Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Kekuatan Dari Karakter Utama


__ADS_3

"Baiklah sudah selesai Feng'er sekarang tinggal berikan saja kepada tua aneh itu yang berada didalam dunia jiwa." kata Long Tian memberikan kubus transparan itu ke tangan Ling Feng.


"Paman tidak ikut sekalian kedunia jiwa juga ?" kata Ling Feng dan dibalas gelengan kepala oleh Long Tian.


"Aku bosan di dunia jiwa dan lagi ada si orang aneh itu yang membuat semuanya jadi tidak menyenangkan sama sekali." kata Long Tian mengangkat bahunya. Ling Feng yang mendengar itu hanya diam saja dan bergumam.


"Sudah tua masih saja banyak tingkah, dasar naga aneh." gumam Ling Feng sembari memasukan tumbuhan suci kegelapan ke dunia jiwanya.


"Tidak kusangka kau akan mendapatkan tumbuhan suci kegelapan disini. Padahal kau hanya kebetulan mampir saja dan membantu desa ini, tidak disangka bahwa keberuntunganmu sangat besar." kata Long Tian.


"Selain kekuatan, keberuntungan adalah salah satu yang harus ada pada seorang MC." kata Ling Feng santai berjalan keluar dari gua tersebut diikuti oleh Long Tian yang mengekor dibelakangnya.


"Yayaya, semerdeka tuan keberuntungan saja." kata Long Tian berjalan mengekor dibelakang Ling Feng. Setelah tumbuhan suci kegelapan diambil oleh Ling Feng, aura yang berada di gua ini langsung turun drastis dan tidak ada bedanya dengan aura yang berada diluar gua.


Setelah sampai di mulut gua, ternyata kepala desa belum kembali ke desa dan masih menunggu Ling Feng disana.


"Kepala desa ? kenapa masih disini ? Aku bisa sendiri kembali ke desa." kata Ling Feng. Kepala desa yang mendengar itu langsung membalikkan badannya dan berkata.


"Tidak apa-apa Pendekar muda, jika kau sudah selesai mari kita kembali terlebih dahulu." kata Kepala desa lalu mengalihkan pandangannya ke Long Tian. Ling Feng yang paham langsung berinisiatif.


"Ini Paman Tian, dia orang ku kepala desa tidak perlu khawatir." kata Ling Feng memperkenalkan Long Tian. Kepala desa yang mendengar itu lalu mengalihkan pandangannya lagi menatap Long Tian. Ketika ia menatap Long Tian dirinya melihat bayangan seekor naga yang menatap dirinya dibelakang Long Tian membuat dirinya meneguk susah payah salivanya. Long Tian yang ditatap seperti itu mengangkat sebelah alisnya.


"Mereka berdua ini monster, yang satunya memiliki aura kegelapan tanpa batas yang satunya mempunyai bayangan naga. Definisi Monster sesungguhnya." batin kepala desa bergetar melihat bayangan Long Tian.


"Ada yang salah dengan wajahku orang tua ?" kata Long Tian mengangkat sebelah alisnya tidak senang ditatap oleh kepala desa. Ling Feng yang mendengar itu mengkerutkan keningnya membatin.

__ADS_1


"Oioioi, dibandingkan dengan dirimu, kepala desa ini tidak ada apa-apanya denganmu." batin Ling Feng yang bisa didengar oleh Long Tian.


Long Tian yang mendengar itu tentu saja menjadi terdiam membalas pesan batin Ling Feng.


"Benar juga ya." batin Long Tian sadar bahwa dirinya yang lebih tua disini.


Ling Feng yang mendengar itu ingin sekali rasanya memukul otak naga yang dikenal salah satu beast legendaris. Namun, tidak menceriminkan sama sekali di mata Ling Feng.


"Sudahlah Kepala desa, tidak perlu mendengarkan ocehan orang tidak jelas ini. Kita kembali ke desa saja." kata Ling Feng untuk tidak perlu mempermasalahkan Long Tian lagi. Kepala desa yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya dan menuntun Ling Feng meninggalkan Long Tian dibelakang.


"Kepala desa ambil ini." kata Ling Feng melemparkan sebuah plakat kepada Pria tua itu. Kepala desa yang melihat sebuah plakat itu terkejut melihat warna dari plakat itu. "Pendekar muda, I-Ini...." Kepala desa terkejut melihat plakat itu.


