Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Khawatir dan Percaya


__ADS_3

"Hachuuu Brrrr…Siapa sih yang sedang membicarakan ku saat ini." Kata Ling Feng sembari mencuci bersih tangannya dengan menggunakan elemen airnya. "Baiklah sekarang sudah bersih jadi kita masih punya banyak waktu untuk berbicara." Kata Ling Feng entah kepada siapa. Namun, tiba-tiba ada yang menjawab perkataan Ling Feng.


"B-baik tuan." Kata sosok tersebut yang saat ini sedang dibuat bertekuk lutut tepat dihadapan Ling Feng. "Sejak kapan ada orang semengerikan ini di kekaisaran Wei. Dengan mudahnya ia membantai habis sepuluh orang dan merubahnya menjadi kabut darah." Batin orang tersebut yang ditahan oleh Ling Feng.


"Baiklah siapa yang mengutus kelompok mu kemari? lalu dengan tujuan…Ah bodoh tujuan mah sudah tentu ingin membunuhku. Intinya siapa yang orang yang mengutus kalian?" Kata Ling Feng bertanya kepada orang tersebut. "A-aku tidak tau tuan. Orang tersebut menggunakan jubah yang menutupi seluruh tubuhnya termasuk wajahnya." Jawab sosok tersebut terbata-bata.


"Benarkah itu? Jika kau jujur sekarang mungkin tidak sesakit yang dirasakan seperti teman-teman mu yang lainnya loh." Ling Feng mengatakan hal tersebut sembari tersenyum sumringah. Orang tersebut menggelengkan kepalanya. "A-aku tidak berani tuan sungguh aku tidak berani melakukan hal seperti itu." Kata orang tersebut mengatakan dengan cepat ketakutan setengah mati.


Ling Feng melihat raut wajah orang tersebut dan tidak terlihat tanda-tanda bahwa ia berbohong. "Haihhh sayang sekali tidak mendapatkan apapun yang penting." Kata Ling Feng menepuk-nepuk dahinya. "A-aku sudah menjawab s-semua pertanyaan mu aku boleh pergi sekarang kan." Kata orang tersebut terbata-bata.


Ling Feng mengalihkan pandangannya menatap orang tersebut. Orang tersebut yang ditatap seperti itu bergidik ngeri melihat tatapan Ling Feng yang haus darah tersebut. Akan tetapi, perkataan Ling Feng membuat orang tersebut tersentak kaget. "Ya kau sudah boleh pergi sekarang." Kata Ling Feng sembari tersenyum ramah.


Orang tersebut terkejut ketika mendengar Ling Feng berkata seperti itu. Ia bahkan terdiam sesaat ketika mendengarnya sampai perkataan Ling Feng menyadarkan nya. "Kenapa diam? aku tidak jelas mengatakan nya kah." Kata Ling Feng. Membuat orang tersebut sadar lalu bangkit dan berlari secepat yang ia bisa.


"Cihhhhh ternyata ia hanya kuat dan otaknya sangat bodoh sekali. Lain kali akan…" Sampai dalam sekejap ia langsung berhenti melangkah.

__ADS_1


Shringgggggg


Ia berhenti membatin dan perlahan menoleh kepada Ling Feng kembali dan berkata sembari menunjuknya "K-kau bilang aku sudah boleh pergi, t-tapi mengapa ini…" Kata orang tersebut menunjuk-nunjuk Ling Feng. "Ya aku memang bilang kau sudah boleh pergi. Pergi yang kumaksud itu adalah pergi menemui teman-teman mu yang lainnya disana." Kata Ling Feng tanpa beban.


"K-kau…K-kau…" Kata terbata-bata keluar dari mulutnya sampai beberapa detik kemudian kepalanya pun jatuh dari tempatnya dan darah pun memancar keluar dari tempat kepalanya. Ling Feng hanya menatap acuh tak acuh orang tersebut lalu melanjutkan perjalanannya kembali menuju area terlarang di kekaisaran Wei.


"Padahal baru saja sedikit jauh dari kota Anyi…Sudah langsung menemui masalah saja. Keluarga Guan sepertinya sangat ingin mengetahui identitas ku sampai-sampai mengutus sekelompok orang seperti ini. Untung saja Paman Mu bisa membantu ku. Alhasil aku bisa pergi dengan tenang saat ini." Kata Ling Feng tersenyum lalu menghilang menggunakan kekuatan elemennya menghilang dari sana.


