
Jdeerrrrr
Jdeerrrrr
Jdeerrrrr
Jdeerrrrr
"Ughhkkk benar-benar ini." Gumam Ling Feng bangkit kembali bertumpu satu kaki dengan tubuh yang penuh luka. Tubuhnya terasa mati rasa, karena menyerap tiap-tiap esensial daripada petir Kesengsaraan benar-benar cukup sulit.
"Bocah kau masih mampu tidak." Kata Tua Tao masih bersikap santai di atas pohon memperhatikan Ling Feng dari sana. "Sudah sejauh ini dan kau bertanya aku masih mampu tidak? jangan bercanda guru tentu akan ku selesai kan apa yang kau mulai." Kata Ling Feng bangkit berdiri tegak.
"Cihhhhh…Padahal tadi kau berteriak tidak karu-karuan, sekarang kau jadi berlagak keren pula." Sindir Tua Tao. "Dan lagi, setidaknya rangkai kata sendiri jika ingin mengatakan hal yang keren." Kata Tua Tao lagi. Ling Feng terkekeh dan berkata, "Oh ayolah jangan pelit seperti itu mau bagaimana pun juga sama saja kan." Kata Ling Feng terkekeh.
"Cihhhhh bocah tengil sia*an memang…" Kata Tua Tao dan setelah berkata seperti itu, kembali terdengar suara guntur.
Jdeerrrrr
Jdeerrrrr
Jdeerrrrr
Roaaarrr
"Kikkkkk…Kenapa harus naga lagi." Gumam Ling Feng kesal. "Kemungkinan besar ini yang terakhir. Jadi tahanlah dengan seluruh yang kau punya. Gunakan juga kedua pedang mu untuk melawan balik aku yakin petir Kesengsaraan ini benar-benar berbeda dengan petir-petir sebelumnya." Kata Tua Tao.
Ling Feng lantas mengikuti saran Tua Tao dengan mengeluarkan kedua pedang nya. "Baiklah datanglah." Gumam Ling Feng memasang kuda-kuda menyerang.
Jdeerrrrr
Jdeerrrrr
Jdeerrrrr
Roaaarrr
Setelah saling bersahutan, dari langit-langit Jurang Keabadian mulai nampak sosok naga petir raksasa. Naga petir kali ini berbeda dengan naga petir yang tadi. Saat ini naga ini dua kali lebih besar dari naga sebelumnya dengan warna petir merah kehitaman.
Naga petir itu menatap Ling Feng lalu meraung keras kearah nya.
__ADS_1
Roaaarrr
"Berisik naga sia*an…Nafas mu itu sangat bau tau…!" Teriak Ling Feng maju melesat menyerang terlebih dahulu naga petir Kesengsaraan tersebut.
"Makan ini…!" Teriaknya melancarkan tebasan pedang ke arah naga petir tersebut. Naga petir itu juga mengambil ancang-ancang lalu maju melesat sembari meraung keras ke arah Ling Feng.
Roaaarrr
Claaanggggg
Claaanggggg
Ling Feng menebas mengeluarkan seluruh yang ia punya. Ling Feng berusaha mendominasi pertarungan dengan tidak memberikan celah dan nafas. Ling Feng terus menerus menyerang menebas ke arah naga petir Kesengsaraan tersebut. Pertarungan antara seorang pemuda yang melawan petir Kesengsaraan dengan berwujud naga raksasa.
"Bocah ini benar-benar sudah di luar ekspektasi ku. Kau benar-benar sudah menunjukkan pencapaian yang luar biasa, dan aku tersanjung akan hal itu. Maka dari itu, berikan kembali pertunjukan yang menarik." Kata Tua Tao mengangkat sebelah tangannya lalu mengarahkan kepada Ling Feng.
"Aku harus tenang menghadapi petir sia*an ini." Gumam nya mundur sesaat setelah menyerang Naga petir tersebut. Naga petir itu kembali meraung keras ke arah Ling Feng menatap tajam dirinya.
Ling Feng tentu tidak tinggal diam saja. Walaupun sedang terluka saat ini, Ling Feng mampu bergerak cepat. "Tubuh ku mulai pulih kembali. Rasa mati rasa pada tubuh ku juga telah di gantikan dengan energi yang meluap-luap sekarang…Aku bisa." Gumam Ling Feng kembali maju melesat menyerang.
