
“Ya saudari, kalau begitu kita juga tidak boleh kalah.” Ucap Hu Yan dan dianggukki oleh Yin Mei. Semangat juang para prajurit pun juga meningkat dan tidak membutuhkan waktu yang lama sampai situasi pun berubah drastis.
>>>>>>______
Ctangggg...!! Ctangggg...!!
Taapppp...! Taapppp...!
“Kau dan anak buah mu sudah kalah sekarang. Tetua Racun yang kau banggakan itu sudah di kalahkan oleh Tetua Sekte kami.” Ujar Cai Lan seraya menunjuk ketua bandit laut dengan pedangnya. Ketua bandit laut hanya diam saja tidak berkata apa-apa, sebaliknya dirinya tiba-tiba tersenyum lebar membuat Cai Lan mengubah raut wajahnya. Ia juga merasakan perasaan buruk dari senyuman ketua bandit laut tersebut.
“Sebenarnya ada apa ini. Kenapa aku merasa ada yang salah di sini.” Batin Cai Lan mengeratkan kepalan tangannya pada gagang pedangnya. Sampai beberapa saat kemudian ketua bandit laut pun tiba-tiba tertawa membuat Cai Lan memasang raut wajah heran. “Hahahahaha... Aku benar-benar sangat takut sekali ketika mendengar hal itu jala*g sial.” Ucap ketua bandit laut.
Cai Lan yang mendengar itu pun benar-benar di buat heran ketika mendengar perkataan yang keluar dari mulut ketua bandit laut. Awalnya ia bingung dengan sikapnya itu sampai beberapa saat kemudian ia dikejutkan dengan sebuah teriakan yang berasal dari Hu Yan.
“Tetua awas!” Teriak Hu Yan cukup kencang membuat semua orang yang ada di sana kecuali para bandit laut langsung merespon dari teriakan tersebut dan menoleh ke atas langit. Cai Lan yang awalnya biasa saja, perlahan-lahan kedua matanya pun membuka lebar ketika melihat ke arah langit.
Terlihat di langit sana sosok yang mereka kira sudah berhasil di kalahkan, ternyata masih berdiri tegak seraya mencengkram leher seorang wanita yang tidak lain adalah Tetua sekte gadis suci. Semua pasang mata menatap tidak percaya akan hal itu. Sosok Tetua Racun yang mereka kira sudah berhasil di kalahkan ternyata masih hidup tanpa terluka sedikitpun.
“Kau... Bagaimana mungkin bisa menahan seranganku?!” Ujar Tetua sekte gadis suci seraya menggertakkan giginya menatap tajam ke arah Tetua Racun. Mendengar hal itu, Tetua Racun hanya tersenyum mengejek dan berkata, “Mengejutkan bukan. Jika itu aku yang dulu, mungkin akan langsung musnah tanpa sisa jika terkena serangan Pedang Qi sekuat itu. Akan tetapi, dengan diriku yang sekarang...” Ujar Tetua Racun menggantungkan perkataannya seraya mengangkat satu tangannya dan aura hitam yang sangat menjijikkan terpancar dari sana.
__ADS_1
Tetua sekte gadis suci yang merasakan aura hitam itu pun membelalakkan kedua matanya. Tentu saja dirinya terkejut, pasalnya aura menjijikkan tersebut adalah Qi hitam yang jauh berbeda dengan Qi yang ia gunakan pada umumnya.
“Qi hitam?! Dasar pengkhianat! Kau sudah bekerja sama dengan ras iblis rupanya.” Umpat Tetua Sekte Gadis suci yang dapat didengar oleh semua orang yang ada di sana. Semua orang yang ada di sana tentunya terkejut, tentunya semua orang yang ada di sana terkejut pasalnya ras iblis yang mereka ketahui hanyalah dari cerita pengantar tidur. Mereka tidak mengetahui bahwa ras iblis memang benar-benar ada.
“Hahahaha... Memang nya kenapa? Selama itu bisa membuat ku menjadi kuat, kenapa aku harus peduli pengkhianatan atau bukan.” Ujar Tetua Racun seraya tersenyum mengejek. Membuat Tetua sekte gadis suci menggertakkan gigi nya, ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Jika saja ia tahu bahwa Tetua Racun sudah bekerja sama dengan ras iblis, ia mungkin akan memberikan serangan lebih kuat lagi.
“Oi ketua bandit, kau dan anak buahmu sudah bisa melakukan nya sekarang.” Ucap Tetua Racun seraya melirik ke arah ketua bandit laut. Mendengar hal itu, ketua bandit pun langsung tertawa kencang dan berkata, “Hahahaha akhirnya...! Seluruh anak buahku! Keluarkan benda itu sekarang juga!” Teriak ketua bandit laut membuat Cai Lan refleks langsung menoleh ke arah kapalnya.
