
Ling Feng yang melihat bahwa Dun Xiaohu sudah mati sepenuhnya langsung ambruk lemas.
"Ughhkkk sial aku kehabisan qi. Untung saja sudah selesai tepat waktu" gumam Ling Feng terduduk lemas sembari mengatur nafasnya. Lalu terkejut sedetik kemudian. "Aku lupa malah membunuhnya." kata Ling Feng menepuk dahinya merasa sangat bodoh.
"Haihhhhh sudahlah, tidak perlu dipikirkan lagi. Tinggal kesana saja untuk mencari tahu kebenarannya." kata Ling Feng bangkit kembali lalu memandang sekitar tempat pertarungannya. Banyak kawah yang terbuat dari serangan-serangan Ling Feng dan Dun Xiaohu. Ling Feng yang melihat bekas pertempurannya, hanya menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Ya mau bagaimana lagi, kekuatan musuh sangat besar jika aku tidak sungguh-sungguh, bisa jadi aku yang mati saat ini." ucap Ling Feng lalu mulai memperbaiki kembali seperti semula menggunakan elemen tanahnya. Setelah hampir menghabiskan waktu dua batang dupa akhirnya selesai juga membuat semuanya kembali seperti semula.
"Mengutus orang kuat seperti itu, hanya untuk memimpin sekelompok murid menyerang desa-desa kecil seperti ini. Sepertinya sekte bayangan ada sedang melakukan sesuatu yang tidak biasa." Kata Long Tian melalui transmisi suara. Ling Feng sendiri menganggukkan kepalanya.
"Entah apa yang mereka lakukan itu, yang pasti tidak baik. Kita perhatikan dulu apa reaksi dari sekte bayangan setelah aku membunuh orang ini. orang yang kulawan tidaklah lemah pasti mempunyai posisi tinggi di sekte bayangan." ucap Ling Feng memikirkan langkah selanjutnya.
Tempat jauh di Kekaisaran Wei
Terlihat sebuah hutan sangat besar yang memancarkan aura yang tidak tenang bagi manusia yang ingin memasukinya. Orang yang ingin memasuki hutan tersebut tentu akan berfikir dua kali jika ingin memasukinya, karena bahaya didalamnya tentu saja tidak kecil. Walaupun hutan tersebut memancarkan aura yang tidak menyenangkan bagi Manusia, namun dipedalaman hutan tersebut terlihat beberapa bangunan besar yang dilindungi oleh formasi-formasi bermacam-macam, entah itu formasi pelindung ataupun formasi ilusi. Bangunan-bangunan itu adalah bangunan dari sekte hitam nomor satu yaitu, sekte bayangan yang berada dipedalaman hutan terlarang Kekaisaran Wei.
"Patriak !! Patriak !! Ada informasi darurat." teriak orang tersebut didepan pintu. Setelah berteriak seperti itu tidak lama pintu bangunan kediaman yang dipanggil Patriak tadi terbuka. Terlihat seorang pria berumur namun masih berenergi dilihat dari postur tubuhnya.
"Informasi apa yang membuat dirimu itu sampai tergesa-gesa seperti ini." ucap pria sepuh tersebut yang tidak lain adalah Patriak sekte bayangan.
__ADS_1
"Mohon maaf Patriak telah mengganggu waktunya, tetapi ada informasi darurat tentang tetua yang memimpin sekelompok murid untuk melaksanakan perintah Patriak." ucap murid sekte tersebut memberi hormat. Patriak sekte bayangan yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya lalu tersenyum.
"Informasi yang kau maksud apakah tetua Dun sudah selesai melaksanakan tugas yang kuberikan ?" kata Patriak sekte bayangan. Murid sekte bayangan itu menggelengkan kepalanya. Membuat Patriak sekte bayangan itu mengkerutkan keningnya dan berkata kembali.
"Lalu jika bukan itu apa informasi yang ingin kau sampaikan masa iya tetua Dun gagal menjalankan tugas yang kuberikan hal itu mustahil kan." kata Patriak sekte bayangan yang berharap bahwa muridnya ini menyangkal perkataannya. Namun tidak terduga murid yang menyampaikan informasi tersebut hanya diam saja membuat Patriak sekte menjadi ikut diam dan berkata dengan serius.
"Apakah tetua Dun gagal menjalankan tugas yang kuberikan ?" tanya Patriak sekte bayangan dengan nada serius membuat murid tersebut cukup segan menjawabnya. Walaupun segan murid tersebut menganggukkan kepalanya.
