Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Kau Tidak Berhak Menentukannya


__ADS_3

Sampai tidak terasa dua jam pun berlalu, entah sudah berapa kali Ling Feng memotong seluruh anggota tubuh sang Jendral Iblis, sampai-sampai Sa Dan terlihat sangat ketakutan sekarang. Dirinya pun juga menyadari satu fakta lainnya, bahwa ia pernah menghadapi pria ini sebelumnya. Sa Dan terlihat sudah kehabisan akal menghadapi Ling Feng yang jauh lebih kuat dari yang sebelumnya. Dirinya yang putus asa pun berteriak kencang.


“Akhhhh...! Bajin*an tidak berguna! Aku akan membunuhmu saat ini juga!” Teriak Sa Dan yang putus asa. Tubuhnya mulai membengkak, aura Qi Hitamnya mulai terfokus pada satu titik. Semua orang yang ada di sana menyadari, bahwa Sa Dan hendak meledakkan dirinya.


>>>>>>______


“Kekekeke... Aku akan menyeretmu dan semua orang yang ada di sekte ini ke neraka, hahahaha...!!!” Teriak Sa Dan seraya tertawa layaknya orang gila. Semua orang yang ada di sana bisa merasakan kengerian terpancar dari sang Jendral Iblis yang terlihat dalam kondisi babak belur kecuali, Ling Feng yang terlihat sangat tenang.


Pria tersebut yang masih memeluk Bing Jiao, memandang acuh ke Sa Dan yang sudah memasang wajah penuh senyum lebar di wajahnya. Sampai beberapa saat kemudian Ling Feng pun berkata, “Atas hak apa kau hendak meledakkan dirimu.” Ucap Ling Feng yang membuat semua orang yang ada di sana terkejut termasuk Sa Dan sendiri.


“Apa kau bilang?” Ujar Sa Dan yang terkejut sekaligus tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh pria di hadapannya itu.


“Semenjak kau mengusik kaisar ini, kau sudah tidak punya hak atas hidupmu. Bahkan jika itu kematian sekalipun, jika diriku masih belum puas kau tidak berhak untuk menentukan kematian mu sendiri.” Ucap Ling Feng dengan nada acuh tak acuh dan terdengar sangat arogan. Seraya mengangkat tangannya ke atas, pedangnya pun bersinar terang. Semua pasang mata di buat takjub oleh apa yang Ling Feng lakukan.


Sementara itu, pihak Sa Dan dan anak buahnya sudah di buat merinding, karena cahaya terang yang terpancar dari pedang Ling Feng. Sa Dan dan anak buahnya sangat menyadari cahaya tersebut, karena cahaya yang terpancar dari adalah lawan alami dari Qi Hitam mereka.


“T-tidak mungkin... E-elemen cahaya sekuat ini seharusnya hanya dimiliki oleh kai...” Ucapan Sa Dan terhenti. Dirinya yang hampir meledak mendadak terdiam ketika menyadari sesuatu ketika melihat ke arah Ling Feng. Sosok yang dimaksud oleh Sa Dan tentunya adalah Kaisar Yin Yang, namun ia langsung menyanggah pemikiran itu, karena orang tersebut sudah menghilang dan diduga sudah mati sejak perang besar-besaran puluhan ribu tahun yang lalu.


“K-kau jangan bilang “ Ucapan Sa Dan terpotong oleh serangan tebasan Ling Feng yang sangat cepat. “Teknik Pedang Elemen Cahaya: Pedang Cahaya Pencerahan.” Ucap Ling Feng memotong perkataan Sa Dan melesat cepat ke arah Sa Dan mengayunkan pedangnya ke arah Sang Jendral iblis.

__ADS_1


Shringgggg...!! Craaassshhhh...?!


“Akhhhhhh... Tidak! Tidak!” Teriak Sa Dan merasa sangat kesakitan terkena tebasan pedang Ling Feng yang mengandung Elemen Cahaya di dalamnya. Tubuhnya yang sudah membengkak, perlahan mulai mengecil dan kembali seperti semula, namun karena efek dari elemen cahaya tubuh Sa Dan yang awalnya sangat kekar dan berisi, kini terlihat sangat kurus hanya menyisakan tulang dibalut kulit saja.


Sa Dan yang sudah sekarat karena terkena elemen cahaya, menatap takut ke arah Ling Feng yang tengah berjalan ke arahnya. “J-jangan mendekat... Kubilang jangan mendekat!” Teriak Sa Dan yang berusaha merangkak, menjauh dari pria itu. Ling Feng sendiri hanya menatap dingin seraya selangkah demi selangkah mendekat ke arah Sa Dan.


Sa Dan sudah gemetar seluruh tubuhnya ketika melihat Ling Feng. Tepat ketika dirinya hendak pergi menjauh dari Ling Feng, pria itu dengan santainya menginjak salah satu kaki Sa Dan dan menekannya sangat kencang sampai terbenam ke dalam tanah.