Mendengar sinyal dari pemimpin mereka, seluruh bandit laut pun langsung mengeluarkan sebuah benda berupa bola hijau tua kecil dan tanpa pikir panjang langsung melemparnya kuat ke arah para prajurit kota dan para penumpang kapal. Sontak para bandit laut itu pun langsung mundur kembali ke kapal mereka.
“Saudari Yan! Saudari Mei!” Teriak Cai Lan refleks ketika melihat sebuah asap abu-abu keluar dari bola-bola hijau tua tersebut. Ia pun kembali menatap tajam ke arah ketua bandit dan tanpa berkata apapun langsung menyerang maju ke arahnya.
“Sial aku termakan provokasi nya.” Batin Cai Lan dan tanpa pikir panjang ia pun langsung melompat kembali ke belakang. Awalnya ia tidak sadar akan bubuk putih tersebut sampai ketika ia menghirup sedikit bubuk putih tersebut, ia pun membelalakkan kedua matanya dan langsung menutup hidung serta mulutnya.
“Tunggu jangan bilang...” Batinnya seraya menoleh ke belakang dan benar saja ketika melihat kedua saudarinya, para prajurit kota termasuk komandan, dan para penumpang tiba-tiba tidak bisa berdiri dengan benar dan langsung jatuh bertekuk lutut. Terlihat jelas bahwa tubuh semua orang yang ada di sana bergetar hebat serta nafas mereka yang terdengar sangat berat.
Tetua Racun yang melihat dari langit-langit tertawa puas, ia nampak senang ketika melihat pemandangan tersebut. Tetua sekte gadis suci tidak terlalu bodoh untuk menyadari bahwa asap abu-abu tersebut adalah
“Kau... Racun apa yang kau berikan kepada murid-muridku!” Ujar Tetua sekte gadis suci menatap marah ke arah Tetua Racun. Mendengar hal itu, Tetua Racun pun tertawa dan berkata, “Kalau kau penasaran seperti itu, kenapa tidak mencobanya saja.” Ujar Tetua Racun seraya mengeluarkan bubuk putih yang sama dan membuat Tetua sekte gadis suci tersebut menghirupnya.
__ADS_1
Seketika raut wajah tetua sekte gadis suci pun berubah sama persis dengan orang-orang yang berada di kapal. Tetua Racun tersenyum lebar seraya berkata, “Bagaimana rasanya terkena Racun Vitalisasi buatanku? Sangat panas dan bergairah bukan, kekekeke.” Ujar Tetua Racun seraya tertawa lebar.
“Racun Vitalisasi, sebuah racun buatanku yang membuat siapa saja, yang ketika menghirupnya akan merasakan detak jantung nya terpacu tiga kali lipat lebih cepat disertai hawa panas yang luar biasa. Mudahnya kau akan merasakan terangsang, dan jika tidak segera di tuntaskan maka tubuhmu akan meledak. Bagaimana, luar biasa bukan racun buatanku kekekeke.” Jelas Tetua Racun seraya tertawa ringan.
“Hahahaha... bunuh semua laki-lakinya dan tangkap semua wanita yang ada. Kita akan bermain-main dengan mereka terlebih dahulu sebelum membunuhnya juga. Jangan lupa periksa seluruh ruangan di kapal tersebut.” Ujar Ketua bandit laut kepada anak buahnya seraya tersenyum puas.
“Oi ketua bandit, ketiga murid sekte gadis suci itu jangan kau sentuh. Mereka dan tetuanya adalah milikku.” Ujar Tetua Racun menoleh ke arah ketua bandit laut. Mendengar hal itu, Ketua bandit laut tentunya merasa tidak terima, akan tetapi ia tetap mengiyakan perkataan dari Tetua Racun.
“Hahahaha... Gadis-gadis semua, mari kita bermain. Lalu tenang saja, malam masih panjang.” Ujar salah satu anak buah bandit laut dan dibalas gelak tawa oleh rekan-rekan nya. Seluruh anak buah bandit laut pun sudah kembali ke kapal tersebut dan tentu nya mengenakan penutup mulut di masing-masing wajahnya, karena asap abu-abu tersebut masih tebal.
Akan tetapi, ketika salah satu dari mereka pergi ke sebuah ruangan di kapal tersebut dan hendak membukanya, secara tiba-tiba pintu ruangan tersebut pun dibuka dengan kencang dari dalam membuat bawahan dari ketua bandit laut itu pun langsung terhempas dan menembus penyanggah kapal, jatuh ke laut begitu saja.
Booommmm...!!
“Siapa itu?!” Teriak Ketua bandit laut cukup kencang yang terkejut ketika melihat.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.
__ADS_1