"G-Giok T-Tetua Dun telah hancur Patriak." kata murid tersebut memberikan serpihan Giok yang sudah hancur. Lalu seketika aura disekitar Patriak sekte bayangan itu langsung bocor memberikan tekanan luar biasa. Murid yang menyampaikan informasi tersebut jatuh bersujud dan tidak lama meledak menjadi kabut darah hanya karena aura yang dikeluarkan oleh Patriak sekte bayangan.
"Baji*gan mana yang telah membunuh saudaraku.....Tidak akan kumaafkan, tidak akan kumaafkan, tidak akan kumaafkan !!!!" Teriak Patriak sekte bayangan sangat marah membuat murid ataupun tetua sekte bayangan tersentak kaget mendengarkan teriakan Patriak mereka. Bahkan aura sangat menekan itu sudah membuat penghuni sekte bayangan sangat ketakutan merasakan aura yang pekat seperti itu.
"Akhhhhhhhhhhhhhhh !!!!! Sia*an siapa yang berani membunuh adikku !!!" teriak Patriak sekte merasa sangat marah sampai tidak lama terdengar suara yang memanggilnya.
Patriak sekte yang mendengar suara yang ia kenal langsung menarik kembali aura yang sangat menekan itu membuat semua orang bisa bernafas lega kembali dan menimbulkan satu pertanyaan yang sama dalam benak mereka "Siapa yang berani membuat Patriak sekte Semarah itu ?".
"Kakak sebenarnya apa yang terjadi ? tidak biasanya kau marah seperti ini...apa yang terjadi ?" tanya adiknya tersebut kepada Patriak sekte. Patriak sekte tidak bergeming namun tetap menjawab pertanyaan adiknya tersebut.
"Adik kecil telah dibunuh saat sedang melakukan tugas yang kuberikan." kata Patriak sekte tersebut membuat adiknya tersebut terkejut bercampur marah mendengarnya.
__ADS_1
"Apa !!! Bagaimana hal itu bisa terjadi ? bukankah hanya pinggiran desa Kekaisaran Han kenapa adik kecil bisa tewas disana !?" kata orang tersebut yang juga sangat marah pasca mendengar kabar seperti itu namun tidak dikendalikan oleh emosinya berbeda dengan kakaknya yang temperamental ini.
"Jika kau bertanya seperti itu, lalu aku menanyakan kepada siapa." kata Patriak sekte sangat kesal kepada adiknya yang malah balik bertanya seperti itu.
"Tidak dapat dipercaya, orang yang terkenal luas di seluruh Kekaisaran Wei, tetapi tewas di pinggiran desa Kekaisaran Han." merasa sangat marah mengetahui adiknya tersebut telah tiada.
"Kakak, kenapa kita tidak menggunakan giok adik kecil untuk mencari pembunuhnya ?" kata adik dari Patriak tersebut memberi saran. Patriak sekte bayangan hanya diam saja sembari mengangkat sebelah telapak tangan adiknya. Lalu memberikan sesuatu yang tidak lain adalah giok milik adik kecil. Tentu saja saudara kedua tersebut nampak kaget pasca kakaknya memberikan Giok tersebut.
"I-Ini G-Giok adik kecil sungguh hancur sampai sehalus ini." kata saudara kedua yang melihat giok tersebut hancur menjadi serpihan-serpihan yang menandakan tubuh adiknya sudah menjadi abu. Patriak sekte hanya diam saja lalu berkata dengan aura yang membunuh yang sangat kuat.
"Siapapun yang membunuh adikku tidak akan kumaafkan sama sekali bahkan jika dewa sekalipun memaafkannya." ucap dingin Patriak sekte bayangan tersebut disertai dengan aura Membunuh yang sangat pekat.
Kembali ke Ling Feng
"Kenapa telingaku tiba-tiba menjadi panas ya ?" kata Ling Feng sembari mengusap-usap telinganya yang tiba-tiba merasa panas. Kemudian tidak mempedulikannya lagi dan pergi menuju desa untuk menemui Hao Xiang.
"Sekte bayangan ini hanyalah awal dari semua yang akan kalian terima." kata Ling Feng dengan nada sinis dan dendam yang masih hangat.
>>>>> Bersambung
__ADS_1
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )
( Blizzardauthor)