
“Gawat aku lengah.” Ucap Tuan Iblis itu sesaat sebelum terkena serangan tebasan api milik Ling Feng dan...
Booommmm
>>>>>>______
Ling Feng menatap lurus ke arah kepulan asap yang tercipta dari serangan tebasan pedangnya. Perlahan-lahan asap putih yang menghalangi pandangan mata pudar, Ling Feng memandang iblis itu dengan pandangan serius, terlihatlah sosok iblis yang yang penampilan nya tampak berantakan dengan bagian tubuh kanannya terluka cukup parah, karena ia menggunakan pedang elemen untuk menahan serangan Ling Feng.
“Tidak kusangka masih ada pemuda sepertimu di dunia biru ini. Mungkin jika dirimu di berikan waktu selama dua tahun lagi, ras iblis yang tersisa di dunia biru ini dapat dipastikan akan musnah seluruhnya.” Kata tuan iblis itu seraya menyeka darah yang keluar dari sudut mulutnya.
“Dunia Biru?” Katanya refleks mengulang perkataan tuan iblis itu. Tentunya Ling Feng bingung, pasalnya yang ia ketahui selama ini, nama tempat ini adalah benua biru dan bukanlah dunia biru.
“Kekeke... Benar, Nama dunia ini adalah dunia biru. Dahulu kala dunia ini dan dunia para dewa terhubung, namun sekarang tidak lagi, karena dunia biru ini telah di segel.” Kata tuan iblis itu.
“Apa maksud mu? Bagaimana dunia biru bisa tersegel begitu saja?” Tanya Ling Feng dengan nada serius. Tuan iblis itu menyeringai lalu tertawa renyah membuat Ling Feng semakin serius menajamkan indera pendengaran nya.
“Kekekeke... Tentu saja bisa, dengan cara membunuh tuan pemilik dunia biru ini. Maka secara otomatis dunia biru akan tersegel dengan sendirinya. Walaupun kami tidak berhasil menguasai dunia biru ini pada zaman dulu, namun sebagai gantinya kami mendapatkan hal yang berharga yaitu, berhasil membunuh tuan dari pemilik dunia biru ini.” Kata tuan iblis itu dengan lantang seraya tertawa terbahak-bahak.
Mendengar fakta itu wajah Ling Feng pun semakin jelek, pasalnya jika memang benar apa yang dikatakan oleh tuan iblis itu, alasan mengapa aura di dunia biru ini sangatlah tipis adalah, karena tersegelnya dunia biru yang membuat pembatasnya juga tersegel. Itu juga memperkuat alasan mengapa banyak yang sulit untuk menembus ranah saint.
“Itulah mengapa aku sangat senang setelah di bangkitkan, karena tuan dari dunia biru ini telah tiada, otomatis rencana kami untuk menguasai dunia biru dan membuat kalian para manusia menjadi budak bisa terwujudkan. Toh dunia biru ini telah tersegel, dan pastinya bantuan dari dunia dewa tidak akan datang.” Kata tuan iblis itu lalu tertawa kencang.
Ling Feng yang mendengar fakta itu hanya bisa berdecak saja, pasalnya informasi yang ia dapatkan saat ini benar-benar sama sekali tidak terduga olehnya. “Kekekeke... Bocah, walaupun kau kuat, namun kau tetap tidak akan bisa menebus ranah saint puncak, karena adanya batasan, berbeda dengan kami ras iblis yang terkena batasan dari dunia biru ini.” Kata tuan iblis itu dengan nada mengejek.
__ADS_1
“Seharusnya kau diam saja dirumah dan bersembunyi menunggu ajal mu, karena semua manusia yang ada disini sudah di takdirkan akan menjadi budak dari kami ras iblis hahaha...!” Ujar tuan iblis itu tertawa keras layaknya orang gila.
“Persetan dengan itu!” Teriak Ling Feng yang sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi, langsung maju menerjang ke arah tuan iblis itu dengan pedang terhunus.
Tuan iblis itu hanya menyeringai kecil lalu mengangkat pedangnya. “Persetan dengan batasan dunia, fakta kau akan mati di sini tidak berubah.” Ujar Ling Feng dengan menekankan kalimat terakhirnya.
“Kita lihat siapa yang membunuh siapa bocah tengik.” Kata tuan iblis itu yang luka parah di lengan kanannya telah sembuh sepenuhnya. Keduanya pun kembali beradu serangan. Bahkan tempo penyerangan nya menjadi lebih cepat dua kali lipat ketimbang sebelumnya.
“Hahahaha... Terus! Kerahkan semua yang kau milik bocah manusia! Hahahaha...!” Teriak tuan iblis itu seperti orang gila. Ling Feng tidak menggubris teriakannya dan terus fokus melancarkan serangannya kepada tuan iblis itu.
>>>>>>______
Sementara itu Keadaan di Luar Tanah Rahasia
Ling Feng masih bertarung sengit dengan tuan iblis selama empat hari lamanya di tanah rahasia, sementara itu di luar tanah rahasia situasinya tidak jauh berbeda. Fakta sebuah pemberontakan telah terjadi oleh bangsawan dari kekaisaran Shu dan beberapa petinggi kekaisaran lainnya, serta beberapa petinggi dari sekte tingkat satu dan dua di kekaisaran Shu.
