Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Hao Xiang VS Pemimpin Desa


__ADS_3

“Sin’er!” Teriak pemimpin desa yang terkejut, melihat putranya sudah berada di tangan Hao Xiang.


>>>>>>______


“Oi Kepa*at! Apa yang hendak kau lakukan kepada anakku! Jika kau berani hadapi diriku! Jangan bertingkah seperti pengecut!” Teriak sang pemimpin desa. Hao Xiang yang mendengar itu menyeringai tipis dan berkata, “Sepertinya kau memang tidak menyadarinya, kah. Ya, aku juga juga tidak peduli sih, toh bukan urusanku.” Kata Hao Xiang seraya melempar anak yang berada di tanganya, kepada pemimpin desa.


Pemimpin desa yang melihat itu membelalakkan kedua matanya. Dirinya pun langsung mengambil posisi menangkap yang ia bisa, namun tidak sempurna, karena Hao Xiang melempar nya cukup kencang. Alhasil dirinya terpental beberapa puluh langkah ke belakang, karena tidak siap.


“Sin’er! Sin’er! Sin’er anakku! Bangunlah!” Ucap pemimpin desa seraya mengguncang-guncang pelan tubuh anaknya, dan ketika di lihat, anaknya sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.


“Bocah teng*k! Akan kupastikan, kematian mu tidak akan mudah.” Teriak pemimpin desa menatap ke arah Hao Xiang dengan niat membunuh yang kuat, bahkan aura kultivasi ia lepaskan membuat semua orang yang berada di sana terpengaruh, terintimidasi oleh aura sang pemimpin desa.


“Hehhh... Ranah Bumi bintang satu, kah. Sepertinya ia baru menembus beberapa hari ini.” Gumam Hao Xiang dengan seringai tipis di wajahnya. Melihat Hao Xiang yang baik-baik saja, tidak membuat pemimpin desa merasa ada yang aneh, pasalnya ia sudah tenggelam akan amarahnya yang besar kepada Hao Xiang, karena telah melukai putra nya. Membuat nya tidak menyadari akan hal itu.


“Guru, biarkan aku yang mengurus ini, guru tidak perlu repot-repot turun tangan langsung. Biarkan murid mu ini saja yang mengurus akan masalah ini. Hal itu juga termasuk engkau kucing jadi-jadian.” Ujar Hao Xiang tanpa menoleh ke arah Ling Feng.


Mendengar hal itu, Ling Feng pun berkata, “Haihhhh kau ini ya, jangan terlalu berlebihan loh.” Timpal Ling Feng seraya menggeleng-gelengkan kepala nya.


“Cihhhh... Tanpa kau beritahu sekalipun, aku tidak sudi membantu mu. Bocah berisik.” Timpal Ling Laohu dengan nada malas lalu kembali memejamkan matanya, tertidur kembali di atas kepala Ling Feng.


“Diam kau kucing jadi-jadian. Cukup diam dan perhatikan saja dari sana.” Kata Hao Xiang melangkah kedepan.


“Baiklah orang tua, sekarang majulah. Serang aku darimana pun dan kapan pun.” Kata Hao Xiang dengan percaya dirinya. Pemimpin desa yang melihat Hao Xiang maju sendirian saja, sekali lagi terpancing amarahnya, pasalnya secara tidak langsung Hao Xiang berkata, bahwa dirinya saja sudah cukup untuk menghadapi dirinya dengan anak buah yang ia bawa.


“Kalau begitu aku akan maju. Persiapkan dirimu bocah.” Kata pemimpin desa menatap tajam ke arah Hao Xiang.

__ADS_1


“Jangan banyak bicara dan maju saja orang tua.” Kata Hao Xiang dengan nada mengejek, dirinya juga menyegel kultivasinya hingga ke ranah bumi sama seperti pemimpin desa. Mendengar hal itu, pemimpin desa mengepalkan tangannya erat-erat, lalu maju dengan kecepatan penuhnya. Hao Xiang yang melihat itu menyeringai tipis masih berdiri tidak bergeming sedikit pun di tempatnya.


Untuk pemimpin desa sendiri ia sudah bergerak dengan kecepatan penuhnya berputar-putar di sekitar Hao Xiang. Pemimpin desa itu berpikir, saking tidak bisa mengikuti kecepatan nya, Hao Xiang hanya bisa terdiam tidak bergeming sedikit pun.


“Hahaha lihat bocah itu. Ia bahkan dibuat tidak bisa bergerak oleh pemimpin desa. Nasibnya malang sekali, karena telah menyinggung keluarga pemimpin desa.”


