
"Sudah lama ya Paman Mu bagaimana kabar mu dan apakah kau kerepotan untuk menjaga kebun herbal ku." Ucap Ling Feng menyapa To Mu. To Mu yang disapa sedikit menundukkan kepalanya lalu berkata, "Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja Feng'er dan untuk kebun herbal kau tidak perlu khawatir aku menjaganya dengan baik." Ucap To Mu.
Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu bertanya kembali kepadanya mengenai Hao Xiang dan Ling Laohu. "Dimana Hao'er dan kucing itu berada paman?" Tanya Ling Feng. To Mu yang mendengar itu langsung menjawabnya, "Hao Xiang sedang masa-masa kritisnya dan Ling Laohu sedang menjaga anak itu sesuai dengan perintah mu Feng'er." Jawab To Mu.
Mendengar hal itu Ling Feng menganggukkan kepalanya dan masuk kedalam gua lebih tepatnya ke salah satu ruangan yang biasa ia gunakan untuk berkultivasi.
"Aku ingin berkultivasi dulu paman, dan mungkin tidak akan keluar dalam waktu dekat. Juga atur waktu dunia jadi lebih cepat dibandingkan dengan dunia luar. Atur satu banding sepuluh paman." Ucap Ling Feng sebelum benar-benar masuk kedalam gua.
To Mu yang mendengar itu menganggukkan kepalanya dan langsung melaksanakan tugas yang diberikan Ling Feng kepadanya. Melihat To Mu mengiyakan permintaannya, Ling Feng langsung masuk kedalam gua dan mulai berkultivasi saat itu juga.
"Aku harus menjadi kuat, iblis yang kulawan saat itu sangat kuat jika bukan karena keberuntungan ku mungkin aku sudah mati saat itu." Gumam Ling Feng lalu mengambil sikap lotus dan mulai berkultivasi.
Sedangkan disisi lain
Long Tian yang diminta untuk mengawasi pergerakan pemuda bertudung oleh Ling Feng, langsung mengawasi dari jarak yang cukup jauh dan tidak terdeteksi membuat pengintaiannya menjadi lebih aman.
"Orang-orang ini tidak salah lagi berasal dari sekte bayangan. Aura mereka dan pakaian khas sekte bayangan ini sama persis dengan orang-orang yang menyerang desa Hao Xiang kala itu." Gumam Long Tian memperhatikan gerak-gerik pemuda bertudung itu dan kelompoknya.
__ADS_1
"Sekte bayangan ini tidak bergerak jika tidak mempunyai tujuan. Sangat mencurigakan jika hanya untuk mengikuti turnamen alkemis saja. Pasti ada yang mereka ingin lakukan dengan kota ini sepertinya tindakan tepat dengan langsung datang kesini." Gumam Long Tian melihat sekitar ada sekitar dua puluh orang dengan pemuda bertudung memiliki aura yang sama dengan orang sekte bayangan.
"Feng'er bilang ia ingin meningkatkan kekuatannya. Bisa dibilang ingin melakukan kultivasi tertutup untuk memperkuat ranahnya. Jika itu dantian biasa, mungkin ia sudah mencapai ranah langit bahkan mungkin saint. Akan tetapi dantian yang ia dapatkan saat ini adalah dantian elemen yang membuat dirinya memakan waktu tiga kali lipat berkultivasi dibandingkan dengan orang lain." Gumam Long Tian memikirkan langkah apa yang akan ia ambil selanjutnya. Namun, sedikit kemudian keluh kesah itu ditepis dari kepalanya.
"Memikirkan hal-hal yang rumit tidak ada gunanya. Biarkan saja ia lakukan apa yang ia mau nantinya, aku hanya cukup membantu jika memang ia benar-benar membutuhkan bantuan ku saja." Gumam Long Tian dan tiba-tiba ia terpikirkan sebuah cara.
Long Tian lantas mengeluarkan secarik kertas berwarna merah dan sedikit melukai jarinya lalu menggambar sesuatu di kertas tersebut. Gambar yang ia buat adalah sebuah rune kuno yang entah apa itu fungsinya. Ia menggunakan darahnya yang membuat kertas tersebut semakin kuat saat digunakan.
