Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Sosok yang Tiba-tiba Muncul dan Berakhirnya Perang


__ADS_3

“Terlambat iblis tengik. Matilah.” Kata Ling Feng.


Shringgg...! Swussshhhh....! Booommmm...! Jderrrrr...!


>>>>>>______


Tepat Ling Feng mengayunkan pedangnya, sebuah tebasan tujuh warna melesat cepat dan langsung meledak tepat tebasan itu berbenturan dengan Qi merah darah milik Bie Xibo, namun Qi merah darah itu tidak bisa menahan tebasan tujuh warna milik Ling Feng, dan dalam beberapa saat saja Qi merah darah yang melindungi Bie Xibo berhasil di tembus dan ledakan yang sangat besar pun tercipta dengan iblis tersebut sebagai pusatnya.


“Tidaaakkkkkk.........!!!” Teriak Bie Xibo sesaat sebelum tenggelam pada ledakan dahsyat tersebut.


Semua orang yang ada di sana tidak ada yang bisa melihatnya, karena tepat tebasan tujuh warna yang bersinar terang itu meledak, cahaya yang sangat terang, membuat semua pasang mata tidak bisa melihatnya, saking silaunya ledakan yang di timbulkan itu.


Selang beberapa menit, baru kemudian cahaya terang itu pun berangsur-angsur mereda dan sesaat kemudian sepenuhnya telah hilang. Para kultivator manusia langsung di suguhkan dengan pemandangan yang menakjubkan, pasalnya bukan hanya kawah yang sangat besar telah tercipta, namun juga langit-langitnya sampai terlihat jelas telah terbelah di sana.


“Pemuda yang sangat menakjubkan, namun di satu sangat mengerikan.” Pikir para kultivator manusia menatap hasil dari ledakan tersebut, lalu beralih kepada Ling Feng yang masih mengudara di sana.


Jelas-jelas, bahkan jika itu iblis sekelas jendral sekalipun pasti akan musnah, mengingat daya kehancuran nya yang bukan main.


Ling Feng menghela nafas panjang, merasa sangat lelah. Pasalnya serangan yang tadi adalah serangan terkuatnya, yang mana itu menggunakan seluruh Qi yang ia miliki tanpa menyisakan sedikit pun. Walaupun begitu, ia masih dapat terbang.


“Qi ku benar-benar habis.” Gumam Ling Feng mengatur nafasnya yang tidak teratur, karena kehabisan Qi ia pun merasa sangat lelah.


“Bocah Kepa*at! Berani-beraninya, berani-beraninya, berani-beraninya! BERANI-BERANINYA KAU BOCAH BAN*SAT!” Teriak jiwa Bie Xibo. Ling Feng yang mendengar itu pun sontak beralih ke arah dimana Bie Xibo terkena serangannya, tubuhnya benar-benar musnah, namun tidak dengan jiwanya. Walaupun begitu jiwanya juga tidak berbeda jauh, karena jiwa dari Bie Xibo saat ini terlihat sangat lemah.

__ADS_1


Ling Feng yang melihat itu pun kembali mengeratkan genggaman pada gagang pedangnya. “Tidak masih belum. Jiwanya masih tersisa, aku tidak boleh tumbang sekarang.” Batin Ling Feng mengangkat pedangnya ke atas dengan kedua tangannya.


Ia pun mengumpulkan Qi nya sampai di tetes-tetes terakhir lalu mengalirkannya ke dalam pedang elementalis. “Iblis tengik kali ini ku pastikan akan benar-benar mati.” Kata Ling Feng lalu mengayunkan pedangnya secara vertikal dan sebuah tebasan pedang pun keluar dari ayunan pedang Ling Feng.


Shringggg... Baaammm...


“Maaf nak. Kamu tidak bisa membunuhnya begitu saja.” Ujar sosok yang tiba-tiba muncul dari kekosongan menahan tebasan pedang Ling Feng tepat di hadapan jiwa Bie Xibo. Sosok tersebut muncul seraya mengeluarkan artefak pertahanan untuk melindungi jiwa Bie Xibo.


“Artefak pertahanan tingkat suci kualitas rendah.” Batin Ling Feng menatap sosok yang tiba-tiba muncul itu dengan tatapan serius. Ling Feng harus berhati-hati, karena dirinya saat ini bisa terluka kapan saja, mengingat dirinya sudah tidak memiliki sedikit pun Qi di dalam tubuhnya. Jika sosok yang tiba-tiba muncul itu memutuskan untuk bertarung, maka sudah dapat di pastikan bahwa dirinya akan kalah saat ini.


“Tidak perlu seserius itu nak, kedatangan ku kemari hanya untuk membawa jendral di pihak kami. Aku akui bahwa ini kekalahan di pihak kami, kemunculan mu beserta orang-orang mu itu benar-benar tidak terduga. Lain kali kita bertemu lagi, dan mungkin pada saat itu akan menjadi duel sengit diantara kita.” Kata sosok tersebut seraya menyeringai kepada Ling Feng.


