
Pasalnya dari cerita yang disampaikan oleh Wang Hei. Kebanyakan orang-orang yang menghilang di Kota Tanjung adalah para wanita dan anak-anak. Cai Lan merasa ada yang janggal dari cerita pria paruh baya tersebut, walaupun begitu dirinya tidak berniat untuk mengatakan nya sekarang dan memilih untuk membahasnya nanti.
>>>>>>_______
“Terlebih lagi laporan tentang orang hilang tidak hanya terjadi di sekitar kota saja, beberapa desa di sekitar Kota Tanjung juga terjadi insiden serupa. Kami sudah menyelidiki ini selama beberapa minggu terakhir, tapi masih belum menemukan titik terang siapa pelakunya.” Ujar Wang Hei seraya menghela nafas gusar dengan mimik wajah gelisah.
“Begitu, kah... Kamu sudah bekerja keras Pemimpin Wang. Sisanya biar aku dan ketiga muridku yang akan mengurusnya.” Ujar Zhang Ling. Mendengar hal itu, Wang Hei pun langsung menundukkan kepalanya seraya mengucapkan banyak terima kasih kepada Zhang Ling dan yang lainnya.
“Baiklah kalau begitu, aku dan murid-muridku akan mulai menyelidiki tentang masalah ini sekarang juga.” Ucap Zhang Ling seraya bangkit dari tempat duduknya diikuti Yin Mei, dan kedua gadis lainnya. Mendengar hal itu, Wang Hei awalnya menawarkan Zhang Ling dan yang lainnya untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum memulai penyelidikannya, mengingat perjalanan mereka untuk sampai ke Pulau Tanjung tidaklah sebentar.
Akan tetapi, Zhang Ling menolak tawaran tersebut dengan sopan. Wang Hei mengerti dan tidak mengatakan apapun lagi. “Baiklah kalau begitu. Aku dan murid-muridku akan pergi sekarang.” Ucap Zhang Ling seraya bangkit dari tempat duduknya di ikuti oleh ketiga muridnya. Wang Hei dan Wang Yang pun juga bangkit mereka menundukkan kepalanya sekali seraya berterima kasih kepada Zhang Ling.
Zhang Ling membalasnya dengan sekali anggukkan kepalanya seraya mengatakan sepatah dua patah kata kepada Wang Hei.
“Jika Tetua perlu sesuatu yang dibutuhkan untuk membantu penyelidikan ini, jangan sungkan untuk mengatakannya kepadaku.” Ucap Wang Hei dengan nada ringan lagi lembut yang dianggukki oleh Zhang Ling. Setelah itu, keempat wanita tersebut pun pergi dari aula tersebut menyisakan Wang Hei dan Wang Yang saja di dalamnya.
Tepat kepergian Zhang Ling dan yang lainnya, raut wajah Wang Hei pun langsung berubah drastis ia melayangkan tatapan tajam ke arah kepergian Zhang Ling dan yang lainnya seraya tersenyum cukup lebar memberikan kesan misterius dan penuh arti.
“Nak aku serahkan sisanya kepadamu.” Ucap Wang Hei seraya melirik ke arah putra di sebelahnya. Wang Yang yang mendengar itu pun tersenyum lebar seraya berkata, “Tentu saja ayah. Aku sudah tidak sabar membuat ketiga gadis itu menjadi penghangat ranjang ku.” Ucap Wang Yang seraya menjilat bibir bagian bawahnya seraya tersenyum lebar.
“Berhati-hatilah nak. Tetua itu sudah berada di ranah saint. Sebisa mungkin kamu harus menuntun mereka ke tempat 'itu'. Sekalipun itu ranah saint puncak yang datang, dirinya tidak akan berdaya selama berada di tempat 'itu'.” Ucap Wang Hei dengan nada serius menatap putranya tersebut.
__ADS_1
“Aku mengerti ayah. Kalau begitu, aku akan pergi terlebih dahulu.” Ujar Wang Yang lalu berpamitan kepada Wang Hei pergi dari aula tersebut. “Hehehehe... Aku tidak menyangka Sekte Gadis Suci akan mengutus seorang tetua juga. Aku bisa langsung naik tingkat dan jika beruntung bisa menembus dua atau tiga kali sekaligus.” Ujar Wang Hei seraya tertawa mengerikan dan beberapa saat kemudian, pintu aula pun tertutup dengan sendirinya.
Tepat pintu aula tertutup, muncullah sosok naga kecil dari atas langit-langit pintu aula. Sosok naga kecil itu menatap ke arah pintu aula seraya memasang senyum mengejek. “Cihhh dasar pengkhianat, sudah berkhianat pecudang pula.” Gumam naga kecil itu yang tidak lain adalah Long Tian dengan nada mengejek.
Wang Hei dan Wang Yang tidak sadar, bahwa ada sosok Long Tian yang menguping pembicaraan mereka. Seperkian detik kemudian, Long Tian langsung menghilang dari sana tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Kembali menemui Ling Feng untuk berbicara dengannya tentang informasi yang ia dapatkan itu.
