
“Akhrinya... Aku menemukan kota juga setelah hampir seminggu berkelana.” Gumam Ling Feng yang melihat sebuah gerbang kota di daerah pinggiran Kekaisaran Shu.
>>>>>>______
Tanpa pikir panjang, Ling Feng pun langsung pergi menuju kota tersebut. Sistem masuknya pun tidak berbeda jauh, dengan memberikan dua keping koin perak dan kartu identitas, Ling Feng masuk dengan mudah ke dalam kota tersebut. Terlihat suasana kota yang cukup ramai di sana, setelah sekian lama berkelana dan memandang pohon-pohon setiap harinya, kini Ling Feng memutuskan untuk berjalan-jalan di kota tersebut. Sampai ia menemukan sebuah kedai yang terlihat cukup ramai dan membuatnya tertarik untuk datang ke sana.
Kringgg... Kringgg...
“Selamat datang tuan muda di kedai kami. Ada yang bisa saya bantu?” Sapa ramah pelayan yang sudah berdiri tepat di dekat pintu masuk ke dalam kedai. Ling Feng melirik sekilas ke arah pelayan tersebut lalu berkata, “Berikan aku anggur terbaik kalian dan juga beberapa makanan populer di kedai ini.” Kata Ling Feng yang langsung menyampaikan pesanannya.
“Dimengerti tuan muda. Mari ikuti saya.” Kata Pelayan tersebut selesai mencatat pesanan Ling Feng lalu membawa Ling Feng ke sebuah meja di lantai dua dekat dengan jendela yang menampilkan pemandangan jalanan kota.
Setelah mengantar Ling Feng, pelayan tersebut langsung izin pamit dari sana untuk menyiapkan pesanan Ling Feng. Selang beberapa menit kemudian, pesanan nya pun telah jadi, dan tanpa pikir panjang, Ling Feng langsung menyesap minuman anggur yang berwarna putih tersebut, dan langsung memasang senyum tipis di wajahnya sembari lanjut bergumam.
“Hehhh... Anggur ini cukup nikmat, walaupun tidak seenak milik ku, tapi rasanya menarik.” Gumam Ling Feng tersenyum tipis menyesap anggur putih tersebut.
Hiruk piruk suasana kedai dan gelak tawa para pengunjung menjadi suasana khas dari kedai minum tersebut. Dirinya juga menyantap makanan yang ia pesan dengan lahap, seraya sesekali melirik ke arah jendela, karena pemandangannya bisa terlihat jelas dari sana. Awalnya Ling Feng dapat menikmati makanan nya tanpa terganggu, sampai beberapa saat kemudian terdengar suara meja yang di gebrak cukup keras dan teriakan, membuat Ling Feng yang sedang asyik menikmati makanan nya pun terganggu dengan suara tersebut, bukan hanya Ling Feng saja yang terganggu, para pengunjung lainnya pun merasakan hal yang sama dengan Ling Feng.
Brakkkkk...!
“Berani-beraninya kau meminta tuan muda yang terhormat ini untuk menunggu?!” Kata seorang pemuda dengan nada angkuh membentak pelayan dari kedai tersebut. Terlihat sekelompok pemuda yang datang, dimana pemuda yang berdiri di tengah-tengah lah yang membentak pelayan tersebut.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya tuan muda. Saat ini kedai kami sudah penuh, dan kami harap tuan muda untuk bisa menunggu terlebih dahulu.” Kata pelayan tersebut dengan senyum profesional nya, menenangkan pemuda angkuh tersebut. Pelayan tersebut berusaha sebaik mungkin untuk menenangkan pemuda angkuh tersebut, karena ia sangat mengenal pemuda angkuh tersebut, yang mana pemuda itu adalah tuan muda dari keluarga bangsawan yang ada di kota ini.
__ADS_1
Pemuda angkuh itu lantas menyapu pandangan nya menatap para pengunjung kedai tersebut, yang sedari awal sudah menunduk semenjak dirinya datang. Para pengunjung yang mengerti akan tatapan dari pemuda tersebut pun buru-buru pergi dari kedai tersebut, karena jika mereka tetap berada di sana, keluarga mereka akan dalam bahaya.
“Ayo pergi sekarang juga.”
“Benar juga. Aku masih ada urusan soalnya.”
Pelayan tersebut juga tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa tersenyum masam melihat tingkah sombong dari pemuda tersebut, karena jika dirinya melawan, yang kena bukan hanya dirinya saja, tapi juga orang-orang yang ia sayang.
