
Ia tidak ingin kejadian yang lama terulang kembali. Kali ini ia mempunyai kekuatan untuk melakukan hal itu. “Cukup satu kali saja, aku merasakan perasaan putus asa itu. Kali ini tidak akan kubiarkan hal yang sama terjadi lagi.” Tekad Ling Feng. Pada akhrinya ia pun tidak jadi beristirahat dan mulai menyiapkan semua hal untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi, pada saat turnamen empat benua lusa nanti.
>>>>>>______
Keesokan Harinya
Seperti biasa Ling Feng melaksanakan rutinitas pagi nya yaitu, dimulai dengan mengayunkan pedangnya seraya berlatih beberapa teknik pedang, supaya tidak kabur dari ingatannya. Namun, kali ini Ling Feng tidak sendiri seperti biasa nya ia berlatih, pada saat ia sampai di halaman belakang, terlihat tiga sosok muda mudi sudah berdiri rapih di sana, seperti sedang menunggu kedatangan diri nya itu.
“Saudara Shen, Saudari Ying, Jiao’er... Apa yang kalian lakukan di sini?” Tanya Ling Feng seraya mendekati ketiga nya.
“Hei... Pertanyaan macam apa itu... Bukankah sudah jelas maksud dari kedatangan kami kemari ke sini yang tidak lain adalah untuk berlatih dengamu saudara.” Han Ying yang mewakili, menjawab pertanyaan Ling Feng.
Mendengar hal itu Ling Feng menggeleng-gelengkan kepalanya, “Kalian berdua memang sudah berhasil menguasai teknik pedang yang kuajarkan, namun teknik pedang kalian masih belum mencapai tahap sempurna. Sempurnakan terlebih dahulu teknik pedang yang kuberikan, jika sudah selesai, baru aku akan melatih kalian kembali. Untuk kali ini aku hanya akan berlatih dengan saudara Shen, dan untuk kalian berdua, berlatih masing-masing saja terlebih dahulu. ” Ucap Ling Feng dengan jelas.
“Sempurna? Memang nya bentuk sempurna dari teknik seribu pedang itu bagaimana?” Tanya Han Ying penasaran. Bukan hanya Han Ying saja, Bing Jiao pun ikut mengangguk kan kepala nya juga, sama penasaran nya dengan Han Ying.
“Baiklah, akan kutunjukan kepada kalian berdua, apabila teknik seribu pedang sudah mecapai tahap kesempurnaan.” Kata Ling Feng. Ia sontak mengeluarkan pedang hitamnya lalu menarik pedang dari sarung nya, dan mengangkat pedang hitam itu dhadapan wajah nya. Ling Feng menutup kedua mata nya sejenak, baru beberapa detik kemudian, membuka nya dengan cepat. “Teknik Pedang Seribu: Seribu Pedang Api.” Gumam Ling Feng seraya memasukkan Qi nya ke dalam pedang hitam, mengaktifkan teknik pedangnya. Han Ying dan Bing Jiao tentunya terkejut bukan main, walaupun Ling Feng mengeluarkan teknik yang sama dengan Bing Jiao dan Han Ying, namun seperti yang di katakan oleh Ling Feng sebelum nya.
“J-jadi ini tahap kesempurnaan... Jika di bandingkan dengan punya ku kemarin, punya mu lebih kuat dan jumlahnya lebih banyak daripada punyaku saudara.” Gumam Han Ying takjub dengan pedang api yang dibuat oleh Ling Feng. Bing Jiao pun tidak bisa untuk tidak mengepalkan kedua tanganya ketika melihat bahwa teknik pedang yang di ajarkan oleh Ling Feng ternyata bisa sekuat ini.
“Jika kalian berdua dapat membuat sebanyak yang aku buat, maka aku akan mengajari kalian teknik selanjutnya.” Ucap Ling Feng lalu menghilangkan seluruh pedang apinya. Bing Jiao dan Han Ying pun tidak punya pilihan lain selain menganggukkan kepalanya. Keduanya pun mengambil sisi yang lainnya, meninggalkan Han Sheng dan Ling Feng. Han Sheng pun mulai menjalankan kembali pelatihan nya, di bawah bimbingan Ling Feng.
