Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Masa-masa Pelatihan


__ADS_3

Ling Feng pun mulai membaca dan memahami satu persatu dari tumpukan-tumpukan buku tersebut dan setiap ia selesai membaca lima buku, ia pun memanggil Tua Tao sesuai dengan perkataannya tadi. Awalnya Tua Tao membaca buku yang telah Ling Feng baca sekilas lalu kemudian ia pun mulai menggambar sebuah lingkaran formasi skala kecil di sana.


Setelah menggambar lingkaran formasi itu Tua Tao mulai bertanya tentang yang berkaitan itu dan meminta Ling Feng untuk menjelaskan nya secara keseluruhan dari lingkaran formasi yang digambarkan nya. Lalu jika belum benar, Ling Feng akan disuruh membaca lagi hingga benar-benar paham dari apa yang ia baca.


Hal tersebut terus berlanjut berhari-hari bahkan bulan demi bulan pun telah terlewati saking berlalunya hari. Ling Feng tidak beranjak dari sana kecuali, ia ingin makan dan membersihkan tubuhnya. Selebihnya gubuk yang ia buat pun dianggurkan nya.


Walaupun tidak melakukan apapun selain membaca, Ling Feng tidak merasa kesal atau pun marah. Ia hanya menjalani dengan lapang dada dan biasa. Ya sesekali dirinya mengeluh, namun hal tersebut tidaklah berlangsung lama dan ia pun kembali membaca buku-buku tersebut.


Enam Bulan Kemudian


Tidak terasa enam bulan pun telah berlalu. Tumpukan buku-buku yang awalnya mempunyai tinggi tiga meter kini hanya tinggal tersisa dua sampai tiga buku saja saat ini. "Bagaimana dengan formasi ini?" Kata Tua Tao. Ling Feng mulai memperhatikan setiap sudut dan formasi tersebut.


"Formasi ini adalah formasi kuno yang digunakan para alkemis jika ingin menyuling pil tingkat tinggi. Formasi ini digunakan untuk menarik aura langit dan bumi sehingga mempertinggi persentase keberhasilan menyuling pil." Kata Ling Feng menjelaskan tentang formasi yang telah digambar oleh Tua Tao.


Tua Tao tersenyum menganggukkan kepalanya. "Kau benar dan ini juga menjadi akhir dari ilmu tentang formasi yang kau inginkan." Kata Tua Tao. Ling Feng yang mendengar itu langsung menjatuhkan tubuhnya saat itu juga sembari berteriak keras. "Aku berhasil hahahaha…!" Teriak keras Ling Feng merasa sangat senang, karena telah berakhir.


"Sepertinya kau sudah cukup muak membaca tumpukan buku-buku itu ya." Kata Tua Tao terkekeh. Ling Feng spontan menjawab. "Bukan muak lagi guru, aku bahkan tidak ingin lagi bertemu dengan benda yang bernama buku." Kata Ling Feng tanpa pikir panjang.

__ADS_1


"Tapi…" Ling Feng menggantung perkataannya. Tua Tao yang mendengar itu meliriknya menunggu Ling Feng melanjutkan perkataannya. "Di satu sisi aku juga sangat senang dan bangga, karena aku bisa melewati batas ku. Aku juga menyadari bahwa sesuatu tidak ada yang mudah dicapai." Kata Ling Feng lalu menoleh kepada Tua Tao.


Mendengar hal itu Tua Tao menggelengkan kepalanya. "Begitukah…Ya baguslah jika memang seperti itu." Kata Tua Tao lalu beranjak menuju Gubuknya. "Jangan lupa siapkan makan malam nanti." Kata Tua Tao kepada Ling Feng.


Ling Feng pun langsung bersiap-siap untuk memasak makan malam untuk keduanya. Tidak lama kemudian makan malam pun siap dan keduanya langsung menyantapnya. "Kita istirahat beberapa hari sebelum lanjut kebagian selanjutnya." Kata Tua Tao sembari mengunyah daging bakar yang Ling Feng buat.