"Baiklah sudah siap sekarang tinggal kita tempelkan saja kepada orang itu dan aku bisa menggunakan waktu bersantai tanpa harus memperhatikannya setiap waktu." Ucap Long Tian pada diri sendiri dengan bangga.
Ia langsung menghilang entah kemana yang pasti rencana yang telah ia susun akan ia lancarkan saat itu juga.
Sebuah ruangan yang cukup luas terdapat seorang pria tua ditemani secangkir teh disisinya. Pria tua tersebut adalah Ketua paviliun obat yang masih asik memperhatikan pil yang diberikan oleh Ling Feng kepadanya. Lalu terdengar suara pintu ruangan tersebut diketuk.
Tok…Tok…Tok
Mendengar hal itu Ketua paviliun berkata dengan singkat, "Masuklah". Pintu ruangan tersebut langsung dibuka menampilkan sosok pemuda yang tidak lain adalah Tuan muda paviliun obat. Pemuda itu datang dengan wajah cukup lesu ketika menghadap sang ketua paviliun obat.
__ADS_1
"Kakek aku…" ucap tuan muda paviliun obat sulit mengatakan kedatangannya. Ketua paviliun obat bangkit dari tempat duduknya lalu mendekati tuan muda tersebut dan menepuk-nepuk pundaknya.
"Tidak perlu merasa gagal, setiap orang pasti akan mengalami yang namanya kegagalan dan kekalahan. Kau tidak perlu malu dengan kekalahan mu. Orang yang dapat bangkit dari rasa terpuruknya adalah orang yang akan maju dikemudian hari." Kata ketua paviliun obat. Tuan muda itu langsung merenungi perkataan kakeknya itu.
"Kau dan pemuda itu berada dilevel yang berbeda. Aku yakin kerja keras untuk mendapatkan kemampuan tidak terduganya itu, ia dapatkan dengan mengalami kondisi hidup dan mati. Jika kau kalah saat ini maka kau hanya perlu berkerja lebih lagi. Usaha tidak akan mengkhianati hasil itulah yang harus kau pegang." Lanjutnya.
"Kau masih muda cucuku. Jalan mu masih panjang jangan hanya terfokus dengan satu kekalahan. Kekalahan bukanlah hal yang memalukan, justru dengan kekalahan kau akan bisa maju ketingkat yang lebih tinggi." Ucap ketua paviliun obat tersenyum. Tuan muda paviliun obat sedikit tersentak melihat kakeknya yang jarang tersenyum kepada dirinya, kini senyum yang sangat lembut ditunjukkan untuknya.
Tuan muda tersebut akhirnya mengerti mengapa sang kakek sedikit bersikap dingin kepadanya, alih-alih ingin membuktikan. Sang kakek hanya ingin memberikan yang terbaik kepadanya.
Sejak saat itu ia mulai menetapkan tekadnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan memperbaiki sikap buruknya. Melihat tekad sang cucu, ketua paviliun obat tersenyum simpul lalu mulai mengobrol ringan dengan sang cucu.
Di suatu tempat yang jauh
"Bagaimana persiapannya adik." Ucap seseorang. Orang yang dipanggil adik pun langsung menjawab, "Tenang saja kak dalam waktu dekat kita bisa memulai rencananya. Murid ku yang berada di kota Anyi akan memberikan informasi terkini seputar kota Anyi." Jawabnya. Seseorang tersebut menganggukkan kepalanya.
"Teruslah beroperasi dan jaga-jaga jangan sampai ada yang tau tentang kondisi ini. Peringatkan juga murid mu untuk berhati-hati disana, jangan sampai bertingkah aneh yang membuat rencana kita gagal." Ucap seseorang tersebut. Orang yang dipanggil adik itu pun bangkit sedikit membungkukkan badannya lalu pergi dari hadapan orang tersebut.
__ADS_1
"Untuk sekarang wilayah yang berpengaruh terlebih dahulu, baru Kekaisaran di kemudian hari. Aku tidak sabar dimana jatuhnya kekaisaran ini." Gumam orang tersebut dengan seringai lebar tercetak diwajahnya.
>>>>> Bersambung