
Tanaman besar itu pun marah, karena di serang oleh pemimpin itu. Sontak tanaman itu berubah wujud, menjadi wujud yang lebih mengerikan, pemimpin kelompok itu pun menatapnya ngeri. Akar-akar pun bermunculan melilit tiap-tiap bagian tubuhnya. Dalam sekali hentakan, tubuh pemimpin itu pun dibuat menjadi daging potong, membuat ketiga wanita itu menatap nya dengan jijik sekaligus ngeri.
>>>>>>______
“Hieekk! Makhluk apa itu kak bukan hanya menyeramkan, tapi juga sangat menjijikan.” Ujar Lin’er dengan wajah pucat melihat ke dalam penghalang. Untuk Bing Jiao dan Qing Xian sendiri biasa saja, karena pemandangan seperti itu sudah biasa terjadi bagi para kultivator.
“Ya anggap saja sebagai penjaga dari gubuk kecil tersebut. Aku merasakan sesuatu yang aneh pada saat memeriksanya tadi.” Jelas Ling Feng. Ketiganya pun ber oh ria. Mereka pun tersadar, bahwa bukan Ling Feng tidak sadar, melainkan sengaja melakukan hal tersebut untuk memancing orang-orang tersebut.
“Huahhh... Kakak ternyata licik juga ya.” Kata Lin’er menatap ke arah Ling Feng dengan pandangan yang aneh. Ling Feng yang mendengar hal itu mengedikan kedua bahunya, “Aku tidak licik, aku hanya lebih pintar saja dari orang lain.” Timpal Ling Feng mengatakan apa adanya. Tanaman penjaga itu tidak bisa melihat ke arah Ling Feng dan kelompoknya, karena berada di luar penghalang. Sosok itu pun kembali ke gubuk kecil dan menghilang dalam kabut yang mengelili gubuk tersebut.
“Jadi kak, sekarang apa rencananya?” Tanya Bing Jiao kepada Ling Feng. Bing Jiao bertanya seperti itu, karena mengetahui Ling Feng pasti mempunyai jalan keluarnya. Ling Feng tersenyum di balik topengnya lalu membuka suaranya, “Rencananya adalah dirimu Jiao’er. Elemen Es mu kunci dalam menghadapi tanaman penjaga itu.” Kata Ling Feng membuat Bing Jiao sedikit memiringkan kepalanya tidak mengerti.
“Elemen Es ku?” Bing Jiao mengulang perkataan Ling Feng seraya menunjuk dirinya sendiri, diangguki oleh Ling Feng. “Bukan hanya Jiao’er saja, aku ingin kalian berdua ikut membantu juga.” Ujar Ling Feng melirik kepada Qing Xian dan Lin’er yang langsung dibalas anggukan kepalanya dan memberikan isyarat dengan ibu jarinya.
“Baiklah ini rencananya.” Kata Ling Feng lalu mulai menjelaskan rencana yang akan mereka jalankan untuk menghadapi tanaman penjaga itu.
>>>>>>______
“Begitulah rencananya, mengerti semuanya?” Ujar Ling Feng seraya melirik secara bergantian kearah tiga wanita di hadapannya, setelah menjelaskan rencananya selama lima menit ke depan. Ketiganya serempak menganggukkan kepalanya. “Kami mengerti.” Ucap ketiganya serempak.
Ling Feng tersenyum tipis di balik topengnya lalu berkata, “Untuk bagian akhirnya biar aku saja yang mengurusnya.” Ujar Ling Feng. Ling Feng sendiri sebenarnya bisa mengurus semua sekaligus, namun ia tidak ingin melakukan hal itu. Dirinya sengaja melakukan hal itu, supaya ketiga wanita di hadapan nya ini berkembang lebih baik lagi.
Walaupun ketiganya saat ini terbilang sangat kuat, namun mereka minim pengalaman. Kekuatan tidak hanya di nilai dari seberapa tingginya ranah, melainkan bagaimana seorang kultivator itu berkembang ke tingkah selanjutnya. Bertempur secara langsung seperti ini merupakan suatu hal yang sangat efektif.
“Baiklah kalau begitu. Kita mulai sekarang.” Ujar Ling Feng mengambil kuda-kuda yang sama seperti ketika ia membuka penghalang. Bilah pedangnya pun kembali bersinar dengan warna merah dan biru secara bergantian munculnya.
Shringggg
Ling Feng tanpa basa-basi langsung mengayunkan pedangnya secara vertikal, dan sekali lagi penghalang pun terbuka kembali. Keemapatnya pun langsung bergegas masuk ke dalam penghalang tersebut sebelum beregenerasi kembali.
Tepat keempatnya masuk ke dalam penghalang, tanah yang seharusnya di penuhi oleh banyaknya mayat, kini mendadak bersih tidak menyisakan sedikit pun jejak darah atau pun potongan tubuh. Sontak ketiganya pun merasa sangat heran melihat hal itu. Pasalnya jelas-jelas yang masuk ke dalam sini jumlahnya tidak kurang dari sepuluh orang, namun saat ini benar-benar sangat bersih.
__ADS_1
“Ya tidak perlu heran seperti itu, tanaman penjaga itu pastinya menyerap semuanya tanpa menyisakannya setetes pun, menggunakan trik kabut seperti ini untuk memancing orang-orang penasaran, lalu sesaat penghalang itu dibuka, ia akan langsung menyergapnya. Kesadaran tanaman ini sepertinya juga sudah terbentuk.” Jelas Ling Feng.
Tepat setelah Ling Feng menjelaskan, secara tiba-tiba banyak akar yang melesat ke arah kelompoknya. Ling Feng langsung menarik pedangnya mengayunkannya dengan cepat memotong akar-akar yang datang.