Hanya dalam beberapa menit saja, kedai yang awalnya ramai akan pengunjung, kini berubah menjadi sangat sepi dalam sekejap baik itu lantai satu atapun lantai duanya. Teman-teman dari pemuda angkuh tersebut pun langsung berlomba-lomba menjilatinya dengan cara memuji pemuda angkuh tersebut.
“Seperti yang di harapkan dari tuan muda. Hanya dengan lirikannya saja semua orang langsung menuruti perintah Anda.”
“Ya benar sekali. Tidak ada yang berani menentang keputusan dari tuan muda.”
Pelayan kedai itu pun bahkan terkejut, ketika melihat pemuda tersebut dan dirinya pun buru-buru menuju ke meja pemuda tersebut.
“A-anu tuan. Lebih baik Anda pergi dari sini sekarang juga.” Kata pelayan kedai tersebut setengah berbisik kepada pemuda yang sibuk dengan makanan nya itu. Pemuda itu dengan acuh tak acuhnya berkata, “Kenapa aku harus pergi? Makanan yang kupesan saja masih banyak. Sayang kalau tidak di makan, kan.” Kata Ling Feng dengan santainya membuat pemuda angkuh yang mendengar itu tidak tahan dan langsung mendekati meja pemuda bertopeng itu.
Pemuda angkuh itu datang ke meja pemuda bertopeng itu seraya memperhatikan pakaian yang ia kenakan, pada saat itu dirinya pun menyadari bahwa pemuda bertopeng itu bukanlah orang dari kota ini.
“Hehhh... Jadi begitu ya, kau bukan orang sini jadinya tidak mengerti kharisma dari tuan muda ini. Akan kumaafkan kali ini, karena kau bukan orang sini. Sekarang aku perintahkan kau untuk pergi dari sini, karena aku sedang dalam suasana hati yang baik.” Kata pemuda angkuh itu kepada pemuda bertopeng tersebut.
Pemuda bertopeng itu berhenti sejenak seraya menatap pemuda angkuh tersebut, dirinya pun berkata dengan nada pelan, namun terdengar sangat jelas di telinga semua orang.
__ADS_1
“Pergilah aku sedang tidak ingin di ganggu, karena suasana hati ku sedang baik juga saat ini.” Kata pemuda bertopeng itu dengan acuh tak acuh, membuat semua orang yang ada di sana termasuk pemuda angkuh itu terkejut dengan respon pemuda bertopeng itu. Pemuda angkuh itu tentunya langsung marah seketika itu juga, tanpa pikir panjang, langsung menarik pedangnya dan melancarkan serangan ke arah Ling Feng.
“Kepar*t! Matilah kau bocah teng*k!” Teriak pemuda angkuh itu seraya menghunuskan pedangnya ke arah pemuda bertopeng itu.
Shiringggg...!
“Kau ingin membunuhku dengan serangan selambat siput ini.” Kata pemuda bertopeng itu dengan sangat tenang mengangkat satu tangannya dan menghentikan tebasan pedang pemuda angkuh itu hanya dengan dua jari saja.
Pemuda angkuh itu langsung membelalakkan kedua matanya terkejut, karena pemuda bertopeng itu menahan tebasan pedangnya, hanya dengan dua jari saja.
“B-bagaimana mungkin?!” Ucap refleks pemuda angkuh itu terkejut melihat serangannya di hentikan dengan mudah.
“Oi Bajin*an! Bukankah sudah kubilang padamu untuk tidak menggangguku. Kenapa kau masih bersikeras melakukan hal itu?” Kata pemuda bertopeng itu seraya menatap pemuda angkuh, membuat pemuda angkuh itu langsung gemetar tubuhnya ketika di tatap seperti itu oleh pemuda bertopeng itu.
“Aku ad-“ Belum selesai pemuda angkuh itu berbicara, pemuda bertopeng itu menghempaskan pedang miliknya, dan dengan sekali gerak langsung melayangkan tinju ke bagian perutnya, membuat pemuda angkuh itu melesat cepat ke belakang setelah menghancurkan tiga buah meja di belakangnya.
Booommmm...!
“Kughhhkkk...?! Uhukkk...! Uhukkk...!” Pemuda angkuh itu langsung batuk darah beberapa kali ketika terkena serangan pemuda bertopeng yang tidak lain adalah Ling Feng.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.
__ADS_1