Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Tunggu Saja Tanggal Mainnya


__ADS_3

...Saya Blizzardauthor mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri Minal aidzin wal Faidzin Mohon maaf lahir dan batin πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ...


...>>>>>_____<<<<<...


Kedua pemuda yang di duga adalah dua orang yang dibawa tetua dari Keluarga He langsung berteriak kepada Ling Feng.


"Lancang!! berani-beraninya kau berkata seperti itu kepada tetua Keluarga kami! Kumaafkan perkataan mu tadi jika berlutut dan meminta maaf sekarang!" Teriak salah satu pemuda kepada Ling Feng. Pemuda satunya hanya diam, namun ia menatap tajam Ling Feng ketika Ling Feng sudah berkata seperti itu.


Banyak bisik-bisik para pelanggan disana membicarakan tentang Ling Feng dan tentang keluar He yang semena-mena disini.


"Pemuda yang malang ia sudah menyinggung orang besar sungguh sudah tidak memiliki masa depan lagi."


"Padahal dari yang kudengar tadi pemuda ini hanya temannya saja. Kenapa tidak menjawab iya dan malah bertaruh nasib sungguh malang."


"Akan tetapi bukankah Keluarga He yang terlalu bersikap arogan? bahkan Keluarganya saja berani bersikap seperti ini di bisnis keluarga Qing. Bukankah ia sudah sangat arogan dengan membuat masalah di rumah makan bulan dan matahari."


Begitulah bisik-bisik para pelanggan rumah makan Bulan Matahari.


Ling Feng sendiri tidak peduli dan mengabaikan teriakan tersebut dan bisikan-bisikan para pelanggan terhadapnya


Ia tidak menganggapnya sama sekali dan hanya bersikap acuh tak acuh. Merasa dirinya diacuhkan pemuda yang awalnya berteriak kini menjadi marah dan ingin melesat menghajar Ling Feng yang sudah mengabaikannya.


"Kep*rat! berani sekali kau mengabaikan perkataan ku dasar bocah tidak tau diri lebih baik mati saja kau!" Teriak pemuda yang awalnya berteriak kepada Ling Feng tadi sembari Mengeluarkan niat membunuh terhadap Ling Feng. Pemuda yang satunya dengan tetua Keluarga He hanya diam saja tidak berniat atau bisa dibilang membiarkan saja pemuda dari keluarganya melakukan apa saja.

__ADS_1


Ling Feng yang mendengar teriakkan lagi, kini berinisiatif menolehkan pandangannya menatap pemuda yang berteriak kepadanya dalam diam. Lalu tiba-tiba ia merasakan tangan Jia kecil menjadi gemetaran ketika pemuda tersebut berteriak. Sontak Ling Feng refleks menatap tajam kepada pemuda yang berteriak dan dalam sekali langkah muncul dihadapannya sembari berkata lalu mencekik dan mengangkatnya.


"Tidak bisakah kau berkata seperti itu dengan lembut? kau tidak lihat anak kecil yang disana sudah gemetaran ketika kau berteriak." Kata Ling Feng dengan nada dingin mencekik leher dari pemuda yang berteriak kepadanya tadi.


Seketika keadaan menjadi hening tidak ada yang berbisik-bisik kembali ketika mendengar Ling Feng berkata seperti itu. Tetua Keluarga He dan pemuda yang sedari awal diam saja sama-sama membantin dalam benaknya.


"Sangat cepat sejak kapan ia berada disana mataku tidak bisa melihat gerakannya saking cepatnya." Batin Tetua Keluarga He dan pemuda dari keluarga He lainnya dalam benak hati mereka.


Pemuda yang berteriak kini merasakan sesak dan tidak bisa bernafas saat Ling Feng mencekiknya. Bahkan saking kuatnya Cengkraman Ling Feng, ia berusaha untuk menariknya, namun semua itu sia-sia. Lengan Ling Feng yang mencekik dirinya tidak bergeming sama sekali.


Melihat situasi sudah panas Tetua Keluarga He langsung mengambil tindakan.


"Anak muda, lepaskan pemuda itu sekarang juga atau kau tidak akan bisa hidup tentram di kota ini." Ucap Tetua Keluarga He kepada Ling Feng sembari mengeluarkan aura kultivasi. Ling Feng sendiri acuh tak acuh ketika tetua Keluarga He berkata seperti itu, namun ketika ia mengeluarkan aura kultivasinya pada saat itu juga Ling Feng menolehkan kepalanya sembari berkata.


