
“Terima ini! Tinju Pembelah Bumi!” Teriak Wali Kota melayangkan serangan tinju ke arah Ling Feng.
Booommmm...!
>>>>>>______
Kepulan asap putih tercipta ketika Wali Kota Teratai Hitam menyerang ke arah Ling Feng.
“Saudara Feng.” Teriak serempak Zhi Yan dan Wu Nuan ketika melihat hal itu. Mereka berpikir, bahwa Ling Feng terkena serangannya, mengingat Wali Kota itu menyerang secara mendadak, namun setelah asap putih itu menghilang, apa yang di lihat kemudian benar-benar berbeda dengan ekspektasi keduanya.
“Tidak mungkin?!” Ucap Wali Kota Teratai Hitam terkejut, karena serangannya bisa di tahan dengan mudah oleh Ling Feng. Terlebih lagi ia menahan pukulannya itu dengan tangan kosong saja. Bukan hanya Wali Kota saja yang terkejut, semua orang yang ada di sana pun sama persis terkejut nya, baik para penjaga kediaman wali kota ataupun para pemuda yang tidak bisa bergerak. Ranah Wali Kota sendiri sudah berada di Tingkat Langit bintang lima, namun serangan yang mengandung kekuatan itu dengan mudah nya di tahan oleh Ling Feng.
Zhi Yan dan Wu Nuan yang melihat itu lebih ke arah kagum, ketimbang terkejut. Mereka memang sudah menduga bahwa Ling Feng sangatlah kuat, namun mereka tidak menduga bahwa dirinya sekuat itu.
Ling Feng menatap Wali Kota dengan tatapan dingin acuh tak acuh. Ia pun mencengkeram erat kepalan tinju Wali Kota sampai-sampai suara yang sangat renyah terdengar keluar dari telapak tangannya itu.
Kraaaakkkk...!!
“Akhhhhh...!” Teriak Wali Kota merasakan nyeri yang amat sangat di bagian telapak tangannya itu. Ling Feng tidak berniat berhenti, ia langsung melancarkan serangan balik berupa sebuah pukulan telak di bagian perutnya. Tidak hanya sekali saja, ia bahkan langsung melesatkan dua pukulan beruntun, membuat Wali Kota melesat cepat ke arah panggung kecil yang berada di tengah-tengah ruang jamuan.
“Uhukkk... Uhukkk...!” Wali Kota langsung di buat muntah darah, hanya dengan dua serangan saja. Benar-benar tidak dapat di percaya, namun semua itu nyata terjadi tepat di depan mereka. Mereka semua kini semakin penasaran dengan identitas Ling Feng yang sebenarnya, kenapa pria muda sekuat itu namanya masih belum terdengar di Kekaisaran Wu, pikir semua orang yang ada di sana.
“Bocah kep*rat! Siapa kau sebenarnya! Kenapa kau malah mencampuri urusan orang lain! Aku tidak pernah mengganggu mu, kenapa kau malah mengganggu ku!” Teriak Wali Kota menatap tajam ke arah Ling Feng. Ia merasakan sakit yang amat nyeri di bagian dadanya, karena serangan Ling Feng memberikan luka dalam yang cukup parah.
“Memangnya aku butuh alasan untuk menghabisi orang-orang yang mengkhianati ras nya sendiri? Pengkhianat itu tidak pantas untuk hidup.” Timpal Ling Feng dengan tenang seraya sekali melangkah ke depan, namun ia langsung hilang begitu saja membuat Wali Kota membelalakkan kedua matanya melirik kanan dan kirinya mencari keberadaan Ling Feng.
“Kau ini mencari ke mana, aku berada tepat di hadapanmu.” Ucap Ling Feng yang secara tiba-tiba sudah muncul tepat di hadapan Wali Kota dan langsung menggerakkan kakinya, hendak melancarkan serangan berupa tendangan lurus.
__ADS_1
“Ugkhhhh... Sial!” Batin Wali Kota berusaha sekuat mungkin, bergerak ke belakang untuk menghindari tendangan Ling Feng dan berhasil.
“Hohhh tidak buruk, walaupun kau sudah tua, kelenturan tubuhmu patut di puji, tapi bagaimana dengan ini.” Ucap Ling Feng yang ternyata tidak hanya melakukan sekali tendangan saja, melainkan masih ada serangan yang berikutnya.
“Bocah Kepar*t ini! Aku harus menggunakan di sini, jika tidak aku bisa mati.” Batin Wali Kota berteriak marah kepada Ling Feng, serangan yang kali ini tidak bisa ia hindari, jadi mau tidak mau ia harus menahannya dengan segenap kekuatan nya.
Bugkhhhhh... Swussshhh... Booommmm......!!
Wali Kota berhasil menahan tendangan Ling Feng, namun sekali lagi dirinya harus terpental ke belakang. Tubuhnya beradu dengan dinding ruang jamuan dan getaran hebat dan kepulan asap hitam pun tercipta di sekitarnya.
“S-sangat kuat.” Batin serempak semua orang yang ada di sana ketika melihat betapa kuatnya Ling Feng. Mereka menatap penasaran ke arah Wali Kota berada. Para penjaga dan anak dari wali kota benar-benar tidak percaya, melihat Wali Kota di buat benar-benar tidak berdaya oleh seorang pria tanpa aura kultivasi sedikitpun.
