Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Elemen Es Murni dan Naik Tingkat


__ADS_3

Detak jantung Ling Feng, tiba-tiba terpompa dua kali lipat lebih cepat dari biasanya. Bahkan suhu tubuh Ling Feng perlahan-lahan mulai turun dan menunjukkan tanda-tanda membeku. Ling Feng menggertakkan giginya berusaha sekuat mungkin untuk melawan energi murni elemen es tersebut. "Walaupun sudah di ubah menjadi pil tidak kusangka kehendaknya masih bisa sadar sampai seperti ini…Benar-benar sangat merepotkan." Batin Ling Feng.


Ling Feng lantas menggunakan Qi nya untuk menetralisir hawa dingin dari pil elemen es tersebut. Ia bahkan tidak tanggung-tanggung untuk menekan hawa dingin tersebut. "Ingin melahap tubuhku? Jika sudah jadi nutrisi berhentilah merepotkan orang lain." Batin Ling Feng mengeluarkan lebih banyak Qi lagi untuk menekan hawa dingin tersebut.


Perasaan dingin mu pun perlahan-lahan mulai menipis dan berubah menjadi rasa hangat, pil elemen es itu pun perlahan-lahan mulai hancur dan mengalir ke seluruh tubuhnya. Setelah melewati masa kritis tersebut, ia melanjutkannya sembari berkultivasi.


Pada saat sedang tenggelam dalam kultivasinya, rohnya tiba-tiba di tarik oleh sesuatu ke alam bawah sadarnya.


Alam Bawah Sadar Ling Feng


Ling Feng lantas membuka kedua matanya dan menyapu pandangannya. Saat ini ia sedang berada di lautan luas dengan warna-warna yang berbeda dan diantaranya warna-warna tersebut terpisah tidak menyatu.


"Apakah ini dantian ku." Gumam Ling Feng menyapu pandangannya. Terlihat sebuah lautan luas dengan warna beragam disana. Warna-warna tersebut adalah warna-warna yang mewakili elemen yang saat ini Ling Feng kuasai.


Beberapa detik kemudian lautan dantian nya menunjukkan tanda-tanda perubahan. Ling Feng yang melihat itu menatap serius kejadian yang terjadi didepan matanya. Tiba-tiba keluar seekor beast dari tiap-tiap lautan dantian Ling Feng.


setiap beast yang muncul mempunyai warna yang menyerupai dari elemen masing-masing. Burung Phoenix untuk Elemen api, kura-kura raksasa untuk Elemen Air, Harimau putih untuk Elemen Angin, Naga untuk Elemen tanah, Serigala untuk Elemen Petir, dan Rusa untuk Elemen Es.


Setiap dari beast tersebut menatap ke arah Ling Feng. Sampai beberapa saat kemudian burung Phoenix mengepakkan sayapnya melesat ke arah Ling Feng.


Duarrrrr

__ADS_1


Rasa panas pun mulai menyelimuti roh Ling Feng. Hal itu terjadi beberapa menit kemudian dan mulai menghilang kembali. Setelah dengan burung Phoenix, kali ini kura-kura raksasa dengan langkah besarnya menerjang roh Ling Feng dengan kuat.


Booooomm


Berbeda dengan rasa panas, Ling Feng merasa bahwa ia sedang dalam situasi tenggelam di dasar lautan yang sangat dalam dan hal itu juga berlangsung selama beberapa menit kemudian lalu kembali normal.


Setelah itu setiap beast yang mewakili daripada elemen yang Ling Feng kuasai mulai melesat dan menerjang roh Ling Feng satu persatu. Ling Feng tentunya mendapatkan reaksi yang berbeda-beda tentunya sesuai dengan elemen tersebut.


Sampai kemudian tiba giliran seekor rusa dengan mempunyai bulu tubuh yang putih dan lembut seperti salju. Rusa tersebut adalah perwujudan dari elemen es yang saat ini entah sudah dalam proses ia kuasai. Rusa tersebut menatap Ling Feng yang mana Ling Feng juga sebaliknya.


Beberapa detik kemudian Rusa tersebut pun maju berlari ke arah Ling Feng dengan sangat cepat dan menembus roh Ling Feng.