“Sial...! Tidak kusangka bakal ada pengkhianat di Lingkup Kekaisaran.” Ucap Raja Shu seraya menggebrak mejanya, dirinya sangat marah ketika mendapatkan informasi tersebut yang mengatakan bahwa salah satu keluarga bangsawan kerajaan ternyata telah berkhianat dan bekerja sama dengan ras iblis untuk menggulingkan tahta kekaisarannya saat ini. Terlebih lagi keluarga bangsawan itu adalah pemimpin dari para bangsawan kekaisaran.
Semua pihak pun merasakan hal yang sama dengan Raja Shu, pasalnya orang-orang yang berkhianat adalah orang-orang yang mempunyai posisi penting di tiap-tiap domisili. Para tetua dan pihak lainnya yang berada di sana hendak langsung maju membantu menangani situasi yang terjadi di luar, namun To Mu langsung buka suara mencegah mereka untuk bergerak sekarang.
“Tenangkan dahulu pikiran kalian. Jika kita langsung turun tangan sekarang, hal itu sama saja dengan masuk ke dalam rencana musuh.” Kata To Mu menghentikan semua pihak yang berada di dalam tenda.
“Apa maksud Anda tuan Mu?” Tanya Tetua Han dengan nada bingung.
__ADS_1
Bukan hanya Tetua Han saja, bahkan yang lainnya pun sama bingungnya, karena situasinya saat ini benar-benar sudah kacau, tapi pria berbaju hitam di hadapan mereka ini malah mencegah mereka untuk bergerak sekarang.
“Jika kalian bergerak sekarang, kalian tidak akan bisa bertahan untuk menghadapi para pengkhianat itu.” Kata To Mu dengan singkat membuat semua pihak yang berada di sana mengekerutkan keningnya semakin tidak mengerti, namun tidak berkata lebih banyak lagi sampai kemudian ia merasakan sebuah keberadaan yang datang mendekat.
“Mereka akan datang sebentar lagi. Tunggulah dengan tenang, karena apa yang terjadi di depan saat ini hanyalah sebuah jebakan, supaya kalian semua turun tangan dan kehabisan Qi.” Kata To Mu dengan tenang, yang membuat para pihak di dalam tenda pun mengerti, bahkan ada beberapa tetua yang memastikan keadaan di luar dan benar saja, bahwa ras iblis yang menyerang lebih di dominasi yang terlemah.
To Mu membuka kedua matanya lagi, lalu bangkit dari tempat duduknya. “Musuh utamanya sudah datang, bersiap-siap untuk melawan balik.” Kata To Mu seraya keluar dari tenda diikuti oleh semua orang yang berada di dalam tenda.
To Mu menandahkan kepalanya menatap langit-langit yang diikuti oleh semua orang di sana. Awalnya mereka tidak melihat apa-apa, namun selang beberapa menit kemudian munculah beberapa kiranya lima belas sosok yang familiar di seluruh pandangan mata, membuat para tetua terutama pihak kekaisaran Shu marah, karena orang-orang tersebut adalah dalang dari apa yang terjadi saat ini.
“Pemimpin Bangsawan Wang apa arti dari semua ini!” Teriak Raja Shu menatap marah pria sepuh yang tidak lain adalah pemimpin bangsawan Kekaisaran. Wujud dari Bangsawan Wang ini pun sudah tidak seperti manusia lagi, karena tepat di dahinya telah muncul dua tanduk ciri khas dari seorang ras iblis.
“Kekekeke... Tidak ada maksud apa-apa raja. Orang yang kamu kenal sebagai pemimpin dari bangsawan kekaisaran itu telah lama mati.” Ucap Jelas Pemimpin Bangsawan Wang, membuat semua orang yang berada di sana terkejut ketika mendengar fakta itu.
“Ya lagipula itu sudah tidak berarti apa-apa. Aku akan langsung saja, masterku meminta ku untuk membunuh kalian semua para orang tua yang ada di sini. Jadi sebagai gantinya, kita bekerja sama saja dengan kalian menyerah dan terima dengan lapang dada di bunuh oleh ku.” Kata Pemimpin Bangsawan Wang seraya memancarkan aura seorang yang sudah berada di ranah saint. Terlebih lagi ranah saint bintang lima, membuat para tetua dan semua orang yang ada di sana memasang wajah gelap ketika merasakan aura penekanan itu.
“Cihhhh... Dalam mimpi mu.” Kata To Mu dengan nada mengejek yang secara tiba-tiba sudah muncul di hadapan Pemimpin Bangsawan Wang dan langsung meninju wajah pria sepuh yang telah menjadi iblis itu dengan sangat kuat, mengejutkan pihak lawan maupun kawan, karena serangannya yang tiba-tiba.
Boommmm... Swussshhh... Booommmm...!
“Jangan hanya terpaku saja. Lakukan yang terbaik dan jangan sisakan satu iblis pun untuk hidup!” Teriak To Mu yang bergema di tempat tersebut membuat semangat para kultivator manusia menggebu-gebu.
“Iya!” Teriak serempak para kultivator manusia menjawab perkataan To Mu.
__ADS_1
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.