Kembali ke Kediaman Qing


"Bodoh~jika kakak tanya seperti itu tentunya aku khawatir lah. Apalagi tempat yang ia tuju adalah area terlarang, namun entah mengapa aku mempunyai firasat bahwa tuan muda Feng pasti bisa melalui itu dan kembali dengan selamat." Kata Qing Xian dengan tenang lalu tersenyum tipis.


Qing Lao yang melihat cara berbicara Qing Xian benar-benar kagum. Qing Xian yang merasa diperhatikan langsung menoleh dan mendapati sang kakak sedang menatapnya. "Kenapa kakak menatap ku seperti itu?" Tanya Qing Xian menaikkan sebelah alisnya. Qing Lao menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa. Senang rasanya melihat kau yang sekarang. Jika bertemu kembali aku akan berterima kasih kepada tuan muda, karena sudah membuat putri es mencair." Kata Qing Lao terkekeh.


Dalam sekejap sebuah pedang sudah bertengger di leher jenjang Qing Lao. "Jika kau masih sayang nyawamu lebih baik kau tidak mengatakannya." Kata Qing Xian dengan wajah acuh tak acuh, namun kedua pipinya sudah berwarna merah. Qing Lao yang mendengar itu seketika keringat dingin langsung keluar dari dahinya. "Siap putri maaf sudah mengatakan hal yang tidak-tidak." Kata Qing Lao bergidik ngeri.

__ADS_1


"Hiiii…Makhluk yang bernama wanita memang menyeramkan." Batin Qing Lao bergidik ngeri. Qing Xian menatap dingin Qing Lao lalu menarik pedangnya kembali dari leher Qing Lao. "Humphhhhh kakak bodoh." Decak Qing Xian. Qing Lao hanya mengalihkan pandangannya saja menutupi wajahnya yang sudah penuh dengan keringat dingin di dahinya.


Sampai suara anak kecil membuat suasana dingin tersebut menjadi hangat. "Kakak Xian lihat yang Lin'er bawa." Kata Lin kecil sembari membawa seekor beast terbang kecil, namun mempunyai warna yang menarik dilihat. "Ehhhhh apa yang Lin'er bawa coba kakak lihat." Kata Qing Xian yang langsung berubah hangat membuat Qing Lao berdecak tidak percaya dengan perubahan secepat membalikkan tangan itu.


Ketika Qing Xian melihat beast tersebut matanya menatap tajam beast terbang itu. Ia lantas bertanya kepada Lin kecil. "Lin'er sayang menemukan hewan kecil ini dimana?" Tanya Qing Xian serius. Qing Lao yang mendengar itu lantas ikut penasaran dan terkejut ketika melihat beast kecil itu.


"Lin'er menemukannya disana sedang diam didekat jendela sana." Kata Lin kecil menunjukkan tempat ia menemukan beast kecil tersebut. Qing Lao langsung bergegas menuju jendela tersebut dalam sekejap membukanya dan menyapu pandangannya. Ia tidak mendapati siapapun disana. Ia lantas mencoba menyebarkan Qi nya dan hasilnya masih nihil tidak mendapati siapapun disana.


Ia lantas menoleh kepada Qing Xian dan menggelengkan kepalanya memberikan isyarat bahwa tidak menemukan keberadaannya. Sampai pintu kamar Qing Lao diketuk dari luar.


Tok…Tok…Tok


Qing Lao dan Qing Xian refleks menoleh ke arah pintu tersebut. Qing Xian lalu memberi isyarat kepada Lin kecil untuk menutup mulutnya. Lin kecil pun menganggukkan kepalanya menutup mulutnya. Qing Lao pun melangkah ke sana tanpa suara, ketika sudah sampai di depan pintu. Ia langsung membukakan pintu tersebut. Qing Lao terdiam melihat sosok tersebut.


"Kakak Lao aku akan membantu mu…Ehhhhh." Kata Qing Xian langsung bersiap-siap, namun terkejut ketika melihat sosok tersebut. "Paman Mu" Kata yang keluar dari Qing Xian ketika melihat sosok tersebut yang tidak lain adalah To Mu.

__ADS_1


>>>>>>> Bersambung


__ADS_2