
Hutan Perbatasan Kekaisaran
"Sudah beberapa tahun lamanya aku pergi dari kekaisaran Han. Pemandangan di sini tidak banyak yang berubah ya..." Gumam seorang pemuda seraya melepaskan tudung di kepalanya, dimana hembusan angin tersebut membuat rambut sang pemuda terombang-ambing mengikuti arus hembusan tersebut.
"Padahal baru beberapa tahun berlalu, tapi entah mengapa rasanya sudah sangat lama aku pergi dari sini. Sungguh perasaan yang nostalgia." Lanjutnya kembali berkata seraya merenggangkan tubuhnya.
"Jadi ini... Tanah kelahirannya tuan muda ya." Ucap seorang perempuan di belakang sosok pemuda tersebut yang baru sampai di ikuti dengan seorang lainnya dengan pakaian yang hampir sama dengan sang pemuda.
"Ini adalah kekaisaran Han, Untuk tanah kelahiran ku itu berada jauh dari sini dan dapat dikatakan itu berada di pinggiran kekaisaran Han." Jelas pemuda tersebut. Ia lalu melirik kedua orang yang berada di belakang nya dan berkata, "Sebelum pergi menemui paman Long Tian, aku ingin pergi ke tanah kelahiran ku dulu untuk memberi salam." Ucap pemuda tersebut. Tanpa pikir panjang ia langsung melesat sebelum kedua orang yang mengikuti nya pun mengajukan pertanyaan kepada nya.
Satu Jam Kemudian
Dalam waktu satu jam saja, ketiganya pun sudah sampai di sebuah desa yang mana tidak bisa di sebut dengan desa. Tempat tersebut lebih dapat dikatakan sebagai situs peninggalan, karena yang ada di sana hanyalah puing-puing serta fondasi bangunan yang telah termakan oleh waktu. Sang pemuda melepas tudung kepalanya berjalan pelan memasuki desa terbengkalai itu. Kedua orang yang mengikuti nya sempat saling pandang, namun tidak bertanya, karena situasinya saat ini tidak mungkin untuk mengajukan pertanyaan.
Melihat raut wajah dari sosok pemuda di hadapan keduanya, diam dan menunggu adalah tindakan yang terbaik untuk saat ini. Oleh karena itu, keduanya pun hanya berjalan mengekor di belakang sosok pemuda tersebut. Pada saat memasuki kawasan desa tersebut, nampaklah suasana desa mati yang terbengkalai pada umumnya. Walaupun sudah sepenuhnya oleh termakan oleh waktu, namun masih ada beberapa fondasi yang masih bertahan, serta masih ada jalan setapak di desa terbengkalai itu.
__ADS_1
Sang pemuda itu melangkah santai mengikuti jalan setapak itu, dan diikuti oleh kedua pengikut nya seraya menyapu pemandangan sekelilingnya. Sampai sang pemuda pun berhenti melangkah. Sontak kedua orang yang mengikuti nya pun ikut berhenti melangkah juga di sana.
Kedua pengikutnya pun terkejut ketika melihat pemandangan di hadapan mereka masing-masing. Sebuah lahan kosong yang luas, dimana lahan tersebut sudah terdapat banyak tanaman liar berupa rumput yang tumbuh di lahan tersebut, namun bukan itu yang menjadi perhatian nya, beberapa batu yang berjajar rapih dan saling berjarak itulah yang menarik perhatian kedua orang tersebut. Salah satu nya bahkan refleks bergumam ketika melihat itu, "Ini... Jangan bilang adalah..." Ucap secara refleks pengikut pemuda tersebut ketika melihat pemandangan tersebut dan langsung di potong oleh pemuda tersebut.