>>>>>>______
Disebuah Pohon Besar nan Tinggi
“Kau lama sekali paman. Bukankah kamu bilang ahlinya dalam mencari informasi dengan cepat dan akurat.” Ucap sosok pemuda bertopeng seraya bersandar santai di atas dahan pohon yang besar dan tinggi, yang menjulang diantara kanopi-kanopi pepohonan.
“Oh ayolah nak, aku hanya telat beberapa detik saja bagaimana itu bisa di sebut lama?” Ujar Long Tian seraya bersungut kesal namun hanya di balas Ling Feng yang mengedikan kedua bahunya. “Cih dasar kau ini. Aku akan mendapatkan informasi yang menarik nak. Kamu mau dengar tidak?” Jelas Long Tian.
“Ah gawat nak... Aku benar-benar tidak bisa ingat kembali sekarang! Isi kepalaku benar-benar kosong melompong.” Ujar Long Tian memasang raut wajah pucat pasi seraya tubuh naga kecilnya nampak terlihat bergetar. Walaupun begitu, raut wajah Ling Feng masih tetap sama sampai beberapa saat kemudian ia pun menghela nafas gusar dan akhirnya menyerah. Ia pun mengeluarkan sebotol arak dari cincin ruangnya sontak melemparkannya kepada naga kecil tersebut.
Sepasang kedua mata naga kecil tersebut langsung menatap tajam botol putih tersebut dan dalam sekejap ia meraihnya. Melihat itu Ling Feng memutar kedua bola matanya malas dan berkata, “Jadi bisakah paman mengatakan nya sekarang?” Ujar Ling Feng seraya menghela nafas malas.
“Tentu saja. Entah mengapa, semua ingatan ku sudah kembali.” Ucap Ling Feng dengan sepasang matanya sudah berbinar terang. Melihat itu Ling Feng hanya tersenyum masam seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Long Tian pun mulai menjelaskan tentang informasi yang ia maksud sebelumnya. Informasi tersebut tidak lain adalah tentang insiden orang-orang yang menghilang. Long Tian pun mengatakan semuanya sesuai yang ia dengar dari pembicaraan antara Pemimpin kota Tanjung dan Zhang Ling serta yang lainnya.
__ADS_1
Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya. Ia juga mendapatkan informasi serupa yang di sampaikan oleh Long Tian. Sebelumnya ia memang sudah curiga ketika dirinya melihat ke arah sebuah kota yang di tuju oleh Zhang Ling dan yang lainnya.
Ia merasakan aura menjijikan dari arah Kota Tanjung. Walaupun hanya samar-samar, dirinya sangat yakin bahwa itu adalah Qi Hitam milik ras iblis. Oleh karena itu, dirinya meminta Long Tian untuk mengikuti Zhang Ling dan yang lainnya, memastikan aura hitam tersebut yang samar-samar ia rasakan di Kota Tanjung.
Untuk dirinya, ia memilih pergi ke desa-desa mencari informasi di sana. Ia bahkan tidak tanggung-tanggung menggunakan Teknik tubuhnya untuk mengumpulkan beberapa informasi dari beberapa desa sekaligus.
“Pengkhianat itu adalah Pemimpin kota Tanjung dan anaknya. Aura Hitam samar-samar yang kamu rasakan di Kota Tanjung adalah milik mereka berdua. Kini keduanya sedang merencanakan sesuatu kepada Zhang Ling dan yang lainnya.” Jelas Long Tian di akhir kalimat.
LIng Feng yang mendengar itu sedikit termenung, sampai beberapa saat kemudian ia pun sadar akan tatapan Long Tian yang menatap lurus ke arahnya. “Kenapa kamu melihat ku seperti itu paman?” Tanya Ling Feng seraya mengangkat sebelah alisnya ketika melihat tatapan aneh Long Tian.
“Apakah kita akan membantu gadis-gadis tersebut?” Tanya Long Tian. Ling Feng terdiam sejenak, dirinya sudah mengetahui hal tersebut. Jadi, tidak mungkin baginya untuk diam begitu saja melihatnya.
“Karena aku sudah mengetahui ini, mana mungkin akan diam saja. Akan tetapi, kita tidak akan turun tangan secara langsung. Aku hanya akan membantu mereka sedikit saja. Selebihnya aku yakin mereka bisa mengurusnya.” Ucap Ling Feng.
“Teknik Tubuh Surgawi: Pemecah Elemen.” Ucap Ling Feng seraya membentuk segel tangan yang rumit diiringi dengan tubuhnya yang bersinar terang. Beberapa saat kemudian cahaya terang di tubuhnya pun perlahan redup dan terlihatlah dua sosok Ling Feng, yang membedakan nya hanya rambut dan pupil mata klonnya, yang berwarna merah terang.
“Pergilah dan selesaikan dengan rapih!” Ucap Ling Feng dengan nada serius yang dianggukki oleh klonnya tersebut lalu api pun muncul dari bawah pijakannnya membakar seluruh tubuhnya lalu menghilang dari sana.
"Dengan ini aku rasa bisa menyelesaikan permasalahan mereka. Ayo kita pergi paman." Ujar Ling Feng dianggukki oleh naga kecil tersebut.
>>>>>> Bersambung
__ADS_1
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.