Seketika itu juga Ling Feng merasakan rasa dingin yang luar biasa. Bahkan rasa dingin itu melebihi dari apa yang dirasakan dari elemen-elemen sebelumnya. Bahkan saking dinginnya jiwanya sampai menggigil hebat.


Pada saat merasakan hawa dingin yang luar biasa itu juga, berbagai macam teknik dan cara pengendalian dari elemen es muncul di kepalanya. Mengalami hal itu sekaligus, tentunya Ling Feng tidak dapat bertahan lama dan semuanya pun menjadi gelap gulita. Ling Feng benar-benar kehilangan kesadarannya saat itu.


Pada saat ia tidak sadarkan diri, Indra pendengaran nya menangkap suara.


"Feng'er sadarlah Feng'er." Suara samar yang terdengar ditelinga nya. Ling Feng pun mengerjap-ngerjapkan matanya. Melihat sosok gurunya yang pertama kali ia lihat. "Ehhhhh guru ada apa ini?" Tanya Ling Feng linglung.


Banggggg

__ADS_1


Tua Tao langsung memukul kepala Ling Feng dan berkata, "Seharusnya aku yang bertanya seperti itu kepada mu. Sebenarnya apa yang terjadi pada saat kau berkultivasi, mengapa tiba-tiba suhu disekitarnya menjadi turun drastis? Apa yang sedang kau lakukan memangnya?" Tanya Tua Tao terus menerus memberikan pertanyaan.


Sang empu yang dipukul kepalanya langsung mengaduh lalu mengelus-elus bagian yang sudah langsung bengkak dipukul oleh Tua Tao. "Aduh…kenapa guru malah memukul ku? memangnya aku ini salah apa." Kata Ling Feng mengelus-elus kepalanya yang bengkak tersebut.


Mendengar hal itu Tua Tao ingin memukul kepala dari Ling Feng lagi, akan tetapi dengan sigap Ling Feng berkata, "Baik, baik, akan ku jawab guru. Jangan memukul ku lagi." Kata Ling Feng melindungi kepalanya.


"Katakan." Kata Tua Tao serius. Ling Feng menelan salivanya kasar. "Aku tadi berkultivasi sembari memperkuat elemen es ku, inilah mengapa suhu disekitarnya menjadi turun. Lalu kemudian…" Kata Ling Feng mulai menjelaskan tentang cara ia berkultivasi, sampai daerah sekitar nya yang berubah menjadi es.


"Jadi kau menemukan sebuah pil yang mana pil tersebut adalah pil yang kau gunakan tadi. Lalu karena kau merasakan elemen es yang murni dari pil tersebut, kau pun mengambilnya lalu baru mendapatkan kesempatan menggunakannya saat ini." Kata Tua Tao mengulang secara singkat cerita Ling Feng.


Mendengar hal itu Ling Feng mengangguk-angguk kan kepalanya cepat. Tua Tao yang melihat tatapan Ling Feng hanya menghela nafas. "Lain kali kau harus berhati-hati, walaupun pil tersebut sangatlah mengandung energi murni. Pikirkan juga tubuh mu apakah sanggup menerima daripada energi murni tersebut." Kata Tua Tao tidak membahas lebih jauh lagi.


"Bersiap-siap lah kita pergi cari makan malam sekarang." Kata Tua Tao pergi beranjak dari gubuk Ling Feng. Sang empu yang mendengar perkataan dari gurunya menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Tua Tao.


Setelah Tua Tao pergi barulah Ling Feng menghela nafas lega. "Guru seperti nya sudah curiga ada sesuatu yang aneh, namun tidak bertanya karena menghargai diri ku yang tidak ingin membahas nya." Gumam Ling Feng. Ling Feng lantas mengecek kekuatan elemen es nya.


Ling Feng lantas tersenyum melihat elemen es murni keluar dari telapak tangannya. Lalu mengepalkan tangannya kembali. "Ranah Bumi Bintang 4 benar-benar pil yang sangat menakjubkan." Kata Ling Feng tersenyum senang, karena kultivasi nya naik cukup signifikan.


Dirinya lantas mulai bersiap-siap ketika Tua Tao berteriak memanggilnya lagi dari luar.


>>>>>>> Bersambung

__ADS_1


__ADS_2