"Desa ini sudah tidak aman, lebih baik kalian segera mengungsi dan menetap di kota Cheng Du. Walaupun aku sudah membunuh semua yang menyerang desa ini. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa akan bergerak kekuatan yang lebih besar lagi." kata Ling Feng.


"Lebih baik anda dan seluruh warga desa jni segera pergi dari dan menetap di kota Cheng Du." kata Ling Feng. Kepala desa yang mendengar itu menghela nafas.


"Cihhhhh, anak itu tempramen nya sangat tidak jelas." gerutu Long Tian. Kepala desa yang mendengar gerutu an itu hanya bisa tersenyum canggung saja.


"Oi tua, apakah kau punya arak untuk diminum ?" tanya Long Tian kepada kepala desa. Kepala desa yang mendengar itu hanya pasrah tidak berani menolak dan berkata iya saja. Long Tian yang mendengar ada arak langsung bersemangat dan Akhirnya Long Tian memilih pergi menuju rumah kepala desa sementara Ling Feng menuju tempat Hao Xiang berada saat ini.


Kekaisaran Wei, Sekte bayangan


Seorang pria sepuh yang tidak lain adalah Patriak sekte bayangan sedang jatuh kedalam meditasinya. Setelah adiknya mati Patriak sekte bayangan ini lebih jarang berinteraksi semua tanggung jawab sekte bayangan dilimpahkan kepada adik keduanya. Walaupun dirinya sudah lebih tenang, namun setelah mengetahui fakta bahwa adiknya dibunuh dengan kejam membuat darahnya mendidih.


Aula sekte bayangan

__ADS_1


"Mohon maaf tetua agung, sebenarnya kenapa ketua sekte menutup dirinya tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan sedikitpun ? Apakah ketua sekte baik-baik saja." tanya salah satu tetua sekte bayangan itu.


Adik dari ketua sekte atau bisa dibilang tetua agung menjawab pertanyaan itu dengan suara tenang agar tidak menimbulkan kecurigaan.


"Ketua sekte sedang melakukan pelatihan tertutup. Ini adalah masa-masa kritisnya menembus tingkat kaisar bintang lima." jelas tetua agung sekte bayangan itu setenang mungkin supaya tidak menimbulkan kecurigaan


"Jadi bagaimana ? apakah sudah mengirim tim penyelidik kita untuk memata-matai desa yang terakhir kali menjadi tugas tetua pertama." kata Tetua agung mengalihkan pembicaraan.


"Menjawab tetua agung, kita sudah mengirimkan selusin mata-mata. untuk mengawasi dan mencari informasi didesa ini." kata tetua lainnya. Tetua agung yang mendengar itu menganggukkan kepalanya. "Perintahkan bunuh orang itu diam-diam jika memang ada kesempatan


" kata tetua agung. Tetua yang mengirimkan mata-mata itu menganggukkan kepalanya.


"Tidak akan kubiarkan pembunuh adikku hidup dengan tenang. Sampai dendam ini terbalaskan." batin tetua agung yang sudah dikuasai dendam.


Kembali ke Ling Feng


"Brrrrr, kenapa dingin sekali hari ini ? apakah aku sakit." gumam Ling Feng yang tiba-tiba merasa dingin dibagian belakang tubuhnya. Ling Feng saat ini sedang melihat Hao Xiang sedang melatih fisiknya dengan pelatihan yang dasar.


Ling Feng yang melihat bahwa anak kecil yang belum genap berumur 10 tahun itu sangat kuat staminanya cukup kagum.


"Sangat kuat, seperti yang diduga dari beast legendaris Phoenix abadi." gumam Ling Feng tersenyum yang melihat pelatihan Hao Xiang. Setelah beberapa jam berlatih Hao Xiang sudah mencapai batas, namun tekadnya berlatih masih sangat kuat. Ling Feng yang melihat itu langsung menampakan diri tiba-tiba memukul tengkuk Hao Xiang.


"Walaupun kau mempunyai tekad yang sangat luar biasa, tetapi adakalanya kau harus berhenti untuk mencapai lebih jauh lagi." kata Ling Feng memukul tengkuk Hao Xiang lalu membopong dan membaringkannya di halaman dengan rumput yang lembut.


"Tekad yang kuat, walaupun belum mendapatkan ingatan yang disegel. Ternyata mental bocah ini sangat kuat." gumam Ling Feng lalu menyeringai lebar sekali.

__ADS_1


>>>>>> Berasambung


__ADS_2