__ADS_1
>>>>>>______
Berita tentang Paviliun Qian cheng yang mengadakan lelang memang telah tersebar selama beberapa hari terakhir ini. Bahkan sebelum Ling Feng datang berkunjung untuk menjual pil-pilnya, Paviliun Qian cheng masih akan tetap melaksanakan pelelangan, karena memang sudah sesuai dengan jadwal yang di tentukan jauh-jauh hari sebelum nya.
Tentu juga, untuk menarik lebih banyak orang-orang, Paviliun Qian cheng mulai menyebarkan informasi tentang kabar, bahwa Paviliun Qian cheng serta merta juga menjual pil-pil tingkat bumi yang telah di buat oleh Ling Feng, dengan pil-pil tingkat bumi inilah mereka sangat yakin bahwa pasti akan banyak para ahli yang datang, karena penasaran tentang pil-pil tersebut.
Bahkan saat ini, masih ada satu setengah jam sebelum pelelangan di mulai, tepat di depan pintu masuk paviliun, lautan manusia telah berbondong-bondong berbaris ramai untuk mengantri masuk ke dalam paviliun. Barisan itu terbagi dua, yang pertama adalah untuk orang biasa saja, mereka hanya bisa masuk dengan membayar lima koin perak sebagai gantinya. Lalu untuk yang kedua, jalan itu hanya di tujukan bagi orang-orang yang mempunyai kartu VIP yang dikeluarkan khusus Paviliun Qian cheng.
“Benar-benar sangat ramai di sini, padahal aku sengaja datang lebih awal, tapi tidak kusangka sudah sangat ramai seperti ini.” Gumam Ling Feng memandang lautan manusia yang berbaris panjang untuk masuk ke dalam paviliun. Ling Feng tentunya menggunakan topeng dan jubah hitam menutupi identitas dirinya yang saat ini mengenakan pakaian sekte naga langit.
Ling Feng melirik jalan satunya yang sepi dari antrian panjang dan melangkahkan kakinya ke sana. Ia memiliki kartu VIP, jadi untuk apa repot-repot mengantri pikirnya. Walaupun begitu, tentunya banyak orang yang memandang nya dengan pandangan yang tidak senang, bahkan ada yang berteriak kepadanya.
“Oi sia*an! Kembalilah ke belakang untuk mengantri! Jangan main potong saja kau.” Ujar seorang pria yang terlihat sudah berumur tiga puluhan. Ling Feng sontak menoleh ke arahnya menatapnya, pria berumur yang di tatap oleh Ling Feng, balik menatapnya dengan sengit.
Pria tersebut merasa sangat marah, karena Ling Feng benar-benar mengabaikanya. Tanpa pikir panjang ia pun berteriak seraya melayangkan tinjunya kepada Ling Feng, “Kepa*at! Berani-beraninya kau mengabaikan perkataan ku!” Teriak pria tersebut melayangkan tinjunya kepada Ling Feng.
Seperkian detik, secara tiba-tiba Ling Feng pun kembali berbalik seraya mengibaskan tangannya dan...
Boooommmm
Pria yang melayangkan tinju kepada Ling Feng pun sontak di buat terbang terpental oleh kibasan tangan Ling Feng belaka. Tidak hanya itu saja, keadaan nya pun di buat sangat mengenaskan. Kawah kecil tercipta dimana ia jatuh, organnya dalamnya mengalami kerusakan cukup parah, dan yang terakhir, tangannya hampir sepenuhnya hancur memperlihatkan dagingnya, bahkan sampai ketulangnya.
