
“Aku akan mengurus para ras iblis itu, mencegah rencana mereka.” Kata Ling Feng dengan tenang, menatap beriringan antara Bing Jiao dan Qing Xian.
>>>>>>______
Selang satu jam kemudian, Lin’er pun membuka kedua matanya. Ia tersenyum cerah ketika merasakan kekuatan jiwanya mengalami kemajuan yang signifikan setelah sekian lama tidak pernah mengalami kemajuan lagi, namun ketika sepasang matanya menangkap dua orang wanita dan seorang pria sedang berbincang dengan nada serius, membuatnya tertarik untuk mendekatinya.
Ling Feng yang pertama kali sadar langsung memanggil namanya, “Oh Lin’er kamu telah sadar. Bagaimana rasanya apakah kamu merasakan sesuatu yang tidak nyaman?” Ucap Ling Feng yang membuat kedua wanita itu refleks menoleh ke arah Lin’er.
“Begitulah kak. Kekuatan Jiwa ku meningkat lagi, walaupun tidak sampai menembus tingkat selanjutnya, namun ini lebih baik daripada tidak ada kemajuan sama sekali.” Kata Lin’er menimpali perkataan Ling Feng apa adanya.
“Jadi, apa yang sedang kalian bicarakan? Raut wajah kalian bertiga sangat serius tadi. Apa yang telah terjadi di sini memangnya?” Tanya Lin’er dengan wajah serius menoleh ke arah Qing Xian. Qing Xian yang di tatap oleh Lin’er pun tidak berniat untuk menutupinya lalu memberitahukan kondisi tanah rahasia saat ini.
Mulai dari ras iblis yang menyusup dan tujuan dari ras iblis yang melakukan persembahan untuk membangkitkan tuan mereka. “Kalau begitu, kita harus mencegah rencana ras iblis ini sebelum benar-benar terwujud.” Kata Lin’er yang langsung mendapatkan penolakan tegas Ling Feng.
“Tidak. Kalian bertiga lebih baik keluar saja dari tanah rahasia. Untuk bagian dalam biar aku yang mengurusnya, aku ingin kalian mengatakan kepada yang lainnya untuk bersiap-siap berperang.” Kata Ling Feng yang menolak tegas pernyataan Lin’er.
Mendengar hal itu, Lin’er pun mengangkat sebelah alisnya lalu melirik ke arah Bing Jiao dan Qing Xian secara bergantian, mengerti kenapa dua wanita itu menatapnya dengan raut wajah serius sekaligus cemas. “Tapi kak buk-“ Perkataan Lin’er yang langsung di potong oleh Ling Feng.
“Kalian bertiga tidak perlu khawatir. Tenang saja dan percayalah, aku pasti akan keluar dari sini.” Kata Ling Feng dengan tegas membuat Lin’er hanya bisa menghela nafas panjang. Melihat sosok Ling Feng yang akan menjadi sangat keras kepala jika itu berkaitan dengan orang-orang yang ia sayangi. Ia tentunya menyadari tatapan dari Bing Jiao dan Qing Xian yang memintanya untuk membujuk Ling Feng supaya ikut keluar juga, namun dirinya juga tidak bisa berbuat apapun ketika mendengar Ling Feng sudah berkata seperti itu.
__ADS_1
“Jika kakak berkata sampai seperti itu, maka aku tidak mengatakan apapun lagi.” Ucap Lin’er membuat Bing Jiao dan Qing Xian menghela nafas gusar, karena Lin’er pun tidak bisa untuk membujuk Ling Feng. Baik itu Bing Jiao ataupun Qing Xian, keduanya menyadari sifat keras kepala Ling Feng, menyadarinya dengan sangat jelas, namun di satu sisi mereka sangat khawatir tentang hal yang dihadapi oleh pria mereka yang pastinya tidak mudah.
Mereka mengetahui, bahkan sangat jelas bahwa Ling Feng sangatlah kuat, namun jauh didalam hati keduanya masih ada rasa khawatir sesuatu yang buruk akan menimpa Ling Feng. Pada saat keduanya sedang tenggelam dalam pikiran nya masing-masing, secara tiba-tiba Ling Feng langsung menarik Bing Jiao dan Qing Xian kedalam pelukannya.
“Aku akan baik-baik saja, kalian berdua tidak perlu khawatir. Pria kalian ini adalah orang kuat, jadi tenang saja ya.” Ucap Ling Feng memeluk cukup erat, membuat kedua wanita itu langsung membalas pelukannya sangat erat, lebih erat darinya. Selang beberapa menit kemudian, Ling Feng pun menguraikan pelukan, terlihat ketika Ling Feng menguraikan pelukannya, dua wanitanya itu nampak masih belum puas, Ling Feng yang menyadari itu, terkekeh pelan lalu mendekatkan wajahnya membisikkan perkataan yang membuat wajah keduanya bersemu merah.
“Tidak perlu memasang wajah seperti itu, nanti kita lakukan lagi jika di sini telah selesai. Kali ini ayo lakukan dengan intens dan lebih panas.” Bisik Ling Feng membuat keduanya tersentak, lalu pipinya bersemu merah.
