
Anak buah kapten tersebut pun di buat terdiam, karena memusnahkan dua kapal bandit tersebut terlihat sangat mudah dan tidak berarti apa-apa bagi nya.
“Ya baguslah, dengan ini kita bisa berlabuh ke sisi seberang dengan tenang dan tidak perlu khawatir lagi.” Kata Hao Xiang, yang seketika merasa bangga. Padahal jelas-jelas ia melakukan tindakan itu secara tidak sadar.
>>>>>>______
Awalnya mereka pikir setelah menghancurkan dua buah kapal bandit tersebut, kapal mereka akan berlabuh dengan aman tenang seperti yang di katakan oleh Hao Xiang, namun pemikiran itu salah besar, karena tepat mereka sampai di sisi dermaga pelabuhan terlihat gerombolan bandit yang telah bersiap-siap menunggu kedatangan mereka.
Bukan hanya itu saja, tepat jarak kapal yang di tumpangi Ling Feng hendak sampai di dermaga, para bandit yang telah bersiap-siap di sisi daratan langsung melompat naik ke atas kapal tersebut. Sekiranya para bandit tersebut berjumlah hampir lima lusinan atau hampir sekitar enam puluh atau tujuh puluh orang. Cukup banyak untuk seukuran bandit yang menguasai sebuah dermaga.
Sampai kemudian sosok orang yang bertubuh besar pun melompat, dan lompatannya itu cukup membuat lantai kapal yang terbuat dari kayu, hampir hancur oleh nya. Melihat dari penampilan sosok bertubuh besar dan sikap angkuh yang di tunjukkan, Ling Feng menyimpulkan bahwa dia adalah pemimpin dari sekelompok bandit itu.
“Berani-beraninya kalian menghancurkan kapal-kapalku!” Teriak sosok bertubuh besar itu sangat marah, terlihat wajahnya sudah berubah merah padam dengan samar-samar asap putih keluar dari puncak kepalanya. Lalu ia melihat ke arah Hao Xiang, karena ia sangat menyadari jelas, bahwa Hao Xiang lah pelaku dari yang menghancurkan kapal-kapal milik nya.
“Kau bocah kepa*at! Berani menghancurkan kapal-kapalku! Tidak akan kubiarkan hidup mu tenang, karena telah membuat ku marah!” Teriak bos bandit tersebut menatap marah bercampur dengan niat membunuh ke arah Hao Xiang. Bahkan niat membunuhnya itu, membuat para awak kapal langsung merinding karena niat membunuh yang sangat intens itu.
“Ehhhh... Kenapa kau malah marah kepadaku? Seharusnya aku yang meminta kompensasi kepadamu, karena para anak buah mu hendak menghancurkan kapal yang ku tumpangi ba*i besar bodoh.” Kata Hao Xiang membalasnya dengan nada mengejek, tidak tertekan sama sekali dengan niat membunuh bos bandit tersebut.
“Kompensasi, kau bilang kompensasi! Setelah menghancurkan dua buah kapal ku, kau bilang ingin kompensasi bocah ban*sat!” Teriak bos bandit itu, yang telah tenggelam oleh amarahnya. Hao Xiang dengan polosnya menimpali perkataan bos bandit itu dengan anggukkan kepalanya, membuat anak buah para bandit tidak habis pikir, bocah remaja yang bahkan belum berumur dua puluh tahunan berani menantang bos mereka.
“Kau... Kekekeke... Baiklah! Karena kau ingin kompensasi, akan kuberikan kepadamu bocah ban*sat!” Teriak Bos bandit itu menyeringai lebar, terlihat sangat mengerikan bagi para awak kapal, namun terlihat sangat menjijikan, bagi Ling Feng dan Hao Xiang.
__ADS_1
“Para anak buahku! Cepat habisi semua orang itu! Ambil semua harta berharga di kapal ini! Bunuh saja tidak perlu berbelas kasih, entah itu anak-anak ataupun orang tua! Habisi semuanya tanpa pandang bulu!” Teriak bos bandit tersebut memerintahkan para anak buahnya yang berjumlah sekitar tujuh puluhan itu.
Sontak para anak buah bos bandit itu pun langsung berlarian ke arah Hao Xiang dan Ling Feng, yang memang keduanyalah yang pasang badan, di saat para bandit itu naik ke kapal mereka.
“Kekeke... Terimalah kompensasi dariku ini bocah ban*sat.” Kata bos bandit dengan seringai bahagia tercetak di wajahnya.
“Hehhhh... Kau memberikan kompensasi yang unik ya, baru kali ini aku menerima kompensasi seperti ini.” Kata Hao Xiang seraya terkekeh kecil, para awak kapal yang mendengar itu pun benar-benar tidak mengerti dengan pola pikir remaja pria itu, sampai kapten kapal berkata, “Kalian tidak akan pernah mengerti pola pikirnya seorang ahli. Jadi cukup perhatikan saja apa yang akan kalian saksikan lusa kemarin, sebentar lagi akan terjadi lagi di sini.” Kata kapten kapal.