Shringgg... Shringgg... Shringgg...
Dalam tiga kali ayunan, sekian banyak akar yang datang langsung tertebas sebelum mencapai kelompoknya. Walaupun begitu, serangannya tidak hanya sampai di situ saja, akar-akar kembali datang dari area gubuk kecil.
“Teknik Pedang Es: Bunga Salju Abadi.” Ujar Bing Jiao menarik pedangnya dan seketika akar-akar yang datang langsung di ubah menjadi es oleh dirinya.
Shringggg
Swusshhh
“Teknik Pedang Halilintar: Guntur Menyambar Bumi.” Qing Xian yang juga langsung melesat cepat memotong akar-akar yang telah berubah menjadi es, hingga hancur berkeping-keping. Berkat kombinasi keduanya, hanya dalam beberapa detik saja, akar-akar tersebut telah di ubah menjadi es yang hancur berkeping-keping.
“Tidak buruk Saudari Xian.”
“Kamu juga saudari Jiao. Pengendalian mu juga sangat menakjubkan.”
Shhhaaaaaaa.........!!!
Teriakan yang cukup nyaring terdengar, membuat perhatian keempat orang tersebut teralihkan. Kabut tebal yang awalnya menghalangi pandangan, kini perlahan mulai transparan lalu menghilang sepenuhnya. Terlihat sosok tanaman penjaga menghadap ke arah kelompok Ling Feng. Melihat dari gerak-geriknya, tanaman penjaga itu sepertinya marah kepada kelompok Ling Feng yang melawannya.
Shhhaaaaaaa.........!!!
“Hieekk!! Sangat menjijikan.” Ujar Lin’er memasang wajah jelek ketika melihat sosok tersebut. Tanaman penjaga itu kembali menggerakkan akar-akarnya menyerang keempat orang tersebut. Qing Xian tentunya tidak membiarkan hal itu terjadi, sekali lagi ia mengambil kuda-kuda berpedangnya, lalu melesat cepat ke arah akar-akar tersebut dan memotongnya lebih cepat kali ini.
Ling Feng juga tidak diam saja, ia juga membantu Qing Xian dengan cara menebaskan akar yang berhasil meleset dari tebasan pedangnya. Tanaman penjaga itu benar-benar murka, dirinya tidak menyangka sama sekali bahwa manusia yang ia hadapi saat ini benar-benar kuat.
“Baiklah, mulai rencananya sekarang.” Ujar Ling Feng memberikan aba-aba yang langsung diangguki oleh ketiga wanita tersebut. Ketiganya pun langsung melesat cepat ke arah tanaman penjaga itu. Baik itu Bing Jiao ataupun Qing Xian, melancarkan serangan yang sangat cepat dan kuat juga.
__ADS_1
Shringgg... Shringgg... Shringgg... Shringgg...
Crashhh... Crashhh... Crashhh... Crashhh...
Tanaman penjaga yang tidak bisa mengikuti kecepatan dari kedua wanita itu tentunya langsung berteriak, dirinya hendak mengamuk dengan cara melancarkan akar-akarnya secara membabi buta, namun sayangnya usaha itu tidak terwujud, karena secara tiba-tiba Lin’er muncul dengan dua kertas jimat di tangannya. “Hehehe... Terima ini tanaman jelek! Teknik Jiwa: Penghakiman guntur dan bumi!” Ujar Lin’er seraya membentuk segel tangan, membuat dua kertas jimat itu langsung berubah menjadi petir dan bumi secara bersamaan lalu menghantam tanaman penjaga itu.
Jderrrr...! Boooommmm...!
Kedua serangan elemen itu menghantam telak tanaman penjaga itu, walaupun begitu terlihat daya tahan tanaman itu sangat kuat, karena tidak terlihat terluka, melainkan hanya sedikit kejang-kejang saja. “Ughkkk... Aku tidak menyangka tanaman bisa sekuat ini?! Jika itu yang lainnya, mungkin sudah berubah menjadi bubur daging atau abu.” Gumam Lin’er tersenyum pahit, karena serangannya tidak menimbulkan luka sama sekali.
Shhhaaaaaaa.........!!!
Tanaman penjaga itu bangkit kembali, meraung marah kepada Lin’er. Terlihat jelas bahwa tanaman itu benar-benar murka kepada Lin’er, ia lalu menggerakkan kembali akar-akarnya ke arah Lin’er, Lin’er sendiri tidak bergerak, ia hanya berdiri di tempat, namun pada saat akar-akar tersebut hendak sampai pada gadis tersebut, secara tiba-tiba dalam spontan berubah menjadi es.
Tentunya itu membuat tanaman penjaga itu terkejut, instingnya pun merasakan bahaya tepat di belakangnya, dimana di sana ada sosok Bing Jiao yang terlihat sedang mengumpulkan banyak Qi ke dalam pedangnya, tanaman penjaga itu tanpa pikir panjang, hendak menyerang sumber bahaya yang ia rasakan itu.
Swussshhh... Swussshhh... Booommm...
Shringgg... Shringgg... Shringgg...
“Hooohhh... Tunggu dulu tanaman jelek, kau tidak bisa menyerang kakak ku begitu saja. Selama aku masih ada di sini.” Kata Lin’er muncul secara tiba-tiba dengan Qing Xian di sisinya.
Shhhaaaaaaa.........!!!
“Teknik Pedang Seribu: Seribu Pedang Es.” Ujar Bing Jiao langsung menggerakkan seribu pedang esnya kepada tanaman penjaga itu, menghantamnya tanpa ampun.
Shaaattt... Shaaattt... Shaaattt...
Booommm... Booommm... Booommm...
Shhhaaaaaaa.........!!!
__ADS_1
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.