
"Bagus aku suka gayamu tua Bangka kalau kau kalah terlalu cepat itu akan sangat membosankan" Kata Long Tian tersenyum lebar semangat bertarungnya semakin tinggi.
Hijau tua mengeluarkan pedang dari cincin ruangnya dan langsung mengesekusi teknik berpedangnya. "Teknik Angin Kematian gerakan Pertama : 9 Bilah kematian" Hijau tua memasukkan sejumlah qi kedalam pedangnya dan langsung menebaskan kearah Long Tian.
Long Tian yang melihat ada serangan yang menujunya tidak bergerak sedikitpun dan...
Boommmmm
Hijau tua yang melihat Long Tian menerima teknik serangan langsungnya tidak akan mengulangi kesalahannya yang sama kembali. Tanpa aba-aba dirinya langsung melesat kedalam kepulan asap dan menebaskan ke arah kepulan asap tersebut dan langsung terdengar suara benturan logam.
Thinggggg
"Ughhhkk, sial....apa dirinya memakan baja sampai kulitnya menjadi keras seperti ini" Batin Hijau Tua merasa dirinya sedang menebas sebuah gunung yang besar dan keras.
"Lumayan untuk taktik mu kali ini....Kukira kau akan mengulangi kesalahan yang sama kembali" Kata Long Tian masih santai menahan Tebasan pedang Hijau tua menggunakan punggung lengannya.
Hijau tua langsung melompat ke belakang dan mengambil jarak. Long Tian yang melihat itu hanya bersikap seperti biasa nya.
"Sekarang giliran ku untuk maju, Jadi jangan mati dengan cepat ya" Kata Long Tian dengan seringai menikmati pertarungan dan langsung memasang kuda-kuda.
"Teknik Naga Surgawi gerakan pertama : Langkah Naga Surgawi" Kata Long Tian menghilang dari pandangan mata Hijau Tua dan langsung muncul didepannya membuat Hijau Tua terkejut bukan main.
"Sangat cepat , ini Bahaya" Batin Hijau Tua berusaha menghindar namun dirinya tidak sempat.
"Ingin Menghindar yaaa jangan harap bos ku" Kata Long Tian.
"Teknik Naga Surgawi gerakan kedua : Pukulan Naga" Teriak Long Tian langsung mengesekusi teknik Naga Gerakan keduanya dan...
Booommmmm
Ledakan besar membuat seluruh kota merasa terkejut bahkan sudah terlihat kawah yang cukup besar dan pusat dari kawah tersebut seorang pria tua yang terkapar lemah tetapi, tidak mati.
Long Tian yang masih merasakan sedikit hawa kehidupan lawannya, tersenyum" Hoooo, Tidak ku sangka kau masih hidup setelah terkena teknik ku dengan ranah rendah mu itu.....Kau sangat hebat aku mengakui itu tetapi, sayang kau berjalan ke jalan yang salah" Kata Long Tian.
Hijau Tua yang sudah sangat lemah akibat dari serangan Long Tian terlihat sangat menyedihkan. Bahkan untuk bergerakpun sudah tidak bisa. Dirinya hanya bisa menggerakkan kedua matanya menatap Long Tian yang sedang menghampiri nya.
__ADS_1
Sementara di tempat Ling Feng
Ketika Ling Feng sedang melakukan pembersihan terhadap para kultivator hitam ia mendengar suara ledakan dahsyat yang mana itu berasal dari tempat Long Tian. Dirinya yang melihat itu hanya menghela nafas panjang.
"Dirinya tidak bisa menahan diri sama sekali, padahal aku menyuruhnya untuk tidak terlalu mencolok. Haihhhh, memang nasib" Kata Ling Feng menghela nafas lagi lalu berjalan kaki menuju kearah Long Tian.
Ling Feng tidak melesat cepat, dirinya lebih memilih jalan santai untuk mengurangi jumlah kultivator Hitam.
Suatu daerah ibu kota
Terlihat dua orang pria tua yang sedang berusaha untuk membantu para prajurit untuk menghabisi kultivator hitam yang menyerang. Kedua Pria tersebut adalah Tetua Ling dan Tetua Han. Walaupun mereka menang tingkat Kultivasi, tetap saja jumlah musuhnya tidak sedikit yang membuat mereka cukup kesulitan. Ketika mereka sedang fokus bertarung dengan salah satu kultivator hitam, sebuah belati hampir menebas kepala Tetua Han akan tetapi, telah di sadari oleh Tetua Ling dan langsung memperingati nya.
"Tetua Han Awassssss !!!!" Teriak Tetua Ling yang membuat Tetua Han kaget dan langsung menghindarinya tetapi, masih terkena sedikit yang membuat konsentrasi Tetua Han menjadi buyar.