“Guru aku boleh membunuh mereka semua, kan.” Kata Hao Xiang dengan wajah polosnya melirik ke arah Ling Feng. Melihat wajah polos dari muridnya, itu Ling Feng hanya tersenyum lalu berkata, “Lakukan sesuka mu, asalkan jangan membakar kapal ini.” Kata Ling Feng dengan entengnya.
“Hehehe... Tenang saja guru, akan kupastikan tidak akan membakar para bandit ini dengan rapih.” Kata Hao Xiang melesat cepat dan tiba-tiba muncul di hadapan salah satu anak buah bos bandit, dengan kepalan tinju yang sudah terbalut oleh api.
“Teknik Perwujudan Api Phoenix: Tinju Api Biru!” Teriak Hao Xiang melayangkan tinjunya kepada bandit tersebut dan....
“Akhhhhh... Panas! Seluruh tubuhku Panas! Air! Aku butuh air! Akhhhhh...!” Teriak bandit yang terkena pukulan Hao Xiang, langsung terpental satu meter ke belakang, diikuti dengan tubuhnya yang langsung terbakar oleh api biru. Bos bandit dan anak buahnya yang melihat itu, tentunya sangat terkejut. Bahkan para bandit yang sudah berlarian ke arah Hao Xiang dan Ling Feng, refleks berhenti bergerak kala itu, sampai teriakan Hao Xiang menyadarkan mereka.
“Oioioioi......!! Kenapa malah pada terdiam sekarang! Kemana perginya semangat kalian tadi itu hahhh!” Teriak Hao Xiang lalu muncul kembali di salah satu bandit dan melancarkan tinju apinya kembali, dan lagi-lagi bandit yang terkena pukulan nya itu mengalami nasib yang sama.
Baaammmm... Swussshhh...?!
“Jangan gentar! Ia hanya sendiri saja! Kita menang jumlah, bocah itu pasti akan segera kelelahan, karena menggunakan teknik seperti itu.” Kata bos bandit kepada anak buahnya. Anak buah bos bandit itu awalnya saling pandang, namun pada akhirnya mereka mengikuti perintah bos mereka untuk menyerang Hao Xiang secara bersamaan.
__ADS_1
Hao Xiang yang mendengar teriakan bos bandit itu pun sontak tertawa, “Hahaha... Jumlah? Bahkan jika jumlah kalian mencapai seribu lebih pun, aku akan tetap membunuh kalian semua.” Kata Hao Xiang yang dengan gesit menghindar, bertahan, lalu menyerang para anak buah bos bandi, walaupun mereka sudah menyerangnya secara bersamaan.
“Tinju Api Biru! Tinju Api Biru! Tinju Api Biru!” Teriak Hao Xiang, terlihat sangat jelas bahwa wajah dari pria remaja itu tersenyum lebar sangat menikmati pertarungan itu, dan hal itu membuat pihak lawan atau pun kawan benar menatapnya dengan cara yang berbeda.
“Anak itu, benar-benar tidak menahan diri sama sekali jika sudah di beri izin ya. Sebenarnya apa yang terjadi selama beberapa tahun terakhir? Sampai-sampai ia mempunyai ekspresi seperti itu.” Kata Ling Feng terkekeh, seraya menggeleng-geleng kan kepalanya.
“Tidak ada yang berbeda tuan muda. Hanya saja, ia sering bertarung dengan beast yang tingkatannya jauh lebih tinggi darinya, membuat kepribadian nya jadi maniak bertarung sejak saat itu. Kesimpulan nya bocah itu hanya maniak pertarung tuan muda.” Kata Ling Laohu yang melihat Hao Xiang yang sedang membantai para bandit dengan ekspresi malas.
“Ehhh begitu, kah... Sepertinya cukup sulit juga baginya selama beberapa tahun terakhir ini.”
“Sebaliknya tuan muda. Bocah itu menjadi lebih bebas dan menggila, semenjak Anda perintahkan mencari pengalaman langsung.” Kata Ling Laohu yang membuat Ling Feng tertawa sekali lagi mendengarnya. Sampai tawanya tiba-tiba berhenti, karena mendengar teriakan bos bandit.
“Jangan hanya serang bocah itu saja! Serang temannya ini! Temannya ini hanya seorang manusia biasa saja! Gunakan ia sebagai sandra!” Teriak bos bandit memerintahkan kepada anak buahnya yang di dekat Ling Feng, secara tidak langsung memerintahkannya untuk menangkap Ling Feng.
“Cihhhh... Manusia-manusia sampah. Berani-beraninya tangan kotor kalian hendak menyetuh tuan muda.” Kata Ling Laohu bangkit lalu melompat dari kepala Ling Feng dan mengubah wujud menjadi harimau berukuran orang dewasa, dan langsung mengayunkan cakarnya ke arah bandit yang hendak menyerang Ling Feng.
Shringggg... Crasshhhh...?!
“Roaarrrrr...! Akan kubunuh siapapun, yang hendak menyetuh tuan muda.” Ujar Ling Laohu seraya meraung keras.
>>>>>> Bersambung
__ADS_1
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.