“Kalau begitu, kami akan pergi dari sini.” Kata sosok tersebut mengeluarkan sebuah kertas dan seketika sebuah lubang hitam tercipta di belakangnya. Sosok tersebut pun masuk ke dalam lubang hitam itu.


“Bocah sia*an! Camkan ini, pada saat kita bertemu lagi nanti, maka pada saat itu akan menjadi hari kematian mu.” Ujar jiwa Bie Xibo yang membentuk proyeksi dirinya sebelum mengikuti sosok tersebut masuk ke dalam lubang hitam. Detik kemudian pun lubang hitam itu langsung hilang dalam sekejap.


Degghhhh... Degghhhh...


"Uhukkk... Uhukkk... T-tubuh ku..." Batinnya.


Ling Feng yang sudah tidak tahan pun langsung batuk darah, mengingat Qi di dalam tubuhnya telah habis sepenuhnya, mengakibatkan efek samping yang cukup serius pada tubuhnya. Dirinya yang terbang pun langsung jatuh melesat cepat ke bawah tanah.


Ling Feng terjatuh dengan menghadap ke atas, menatap langit-langit sebelum dirinya memejamkan matanya detik kemudian, namun tepat beberapa langkah kaki lagi dirinya menyentuh tanah, ia merasakan sesuatu yang lembut telah menyetuh bagian belakang kepalanya.

__ADS_1


Ling Feng yang merasakan itu pun kembali membuka kedua matanya, mendapati dua sosok wanita yang menatapnya dengan pandangan yang hangat.


“Nekat seperti biasanya.” Ujar salah satu wanita itu memandang Ling Feng dengan hangat bersamaan dengan senyumannya.


“Ya saudari... Tindakannya selalu saja membuat kita berdua khawatir.” Kata wanita lainnya dengan sedikit kaku, namun pandangan yang ia tunjukkan kepada Ling Feng sama persis dengan wanita yang tadi.


“Maafkan aku, karena telah membuat kalian berdua khawatir.” Kata Ling Feng membelai kedua wajah wanita tersebut dengan lembut.


“Bagaimana dengan keadaan mu? Apakah lukanya cukup dalam?” Tanya Bing Jiao dengan nada khawatir, karena dirinya melihat jelas bahwa Ling Feng sempat batuk darah sebelum jatuh ke tanah.


“Aku baik-baik saja. Itu efek samping dari kehabisan Qi saja. Itu akan kembali pulih selama aku beristirahat selama beberapa hari.” Jawab Ling Feng dengan senyum menenangkannya.


Ia mengatakan sesungguhnya, pasalnya luka dalamnya itu di akibatkan, karena kehabisan Qi saja, dan untuk serangan dari Bie Xibo tadi, tidak sampai membuatnya terluka cukup parah mengingat tubuhnya yang sudah cukup kuat. Jadi selama ia beristirahat dengan cukup maka ia akan pulih kembali.


Lalu beberapa saat kemudian, para tetua dan pihak kekaisaran pun datang menghampiri ketiganya. Melihat para tetua dan pihak kekaisaran datang, kedua wanita itu pun langsung memberikan hormat kepadanya. Ling Feng sendiri tidak melakukan hal itu, mengingat dirinya yang sudah tidak mempunyai tenaga sama sekali, toh sekalipun dirinya memilikinya, ia tidak akan melakukan hal itu.


Semua pihak yang datang ke sana pun meliri ke arah pemuda yang berbaring terlentang di sana, mereka tidak bisa untuk tidak memandang dirinya dengan perasaan kagum. “Sepertinya yang muda memang sudah masanya menggantikan yang tua.” Pikir para tetua ketika melihat betapa kuat dan gigihnya Ling Feng melawan iblis setingkat jendral.


Raja Shu pun berkata kepada Bing Jiao dan Qing Xian untuk membawa Ling Feng ke istana, membiarkannya istirahat di sana. Awalnya Ling Feng menolak niat itu, namun ketika mendapatkan tatapan tajam dari kedua wanitanya ia memilih untuk bungkam dan mengikuti dengan patuh.


Ketiganya pun di antar oleh seorang jendral kerajaan Shu kembali ke istana, dan untuk kekacauan di sana, para tetua dan pihak kekaisaran yang akan mengurus sisanya. Ling Feng pun di bawa pergi oleh kedua wanita itu, yang tentunya ia mendapatkan tatapan menusuk dari para kaum pria mengingat dirinya tidak hanya di bantu oleh satu gadis cantik saja, melainkan dua sekaligus.


Lalu dalam beberapa jam saja, berita tentang para pemberontak dan ras iblis yang menyerang pun dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia biru. Hal itu tentunya mendapatkan apresiasi masyarakat yang seketika langsung mendidih darahnya. Bahkan pihak kekaisaran Shu tidak segan untuk meringkus sisa-sisa para pemberontak.

__ADS_1


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2