
Ling Feng melirik sekilas ke arah Ling Laohu, lalu tersenyum tipis di balik topengnya. Ia pun lantas berkata, “Aku terpikirkan sesuatu cara untuk menghadapi pemulihan super monster itu, kalian berdua tolong bantu aku.” Kata Ling Feng yang dianggukki oleh Hao Xiang dan Ling Laohu.
>>>>>>______
Apa yang mereka hadapi saat ini adalah bukan beast biasa pada umumnya, melainkan sebuah monster yang mempunyai kekuatan aneh yang sangat tidak normal, dan melawan logika pada umumnya. Oleh karena itu, mereka harus berhati-hati, mengingat minimnya informasi tentang monster laut aneh tersebut.
Walaupun begitu, Ling Feng tetap tidak berniat untuk mundur, karena ia sangat yakin di dalam benak hatinya, bahwa sekuat apapun monster tersebut, tidak mungkin monster itu tidak mempunyai sebuah celah atau titik lemah. Dirinya memang kekurangan informasi dan masih belum mengetahui seberapa kuat monster tersebut, namun bukan berarti ia mundur begitu saja.
Jadi ia memutuskan untuk terus maju dan mengamati setiap gerak gerik dari monster tersebut, mencari-cari kelemahan nya itu. Alasan itu juga, ia meminta bantuan kepada Hao Xiang dan Ling Laohu untuk mengalihkan perhatian dua kepala monster itu, supaya dirinya bisa lebih fokus mencari kelemahan monster tersebut.
Hal yang di perlukan saat ini adalah menghadapi nya dengan tenang dan cerdik, apa yang ia butuhkan saat ini adalah mengenali situasi dan beradaptasi dengannya, jadi alih-alih merasa panik seperti Hao Xiang dan Ling Laohu, Ling Feng yang tenang layaknya seperti air, mengamati setiap gerak-gerik dari monster tersebut.
Hao Xiang dan Ling Laohu yang mendengar rencana Ling Feng, tentunya mereka tidak merasa keberatan sama sekali. Mereka sangat percaya, bahwa Ling Feng pasti bisa menemukan kelemahan dari monster tersebut, dan karena itulah mereka harus mengerahkan seluruh yang mereka punya untuk menarik perhatian mereka.
Groaaarrrrr......!!
Groaaarrrrr......!!
“Mengalihkan perhatiannya mungkin cukup sulit, tapi itu tidak mustahil. Serahkan saja kepada ku guru, aku juga pandai, jika hanya menarik perhatian saja mah.” Kata Hao Xiang tersenyum percaya diri.
“Aku mengerti tuan muda. Kali ini aku tidak akan lengah lagi dan mendedikasikan diriku untuk menarik perhatiannya.” Kata Ling Laohu dengan tegas.
“Baguslah... Ingat kalian berdua. Tetap berhati-hati dan jangan sampai lengah.” Kata Ling Feng menegaskan sekali lagi, yang langsung mendapatkan anggukkan kepala mantap dari keduanya dan keduanya pun langsung maju, masing-masing menyerang bagian kepala dari monster aneh tersebut.
__ADS_1
“Baiklah yang di sini sudah di urus, sekarang tinggal yang di sana...” Batin Ling Feng seraya melirik ke arah pinggiran sungai, di mana terlihat masih banyak para warga desa yang berkumpul di sana. Ling Feng lantas mengirimkan transmisi suara kepada pemimpin desa di sana.
Terlihat para warga desa yang ketika melihat wujud dari monster yang selama ini mengganggu keseharian mereka, bergetar ketakutan mengingat rupa yang mengerikan dan tubuhnya yang begitu besar. Bahkan saking takutnya, mereka tidak bisa bergerak sama sekali dari tempat mereka saat ini, hanya bisa berdiri kaku layaknya patung dengan kedua kaki semuanya sudah bergetar hebat, dan itu termasuk pemimpin desa sendiri.
Akan tetapi itu tidak bertahan lama, karena ia tiba-tiba mendengar suara teriakan muncul di kepalanya.
“Pemimpin Desa. Pemimpin Desa Jawab suara ku.” Kata suara yang tiba-tiba muncul di kepalanya, membuat pemimpin desa bereaksi terkejut, namun itu tidak bertahan lama, karena ia sangat mengenal suara tersebut, namun ia tidak percaya begitu saja apa yang ia dengar itu, dan ia pun memutuskan untuk berbicara kepada suara yang terdengar di kepalanya itu.
“S-suara ini... Siapa kau?” Tanya pemimpin desa dengan niat memastikan.
“Ini aku, jika kau memang benar mendengar suara ku, mendongaklah, dan tataplah aku.” Kata suara tersebut. Pemimpin desa yang mendengar itu pun melakukan hal yang di perintahkan oleh suara tersebut, mendongkakkan kepalanya. Tepat saat itulah, kedua matanya saling bertatapan dengan seorang pria bertopeng yang kini juga sedang menatapnya, yaitu Ling Feng.
“Jadi sekarang kau sudah percaya, bahwa ini adalah suara ku. Mengangguklah jika ‘iya’ jawabannya.” Timpal suara yang muncul di kepala pemimpin desa, dan orang tua itu dengan patuh menganggukkan kepalanya. Pemimpin desa, merinding tubuhnya sekarang, pasalnya ia benar-benar tidak menyangka, bahwa pria bertopeng itu, bisa melakukan hal semacam ini kepadanya.
