Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Kubu yang Sama Kok


__ADS_3

“Saudari Jiao, dan dua saudari lainnya. Ikutlah dengan ku. Para tetua ingin bertemu dengan kalian bertiga.” Tutur Han Shen, membuat ketiga wanita itu menganggukkan kepalanya lalu mengekor di belakang Han Shen.


>>>>>>______


Han Shen membawa ke tenda para tetua, dimana terlihat tenda tersebut di jaga ketat oleh para murid dari empat sekte besar, dan kebetulan yang berjaga pada saat itu adalah tuan muda dari sekte lembah neraka, Ju Yao. Melihat Han Shen bersama tiga wanita, yang mana salah satunya terlihat sangat familiar, Ju Yao pun langsung mendekati Qing Xian.


“Nona Xian akhir nya kamu keluar juga dari tanah rahasia. Setelah mendengar banyak ras iblis yang menyusup ke tanah rahasia, aku sangat khawatir dengan dirimu, yang tak kunjung keluar juga. Syukurlah kamu baik-baik saja.” Kata Ju Yao perhatian pada Qing Xian mengabaikan orang-orang di sekitar nya.


Qing Xian dengan nada acuh tak acuhnya berkata, “Tuan muda tidak perlu khawatir. Aku bisa menjaga diriku sendiri.” Timpal Qing Xian dengan singkat. “Tetap saja aku khawatir kamu kenapa-kenapa.” Kata Ju Yao yang hendak memegang tangan Qing Xian, namun dengan cepat dihindari oleh Qing Xian.


Pada saat Ju Yao hendak mengatakan sesuatu, dirinya sontak mengurungkan niat nya, karena mendengar suara dari arah belakangnya.


“Han Shen? Kenapa kamu masih di sini? Dan mana Jiao’er dan dua orang lainnya?” Tanya Tetua Han tiba-tiba muncul dari dalam tenda.


“Ah paman tentang itu aku sudah membawanya.” Kata Han Shen seraya menunjuk kepada Bing Jiao, Qing Xian, dan Lin’er.

__ADS_1


“Salam Tetua.” Ujar ketiganya serempak memberikan salam. Tetua Han menganggukkan kepalanya tersenyum tipis lantas berkata, “baguslah kalian bertiga sudah datang. Ikut aku ke dalam tenda.” Kata Tetua Han yang diangguki oleh ketiganya. Sesaat sebelum masuk ke dalam tenda, Lin’er membisikan sesuatu kepada Ju Yao, yang membuat pemuda itu naik darah ketika mendengarnya.


“Kakakku itu tidak nyaman dengan mu. Jangan ganggu ia tuan muda munafik.” Bisik Lin’er dengan nada mengejek, dan menekan tiga suku kata terakhir. Mendengar hal itu, membuat Ju Yao langsung naik darah. Ia menatap Lin’er dengan tatapan yang tajam, sangat marah.


“Jala*g kecil... Awas saja kau nanti!” Gumam pelan Ju Yao menatap Lin’er dengan pandangan benci yang mendalam, namun tanpa di sadari oleh pemuda itu, ada dua orang yang berpakaian serba hitam, dapat mendengar apa yang ia gumamkan.


“Kak Xiao, aku boleh mencincang orang ini, kan.” Ujar Lie Huo yang kedua tangannya sudah memegang sabit yang berada di punggungnya. Orang yang dimaksud tentunya adalah Ju Yao, karena ia dan Xiao mendengar apa yang ia gumamkan.


“Jangan bergerak sembarangan. Paman Mu meminta kita untuk tetap siaga.” Kata Xiao yang padahal, dirinya juga tidak berbeda jauh dengan Lie Huo, karena saat ini dua belati sudah siap melesat kapan saja jika ia mau.


>>>>>>______


Ketiganya menganggukan kepalanya dan Bing Jiao pun mulai menyampaikan apa yang dikatakan oleh Ling Feng kepadanya. Mulai dari bersiap-siap untuk kemungkinan terburuknya yaitu, perang. Ling Feng juga meminta kepada para tetua untuk meminta bantuan kepada sekte masing-masing, untuk mengantisipasi situasi terburuk itu. Juga menyampaikan situasi tentang persembahan itu.


Semua pihak yang berada di sana hanya bisa menggeleng-geleng kan kepala nya, apa yang telah dilakukan oleh ras iblis ini tentunya memang sebuah ancaman yang sangat berbahaya. Jikalau makhluk perusak seperti ini menguasai benua biru, maka dapat dipastikan hidup mereka dan makhluk-makhluk yang lainnya pastinya akan sangat menderita.

__ADS_1


“Lalu dimana pemuda itu sekarang?” Tanya salah satu Tetua yang seketika membuat ketiganya membuat wajah sedih dan cemas, membuat semua pihak yang berada di sana bingung melihat perubahan raut wajah ketiga wanita tersebut.


“Dirinya masih di dalam tanah rahasia. Ia berkata akan mengurus ras iblis yang berada di dalam tanah rahasia itu sendirian.” Kata Qing Xian yang seketika membuat semua pihak yang berada di sana terkejut bukan main, kecuali Tetua Sang dan Tetua Han yang sudah di kabari oleh Ling Feng sebelumnya. Mereka benar-benar tidak menyangka bahwa Ling Feng benar-benar berani untuk tinggal di dalam sendirian.


“Lalu harus apa kita sekarang? Tadi saja kita telah kecolongan banyak ras iblis yang menyamar berhasil masuk ke dalam tanah rahasia.” Ujar salah satu tetua dengan wajah masam. Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh tetua tersebut, mereka tidak mengetahui mana yang teman yang musuh, karena aura mereka benar-benar sangat tersembunyi sehingga sulit untuk membedakan nya.


"Seandainya saja kita mempunyai alat yang berguna mendeteksi aura para ras iblis yang menyamar ini." Gumam salah satu Tetua yang di dengar oleh yang lain nya, dan di sambut helaan nafas pendek.


“Kalau begitu, bagaimana kalian semua mendengarkan pendapatku kali ini.” Suara yang tiba-tiba muncul membuat semua orang yang berada di sana tertegun lalu memasang sikap waspada.


“Siapa kau! Tunjukan dirimu!” Teriak tetua dari sekte gadis suci. Semua orang menjadi sangat waspada, karena mereka semua yang berada di sini setidaknya mempunyai ranah Alam saint bintang dua, tetapi mereka semua tidak bisa merasakan keberadaan dari suara misterius tersebut. Wajar saja mereka bersikap was-was saat ini.


“Tenang saja tidak perlu sepanik itu, kita ini berada di kubu yang sama kok.” Katanya lagi dengan tanpa beban. Selang beberapa detik kemudian, secara tiba-tiba muncul di hadapan semuanya sosok yang mengenakan pakaian serba hitam. Semua pihak yang berada di sana semakin waspada, karena tidak ada yang bisa melihat ranah dari sosok yang tiba-tiba muncul itu.


>>>>>> Bersambung

__ADS_1


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2