
"Bing Jiao kau pergi terlebih dahulu saja, nanti aku menyusul nanti. Ada yang ingin ku bicarakan dengan pemuda itu" Kata Qin Mei berhenti dan langsung balik kembali.
"Eh, tidak biasanya kakak seperti itu. Aku jadi ingin tahu apa yang ingin dibicarakan" Kata Bing Jiao berniat kembali lagi namun langkah kakinya terhenti ketika mendengar transmisi suara dari ayahnya untuk segera kembali dan akhirnya ia harus menunda rasa penasarannya.
Kembali ke Ling Feng
"Ya sedikit bersantai tidak ada salahnya juga" batin Ling Feng
"Jadi ada yang perlu dibicarakan denganku nona Qin" Kata Ling Feng yang masih memakan Sarapan yang dibuat oleh Long Tian. Setelah Ling Feng berkata seperti itu, Qin Mei pun langsung menunjukan dirinya.
"Ada perlu apa sampai nona kembali lagi menemui ku" Kata Ling Feng langsung to the point.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin mengatakan lebih baik kau menjauh dari Bing Jiao mulai dari sekarang" Kata Qin Mei dengan nada ketus.
Ling Feng yang mendengar itu mengkerutkan keningnya merasa heran.
"Kenapa aku harus menjauhi Jiao'er, dirinya saja tidak masalah kenapa kau ribut sendiri" Timpal Ling Feng tak kalah ketus.
"Kau berbahaya, kau tidak patas menyebutnya dengan akrab seperti itu, adik Bing Jiao terlalu polos untukmu. Aku tidak peduli tentang itu yang pasti kau harus menjauh dari mulai saat ini" Kata Qin Mei dengan sorot mata tajam.
"Adik ? Bing Jiao itu setahuku anak tunggal sejak kapan dirinya mempunyai kakak" Kata Ling Feng membuat Qin Mei membuka mulutnya tidak percaya, sedangkan Long Tian hanya menepuk dahinya merasa malu dengan tuan barunya yang bodoh saat ini.
"Feng'er, maksud dari wanita itu adalah saudara sumpah bukan saudara kandung" Long Tian mengirimkan transmisi suara kepada Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu hanya ber "oh" ria karena, baru tau akan hal itu.
"Jadi kau ingin apa ? walaupun kau saudara satu sumpahnya, tetap saja Bing Jiao sendiri tidak masalah dengan hal itu, kau tidak mempunyai hak untuk itu" Kata Ling Feng Membuat Qin Mei terdiam tidak bisa menjawab.
"K-Kau....." Qin Mei tidak bisa mengatakan apapun, dirinya bungkam seribu bahasa. Ling Feng yang melihat itu memajukan wajahnya membuat Qin Mei otomatis bergerak mundur dan kebetulan sekali dibelakangnya ada pohon besar.
"Nona Qin Mei, Seorang tuan putri dan juga cucu dari pemilik Paviliun Qiancheng. Walaupun kau mempunyai identitas yang luar biasa, kau menyinggung orang yang tidak boleh kau singgung, aku tidak peduli dengan latar belakang mu. Jika kau mengganggu ku aku akan membalasnya sepadan" Kata Ling Feng didepan wajah Qin Mei dengan seringai di wajahnya.
__ADS_1
"K-Kau apa yang ingin kau lakukan, ku peringatkan jangan macam-macam terhadap ku" Kata Qin Mei menatap tajam Ling Feng. Ling Feng yang di tatap seperti itu hanya tidak peduli dan mulai menggoda Qin Mei.
"Kalau tidak salah ini sudah kedua kalinya kita bertemu ya nona Qin, apakah kau tidak berfikiran ini adalah takdir yang sudah di atur. " Goda Ling Feng membuat Qin Mei mengkerutkan keningnya merasa aneh dengan tingkah laku Ling Feng.
"Apa kau benar Ling Feng, seorang yang melakukan pembantaian terhadap kultivator hitam pasca insiden kemarin" Kata Qin Mei mengatakan hal yang sudah jelas jawabannya.
"Menurut mu ada berapa Ling Feng di dunia ini" Timpal Ling Feng.
"Tingkah laku dan sifat mu sangat bertolak belakang dengan Ling Feng pasca insiden penyerangan kemarin" Kata Qin Mei yang heran dengan perubahan sifat Ling Feng yang bisa dibilang cepat berubah.