“Baiklah akan kukatakan dengan jelas dan singkat. Situasi kami di sini tidak bisa di bilang baik-baik saja, jadi aku ingin kamu dan anak buah mu itu, untuk segera membawa para warga desa mu menjauh dari pinggiran sungai sekarang juga. Ya, aku juga tidak memaksa dirimu dan para warga mu untuk tetap tinggal dan melihat pertarungan kami, tapi sebagai gantinya, nyawa kalian akan menjadi taruhan nya. Itu saja, kalau kau mengerti, anggukkan kepalamu.” Ujar Ling Feng selesai menjelaskan situasinya dengan singkat.
Pemimpin desa yang mendengar itu, tentunya langsung menganggukkan kepalanya mengerti, dirinya dan anak buahnya yang berada di sekitarnya itu, langsung mulai membantu para warga, dan meminta mereka untuk menjauh dari pinggiran sungai, sesuai dengan apa yang Ling Feng katakan kepadanya tadi.
Ling Feng yang melihat dari kejauhan pun mengangguk puas, lalu kembali mengalihkan pandangan nya kepada monster berkepala dua itu. Mulai melesat berlari di atas air, menerjang ke arah monster kepala dua itu. Ia kali ini tidak langsung menerjang seperti sebelumnya, ia berlari mengitari tubuh monster itu sembari sesekali mengayunkan pedangnya, melancarkan serangan tebasan kepada monster kepala dua itu.
Dengan Pedang Putih di tangan kanan dan Pedang Hitam di tangan kirinya, Ling Feng melancarkan beberapa kali tebasan pedang ke arah monster kepala dua itu, dan juga tentakel-tentakel, yang berusaha untuk mengejarnya. Ia bahkan terdengar beberapa kali berdecak, karena tepat ia menebas tentakel-tentakel monster tersebut, bagian tersebut dalam beberapa detik langsung pulih kembali.
“Oi yang benar saja, bukan hanya mempunyai pemulihan yang di luar nalar, beberapa bagian sisiknya benar-benar sangat keras.” Batin Ling Feng mengumpat dalam hatinya. Berapapun tebasan pedang yang ia lancarkan kepadanya, monster itu, luka akibat dari tebasan pedangnya langsung kembali pulih setelah kurang dari satu menit. Padahal, tebasan pedang yang ia lancarkan itu merupakan tebasan pedang dari ‘Teknik Pedang Yin Yang’ nya, yang merupakan salah satu dari teknik pedang utamanya, namun hal itu tetap masih belum bisa memberikan luka yang fatal kepada monster raksasa itu.
__ADS_1
Namun, Ling Feng tetap tidak menyerah dan terus melancarkan tebasan pedang beruntun kepada monster tersebut. Sampai kemudian, ia pun dikejutkan dengan monster tersebut yang secara tiba-tiba berteriak kencang.
Groaaarrrrr......!!
Teriakan nya kali itu berbeda dengan teriakan yang sebelumnya, karena teriakan tersebut membuat sebuah gelombang air yang sangat besar. Membuat Ling Feng yang awalnya hendak menyerang, langsung berhenti bergerak, karena teriakannya itu. Keadaan Hao Xiang dan Ling Laohu pun tidak berbeda jauh dengannya, gerakan ketiganya benar-benar terhenti oleh teriakan dari monster kepala dua itu.
Bukan hanya teriakan saja, tepat setelah itu, tentakel-tentakel monster tersebut bergerak mengincar ke tiganya, Melihat dari teriakan sebelumnya, monster tersebut sepertinya jengkel dengan apa yang di lakukan oleh ketiga nya, dan kini mulai berinisiatif untuk menyerang juga.
Akan tetapi, dari sekian banyak serangan tentakel nya itu, tidak ada satu pun yang berhasil menyentuh ketiganya.
“Sangat lambat monster jelek. Kau tidak akan bisa menangkap ku dengan tentakel mu yang lambat itu.” Kata Hao Xiang yang berliku-liku tepat di hadapan salah satu kepala monster tersebut, dengan sangat cepat dan lincah, remaja pria itu menghindari seluruh tentakel yang datang kepada nya.
Keadaan Ling Laohu juga tidak jauh berbeda, ia juga dengan sangat mudah menghindari semua serangan dari monster tersebut. “Roaaarrrrr...! Aku tidak akan lengah lagi kali, kau monster jelek, tidak akan kumaafkan, karena dirimu, diriku yang sangat menyedihkan terlihat oleh tuan muda.” Kata Ling Laohu dengan nada sengit, menyerang dan bertahan menahan tentakel-tentakel yang datang itu.
Groaaaarrrrr......!!
Groaaaarrrrr......!!
“Jangan berisik monster jelek, teriakan mu itu benar-benar tidak nyaman di dengarnya tahu. Jadi, tutup mulutmu!” Kata Ling Laohu dan Hao Xiang secara bersamaan, sembari melancarkan sebuah serangan kepada masing-masing kepala monster tersebut.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.
__ADS_1