Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Informasi Pang Lang


__ADS_3

Ling Feng tersenyum kecut, karena mereka telah menjadi pusat perhatian saat ini, Ia pun hanya menepuk pelan pundak sang pelayan lalu pergi menuju lantai dua, pergi ke kamar yang telah ia pesan.


Dirinya langsung memasuki kamar yang telah ia pesan dan berbaring di tempat tidur yang telah tersedia di sana, ia juga telah melepaskan pakaian tertutupnya saat ini. “Hahhhh... Seharian ini aku terus bergerak tanpa henti. Tubuh ku benar-benar kaku.” Gumam Ling Feng merenggang kan bagian-bagian tubuhnya yang kaku. Ia refleks memejamkan kedua matanya selama beberapa menit dan secara tiba-tiba berkata, “Kau sudah kembali paman Lang.” Ucap Ling Feng secara tiba-tiba.


Tepat Ling Feng berkata seperti itu, sosok berjubah hitam tiba-tiba muncul, berdiri tepat di belakang Ling Feng. “Salam tuan muda... Terima kasih atas kerja keras hari ini.” Ujar Pang Lang seraya memberi salam kepada Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu langsung refleks bangkit, dan berkata, “Kerja keras apanya, aku tidak melakukan apapun loh seharian ini.” Ucap Ling Feng terkekeh pelan.


“Saya mengucapkan itu, untuk bagian tuan muda yang tidak tuan muda sadari.” Timpal Pang Lang meyanggah perkataan Ling Feng. “Iya, iya, terserah kau saja paman.” Ucap Ling Feng mengedikan kedua bahunya memilih untuk mengalah. “Jadi, bagaimana dengan informasi yang telah di dapatkan? Sampai-sampai paman meminta izin tadi. Sepertinya paman telah mendapatkan informasi yang jauh lebih penting dari yang sebelumnya.” Ucap Ling Feng.


“Sesuai dengan apa yang Anda katakan. Awalnya aku hendak langsung kembali untuk menyampaikan informasi yang kudapatkan dari salah satu iblis yang ku interogasi, namun secara tidak sengaja aku mendengar salah satu iblis berbincang-bincang mengenai ada pertemuan petinggi iblis di tempat tersebut. Mendengar pembicaraan itu, intuisi ku mengatakan bahwa ada sesuatu yang sangat penting dari pertemuan petinggi tersebut, dan benar saja, pada saat aku menyusup ke pertemuan tersebut, berbagai macam fakta menarik terungkap.” Ucap Pang Lang menjelaskan.


“Hehhh... Fakta menarik, kah... Coba jelaskan lebih lanjut.” Ling Feng yang tertarik mengenai fakta menarik yang di maksud oleh Pang Lang. Ling Feng juga langsung mengirim transmisi suara kepada Ren Hu, memintanya untuk datang ke kamar Ling Feng. Tidak membutuhkan waktu yang lama pintu kamar pun di ketuk, Ling Feng langsung meminta Ren Hu untuk masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


“Baiklah paman... Sekarang coba jelaskan lebih lanjut mengenai informasi yang kau dapatkan itu.” Ucap Ling Feng memasang raut wajah serius, diikuti oleh wajah penasaran dari Ren Hu. Pang Lang menganggukan kepalanya lalu mulai menceritakan semua informasi yang ia dapatkan pada saat ia menyusup ke pertemuan Iblis Le Bersaudara.


Sementara Itu Di Kediaman Wali Kota


Para mata-mata telah sampai di kediaman wali kota dan saat ini sedang menghadap kepada Wali Kota Bing. Tentunya mereka juga tidak lupa untuk memberikan batu yang Pang Lang berikan kepada mereka, untuk di berikan kepada sang wali kota. Wali kota tidak sendiri, ia ditemani ajudan dan sang jendral di sisi kanan dan kirinya.


“Laporan mengenai iblis yang bersembunyi di pedalaman hutan sekitar kota Cheng Du, semua ada di batu kristal itu wali kota.” Ucap ketua dari kelompok mata-mata seraya memberikan batu putih cerah dengan bentuk yang terlihat mewah. Wali Kota Bing menerima batu kristal tersebut lalu meletakan jari telunjuk dan tengahnya di batu kristal tersebut seraya mengalirkan sedikit qi sesuai yang dikatakan oleh ketua mata-mata sebelumnya.


“Y-ya... Tenaang saja. Aku baik-baik saja. Selain daripada itu, lebih baik kalian merasakan sendiri apa yang kulihat pada saat menyentuh batu tersebut.” Timpal sang wali kota cukup tenang.


“Memangnya ada apa wali kota?” Tanya sang ajudan penasaran.

__ADS_1


“Sudahlah lakukan saja apa yang aku katakan dan lihatlah sendiri.” Ucap wali kota Bing seraya menarik tangan sang ajudan untuk menyentuh batu kristal tersebut, namun sesuatu yang aneh sangat terjadi. Alih-alih bersinar terang seperti pada saat di sentuh wali kota, kini batu kristal tidak menunjukkan reaksi apapun, sebaliknya batu kristal itu malah tiba-tiba retak dan tidak lama langsung hancur berkeping-keping.


Sang ajudan tentunya langsung panik dan meminta maaf dengan gelisah, “Maafkan saya, maafkan saya wali kota. Saya tidak mempunyai maksud untuk menghancurkan batu kristal itu sama sekali wali kota. Sebagai gantinya saya akan mempersembahkan nyawa saya sebagai gantinya.” Ujar sang ajudanya sangat jelas terlihat sangat panik bukan main.


"Oioi kak... Kau tidak perlu sampai berlebihan seperti itu juga." Ujar sang jendral yang berada di sisi kiri wali kota Bing, menenangkan Ajudan wali kota yang tidak lain adalah kakak nya.


Akan tetapi, alih-alih di dengarkan, Ajudan yang merupakan kakaknya itu malah mulai mengatakan yang abstrak. Membuat jendral kota menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.

__ADS_1


__ADS_2