Kraaaaakkkkk...?!


“Akhhhhh...!! Kaki! Kakiku! Sakit! Lepaskan aku! Lepaskan aku!” Teriak Sa Dan meronta-ronta merasakan kesakitan. Sebenarnya tidak sampai sesakit itu jika ia mempunyai Qi hitam di dalam tubuhnya, namun serangan pedang Ling Feng sebelumnya benar-benar memurnikan Qi Hitam di dalam tubuhnya sehingga membuat tubuhnya pun menjadi sangat lemah dan rentan sekarang.


Melihat sang jendral iblis hanya diam membisu, Ling Feng langsung menancapkan pedang yang di dalamnya masih mengandung elemen cahaya ke satu kakinya lagi.


Cleeebbbb....!! Kraaaaakkkk...?!


“Akhhhhhhhhh...! Cabut pedang itu! Cabut pedang itu sekarang juga! Sakit! Sangat sakit! Akhhhhhhh....!! Bunuh aku! Bunuh saja aku sekarang juga!” Teriak Sa Dan bak orang yang sudah kehilangan akal. Tubuhnya meronta-ronta, namun tidak bisa bergerak sama sekali karena sepasang kakinya di tahan oleh Ling Feng.


“Membunuhmu? Masih terlalu cepat untuk mu mati dasar kepa*at. Akan kubalas tiga kali lipat rasa sakit Jiao’er, Xian’er, dan Lan’er yang telah kau berikan sebelumnya.” Ucap Ling Feng lalu menarik kembali pedang yang ia tancapkan di kaki Sa Dan. Lalu mulai menusuk-nusukkan nya ke seluruh bagian tubuh Sa Dan tanpa terkecuali sama sekali.

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana tidak bisa untuk tidak merinding, terutama pasukan yang di bawa oleh Sa Dan. Moral mereka semua sudah turun, melihat Sa Dan yang diperlakukan sangat menyedihkan oleh Ling Feng. Hal itu berlangsung selama satu setengah jam, selama satu setengah jam itu semua orang yang ada di sana menahan nafasnya masing-masing.


“Aku sudah puas... Matilah dasar kepara* tidak berguna. Teknik Pedang Elemen Cahaya: Pedang Suci Penghakiman.” Ucap Ling Feng dengan acuh mengangkat pedangnya ke atas dan sekali lagi pedangnya pun bercahaya terang.


Shringggg...!! Craaassshhhh...!!


“Bahkan sampai di akhir hayatnya ia tidak berniat untuk melepaskan nya dengan mudah, pria ini benar-benar mimpi buruk bagi yang bermusuhan dengannya.” Batin semua orang penghuni sekte gadis suci menatap Ling Feng penuh arti.


Ling Feng sendiri hanya menatap acuh kepada Sa Dan yang telah ia belah dua tubuhnya. Sampai perhatiannya pun teralihkan oleh sosok Bing Jiao yang mengeratkan pelukannya. Ling Feng menatapnya dengan rasa bersalah lalu berkata, “Maafkan kakak, karena telah membuatmu mengalami hal buruk seperti ini.” Ucap Ling Feng yang nada bicaranya berubah drastis.


Bing Jiao yang masih sadar tersenyum manis di balik cadarnya seraya menggelengkan kepalanya. “Tidak, kakak tidak pernah bersalah. Selain itu aku tetap yakin bahwa kakak pasti akan datang kemari untuk menemuiku.” Ucap Bing Jiao lembut lalu kembali merebahkan kepalanya di dada bidang Ling Feng. Mendengar hal itu, Ling Feng pun tersenyum hangat kepada dan membalas pelukan wanita tersebut.


“Ling Feng, aku mohon tolong bantu guru serta saudari-saudariku.” Ucap Cai Lan sesaat Ling Feng dan Bing Jiao menghampirinya serta Qing Xian. Mendengar hal itu, Ling Feng pun berkata, “Aku bisa saja membantumu, tapi ada syaratnya.” Ujar Ling Feng seraya tersenyum penuh arti.


“Akan kulakukan, akan kulakukan, apapun syaratnya akan kulakukan. Oleh karena itu, tolong bantu semua orang yang ada di sekte gadis suci.” Ucap Cai Lan dengan cepat seraya mendekatkan wajahnya kepada Ling Feng.


“Baiklah, aku mengerti, aku mengerti.” Ucap Ling Feng. Dirinya langsung mengangkat pedangnya ke atas. Seraya membentuk segel tangan, Ling Feng berkata, “Formasi hancurlah!” Ucap Ling Feng dan seketika formasi penghalang yang mengelilingi sekte gadis suci pun hancur berkeping-keping.


>>>>>> Bersambung

__ADS_1


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2