
"Heh, memangnya kenapa jika aku memilikinya? tidak bolehkah?" Kata Ling Feng dengan nada mengejek. Iblis tersebut menggertakkan giginya kuat-kuat ia tidak menyangka bahwa bocah manusia tanpa aura yang ia remehkan, bocah yang Manusia yang ia kira hanya jelmaan manusia yang angkuh dan bertindak sok-sokan saja. Ternyata seorang yang sangat jenius.
"Aku tidak menyangka iblis seperti mu akan sekuat ini, pertama kali aku melawan makhluk menjijikkan seperti mu, namun kaulah yang membuat diriku memutar otak ku berulang kali." Gumam Ling Feng memuji, namun dengan nada mengejek. Iblis tersebut hanya diam saja mendengarkan perkataan Ling Feng. Ia tidak bisa bertindak gegabah sekarang.
Walaupun ia bukan termasuk golongan iblis yang kuat, namun ia mempunyai sesuatu yang istimewa dalam jiwanya yang membuat ia setingkat dengan iblis kelas tinggi. Bahkan iblis kelas tinggi sendiri segan melawannya, karena kondisi istimewa yang Iblis tersebut miliki.
Tubuhnya memang kebal terhadap tebasan pedang biasa ataupun senjata yang lainnya. Lebih tepatnya ia mempunyai sesuatu yang istimewa yang membuatnya tidak terluka oleh Senjata. Bukan hanya senjata saja, teknik berpedang ataupun teknik yang lainnya tidak akan bisa melukainya. Karena ia memiliki tubuh khusus yang membuat tubuhnya tidak terluka sama sekali akan Senjata dan Serangan teknik apapun. Walaupun
Namun, walaupun ia tidak mempan terhadap teknik bertarung dan tebasan senjata, bukan berarti ia tidak bisa dilukai sama sekali. Pertama Ia bisa terluka jika musuhnya mempunyai tingkat satu ranah diatasnya. Lalu yang Kedua, jika orang tersebut mempunyai pencapaian pedang yang tinggi. Jika seseorang mempunyai pencapaian pedang yang tinggi, maka membunuh dirinya bukanlah hal yang masalah.
Iblis tersebut sekali lagi menggertakkan giginya. Ia tidak menyangka Ling Feng mempunyai pencapaian pedang yang sangat tinggi. Jika seorang anak kecil pun mempunyai pencapaian pedang yang tinggi,sekali pun ia mempunyai ranah yang tinggi. Dirinya akan terbunuh dengan mudah.
Bisa dibilang Seorang kultivator yang fokus dalam jalan pedang, adalah musuh alami dari keistimewaan yang ia miliki. Dan sekarang musuh alaminya sedang ia hadapi sekali lagi di kehidupan keduanya.
"Kenapa diam saja? kemana sifat angkuh dan sombong mu itu? Kenapa sekarang mulutmu menjadi bisu?" Ucap Ling Feng dengan penekanan disetiap katanya. Bukan hanya menekan dalam perkataan saja, Ling Feng mengeluarkan aura kultivasinya lalu menekan iblis tersebut. Bukan hanya aura kultivasinya saja, ia bahkan mengeluarkan seluruh niat membunuhnya.
Deghhhh
__ADS_1
Mendengar penekanan dari setiap kata, detak jantung iblis tersebut menjadi lebih cepat, merasakan tekanan yang Ling Feng keluarkan.
"Aura sekuat ini keluar dari seorang bocah manusia? dan lagi apakah ia masih manusia? seberapa banyak makhluk yang telah ia bunuh sampai-sampai mempunyai niat membunuh seperti ini?" Batin Iblis tersebut merasa tertekan dengan aura kultivasi Ling Feng yang dipadukan dengan niat membunuh yang sangat mencekam.
Tempat Long Tian
Heh, niat membunuh yang pekat. Feng'er sampai mengeluarkan niat membunuh sekuat ini. Sepertinya iblis rendahan itu cukup merepotkan nya." Ucap Long Tian santai sembari mencekik leher salah satu tua lalu melemparkannya ke sembarang arah.
