
“Jangan pernah lengah. Camkan itu Mei’er, Yan’er, Lan’er.” Ujar sang tetua mengirimkan transmisi suara kepada ketiga gadis tersebut yang membuat ketiga gadis itu mengangguk tegas dan serempak menjawab transmisi suara tetua mereka.
“Kami mengerti Tetua.” Ujar ketiganya serempak membalas transmisi suara sang tetua.
>>>>>>______
Selain mereka berempat, masih ada satu orang komandan kepercayaan Walikota Binhai yang berada di ranah langit bintang sembilan dan beberapa prajurit kota ranah bumi puncak dan langit awal yang juga menyamar di dalam kapal tersebut.
Hari pun berlalu sebagaimana semestinya. Dua hari pun berlalu begitu saja dan pada saat tenang-tenangnya, secara tiba-tiba terdengar suara keras dan langsung di susul oleh ledakan serta guncangan dahsyat pada kapal tersebut.
Booooommmm...?!
Tentu saja aksi tersebut membuat terkejut para penumpang kapal tersebut termasuk Ling Feng dan Long Tian yang sempat terusik, karena guncangan tiba-tiba tersebut. Terlebih lagi hari saat ini sudah malam hari membuat siapapun tidak akan menduga akan terjadi serangan mendadak tersebut.
“Cihhhh... Berisik sekali! Ganggu orang sedang tidur saja.” Umpat Long Tian kesal lalu kembali mencari posisi aman. Ling Feng yang mendengar umpatan Long Tian terkekeh kecil. Dirinya nampak biasa saja dan tidak terganggu akan hal itu, lalu kembali memejamkan kedua matanya.
Alih-alih merasa panik seperi penumpang yang lainnya, Ling Feng dan Long Tian lebih memilih berbaring nyaman di tempat tidur. Nampak kedua nya benar-benar tidak peduli tentang apa yang terjadi di luar ruangan, karena bagi mereka semua bandit laut itu tidak ada apa-apanya dan bisa keduanya kalahkan dengan mudah. Bahkan jika Ling Feng menggunakan kekuatan penuhnya, sekelompok bandit laut itu akan musnah tidak tersisa hanya karena auranya saja.
“Kamu tidak ikut membantu di luar sana nak?” Ujar Long Tian seraya membuka salah satu matanya malas menatap ke arah Ling Feng.
“Itu bukan kewajiban ku. Terlebih lagi semua itu merepotkan.” Timpal Ling Feng dengan santai nya membuat Long Tian yang mendengar itu pun tidak berkata apa-apa lagi, lebih tepatnya ia setuju dengan Ling Feng yang mengatakan hal tersebut adalah merepotkan.
“Ya lagipula tanpa kita turun tangan sekalipun, akan ada yang mengurus sekelompok sampah tidak berguna itu.” Kata Ling Feng lagi seraya mengedikan kedua bahunya lalu mengendurkan kedua bahunya mencari posisi nyaman di tempat tidur.
__ADS_1
“Ya kamu benar juga. Jika ada yang bisa dimanfaatkan, kenapa harus repot-repot mengurusnya sendiri.” Timpal Long Tian lalu memejamkan kedua matanya kembali tidak peduli membuat Ling Feng menggeleng-gelengkan kepalanya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Long Tian.
>>>>>>______
Sementara Itu di Luar Ruangan Ling Feng
“Kahahahaha...! Yo mangsa-mangsaku! Serahkan seluruh harta kalian tanpa tersisa sedikit pun atau mati saat ini juga di sini!” Ujar suara dari seseorang yang diiringi dengan kemunculan kapal yang ukurannya sedikit lebih besar dari kapal yang di naiki oleh Ling Feng.
Semua penumpang kapal langsung bergidik ngeri ketika mendengar suara tawa keras tersebut. Kapal tersebut mempunyai ukuran yang sedikit besar, dengan keseluruhan warna kapalnya berwarna hitam tepat di bagian bendera yang berkibar bebas, ada sebuah gambar Naga Hitam yang sangat besar. Lalu di bagian depan, tepatnya ujung kapal ada banyak kepala tengkorak manusia yang di jadikan sebuah pajangan kapal di sana.
Tentu saja semua penumpang merasa ketakutan saat ini, karena kapal besar tersebut adalah kapal dari bandit laut yang sering membajak kapal-kapal yang berlayar di lautan lepas. Bukan hanya itu saja kekejaman mereka pun sudah tersebar luas. Seluruh harta, wanita, dan anak-anak mereka ambil dan para prianya mereka bunuh tanpa segan.