"Setelah ini apa aku akan berlatih teknik berpedang atau semacamnya guru?" Tanya Ling Feng dengan mata berbinar-binar, namun jawaban dari Tua Tao membuat wajahnya berubah seratus delapan puluh derajat. "Tidak." Jawab Tua Tao tanpa beban.


"Ehhhhh…lalu pelatihan apa lagi yang akan kulakukan nanti?" Tanya Ling Feng yang menjadi lesu. "Alkemis." Jawab Tua Tao singkat. Mendengar hal itu Ling Feng ingin mengeluh, namun ia telan mentah-mentah dan memilih mengikuti perkataan gurunya saja.


Setelah percakapan itu, makan malam pun telah berlalu. Keesokan harinya Ling Feng yang tidak mempunyai kegiatan Apapun mulai mempraktekkan Formasi-formasi yang telah ia pelajari selama enam bulan terakhir ini dan ia pun tersenyum senang, karena apa yang ia baca selama enam bulan terakhir tidaklah sia-sia.


Setelah puas bermain-main dengan keterampilan formasinya, Ling Feng pun lanjut dengan berlatih mengendalikan kekuatan elemen es yang baru saja ia bangkitkan. Ia bahkan mulai berniat untuk menggabungkan kedua elemen yang saling beresonansi.


Bahkan tidak tanggung-tanggung Ling Feng berniat untuk menggabungkan kekuatan elemen nya dengan energi pedangnya. Tidak sedikit ia berkali-kali gagal melakukan hal itu, namun Ling Feng masih tidak menyerah dan terus menerus mencoba lagi dan lagi.


"Jika kau bergerak kau bisa merasakan bahwa disana ada jalan halus didepan mu. Kau tinggal diam, dan kumpulan energi mu di kekosongan." Gumam Ling Feng mencoba berkonsentrasi dengan mengulang kata-kata yang telah di baca dari buku sebelumnya.

__ADS_1


"Jika kau duduk, kepribadian seseorang yang tercerahkan akan tercermin dalam penampilannya. Jika ia lemah, cara dia bergerak akan melemah dan lambat. Jika ia fokus, cara dia bergerak akan tepat dan akurat. Jika ia tenang, cara dia bergerak akan stabil." Gumamnya lagi.


Seketika energi kuat berkumpul di antara kedua telapak tangan nya. Ling Feng yang merasakan itu lalu melesat kan energi tersebut ke arah target kayu yang ia buat dan…


Booooomm


Hasilnya cukup memuaskan dirinya, walaupun masih belum sempurna. Sebuah tebasan energi pedang yang disertai aura hawa dingin. Ling Feng tersenyum simpul dengan nafas yang memburu. "Berhasil juga akhirnya." Kata Ling Feng langsung membaringkan tubuhnya di tanah dengan senyuman tercetak diwajahnya.


Tepat setelah ia sedang merasa senang, sebuah bayangan seseorang muncul didekat Ling Feng. "Ikut aku. Kau harus mempunyai sesuatu terlebih dahulu sebelum melanjutkan pelatihan alkemis ku." Kata Tua Tao. Mendengar hal itu Ling Feng pun berkata.


"Beri aku nafas dulu guru. Aku baru saja menyelesaikan sesuatu yang cukup berat tadi." Kata Ling Feng dengan nafas memburu. Mendengar hal itu Tua Tao pun berkata kembali sembari duduk.


"Pulihkan kekuatan mu sekarang. Sampai kau dimana jika gagal tidak bisa membuat alasan nantinya." Kata Tua Tao. Ling Feng yang mendengar itu lantas bangkit dari berbaringnya dan berkata melambaikan tangannya. "Baiklah guru aku mengerti dan tidak perlu khawatir aku mencari alasan nantinya." Kata Ling Feng melambai-lambai tangannya dan langsung memasang sikap lotus.


Ia lantas mengeluarkan dua buah pil pemulih lalu kemudian mulai menelan dan menyerapnya saat itu juga.


>>>>>> Bersambung

__ADS_1


__ADS_2