"Tidak ku sangka kau bisa mengetahui serangan diam-diam ku" Suara menggoda membuat semua orang entah itu dari pihak kultivator hitam maupun prajurit kota semua mengalihkan pandangannya.
"Sepertinya kau adalah pemimpin dari kelompok yang menyerang kota ini ya" Kata Tetua Ling memandang Tajam Orang berjubah hitam dengan kupluk berwarna merah darah.
"Bisa dibilang iya bisa dibilang tidak" Kata Si merah mengangkat bahunya membuat Tetua Ling menaikan alisnya, Bingung.
"Tunggu ada yang aneh dengan perasaan ini ? tidak salah lagi dia ahli ilusi" Batin Tetua Ling.
Tanpa basa-basi Tetua Ling langsung membentuk segel tangan yang rumit dan seketika ilusi yang berada di sekitarnya hancur seperti kaca yang pecah.
Kreekk
Kreekk
Pranggggg
Merah yang melihat itu hanya tersenyum menggoda.
"Seperti yang diharapkan dari tetua sekte besar Ibukota. Reputasi nya sesuai tidak mengecewakan" Kata Merah melihat ilusi yang ia ciptakan telah lenyap.
Tetua Han yang terkena sedikit goresan pada lehernya hanya bisa mengutuk karena, dirinya tidak waspada terhadap serangan diam-diam.
__ADS_1
"Tetua Han lebih baik kau cepat menyembuhkan luka mu" Kata Tetua Ling membuat Tetua Han mengkerutkan keningnya.
"Apa maksudmu ?" Kata Tetua Han.
"Racun, Belati yang menggores leher mu tadi telah dilumuri racun" Kata Tetua Ling yang membuat Tetua Han kaget bukan main.
"Ara-ara, bukan hanya kau bisa menebak serangan ku, kau juga tau bahwa belati yang ku gunakan tadi telah di lumuri racun, sungguh hebat Tetua Ling" Kata merah menggoda dengan nada manjanya.
Tetua Ling dan Tetua Han yang mendengar itu hanya mendengus.
"Segera netralisir racun yang ada di tubuhmu, aku akan melawan nya wanita misterius ini bukan lawan yang bisa di anggap remeh" Tetua Ling Berkata serius dan diangguki oleh Tetua Han.
Merah yang melihat Kedua pria sepuh itu sedang berdiskusi hanya menunggu saja tidak ada niatan untuk menyerang diam-diam lagi.
"Aku yang akan menjadi lawan mu sekarang" Kata Tetua Ling dan merah hanya tersenyum menggoda.
"Aku pernah mendengar rumor mengerikan tentang sepak terjang Tetua Ling akhir-akhir ini, aku Jadi penasaran sekuat apa julukan "Si Kilat Ling San". Kata merah tersenyum sembari mengeluarkan satu belati lagi di tangan kirinya.
"Itu hanya rumor yang dilebih-lebihkan, aku tidak sekuat dan secepat itu, aku hanya akan mengulur waktu sampai Tetua Han pulih sepenuhnya" Kata Ling San santai dan memasang kuda-kuda bersiap untuk menyerang.
"Kau terlalu merendah Tetua Ling entah kenapa aku suka dengan kepribadian mu seandainya kau lebih muda lagi mungkin akan lebih tertarik memiliki mu" Kata merah dengan suara yang menggoda membuat semua orang yang mendengar itu hanya semakin terpikat.
"Cihhhh, kau sudah tua masih saja sok-sok an masih muda aku tau penampilan itu tidak sesuai dengan umurmu" Kata santai Ling San membuat suasana seketika hening dan tidak lama keluar aura kuat dari tubuh si merah menandakan ia sangat marah atas perkataan Ling San.
"Ternyata Mulut seorang tetua sangat tidak terpelajar ya, menghina seorang wanita itu adalah kejahatan yang tidak bisa di maafkan dan kau !!! mengatakan hal yang sakral tua Bangka, jangan salahkan aku jika kau mati lebih cepat" Kata dingin dari si merah tidak ada lagi nada kelembutan dan menggoda keluar dari mulutnya, sekarang hanya niat membunuh yang besar keluar dari si merah.
Ling San hanya tersenyum senang karena, berhasil memprovokasi lawan dan tanpa basa-basi langsung mengeluarkan teknik utamanya.
"Kita tidak akan tau sebelum mencobanya iya kan" Kata Ling San dan.....
>>>>> Bersambung
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara serasku )
( Blizzardauthor)
__ADS_1
Nb : Mohon maaf sebelumnya karena, kedepannya bakal jarang up ππΌππΌ akhir-akhir ini ane lagi sibuk. Mohon dimaklumi ππ