Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Turnamen Alkemis (3)


__ADS_3

Tetua Yao mulai melihat pil yang dibuat peserta satu persatu. Kebetulan nomor peserta yang Ling Feng dapat adalah nomor yang terakhir. Alhasil ia mendapatkan tempat terakhir meskipun telah menyelesaikan pil nya.


Satu persatu mulai dinilai oleh orang tua tersebut dan tentunya banyak juga yang tidak lulus, ya sebagian itu adalah ulah Ling Feng namun sang empu tetap cuek acuh tak acuh dengan sekitarnya, walaupun sudah ditatap tajam oleh sekelilingnya.


Mengenai apa yang terjadi di arena semua orang langsung terkejut, tidak menyangka bahwa ada seseorang seperti itu yang mengikuti turnamen. Bahkan tuan muda dari paviliun obat sudah merah padam saking kesalnya mengetahui orang yang menghinanya adalah orang kuat seperti itu.


"Cihhhhh, walaupun kau mempunyai kekuatan jiwa yang besar, tetap saja aku yang akan menang pada akhirnya." Batin tuan muda paviliun obat terkekeh sinis. Walaupun Ling Feng kuat, tuan muda paviliun obat ini tidak ingin mengakuinya.


Tidak lama kemudian Tetua Yao mulai menilai pil yang dibuat oleh tuan muda tersebut. Tetua tersebut tersenyum sembari mengusap-usap janggutnya yang panjang dan berkata, "Pil Spiritual tingkat tinggi. Seorang jenius memang tidak salah lagi." Kata Tetua Yao tersenyum. Seluruh penonton langsung bersorak-sorai.


"Kau lihat jenius alkemis diumur nya yang belum genap dua puluh tahun sudah bisa membuat tingkat pil seperti itu."


"Tidak kusangka ia bisa membuat pil tingkat seperti itu apalagi pil itu tingkat tinggi. Memang tuan muda paviliun obat jenius tiada tanding."


Masih banyak lagi teriakan ricuh para penonton ketika mendengar pendapat Tetua Yao mengenai pil tersebut. Tuan muda tersebut langsung berbangga diri bahkan dirinya langsung bersikap angkuh.


Sisi Lain arena


"Selamat ketua tidak kusangka tuan muda paviliun obat bisa membuat pil spiritual dengan tingkat tinggi bahkan jika kulihat lagi pil itu hampir bisa menjadi pil roh tingkat rendah." Ucap Walikota Anyi.


Ketua paviliun obat yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Jalannya masih panjang sayangnya ia masih bersikap sombong seperti itu. Aku harap ia menemukan sebuah tembok supaya membuatnya sadar bahwa kata jenius bukanlah dirinya seorang saja." Ucap ketua paviliun obat.

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan oleh ketua paviliun obat, walikota Anyi dan kepala keluarga Qing tentunya heran. Bahkan terdengar dari nada bicaranya saja bahwa ia tidak bangga sama sekali. Seorang alkemis memang terkadang rumit cara pandangnya, itulah yang mereka pikirkan.


Penilaian pun kembali dilanjutkan. Tetua Yao mulai mendatangi para peserta satu persatu dan kini sudah hampir setengah dari peserta yang mendaftar itupun kebanyakan telah gagal.


"Pil spiritual tingkat tinggi. Lulus dan berhak lanjut ke babak berikutnya." ucap Tetua Yao membuat para penonton kembali bersorak-sorai.


"Pil spiritual tingkat tinggi lainnya kalian dengar itu ternyata masih ada orang yang bisa membuat pil seperti itu selain tuan muda paviliun obat."


"Tidak kusangka masih ada orang yang bisa membuat pil seperti itu selain tuan muda paviliun obat. Apakah masih ada jenius lainnya dalam pil, tetapi aku tidak pernah mendengar orang ini."


Itulah yang mereka katakan. Orang yang membuat pil tersebut menggunakan tudung saji yang membuat identitas tidak diketahui oleh orang-orang. Tetua Yao yang melihat itu sudah terbiasa akan hal itu dan tidak mempermasalahkannya.