Alasan mereka berani melakukan hal itu juga karena mereka mempunyai kekuatan yang mendukung mereka bertindak kejam seperti itu. Setidaknya ada lima orang sudah berada di ranah langit termasuk juga dengan pemimpin bandit yang sudah berada di ranah langit bintang sembilan.
“Benar sekali saudara. Sepertinya kita akan akan pesta besar hahahaha...!” Timpal lainnya dan langsung di sambut gelak tawa seluruh awak bandit laut. Nampak jelas bahwa mereka sangat senang ketika melihat wajah-wajah ketakutan para penumpang kapal yang hendak mereka bajak.
“Wajah-wajah ketakutan itu... Benar-benar sangat sedap di pandang hehehe.” Timpal lainnya yang menikmati perasaan ketakutan para penumpang awak kapal. Akan tetapi semua gelak tawa para bandit laut itu langsung hilang ketika mendengar suara yang berasal dari arah kapal yang hendak mereka bajak.
“Menyerahlah sekarang ketua bandit laut dan para awak kapalnya. maka hukuman yang akan kalian terima akan akan berkurang sedikit lebih ringan.” Ucap seorang pria yang tidak lain adalah komandan kepercayaan dari Walikota Binhai berdiri tegas di depan kapal tersebut menatap tajam ke arah ketua bandit laut dan para awak kapalnya.
“Menyerah? Kenapa juga kami harus menyerah pada sampah sepertimu hahhhh?! Memangnya kau sendiri bisa melakukan apa hahhhh?!” Ujar ketua bandit laut dengan nada meremehkan. Tepat setelah ketua bandit laut berkata seperti itu, munculah beberapa orang berpakaian biasa berdirik rapih di belakang komandan tersebut.
Melihat ada beberapa orang yang berkumpul di belakang komandan tersebut, membuat ketua bandit laut beserta awak kapalnya mengerutkan kening mereka, sampai beberapa saat kemudian ketua bandit laut pun sadar dengan identitas dari orang yang berbicara kepadanya adalah komandan kepercayaan dari Walikota Binhai.
__ADS_1
“Hehhhh... Jadi begitu rupaya. Kau menyamar sebagai penumpang dan menyamarkan ranahmu, untuk memancing kami datang ke kapal yang kau tumpangi ya.” Ujar ketua dari bandit laut terlihat biasa saja. Ia bahkan tanpak santai dan terlihat biasa-biasa saja tanpa merasa takut sedikit pun.
Ling Feng dan Long Tian masih di tempat yang sama, walaupun kedua nya tidak keluar ruangan. Bukan berarti mereka tidak menyadari situasi apa yang sedang terjadi di luar.
“Heummmm... Ranah saint dari masing-masing pihak masih belum keluar.” Gumam Ling Feng yang menyadari Qi dari Tetua Sekte Gadis Suci, dimana dirinya saat ini masih di dalam kamarnya masih memantau situasi. Untuk ketika murid dari Sekte Gadis Suci sudah berada di luar menyamar dengan para penumpang di sana untuk mengetahui situasinya.
“Nak aku keluar terlebih dahulu. Aku menemukan sesuatu yang menarik dari ruang harta kapal bandit laut itu.” Ujar Long Tian tiba-tiba bangkit dari posisi tidurnya. Ia terlihat bersemangat ketika berkata seperti itu. Ling Feng yang mendengar itu tidak melarang nya dan menganggukkan kepala nya.
Tanpa pikir panjang, Long Tian pun menghilang dari ruangan tersebut tanpa menyisakan jejak sama sekali.
“Ya aku sudah menduga bahwa Walikota Binhai tidak akan diam saja. Tapi aku ragu kalian bisa menangkap ku dan anak buahku.” Ucap sang ketua bandit laut dengan nada sinis dan kembali berkata, “Dengan kekuatan mu dan prajurit mu yang sedikit itu, memang nya kau fikir bisa menangkap ku hahhhh.” Ucap lagi sang ketua bandit laut.
“Entahlah, tidak akan tahu jika belum di coba, kan.” Ujar komandan kepercayaan walikota menghilang dari tempat ia berpijak dan muncul di depan ketua bandit laut dan langsung melancarkan serangan berupa tinju kepada nya.
Booommmmm...!!
“Prajurit serang!” Teriak sang komandan memberikan aba-aba menyerang kepada prajuritnya.
“Para anak buahku habisi tanpa sisa!” Teriak ketua bandit laut juga memerintahkan anak buahnya untuk maju menyerang.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.
__ADS_1