hanya untuk batu hitam tidak jelas ini? Apakah kau berniat untuk merampokku. Tiga keping perak akan kubayar batu ini.” Kata Ling Feng yang tidak terima dengan harga tersebut dan menawarkan harga yang lebih drastis.
Mendengar hal itu, wajah pedagang tersebut yang awalnya berseri-seri, tiba-tiba mendadak berubah drastis menjadi gelap. Ia menawarkan harga tersebut juga, karena melihat dari cara berpakaian Ling Feng yang rapih dan bersih, oleh karena itu pedagang tersebut menilai bahwa Ling Feng berasal dari keluarga kaya.
“Cihhh... Kalau memang tidak mau harga segitu, maka pergi saja sana.” Ucap pedagang tersebut mengusir Ling Feng. Ia berpikir bahwa Ling Feng akan balik lagi, karena samar-samar ia melihat bahwa Ling Feng tertarik dengan batu hitam tersebut, akan tetapi jawaban yang keluar dari mulut Ling Feng benar-benar mematahkan ekspektasi nya.
“Baiklah... Aku melihatnya, karena terlihat cukup bagus untuk dijadikan hiasan, namun lebih baik mencari di kios lain yang mungkin ada yang lebih baik dari ini dan tentunya dengan harga yang lebih murah.” Ucap Ling Feng lalu melangkah pergi begitu saja tanpa menoleh sama sekali.
Melihat Ling Feng yang tidak ragu-ragu, pedagang itu pun langsung memanggilnya kembali, “T-tunggu dulu tuan muda.” Panggil pedagang tersebut. Ling Feng yang medengar dirinya di panggil kembali, diam-diam tersenyum, lalu menghilangkan senyuman itu ketika dirinya berbalik lagi menghadap sang pedagang.
“Baiklah, baiklah, tuan muda boleh mengambil batu hitam itu dengan harga lima koin perak.” Ucap pedagang tersebut masih sempat-sempatnya untuk menaikkan harganya. Ling Feng tanpa bimbang mengangkat empat jarinya dan berkata, “Lebih dari ini aku sudah tidak bisa lagi.” Ucap Ling Feng.
Pedagang itu pun akhirnya menyerah dengan memberikan batu hitam itu kepada Ling Feng dengan harga empat koin perak. “Terima kasih... Senang berbisnis dengan mu.” Ucap Ling Feng dengan wajah penuh senyuman meninggalkan pedagang dengan wajah yang masam. Ren Hu yang melihat dari kejauhan cara Ling Feng membeli barang, benar-benar tidak ia duga sama sekali. Awalnya ia mengira bahwa Ling Feng akan dengan mudah memberikan tiga koin emas, namun secara tidak terduga Ling Feng malah menawarnya, terlebih lagi menawar dengan harga yang tidak tanggung sama sekali.
Ren Hu benar-benar di buat terdiam oleh Ling Feng, sampai ia baru sadar ketika namanya di panggil. "Ren Hu kenapa kau hanya diam saja di sana? Apakah ada yang ingin kau beli di sini?” Tanya Ling Feng menyadarkan Ren Hu. “Ah tidak ada tuan muda.” Jawab refleks Ren Hu.
“Begitu, kah? Ya kalau memang ada tinggal bilang saja.” Ucap Ling Feng kembali melangkahkan kakinya. Ren Hu menganggukkan kepala nya dan mereka pun kembali melanjutkan perjalanannya.
__ADS_1
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.