"Kenapa aku harus melepaskan sampah ini? bukankah sampah ini sempat memancarkan niat membunuh yang sangat kuat terhadapku? jika aku lepaskan bukankah aku yang akan terbunuh." Ucap Ling Feng acuh tak acuh sembari menguatkan cengkraman tangannya membuat pemuda Keluarga He itu menjadi meronta-ronta.


Mendengar ancaman itu Ling Feng tersenyum sinis lalu terdengar suara patah tulang yang sangat jelas diiringi oleh teriakan seseorang pemuda.


Krakkk


"Akhhhhh tidakkk!!!!!! Aku tidak terima!!!!" Teriak Pemuda yang dicekik oleh Ling Feng dan tidak lama kehilangan kesadaran dan mati saat itu juga. Melihat Ling Feng yang mengabaikan ancaman Tetua dari keluarga He, para pelanggan yang berada disana ada yang kagum dengan ketegasan Ling Feng lalu ada juga yang menganggapnya ceroboh, karena sudah mengabaikan ancaman tersebut.


Ling Feng sendiri tidak peduli sama sekali tentang apa kata orang tentang dirinya, toh ia hidup bukan berasal dari perkataan orang lain. Jadi untuk apa mengurusi perkataan orang lain tentang dirinya. Selama ia nyaman seperti itu, kenapa harus repot-repot mendengarkan perkataan orang lain.

__ADS_1


Tetua Keluarga He langsung naik darah ketika Ling Feng mengabaikan ancaman yang ia katakan. Saat itu juga ia menatap tajam Ling Feng dan ingin bergerak menerjang Ling Feng, namun terdengar suara yang membuat dirinya tidak jadi bergerak.


"Apakah tetua sudah tidak menghormati Keluarga Qing kami sampai-sampai berani membuat kekacauan di tempat ini." Ucap suara wanita yang turun dari lantai dua tidak lain adalah Qing Xian. Tetua Keluarga He menggertakkan giginya saking kesalnya ia, Ling Feng sendiri hanya mengalihkan pandangannya menatap seorang wanita dengan langkah anggun turun dari lantai dua.


"Jangan ikut campur urusan Keluarga kami Nona muda Qing Xian. Ini adalah urusan keluarga kami jangan ikut campur kedalamnya." Ucap Tetua Keluarga He kepada Qing Xian dengan suara yang tertekan.


Qing Xian sendiri dengan santainya menjawab, "Aku tidak berniat ikut campur dengan urusan keluarga orang lain, hanya saja jika ingin menyelesaikan masalah jangan ditempat bisnis keluarga Qing ku." Ucap Qing Xian membuat tetua dari keluarga He itu terdiam tidak bisa berkata-kata. Lalu para pelanggan disana pun langsung pada mencibir tetua Keluarga He saat setelah Qing Xian berkata seperti itu.


"Keluarga He memang sangat arogan. Jelas-jelas mereka yang salah disini, namun masih tidak tau malu berkata seperti itu."


"Sudah kubilang Keluarga He itu sangat arogan. Kalau aku yang berada di posisi itu saat itu juga aku keluar dari sini, dan mereka masih berkata seperti itu. Mungkin urat malunya sudah putus kali."


Tetua dari Keluarga He tentu saja mendengar cibiran-cibiran tersebut. Ia marah sangat marah lalu bahkan darah sudah menetes saking kuatnya ia mengepalkan tangannya.


"Kita pergi dari sini" Ucap Tetua tersebut kepada pemuda satunya lagi sembari melangkah pergi dengan langkah lebar. Lalu pada saat melewati Ling Feng ia sempat berbisik ditelinga Ling Feng.


"Tunggu saja tanggal mainnya bocah. Sampai saat itu tiba puaskan dirimu dengan banyak menghirup udara segar." Bisik Tetua Keluarga He ditelinga Ling Feng. Ling Feng sendiri hanya diam saja acuh tak acuh, namun ia membalas bisikan tersebut.


"Ku kembalikan perkataan itu kepada mu tua Bangka."Balas Ling Feng langsung muncul kembali ke dekat Jia kecil yang masih terlihat gemetar sekujur tubuhnya. Ling Feng langsung mensejajarkan tingginya sembari berkata.


"Sekarang sudah tidak apa-apa, orang yang membuatmu takut sudah kakak buat tidur tadi. Sekarang kita makan terlebih dahulu sebelum pulang." Ucap Ling Feng mengelus-elus puncak kepala Jia kecil. Jia kecil yang mendengar itu menganggukan kepalanya berjalan terlebih dahulu menuju meja yang tersedia disana.


>>>>> Bersambung

__ADS_1


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )


( Blizzardauthor)


__ADS_2