Tempat Long Tian saat ini sudah hancur cukup parah dan terlihat disana ia masih bersikap santai sedangkan para tetua dari keluarga He sudah terlihat dengan kondisi yang mengenaskan. Tetua pertama melihat Long Tian dengan tatapan tidak bisa berkata-kata lagi. Enam orang tetua kalah mengenaskan begitu saja dari Long Tian tanpa perlawanan sama sekali.
Bahkan ada dua tetua yang berkorban menjadi bom manusia, namun hal itu tetap tidak bisa membuat baju yang Long Tian gunakan menjadi kotor. Padahal Long Tian tidak melakukan pergerakan apapun dan selain hanya melangkah pendek dari tempat ia berdiri sekarang.
Tetua pertama yang mendengar itu juga bingung dengan situasi ini. Bagaimana tidak, satu tetua mati dibakar hidup-hidup oleh Long Tian, dua lainnya mati sebagai bom manusia, kemudian satunya lagi mati mengenaskan dengan siksaan yang mengerikan. Lalu saat ini hanya tersisa tiga tetua saja termasuk dirinya saat ini.
"Apakah kalian sudah selesai berdiskusi nya? jangan membuat ku menunggu terlalu lama? kalian tau sendiri menunggu itu adalah hal yang membosankan." Ucap Long Tian. Ketiga tetua tersisa yang mendengar itu tidak ada yang menjawab perkataan Long Tian.
Merasa diabaikan, Long Tian merenggangkan tubuhnya lalu berkata, "Kalau kalian tidak maju? maka aku yang akan maju sekarang." Ucap Long Tian sembari melemaskan jari-jarinya lalu maju menerjang tetua yang tersisa, namun masih menahan diri dengan memperlihatkan dirinya ketika menerjang maju.
__ADS_1
"Waspada orang itu menyerang sekarang !?" Teriak Tetua kedua membuat kedua tetua yang tersisa mengambil sikap waspada.
Kembali ke Ling Feng
Melihat sang iblis bergetar tubuhnya berusaha menahan tubuhnya supaya tidak bersujud, Ling Feng maju selangkah demi selangkah mendekati Iblis tersebut. Sementara sang iblis alasan mengapa ia sebenarnya menunduk, untuk menghindari kontak mata dengan Ling Feng.
Walaupun sudah kalah, namun dalam dirinya masih tidak berniat mengalah sama sekali. Dalam hatinya iblis tersebut berkata, "Walaupun ia kuat, tetap saja bocah hanyalah seorang bocah. Pemuda ini terlihat naif walaupun dengan wajah seriusnya, aku akan menunggu kesempatan untuk membunuhnya." Kata Iblis tersebut dalam hatinya merencanakan untuk menyerang Ling Feng disaat dirinya lengah. Ling Feng sendiri hanya menatap Dingin He Yuon yang menunduk itu.
Ling Feng melangkah selangkah demi selangkah dan pada saat jaraknya hampir sangat dekat dengan Iblis tersebut, sesuatu yang tidak terduga iblis tersebut mengeluarkan aura kultivasi dan niat membunuhnya untuk menandingi dominasi Ling Feng. Lalu pada saat detik-detik terakhir iblis tersebut langsung mendongakan kepalanya sembari melesatkan tinjunya dan berteriak keras.
"Kep*rat!! kau hanya seorang bocah naif jangan seolah-olah kau bertingkah kau sangat kuat ban*sat!!" Teriak Iblis tersebut melancarkan tinjunya kedepan, namun setelah melancarkan tinjunya, Iblis tersebut membelalakkan matanya terkejut.
"Kau pikir, hanya karena aku masih terlihat muda dan naif. Aku akan sebodoh itu mendekati mu?" Ucap Ling Feng yang sekarang sudah membelakangi iblis tersebut.
"K-ka-kau sejak k-kapan berada dibelakang ku !?" Ucap Iblis tersebut dengan patah-patah dan keringat dingin mengucur deras. Ling Feng yang mendengar itu hanya tertawa mengejek lalu berkata kembali, "Orang yang akan mati tidak perlu mengetahui alasannya." Ucap Ling Feng dengan nada dingin sembari menebas leher iblis tersebut dengan Niat Pedang yang sangat kuat.
Shirngggg
__ADS_1
"Sampaikan salam ku pada raja neraka disana." kata-kata mutiara Ling Feng sembari menatap wajah tidak terima Iblis tersebut.
>>>>> Bersambung