
Singkat cerita mereka pun hampir sampai di kota Anyi. Lin kecil juga sudah bangun dari tidurnya pada saat di perjalanan kembali. Pada saat perjalanan keduanya sepakat untuk memilih berjalan saja, karena enggan membuat Lin kecil tidak nyaman. Toh jaraknya juga hanya tinggal beberapa meter lagi saja ke kota.
Akan tetapi yang menjadi masalahnya adalah kecanggungan diantara keduanya. Walaupun Ling Feng sudah berusaha untuk menghilangkan rasa canggung diantara keduanya, namun kejadian-kejadian sebelumnya merupakan pertama kalinya yang dialami mereka.
Melihat Qing Xian yang sepertinya tidak nyaman Ling Feng pun berkata. "Sepertinya aku tidak seharusnya memeluk mu ya tadi." Kata Ling Feng. Qing Xian yang mendengar itu pun langsung berkata kembali. "Kenapa?" Tanya balik Qing Xian singkat. "Karena kau menjadi tidak nyaman berada didekat ku." Jawab Ling Feng tanpa beban.
Qing Xian yang mendengar itu berhenti berjalan. Ling Feng yang menyadari Qing Xian berhenti berjalan, reflek ikut berhenti juga. Qing Xian menundukkan kepalanya dan mengepalkan tangannya kuat-kuat dan berkata. "T-tidak perlu berkata seperti itu. S-sebenarnya bukan aku merasa tidak nyaman berada didekat mu. Hanya saja…Hal tersebut merupakan hal yang baru bagiku." Kata Qing Xian menjelaskan walaupun saat itu ia sudah gugup setengah mati. Sedangkan di sisi Ling Feng, ia menyimaknya dengan tenang.
"Hal itu adalah pengalaman pertama ku. Aku tidak tau apa yang harusnya kulakukan untuk menghadapi mu dan bagaimana cara meresponnya. Oleh karena itu…" Kata Qing Xian sembari mengepal kuat-kuat tangannya. Menghembuskan nafas sejenak dan mendongakan kepalanya menatap Ling Feng dimana Ling Feng juga sedang menatapnya.
Qing Xian berkata kembali. "Oleh karena itu…Jangan pernah berpikir bahwa aku tidak nyaman berada di dekat mu." Kata Qing Xian menatap serius Ling Feng. Ling Feng yang di tatap seperti itu merasa seluruh tubuhnya seperti dihantam sebuah palu.
Hening seketika setelah Qing Xian berkata seperti itu. Dalam hatinya ia sudah mengutuk dirinya dalam-dalam. "Mau dilihat bagaimana pun apa yang kukatakan ini sama saja dengan pernyataan cinta. Ling Feng pasti sudah sadar. Ia pasti sadar akan hal itu, makanya ia terdiam. Ah Qing Xian kenapa kau sangat bodoh berkaitan dengan hal seperti ini." Batin Qing Xian mengutuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Namun di sisi lain ia merasa senang, karena bisa menyampaikannya. Apa yang selama ini ia pendam. Dirinya memang sudah tertarik dengan Ling Feng sejak lama. Hanya saja ia tidak pandai mengekspresikan perasaan tersebut.
Ling Feng yang mendengar pengakuan itu, tentu tidak bodoh. "Begitu, kah…Ya senang mendengarnya jika Xian'er berkata seperti itu. Atau harus ku panggil lebih mesra lagi supaya tidak gugup." Kata Ling Feng terkekeh membalas tatapan gugup Qing Xian dengan tatapan lembut. Qing Xian yang mendengar itu sekali lagi wajahnya memerah dan reflek menundukkan kepalanya sembari menutup matanya.
Lin kecil sendiri hanya memperhatikan keduanya saja. Karena ia tidak paham tentang apa yang dikatakan kedua orang dewasa didepannya ini. Ia bahkan sempat mengira Qing Xian sakit karena wajahnya berubah merah.
