
Hao Xiang yang menyadari raut wajah sedih kakak beradik itu, langsung memberikan kata-kata penyemangat untuk keduanya. Ling Feng yang melihat apa yang dilakukan oleh muridnya itu, sontak tersenyum dan membiarkan mereka sedikit waktu lagi untuk mengucapkan beberapa kata perpisahan lagi.
>>>>>>______
Di Suatu Tempat Yang Gelap
“Bagaimana Li Tan? Apakah Sa Dan sudah pergi menuju tempat itu?” Tanya Cai Shen dengan tenang, tanpa menoleh dari buku yang kini sedang ia baca.
“Sudah kok... Ia sudah pergi beberapa jam yang lalu, setelah selesai melakukan persiapan dengan pasukannya.” Timpal sosok Li Tan yang sedang duduk di atas meja, di sisi Cai Shen.
“Baguslah kalau begitu, jadi ada keperluan apa kau datang menemuiku?” Tanya Cai Shen langsung pada intinya, tanpa menoleh ke arah Li Tan. Cai Shen nampak acuh tak acuh, dan tidak terganggu sama sekali dengan Li Tan yang sedang duduk di atas meja saat ini.
“Oh ayolah~ Kamu jangan membosankan seperti itu, lebih baik sekarang kamu selesai membaca buku itu, dan bersenang-senang dengan ku?” Ujar Li Tan dengan nada menggoda, hendak membelai pipi Cai Shen, namun langsung di tepis begitu saja oleh Cai Shen tanpa menoleh sama sekali.
“Jangan ganggu diriku, jika kau memang sedang ingin, ajak saja Bie Xibo atau Bei Ger untuk bermain dengan mu. Aku sedang sibuk.” Kata Cai Shen dengan acuh nya, bahkan ketika mengatakan hal itu, dirinya sama sekali tidak memandang ke arah Li Tan dan hanya terus fokus pada buku yang sedang ia baca saat ini.
“Oh ayolah Cai Shen~, kau tahu sendiri bagaimana membosankan nya Bei Ger, juga Bie Xibo masih dalam tahap pemulihan, hanya kau satu-satunya sekarang untuk membantu diriku tahu. Ayolah bermain dengan ku ya~.” Ujar Li Tan dengan merajuk seraya hendak merangkul tangan Cai Shen, namun lagi-lagi ia kalah gesit, karena Cai Shen sudah lebih dahulu menahan gerakan tangan nya.
“Cihhhh... Dasar iblis yang kaku tidak bisa di ajak bermain sama sekali, Hmmmpphhh...” Ujar Li Tan yang kesal, dan hendak pergi dari ruangan Cai Shen, Cai Shen sendiri tidak berniat untuk mencegahnya, malah ia merasa bersyukur, karena ia tidak di ganggu lagi kali ini. Itulah yang di pikirkan, oleh Cai Shen, namun baru saja ia hendak keluar, tiba-tiba langkah kaki dari Li Tan berhenti, membuat Cai Shen bertanya-tanya dalam benaknya.
“Aura Peliharaan kecil yang kulepaskan di sungai besar perbatasan Kekaisaran Shu dan Wu telah hilang.” Kata Li Tan tiba-tiba, dan kali ini membuat Cai Shen yang awalnya fokus dalam membaca bukunya, sontak melirik ke arahnya.
“Peliharaan kecil? Oh maksudmu monster aneh berkepala dua itu?” Ujar Cai Shen memastikan, namun apa yang baru saja ia katakan itu langsung mendapatkan tatapan sengit dari Li Tan.
“Hahhh... Kau bilang apa tadi? Monster aneh kepala dua? Peliharaan kecil ku tidak aneh! Itu namanya pesona imut dasar iblis kaku tidak sadar diri.” Kata Li Tan menatap sengit ke arah Cai Shen, disertai aura yang sangat kuat terpancar darinya.
Cai Shen yang mendengar itu, kembali melirik bukunya tidak berkata apapun, pasalnya jika ia menimpali perkataan Li Tan, yang ada sesuatu yang merepotkan akan terjadi, itulah yang di pikirkan oleh iblis tersebut.
__ADS_1
“Jika auranya sudah hilang, bukankah itu berarti peliharaan mu itu sudah terbunuh.” Kata Cai Shen lagi seraya melirik ke arah Li Tan.
“Ya itu benar, kemungkinan besar peliharaan kecil ku itu sudah terbunuh sekarang. Ya mau bagaimana lagi, ia memang terlemah dari beberapa koleksi peliharaan kecil ku.” Kata Li Tan kembali masuk ke dalam ruangan, dan duduk di atas meja lagi, membuat Cai Shen menghela nafas pendek.
“Jadi sekarang, apa kau akan memburu sosok yang telah membunuh peliharaan mu? Jika memang iya, jangan terlalu berlebihan serta menarik perhatian, dan juga jika kau menemukan beberapa manusia yang layak untuk pengorbanan tuan, jangan lupa untuk di bawa.” Kata Cai Shen.
“Untuk apa aku sampai-sampai melakukan hal itu, lagipun aku bisa membuat nya lagi dan juga pastinya lebih imut dari yang itu. Lagipun sekarang, aku punya banyak bahan percobaan. Ah~ entah mengapa tiba-tiba aku menjadi lebih bersemangat~.” Kata Li Tan yang tiba-tiba memasang ekspresi sangat bergairah disertai helaan nafasnya yang berat.
“Kalau begitu pergi kembali ke ruanganmu untuk melakukan percobaan sesuka mu, dan jangan ganggu diriku.” Kata Cai Shen yang menggunakan kekuatannya, membuat Li Tan keluar dari ruangannya.