Semua orang berpikir, bahwa Wali Kota telah berhasil di kalahkan, namun nyatanya tidak demikian.
Swooooossshhhh.........!!!
“A-apa-apaan ini?! Tekanannya begitu dingin dan mencekam. J-jangan bilang Wali Kota sudah...” Batin Wu Nuan terhenti, merasakan sesuatu yang sangat berat tiba-tiba menimpa tubuh nya, membuat nya hampir bertekuk lutut saat itu. Zhi Yan di sisi nya pun merasakan hal yang sama dengan dirinya, keduanya benar-benar di buat sulit bergerak oleh tekanan yang sangat mencekam itu. Jika saja keduanya tidak tepat waktu menggunakan aura kultivasinya masing-masing, mungkin saat ini mereka sudah jatuh ke tanah.
Tekanan tersebut membuat semua orang kesulitan bernafas, bahkan para pemuda-pemudi yang di jebak oleh Wali Kota seluruhnya hampir tidak sadarkan diri, karena tekanan yang sangat mencekam itu.
“Hehhhhh... Jadi pada akhirnya kau menggunakan nya juga. Aku awalnya mengira, kau tidak akan pernah membuka rahasia mu sampai mati sekalipun.” Ucap Ling Feng dengan sangat tenang, terlihat dirinya tidak terpengaruh sama sekali dengan tekanan tersebut.
“Bocah kepar*t. Aku pasti akan mencabik-cabik tubuhmu dan memakan mu, untuk memadamkan gejolak kemarahan dalam tubuhku ini.” Ucap Wali Kota mengibaskan tangannya, menghilangkan asap hitam yang mengelilingi nya. Memperlihatkan wujudya berubah drastis, diiringi dengan energi hitam yang terus-terusan memancari dari tubuhnya.
Melihat wujud dari Wali Kota, Wu Nuan dan Zhi Yan menahan nafasnya masing-masing. Fisiknya berubah drastis. Sebagian tubuhnya kini berubah menjadi tubuh iblis, namun sebagian lainnya masih tubuh manusia. Bukan hanya fisiknya saja yang berubah, kekuatannya pun meningkat drastis, yang awalnya berada di ranah Langit bintang lima, langsung melonjak ke ranah Langit puncak.
“Kekeke... Kekuatan ini benar-benar sungguh luar biasa. Persetan dengan Kekaisaran, Aku akan membunuh mu dan memakan mu untuk meningkatkan ranah kultivasiku. Persiapkan dirimu bocah kekekeke.” Ucap Wali Kota dengan intonasi bicara yang jauh lebih berat, ia bahkan tanpa sadar sudah mengeluarkan air liur di sudut mulut nya.
__ADS_1
“Hohhh begitu, kah... Kalau begitu coba saja jika kau mampu.” Ucap Ling Feng seraya mengeluarkan Pedang Hitam Yin dari cincin ruang nya. Ling Feng juga secara sembunyi-sembunyi mengeluarkan sesuatu, dan melemparkannya tepat di hadapan dua wanita, yang berusaha mati-matian untuk menahan tekanan yang mencekam itu.
“Kekekeke... Matilah kau bocah!” Teriak Wali Kota melesat dengan kecepatan tinggi menyerang Ling Feng. Ling Feng juga tidak diam saja, ia menarik Pedang Hitam Yin dari sarungnya ikut maju menerjang juga.
Swussshhhh... Shringgggg...
Booommmm...!
Ledakan kecil tercipta, membuat para orang-orang yang tidak sadarkan diri di ruangan itu, terhempas seluruhnya ke sisi, karena kekuatan ledakan tersebut. Ling Feng dan Wali Kota terlihat bertarung dengan sengit, jual beli serangan antara kedua nya benar-benar sangat intens, dan tidak bisa diikuti dengan mata telanjang.
Seketika ruang jamuan itu porak poranda, akibat dari pertarungan sengit antara keduanya. Ledakan kecil, demi ledakan kecil tercipta dari bentrokan serangan Ling Feng dan Wali Kota.
Boooommmm! Boooommmm! Boooommmm!
“Kekekke bocah! Aku yang sekarang berbeda dengan yang sebelumnya. Kali ini kau pasti akan kalah!” Teriak Wali Kota merasa sangat yakin, bahwa dirinya bisa menang, karena energi gelapnya itu.
“Siapa yang tahu akan hal itu, kita lihat saja. Siapa yang membunuh siapa.” Ucap Ling Feng menyeringai lebar, membuat Wali Kota yang melihat seringai itu menjadi sangat marah, menutupi rasa tidak nyamannya ketika melihat seringai tersebut.
“Teknik Sembilan Matahari: Tebasan Gelombang Matahari.” Ucap Ling Feng melancarkan tebasan pedang ke arah Wali Kota. Tebasan tersebut pun memancarkan hawa panas yang luar biasa.
“Teknik Darah Iblis: Perisai Mutlak.” Ucap Wali Kota menggunakan teknik, untuk menahan tebasan Ling Feng.
Swussshhhh.... Booommmm...
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.
__ADS_1