__ADS_1
Orang-orang yang memperhatikan itu pun tidak bisa bergidik ngeri melihatnya, sontak pandangan mata mereka beralih kepada Ling Feng yang masih dalam posisi yang sama, sampai kemudian, ia pun tiba-tiba berkata dengan nada yang sangat dingin, “Saat ini suasana hatiku sedang bagus, pergilah jika tidak ingin mati saat ini juga.” Ucap Ling Feng dengan acuh tak acuh kembali melangkah seperti biasanya.
Tidak ada yang berani berkomentar ataupun menentangnya, mereka sama-sama menyadari, bahwa Ling Feng adalah sosok yang tidak bisa mereka sentuh. Lebih baik pura-pura tidak tahu, karena terkadang ketidaktahuan adalah sebuah berkah bagi seorang manusia untuk menyelamatkan nyawanya.
Ling Feng kembali melangkahkan kakinya dan sampai di pintu masuk. “Aku ingin masuk ke dalam dan in-“ Ucapan Ling Feng yang belum selesai, keuburu di potong oleh teriakan seseorang yang berasal dari belakangnya.
“Hei kau yang didepan. Menyingkirlah sekarang! Nona kami ingin lewat terlebih dahulu.” Teriak seorang pelayan yang merujuk kepada Ling Feng tentunya yang berada di depannya. Ling Feng menghela nafas panjang dan dengan malas berbalik kebelakang, mendapati seorang wanita dengan wajah yang sangat angkuh menaiki kuda putih yang sangat mewah. Ling Feng menatap acuh seraya bergumam pelan, “Selesai satu, datang lagi yang lainnya.” Gumam Ling Feng menghela nafas panjang.
“Kenapa masih tidak bergeming?! Cepat minggir! Nona muda kami hendak lewat sekarang!” Teriak pelayan tersebut dengan nada tinggi kepada Ling Feng.
Ling Feng mengangkat sebelah alisnya di balik topengnya, merasa tidak senang, “Memangnya apa hak mu memerintahkan ku untuk minggir. Pelelangan ini milikmu, kah... Sampai kau berani berkata seperti itu.” Ujar Ling Feng dengan nada yang menantang tidak senang.
“K-kau tidak tahu siapa nona ini? Dia adalah tuan putri dari Kekaisaran Shu.” Jelas pelayan tersebut. Wanita yang di atas kuda itu pun mengangkat dagunya tinggi-tinggi memasang wajah angkuh, orang-orang yang mendengar itu pun tentunya langsung sedikit menjauh dari Ling Feng, namun tidak sedikit yang menunggu respon dari Ling Feng, mengingat kekuatan yang Ling Feng tunjukan di awal tadi.
“Memangnya kenapa kalau dia putri kekaisaran. Aku dulu yang datang pertama, jadi tunggulah, toh nona muda mu itu tidak akan mengantri begitu lama.” Ujar Ling Feng acuh tak acuh, kembali berbalik mengabaikan putri kekaisaran Shu.
Seperti yang sebagian orang duga, Ling Feng menunjukkan respon yang menarik, sontak pelayan dan putri kekaisaran merasa sangat terkejut tentunya, terutama putri kekaisaran yang tidak menyangka bahwa ia akan dipermalukan seperti itu. Pada saat putri keiasaran hendak berbicara, pelayan nya sudah terlebih dahulu meneriaki Ling Feng.
“Kau berani sekali mengabaikan putri kekaisaran! Matilah kau orang angkuh!” Teriak pelayan itu melesatkan serangan kepada Ling Feng, namun sesaat tinju itu sampai kepada Ling Feng, secara tiba-tiba, Ling Feng mengangkat satu jarinya tanpa berbalik, lalu ia arahkan jarinya tersebut pada dahi pelayan tersebut. Cahaya kecil keluar dari ujung jari Ling Feng, dan melesat cepat menembus dahi pelayan tersebut.
Pelayan itu pun langsung jatuh ke tanah, mati begitu saja dengan kedua matanya terbuka lebar. Semua pasang mata pun, sontak menahan nafas mereka, melihat pelayan tersebut tewas mengenaskan dalam sekali serang saja.
__ADS_1
>>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.