Bergerak lincah menghilang dari hadapan naga petir tersebut. Naga petir itu sontak menoleh ke kanan dan kiri mencari keberadaan Ling Feng. Sampai sebuah teriakan mengalihkan perhatian nya. "Aku di atas petir bodoh…! Teknik Halilintar Langit: Tebasan Tanpa Batas." Teriak Ling Ling melancarkan tebasan kuat dengan samar aliran petir juga keluar dari tebasan nya.
Shirngggg
Booooommmm
Roaaarrr
"Ughhkkk mati rasa ini lagi." Batin Ling Feng sesaat setelah merasakan esensi petir Kesengsaraan itu yang masuk kedalam tubuhnya.
Ling Feng mengudara tanpa bisa bergerak atau lebih tepatnya tidak bisa bergerak. Naga petir itu tentu nya meraung keras ke arah Ling Feng sembari melancarkan serangan ekornya ke arah Ling Feng.
Roaaarrr
"Ughhkkk Sial bergerak lah tubuhku." Batin Ling Feng berusaha mati-matian, namun tidak bisa. Ling Feng membelalakkan matanya sembari menggertakkan giginya dan pada saat itu kejadian tidak terduga terjadi.
Banggggg
Roaaarrr
__ADS_1
Ling Feng membelalakkan matanya kembali. Kali ini dengan rasa terkejut melihat hal tersebut didepannya. "Sebuah Penghalang." Batin Ling Feng membelalakkan matanya terkejut. Seperkian detik kemudian tubuh kembali bisa bergerak dan langsung melesat pindah menjaga jarak cukup jauh.
Ling Feng mengatur nafasnya terlebih dahulu yang sedikit memburu. Ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Tua Tao yang sedang tersenyum ke arahnya. "Majulah bocah kerahkan seluruh kekuatan yang kau punya sekarang." Kata Tua Tao kepada Ling Feng.
Mendengar hal itu, Ling Feng kembali mengalihkan pandangannya ke Naga petir tersebut menghembuskan nafas nya memejamkan matanya sejenak lalu membukanya kembali. Ling Feng berdiri tegak lalu menatap tajam naga petir tersebut.
Ling Feng sempat tersenyum simpul lalu menghilang kembali dan muncul didekat naga petir itu kembali. "Teknik Sembilan Matahari: Delapan Kesatuan Penghancuran." Katanya sembari melancarkan tebasan silang ke arah naga petir tersebut.
Shirngggg
Shirngggg
Booooommmm
Roaaarrr
…
Ling Feng terus menerus melancarkan tebasan pedang nya ke arah Naga petir tersebut. Naga petir itu hanya bisa meraung keras, karena pergerakan nya telah di dikunci dengan Ling Feng yang tidak memberikan nya celah untuk bergerak.
Perlahan-lahan tubuh Naga petir tersebut mulai transparan dan banyak esensi-esensi yang keluar dari tubuhnya. Perlahan-lahan itu juga naga tersebut mulai melemah seiring tebasan beruntun yang Ling Feng lancarkan.
Delapan tebasan beruntun Ling Feng lancarkan pada saat itu membuat Naga petir itu mulai transparan dan melemah. "Sedikit lagi." Batin Ling Feng lompat memutar ke belakang dan menapak ke tanah.
Ling Feng memasang kuda-kuda berpedangnya. "Ini serangan terakhir ku jadi naga jelek mari selesaikan." Kata Ling Feng dan di sambut dengan raungan naga petir tersebut.
Roaaarrr
Ling Feng tersenyum simpul lalu memejamkan matanya. Aura kuat memancar keluar dari tubuh nya. Kedua Pedang nya pun sedikit bersinar terang. "Teknik Pedang Yin Yang: Pedang membunuh Roh." Kata Ling Feng mengeratkan pijakan kakinya melancarkan tebasan terakhirnya.
Shirngggg
Roaaarrr
Naga petir itu juga maju menerjang meraung keras ke arah tebasan pedang Ling Feng dan…
Claaanggggg
Swusssshhhh
__ADS_1
Teknik Pedang nya beradu dengan naga petir tersebut. Dua aura kuat pun saling berbenturan Membuat apapun yang disana langsung terhempas saat itu juga.
>>>>>>> Bersambung