“Intens matamu.” Teriak keduanya serempak dengan wajah yang sudah bersemu merah, membuat Ling Feng langsung tertawa renyah, karena tingkah malu-malu keduanya. Lin’er yang masih berada di sana hanya mengalihkan pandangannya ke arah lain, seraya menutup kedua telinganya, Lin’er tidak dengar, Lin’er tidak dengar. Gumamnya.
“Baiklah sekarang hancurkan tokennya. Ingat kata-kataku tadi, beritahu para tetua untuk bersiap-siap perang. Kemungkinan besar sudah banyak ras iblis yang berada di sana.” Kata Ling Feng yang diangguki oleh keduanya.
“Kamu harus kembali dengan selamat.”
Ucap keduanya yang diangguki oleh Ling Feng lalu tersenyum hangat sekali lagi. Tepat setelah itu, ketiganya pun langsung menghancurkan tokennya, dalam sekejap, ketiga wanita tersebut seakan tersedot oleh ruang sekitar, dipaksa keluar dari tanah rahasia. Alasan Ling Feng meminta ketiganya untuk keluar adalah menghindari kemungkinan terburuk yang akan terjadi, ia tidak mengetahui seberapa besar kekuatan musuh yang akan ia lawan nantinya. Jadi untuk berjaga-jaga, meminta ketiganya untuk keluar adalah jalan yang terbaik.
Kini hanya tersisa Ling Feng sendiri yang masih berada di tanah rahasia. Ia menarik nafas panjang lalu menghembuskan, menenangkan dirinya. Ia lalu melirik kembali ke arah tempat yang ingin dirinya tuju, “Fyuhhh... Baiklah, baiklah, sekarang waktunya fokus. Jujur saja aku tidak menyangka bahwa ada tuan mereka yang tersegel di sini.” Gumam Ling Feng memasang wajah yang serius lalu mengenakan topengnya kembali.
Ling Feng pun langsung terbang melesat ke arah tempat dimana, Han Ying dan Han Shen terakhir kali bertarung dengan ras iblis.
__ADS_1
>>>>>>______
Kuil Pintu Masuk ke Tanah Rahasia
Terlihat tidak jauh dari pintu masuk ke tanah rahasia, ada sebuah tenda besar yang dibuat, yang mana di dalam tenda tersebut telah berkumpul para tetua dari empat sekte besar, serta petinggi dari kekaisaran Shu. Selain para tetua, di sana juga ada beberapa murid yang ditugaskan untuk berjaga di sekitar tenda, karena di dalam tenda saat ini sedang diadakan pertemuan yang sangat penting.
“Bagaimana Ying’er? Apakah Saudara Feng dan Saudari Jiao sudah keluar dari tanah rahasia?” Tanya Han Shen kepada sang adiknya, Han Ying.
“Belum kak. Saudara Feng dan Saudari Jiao masih belum keluar sampai saat ini.” Ujar Han Ying seraya menggelengkan kepalanya dengan lesu. “Sabarlah, Saudari Jiao pasti akan baik-baik saja. Saudara Feng itu sangat kuat dan pastinya tidak mungkin membiarkan Saudari Jiao terluka.” Kata Han Shen mengelus-elus punggung adiknya, menenangkannya.
Tepat setelah Han Shen berkata seperti itu, secara tiba-tiba portal menuju tanah rahasia tiba-tiba bergetar, semua orang yang berada di sana pun refleks menoleh, dan selang beberapa detik keluarlah tiga wanita dari portal tersebut, yang mana tiga wanita itu adalah Bing Jiao, Qing Xian, dan Lin’er.
Han Ying yang melihat itu langsung mendekati ke arah saudarinya itu. “ Saudari!” Teriak Han Ying membuat Bing Jiao refleks menoleh ke arah sumber suara, dan Han Ying dengan cepat langsung memeluk Bing Jiao dengan erat. Setelah beberapa saat, Han Ying pun menguraikan pelukannya, ia sontak melirik ke arah dua wanita di belakangnya dan mengenali siapa keduanya, namun bukan itu yang ia cari.
“Saudari. Kemana Saudara Feng? Kenapa ia tidak bersama dengan mu?” Tanya Han Ying yang seketika membuat wajah Bing Jiao dan Qing Xian langsung berubah sedih bercampur cemas. Han Shen menyadari perubahan raut wajah kedua wanita itu hal itu bertepatan dengan Tetua Han mengirimkan transmisi suara kepada Han Shen, untuk membawa ketiga wanita yang baru saja keluar dari tanah rahasia, masuke ke dalam tenda.
“Saudari Jiao, dan dua saudari lainnya. Ikutlah dengan ku. Para tetua ingin bertemu dengan kalian bertiga.” Tutur Han Shen, membuat ketiga wanita itu menganggukkan kepalanya lalu mengekor di belakang Han Shen.
>>>>>> Bersambung
__ADS_1
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.