Berbeda dengan Ling Feng, Ling Feng ketika melihat orang itu entah mengapa merasakan perasaan yang familiar keluar dari orang tersebut. Dirinya merasa belum pernah bertemu orang tersebut, namun perasaan familiar itu membuat dirinya menjadi heran saat ini.


"Bagaimana aku mengetahuinya, sedangkan saja aku berada dalam dunia jiwamu saat ini." Jawab Long Tian tanpa beban. Ling Feng yang mendengar itu merasa bertanya kepada Long Tian bukanlah hal yang tepat.


Pada saat Ling Feng sedang menatap orang tersebut dalam diam, orang itu langsung membalikkan wajahnya ke Ling Feng dengan senyuman terbit di wajahnya. Melihat orang tersebut menghadap kepadanya Membuat ia merasa semakin penasaran tentang siapa orang tersebut.


"Pikirkan itu nanti, sekarang…"Gumam Ling Feng sembari mengalihkan pandangannya ke tetua Yao yang datang untuk mengecek pil buatannya. Tetua Yao melihat tidak ada sebuah pil pun di atas meja lalu menatap Ling Feng dan bertanya, "dimana pil milikmu." Tanya Tetua Yao. Ling Feng yang mendengar itu langsung mengeluarkan pil berwarna putih bersih dari tungku miliknya.


Melihat pil putih itu, Tetua Yao tidak mengetahui pil jenis apa itu. Bahkan tidak ada aura yang keluar sedikitpun dari pil tersebut, namun warna putih bersih ini menunjukkan bahwa pil itu tidaklah gagal.

__ADS_1


"Pil apa ini? Aku tidak pernah mendengar pil putih seperti ini." Batin Tetua Yao. "Ditambah tidak ada aura yang keluar dari pil putih ini, pil macam apa ini? Akan tetapi dilihat dari ciri-ciri pil ini yang pasti pil ini adalah pil tingkat tinggi dan aku tidak bisa memutuskannya sendiri." Batinnya. Ling Feng yang melihat tetua Yao terdiam membiarkan orang tua itu berlaku sesuka hatinya.


Tuan muda paviliun obat merasa heran dengan Tetua Yao yang terdiam dan tidak bicara. Akan tetapi, mengenal dari kebiasaan orang tua tersebut, pil yang ada didepannya bukanlah pil yang ia bisa nilai.


"Jangan bilang pil tersebut mempunyai tingkat yang lebih tinggi dari pil buatan ku. Sampai-sampai orang tua itu tidak bisa memutuskannya sepihak." Batin Tuan muda paviliun obat menggertakkan giginya.


Orang bertudung pun ikut mengalikan pandangannya juga. Penasaran dengan pil yang dibuat oleh Ling Feng.


"Orang ini bukan orang biasa, tidak kusangka akan bertemu orang seperti ini saat pertama kali keluar dari sekte." Batin orang bertudung itu.


Semua orang merasa heran dengan penilaian tetua Yao yang tidak biasanya ini. Bahkan Walikota Anyi, Kepala Keluarga Qing ikut heran. Hanya Ketua paviliun obat yang terlihat aneh pasca melihat pil putih bersih itu.


Setelah menimbang-nimbang ia awalnya ingin memutuskan pil putih itu adalah pil roh tingkat rendah, akan tetapi tiba-tiba ia mendengar transmisi suara dikepalanya yang membuat ia sempat terdiam sementara lalu berkata Kemudian.


"Pil spiritual tingkat tinggi kau bisa lanjut ke babak berikutnya." Ucap Tetua Yao akhirnya. Sekali lagi para penonton kembali ricuh.


"Pil spiritual tingkat tinggi lagi!!! Aku tidak salah dengarkan pil spiritual tingkat tinggi lagi."


"Tidak kusangka akan muncul jenius pil lainnya. Sungguh tidak menyesal aku datang melihat pertandingan ini."


Para penonton ricuh ketika mendengar penilaian tetua Yao tentang pil milik Ling Feng. Dengan pil Ling Feng yang terakhir maka selesai lah penilaian babak pertama.

__ADS_1


"Babak pertama telah selesai, pertandingan akan dimulai setelah sebatang dupa kemudian." Umum Tetua Yao menutup babak pertama pertandingan alkemis.


>>>>> Bersambung


__ADS_2