Ling Feng yang ia kenal adalah seorang pemuda yang dingin dan acuh tak acuh. Ia bahkan tidak peduli jika itu bertentangan dengan nilai yang ia yakini maka pilihannya hanya satu, yaitu kematian.
Dan sekarang di depan mata nya terlihat Ling Feng yang hangat. Qin Mei yang melihat perubahan sifat Ling Feng yang bisa dibilang cukup cepat terkadang merasa ada dua Ling Feng dalam satu tubuh saat ini.
"Haihhhhh manusia. Menjadi dingin, acuh tak acuh, dan sombong di kritik. menjadi hangat, tidak kejam juga di kritik. Jadi ini aku harus bersikap bagaimana ? Apakah manusia itu hanya bisa mengkritik sesama manusia itu sendiri" Kata Ling Feng Membuat Qin Mei bingung.
"Tentu saja aku sedang membicarakan kejelekan manusia yang hanya bisa mengkritik tanpa tau kejelasannya yang sebenarnya" Kata Ling Feng apa adanya.
"Kau tau sendiri, terkadang manusia itu hanya bisa mengkritik apa yang ada didepannya tanpa mengetahui kejelasannya. Salah satu dari sekian kejelekan manusia adalah itu. Terkadang aku berfikir apakah itu sudah sifat bawaan dari seorang manusia" Kata Ling Feng yang membuat Qin Mei terdiam.
Itu tidak salah bahkan benar adanya. Orang lain hanya tau yang terlihat saja dan langsung mengkritik hal itu tanpa mengetahui kebenarannya dari hal itu sendiri.
"Sudahlah, jadi masih ada lagi yang ingin kau bicarakan dengan ku nona Qin" Kata Ling Feng.
Long Tian hanya memakan sarapannya dengan tenang sembari melihat drama yang terjadi didepan nya.
"Lumayan tidak terlalu bosan jadinya" gumam Long Tian sembari memakan sarapannya.
"Pokoknya kau tidak boleh dekat-dekat Bing Jiao lagi, kau berbahaya untuknya" Kata Qin Mei menatap Ling Feng.
__ADS_1
"Jika aku tidak boleh mendekati Bing Jiao berarti aku boleh mendekati mu" Kata Ling Feng menaik turunkan alisnya dengan senyuman tercetak di wajahnya. Qin Mei yang melihat itu mendengus kesal.
Ling Feng yang melihat wajah masam Qin Mei dan terselip ide di otaknya dan tanpa basa-basi langsung mengesekusi idenya. Ling Feng kembali mendekati wajahnya kepada Qin Mei sehingga Qin Mei yang diperlakukan seperti itu refleks memundurkan wajah sembari mundur kebelakang.
"K-Kau A-Apa yang ingin kau lakukan" Kata Qin Mei namun diabaikan oleh Ling Feng. Merasa diabaikan oleh Ling Feng, Qin Mei hanya mundur sampai tubuhnya bersentuhan dengan pohon. Qin Mei merasakan gugup, takut, pikirannya sudah melayang entah kemana. Ia ingin mengatakan sesuatu tetapi, seakan-akan semua kata-kata itu tidak bisa keluar dari mulutnya dan akhirnya ia hanya pasrah dan menutup matanya rapat-rapat.
1 detik
3 detik
5 detik
Qin Mei tidak merasakan apa-apa dan langsung membuka matanya kembali, terlihat di wajah tercetak senyuman mengejeknya.
"Apa yang kau pikirkan nona Qin, kau menutup matamu, tidak memikirkan hal yang aneh-aneh kan" Kata Ling Feng dengan senyuman mengejeknya.
"K-Kau......." Perkataan Qin Mei terhenti tidak bisa mengatakan apapun. Dirinya kesal, marah, malu bercampur aduk tanpa bisa berkata-kata lagi ia langsung.
"Ling Feng aku membencimu" Kata Qin Mei mendorong tubuh Ling Feng menjauhi dan langsung pergi. Membuat Ling Feng terdiam menjadi bingung. Ia langsung mengalihkan pandangannya ke Long Tian sembari memasang wajah yang mengatakan.
'Apa salahku memangnya' wajah yang mengisyaratkan maksud itu.
"Entahlah sepertinya kau harus memahami wanita lagi Ling Feng" Kata Long Tian mengangkat bahunya.
>>>>> Bersambung
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara serasku )
( Blizzardauthor)
__ADS_1