“Ya, bocah itu nasibnya sedang sial, karena telah membantu kakak beradik yang berada di sana. Jika saja ia tidak membantu kakak beradik itu, mungkin ia tidak menghadapi amarah pemimpin desa.”


Begitulah bisikan demi bisikan diantara kubu anak buah sang pemimpin desa. Lin Yu dan Lin Ru’er yang melihat itu sudah cemas bercampur gelisah. Melihat Hao Xiang hanya berdiri saja tanpa bergerak sedikit pun, ia berpikir bahwa Hao Xiang akan kalah tidak lama lagi.


Lin Yu lantas berlari ke arah Ling Feng yang terlihat begitu tenang memperhatikan jalannya pertarungan. Melihat sikap Ling Feng yang begitu tenang, membuat Lin Yu benar-benar tidak habis pikir, “Kau benar-benar hanya akan diam saja melihat muridmu di sana?” Ujar Lin Yu.


“Dia sudah bilang untuk tidak mengganggu pertarungan nya. Jadi tugas ku sebagai guru nya, adalah untuk mempercayai nya.” Timpal Ling Feng dengan tenang. Mendengar hal itu, Lin Yu tentunya mengerti, dirinya mengerti hal itu, namun tetap saja ia merasa gelisah dan cemas.


“A-apa maksudmu?!” Ucap Lin Yu dengan nada yang kaku. Seribu lebih kultivator ranah bumi?! Lalu dirinya bilang itu masih belum cukup untuk menghentikan seorang remaja laki-laki?! Apa yang ia katakan itu, sebuah candaan adalah yang paling tepat saat ini. Begitulah Pikir Lin Yu, namun melihat raut wajah Ling Feng yang benar-benar serius, ia juga tidak bisa menyangkalnya.


“Ya lihat saja nanti. Maka kau akan mengetahuinya.” Kata Ling Feng lagi.


>>>>>>______


Kembali Kepada Pertarungan Hao Xiang


“Hahahaha....! Ada apa bocah! Sudah menyerah?!” Teriak pemimpin desa seraya bergerak dengan kecepatan tinggi mengitari tubuh Hao Xiang. Hao Xiang tidak menimpali perkataan dari pemimpin desa, ia masih dalam posisi yang sama, berdiri di tempatnya tidak bergeming sedikit pun.


“Ya sebagai pembuka, aku akan menyerang di titik buta nya.” Batin pemimpin desa seraya bergerak sangat cepat dan detik kemudian langsung melesat cepat ke arah titik buta Hao Xiang.

__ADS_1


“Rasakan ini bocah! Tinju Pembelah lautan!” Teriak pemimpin desa menyerang dari titik buta Hao Xiang, namun sesaat serangan nya hampir sampai pada tubuh Hao Xiang, tiba-tiba muncul dinding api keluar dari tanah menahan serangan pemimpin desa.


Swussshhhh...!


“Apa?!” Ujar pemimpin desa yang terkejut bukan main ketika melihat api yang tiba-tiba muncul dari tanah begitu saja.


“Aku akui kau memang cepat, tapi bukan berarti mustahil untuk menghentikan pergerakan mu itu.” Kata Hao Xiang, yang muncul tepat di sisi pemimpin desa.


“A-apa?! S-sejak kapan ia berada di sana?!” Batin Pemimpin desa terkejut dengan Hao Xiang yang tiba-tiba berada di sisinya.


“Teknik Perwujudan Api Phoenix: Pedang Api Phoenix.” Kata Hao Xiang mengeluarkan api dari tangannya, lalu memanipulasi apinya sendiri dan mengubah wujudnya menjadi sebuah pedang api.


“Kena kau orang tua.” Kata Hao Xiang menghunuskan pedangnya secara vertikal.


Shringggg.... Swussshhh... Booommmm...!


“Hehhhh... Kau masih bisa bereaksi ternyata. Refleks mu boleh juga orang tua.” Gumam Hao Xiang terkekeh pelan. Pemimpin desa benar-benar di buat bungkam oleh Hao Xiang. Ia benar-benar tidak menyangka, bahwa Hao Xiang bisa memanfaatkan celah sekecil itu dengan sangat baik. Dirinya tidak punya pilihan, selain menerima serangan Hao Xiang. Dengan mengandalkan refleksnya, ia mengangkat keduanya tangannya lalu melapisinya dengan banyak Qi.


Walaupun ia berhasil menahan serangan itu, namun dirinya juga menderita luka bakar dan dalam yang cukup parah, karena tidak bisa menahan sepenuhnya serangan Hao Xiang.


“Nah orang tua. Kau masih kuat, kan. Mari kita mulai ronde keduanya.” Kata Hao Xiang seraya memegang pedang api, yang terbuat teknik api phoenixnya.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.

__ADS_1


__ADS_2