"Benar. Ini adalah makam daripada seluruh penduduk desa ini." Ucap sang pemuda memotong ucapan pengikut nya itu. "Seluruh warga desa di sini, semuanya mati terbunuh oleh orang-orang sekte bayangan yang secara kebetulan melintas melewati desa ini." Ucap sang pemuda lagi. Sontak salah satu pengikut yang mendengar itu pun tersentak kaget dan tanpa pikir panjang langsung bersujud di hadapan sang pemuda. Membuat Sang pemuda melirik ke arahnya, dan teman yang berada di sisinya terkejut dengan tindakan tiba-tiba itu.
Sontak sang pemuda pun bertanya kepada pengikutnya yang bersujud kepada nya itu, "Apa yang kau lakukan paman? Bukankah aku sudah pernah berkata kepada mu untuk tidak melakukan hal seperti itu kepada ku?" Ucap sang pemuda dengan tenang.
Hening ia tidak mengatakan apapun. Sang pemuda yang melihat itu pun menghela nafas pendek seraya berkata, "Itu sudah berlalu paman Lang. Kau tidak perlu merasa bersalah, di tambah paman juga tidak masuk ke dalam kelompok yang melakukan hal itu kan terhadap desa ku. Jadi paman juga tidak perlu merasa bersalah, karena paman juga bukan pelaku nya." Ucap sang pemuda yang memapah pengikutnya itu untuk bangkit dari posisi bersujud nya.
" T-tapi, tuan muda... Tetap saja, kan. Hal itu tidak mengubah fakta bahwa saya pada saat itu masihlah tetua sekte bayangan." Ucap Pang Lang yang bersikukuh dengan raut wajah yang buruk, sangat menyesal itulah yang terlihat jelas di raut wajah nya saat ini.
Sekali lagi tersentak Pang Lang ketika mendengar pernyataan yang keluar dari mulut pemuda di hadapannya itu. "Oleh karena itu, jangan pikirkan hal itu lagi, yang lalu biarlah berlalu." Ucap Sang pemuda menepuk pelan pundak Pang Lang seraya tersenyum lembut lalu pergi melangkah untuk membersihkan rumput liar yang tumbuh di sekitar makam-makam tersebut.
Orang yang berada di sisinya melirik Pang Lang yang terdiam itu, ia pun mendengar gumaman samar dari Pang Lang. "Keluarga." Gumam Pang Lang samar. Pada saat itulah raut wajah yang awalnya gelap, seketika berubah menjadi lembut ketika mendengar pernyataan dari sang pemuda.
__ADS_1
"Ren Hu tahukah kau." Ucap Pang Lang kepada orang yang berada di sisi nya bernama Ren Hu.
"Apa?" Jawab singkat Ren Hu.
"Sejujurnya aku merasa sangat aneh dengan sifat tuan muda yang telah kusumpah setia."
"Hohhh... Begitukah menurut mu."
"Ya. Baru pertama kali aku bertemu orang seperti dirinya. Perkataan yang di katakan nya tadi, benar-benar membuat ku semakin bertekad untuk selalu setia kepadanya walaupun nyawa ku sebagai taruhannya."
"Ya kau benar. Aku tidak bisa menyangkal hal itu. Tuan muda Ling Feng benar-benar mempunyai kharisma yang unik dan itulah hal menarik darinya."
Keduanya sama-sama memuji pemuda yang saat ini sedang membersihkan rumput liar, di lahan pemakaman dengan sangat teliti. Alih-alih meminta para pengikutnya untuk melakukan itu, ia lebih memilih untuk turun tangan sendiri mencabuti rumput liar itu tanpa menggunakan kekuatan Qi nya sama sekali.
Melihat itu, Pang Lang dan Ren Hu pun berinisiatif untuk membantu Ling Feng yang sedang membersihkan rumput tersebut dan tidak butuh waktu yang lama lahan pemakaman itu pun bersih kembali. Ling Feng langsung memberikan penghormatan sebagaimana ia berkunjung ke pemakaman orang tuanya diikuti oleh Pang Lang dan Ren Hu melakukan hal yang sama seperti Ling Feng lakukan.
__ADS_1
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.