“Cihhhh... Dasar laki-laki membosankan.” Umpat Li Tan menatap sengit pintu ruangan Cai Shen lalu pergi kembali ke ruangannya, seraya bersenandung ria. Tidak butuh waktu lama untuk sampai di ruangannya, dirinya pun langsung masuk ke dalam ruangannya dengan wajah yang sumringah.
“Halo kelinci percobaan kesayangan ku~” Ucap Li Tan pada saat masuk ke dalam ruangannya. Terlihat sangat berbeda drastis dengan ruangan Cai Shen, ruangan Li Tan benar-benar terlihat sangat berantakan oleh bercak darah kering dan beberapa potongan tubuh. Namun yang menarik perhatian dari ruangan tersebut adalah, terdapat banyak kadang besi dengan berbagai macam ukuran.
Groaaarrrrr...!
Li Tan pun sontak melangkah ke arah salah satu kandang besi yang berukuran sangat besar, di dalam kandang besi tersebut adalah sebuah sosok monster yang sangat mengerikan, untuk ukuran nya dari monster mengerikan itu sendiri adalah sepuluh kali lipat besarnya daripada manusia pada umumnya. Sosok monster tersebut, terlihat sangat mengerikan, karena ia mempunyai tubuh seekor kambing, berkepala singa, dan ekornya adalah seekor ular.
“Fufufu Sepertinya kau sudah sangat lapar ya.” Kata Li Tan melihat monster yang tadi meraung keras.
Groaaarrrrrr...!
“Tidak, tidak, kau masih belum bisa makan, saat ini wujud mu masih belum sempurna, masih banyak inspirasi di dalam otakku, untuk membuat mu menjadi lebih imut lagi.” Kata Li Tan sembari menyeringai. Ia lantas mengangkat satu tangannya dan langsung menjentikkan jarinya, tepat Li Tan menjentikkan jarinya, monster yang awalnya meraung-raung, kini langsung tergeletak di tanah layaknya seekor ikan yang kehabisan nafas.
Setelah di rasa monster tersebut sudah berhenti kejang-kejang, Li Tan pun masuk ke dalam kandang besinya, ia lantas mulai mengalirkan Qi Hitam miliknya ke sekejur tubuhnya, perlahan-lahan wujud Li Tan berubah menjadi sangat berbeda dengan yang sebelumnya.
“Nah~ mari kita mulai untuk membuat mu menjadi lebih imut lagi~. Ahhh membayangkan wujud mu akan menjadi lebih imut lagi, sudah membuat ku bergairah seperti ini~. Tenang saja, aku pasti akan membuatmu menjadi lebih imut lagi~.” Ujar Li Tan mulai melakukan sesuatu kepada tubuh monster mengerikan, yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri.
__ADS_1
>>>>>>______
Kembali Kepada Ling Feng dan Yang Lainnya
Hao Xiang yang berbincang-bincang dengan kakak beradik Lin, tentunya menarik perhatian para warga, pasalnya Hao Xiang terlihat memberikan masing-masing sebuah kotak kecil kepada kakak beradik Lin.
“Apa ini kak?” Tanya Lin Ru’er penasaran dengan isi kotak kecil tersebut dan hendak membukanya, namun langsung di cegah oleh Hao Xiang.
“Itu adalah hadiah dari kakak untuk kalian berdua, lalu bukalah kotak kecil itu ketika kalian berdua sudah sampai di rumah nanti ya.” Ujar Hao Xiang yang dianggukki oleh kakak beradik Lin.
“Anak pintar, kalau begitu kakak pergi dulu ya. Kakak janji, setelah urusan kakak selesai, kakak akan datang kemari untuk menjemput Lin Yu dan Lin Ru’er.” Ucap Hao Xiang seraya mengelus-elus puncak kepala kakak beradik itu.
“Janji ya.” Ujar Lin Ru’er seraya mengulurkan jari kelingkingnya di hadapan Hao Xiang, dan langsung diikuti dengan Lin Yu, yang malu-malu, namun ikut mengulurkan jari kelingking nya.
“Iya kakak janji.” Kata Hao Xiang tersenyum tipis mengulurkan jari kelingking nya juga. Lin Ru’er pun langsung tersenyum senang, diikuti dengan Lin Yu, yang juga berusaha untuk menyembunyikan rasa senangnya.
Setelah itu, Hao Xiang pun naik ke atas kepalnya, namun sebelum ia naik ke atas kapal, ia sempat menemui pemimpin desa terlebih dahulu dan membisikan beberapa patah kata kepadanya baru kemudian ia naik ke atas kapal. Ling Feng yang melihat itu, menggeleng-gelengkan kepalanya dan juga mendekatik sang pemimpin desa.
“Aku akan datang kembali kemari untuk menjemput kakak beradik itu, namun sampai aku datang, tolong jaga kedua anak kecil itu.” Kata Ling Feng.
“Aku sebagai pemimpin desa bersumpah, akan menjaga kakak beradik Lin dengan baik dan merawatnya dengan sepenuh hati seperti anak ku sendiri. Jika aku berani melanggar nya, aku bersedia di sambar oleh petir hukuman sampai mati.” Ucap pemimpin desa dengan lantang dan sangat tegas, lalu suara gemuruh petir pun terdengar jelas tepat setelah pemimpin desa melakukan sumpah itu.
Jdeeerrrrrr...?!
“Ya sebenarnya tidak harus bersumpah juga, untuk mendapatkan kepercayaan ku, namun aku suka cara mu itu.” Kata Ling Feng lalu memberikan sebuah kertas persegi panjang berwarna keemasan kepada pemimpin desa.
“Letakkan ini di tengah-tengah desa, jika desa ini sedang dalam keadaan bahaya.” Kata Ling Feng lalu naik ke atas kapal begitu saja.
__ADS_1
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.