"Kakak Xian. Wajah kakak berubah menjadi merah…Kakak sakit?" Tanya Lin kecil memegang dahi Qing Xian. Ling Feng yang mendengar itu hanya tersenyum menggelengkan kepalanya saja. Qing Xian sendiri langsung membuka matanya dan reflek berkata. "K-kakak tidak apa-apa Lin'er. Kakak t-tidak apa-apa. Kakak cuma…" Kata Qing Xian sembari menyapu pandangannya mencari alasan dan menemukannya. "Kakak cuma kepanasan jadinya…Wajah kakak berubah menjadi merah." Kata Qing Xian berusaha menyakinkan Lin kecil.
"Begitukah…" Kata Lin kecil tidak percaya. Qing Xian dengan cepat berkata. "Iya Lin'er…Kakak sungguh tidak apa-apa. Sebentar lagi wajah kakak akan berubah seperti pada biasanya." Kata Qing Xian sungguh-sungguh supaya Lin kecil mempercayainya.
Qing Xian yang melihat Ling Feng menertawakannya, menatap jengkel pemuda itu. "Humphhhhh…Kita pergi sekarang." Kata Qing Xian berjalan mendahului Ling Feng yang menatap dirinya bingung.
Selama perjalanan pun Qing Xian hanya bereaksi cuek saja kepada Ling Feng. Ling Feng yang merasakan bahwa Qing Xian berbeda dengan yang tadi benar-benar bingung. "Padahal baru beberapa detik ia bertingkah seperti kucing kecil yang menggemaskan. Tapi saat ini sifatnya benar-benar sangat berbeda dengan yang tadi. Apakah semua wanita di dunia ini memang seperti itu ya." Batin Ling Feng yang benar-benar bingung.
__ADS_1
Tidak lama keduanya sudah sampai di kota Anyi. Perjalanan yang seharusnya bisa sampai hanya dalam dua batang dupa saja, mereka baru sampai pada saat waktu menunjukkan senjanya.
Di gerbang masuk kota Anyi juga terlihat beberapa orang yang sedang berdiri seperti menunggu disana. Qing Xian pun langsung mempercepat langkahnya. Sedangkan Ling Feng hanya berjalan biasa saja. Beberapa orang tersebut adalah Long Tian, To Mu, Pang Lang, Kepala Keluarga Qing, Qing Lao, dan Zi Liu.
Semua orang yang menunggu di gerbang kota pun langsung menghampiri keduanya. "Darimana saja dirimu putri ku?! Seharian tidak terlihat, lalu langsung menghilang begitu saja. Kau membuat ayah sangat cemas Xian'er." Kata kepala keluarga Qing langsung memeluk anak perempuannya itu dengan wajah cemas. Qing Lao yang melihat dari kejauhan menghembuskan nafas lega melihat saudarinya pulang dengan selamat.
Qing Lao lantas menatap Ling Feng. Ling Feng yang merasa dirinya ditatap langsung mengalihkan pandangannya ke orang yang menatapnya yaitu, Qing Lao. Qing Lao tidak berkata apa-apa ia hanya menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Ling Feng. Ling Feng tersenyum menganggukkan kepalanya.
"Aku tidak apa-apa ayah dan maaf telah membuat mu menjadi cemas. Sepertinya yang ayah lihat saat ini, bahwa aku baik-baik saja sekarang." Kata Qing Xian menenangkan sang ayah. Kepala keluarga Qing yang mendengar itu lantas mengalihkan pandangannya ke Ling Feng dan mendekatinya. "Tuan muda Feng atas nama kepala Keluarga Qing aku berterima kasih dengan sangat karena sudah mau menyelamatkan putri ku dari bahaya. Aku kepala keluarga Qing bersumpah akan memenuhi apapun permintaan yang diajukan tuan muda Feng." Kata kepala keluarga Qing sembari bertekuk lutut.
Ling Feng yang melihat kepala keluarga Qing sampai berlutut, langsung membantunya bangkit dan berkata. "Baiklah, baiklah aku akan memintanya susut hari nanti. Oleh karena itu, bangkitlah. Tidak perlu sampai melakukan seperti itu.
"Anda telah menyelamatkan sesuatu yang sangat berharga bagi milikku. Bahkan jika anda meminta keluarga Qing tunduk kepada mu aku sama sekali tidak menolaknya." Kata kepala keluarga Qing dengan sungguh-sungguh berkata seperti itu. Membuat semua orang disana terkejut termasuk Ling Feng yang mendengarnya.
__ADS_1
>>>>>> Bersambung